Tampilkan postingan dengan label Cerita Porno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Porno. Tampilkan semua postingan

Cerita Sex Bunyi Dalam Gesekan Kemaluan Yang Masih Perawan

CeritaDewasa 17+ : Cerita Sex Bunyi Dalam Gesekan Kemaluan Yang Masih Perawan - Perkenalakan aq Ade (nama samaran) usia 30 thn, WNI keturunan cina-manado, tinggal di kota Semarang. Aq bekerja di pengelolaan gedung mall yang cukup besar di kota ini.

Cerita Sex Bunyi Dalam Gesekan Kemaluan Yang Masih Perawan

Dalam Kisah Cerita Sex Bunyi Dalam Gesekan Kemaluan yang Masih Perawan

Ditempat ini, aq tak hanya dikenal sebagai salah satu staf perusahaan, tapi juga orang mengenal aq sebagai ‘dokter’, walaupun aq tak pernah merasakan bangku kuliah di kedokteran, tapi karena kemampuanku untuk mengobati sebagai penyakit baik penyakit medis maupun nonmedis, mereka sering datang ke kantorku untuk berkonsultasi.

Pada suatu hari telpon di kantorku berdering. Saat kucapkan, ‘Hallo’ terdengar suara merdu dari seberang sana.

“Selamat siang, bisa bicara dengan Pak Ade?”

“Ya, saya sendiri, dengan siapa saya bicara?”

“Oh, ini Pak Ade? Pak, ini Via dari toko xxx ” Aq hanya mengiyakan, aq tau itu adalah sebuah toko handphone di mall ini.

Aq mengira dia pasti akan membicarakan masalah operasional, atau komplain tentang pengelolaan gedung ini. Ternyata dugaanku meleset.

“Ada yang bisa saya bantu Bu Via?” Aq biasa memanggil semua orang dengan sebutan Bu, baik masih muda ataupun sudah berumur, sekedar untuk formalitas.

“Saya dengar-dengar cerita tentang Bapak, saya ingin bertemu dengan Bapak, kapan Bapak ada waktu?”

“Saya selalu ada waktu Bu, silakan datang kapan saja Anda suka.”

15 menit kemudian, gadis muda berusia 22 taun ini telah ada didepanku dan menceritakan segala keluhannya. Dia merasa tidak PD dan minder dengan penampilannya, padahal menurutku dia sudah dalam segala hal, dari wajahnya yang cantik, ukuran tubuhnya sangat proporsional, kulitnya yang kuning langsat tanpa noda, hanya saja dadanya kecil, tapi paVig tidak nilai totalnya 8 (menurutku).

“Apa yang membuat Ibu berpikir demikian? Saya rasa Ibu sudah memiliki segalanya. Saya yang gemuk gini aja PD kok” Dia tersipu sambil berbisik,

“Maaf Pak, tolong jangan panggil saya Ibu, saya masih single, panggil saya Via.” Aq mengangguk.

”Dan jangan panggil aq Pak, panggil aja Ade.” Dia mengangguk.

“Dan.., kamu bisa menyimpan rahasia ngga Ade?” Aq memastikan hal itu kepadanya. Kemudian dia menceritakan, bahwa dia minder dengan dadanya yang berukuran hanya 34A.

Aq cukup kaget, karena sebelumnya aq tidak pernah menjumpai “pasien” yang mempunyai keluhan seperti ini.

“Via, jujur saja aq baru pertama kali menghadapi keluhan seperti ini. Kamu pasti tau kan, kalau selama ini aq hanya menangani pasien pasien dengan keluhan yang ‘lumrah’, Aq ngga tau bisa berhasil atau tidak. Lagipula aq punya istri, gimana aq harus menjelaskan ke istriku?” Via mengangguk dan tersenyum,

“Aq tidak akan menceritakannya kepada siapapun, aq juga malu kalau sampai orang tau. Dan aq harap kamu mau mencobanya dulu, kita ngga tau hasilnya kalau belum mencoba dulu kan?” Aq berpikir keras sebelum aq menyanggupinya.

Via tersenyum dan memberikan kartu namanya kepadaku.

“Aq tunggu kamu di rumahku malam ini jam delapan.”

Jam delapan lewat lima menit aq sudah berada di rumah Via. Rumahnya tidak begitu besar tapi terasa nyaman dan sejuk.

“Kamu tinggal sendiri di sini?” tanyaku.

“Ngga, sama temen-temen, tapi pada punya acara sendiri-sendiri ama pacarnya. Makanya aq nyuruh kamu datangnya hari ini, biar dirumah ngga ada orang. Yuk cepetan, nanti keburu temen-temen pulang” Aq mengangguk dan mengikuti Via yang melangkah ke kamarnya.

Kamarnya didominasi warna pink muda, dingin hembusan angin dari AC terasa di kulitku, membuatku merinding. Dengan malu-malu Via membuka kaos dan branya, dan aq menyuruhnya tidur terlentang. Sejenak aq agak grogi karena baru pertama kali melihat tubuh wanita selain istiku setengah telanjang, tapi bagaimana pun aq harus melaksanakan kewajibanku. Aq mulai terapi dengan memijit titik-titik darah yang berada di pundak dan dada atasnya. Setelah kurasa darahnya telah mengalir lancar, aq mulai memijit toketnya dengan pijitan yang lembut.

Toketnya kecil tetapi terasa kencang. Via memejamkan matanya dan sesekali mengeluarkan lenguhan dan erangan saat tanganku menyentuh putingnya yang berwarna coklat muda itu. Tak kusadari, adikku mulai berdiri. Bagaimanapun juga, aq sebagai manusia normal tetap bisa terangsang, apa lagi berada dalam satu ruangan dengan wanita muda yang cantik setengah telanjang dan aq sedang memijit toketnya.

“Ade.., jangan disitu terus dong mijitnya, geli..” Aq terkejut, tanpa kusadari pijitanku lebih sering berada di daerah sekitar putingnya.

“Ha? ehm.. iya.. maaf.” Via mungkin melihat wajahku yang memerah, dia tertawa dan berkata,

“hi..hi..hi.., kenapa? Kamu terangsang ya..? Ngga pa pa deh, aq juga suka kok.. Cuma agak geli aja..” kata-katanya membuatku semakin gugup.

“eh.. kayaknya hari ini cukup dulu deh Vi, mungkin besok bisa diterusin..” jawabku.

Via semakin ngakak,

“Ade.. kamu kok lugu banget sih? Nggak pa pa.. terusin aja.. Kenapa? takut ketauan istri kamu ya?”

Via merengkuhku dalam pelukannya dan mencium bibirku dengan lembut. Aq terhenyak, tapi dia kembali menarikku dan memagut bibirku dengan penuh nafsu. Dalam kebingunganku dia berbisik,

Ingin Daftar Permainan Games Judi Online Silahkan Saja Klik Dibawah Ini :

qqdomino


“Ade.., sudah lama aq menantikan hal ini.., begitu lama aq memendamnya.., aq sayang kamu Ade.. Bercintalah denganku Ade..” Aq cuma bisa duduk diam kayak orang bego.

“Aq pikir kamu salah orang Vi.. Kalau kamu pikir aq bisa membuat kamu bahagia, kamu bener-bener salah.. Aq gemuk, eemm.. barangku kecil.. terus.. ekonomiku pas-pasan, dan yang terutama, aq sudah punya istri dan anak.. Kamu becanda.. Kamu pasti becanda kan?” tanyaku tak percaya. Via tersenyum manis dan berkata,

“De, biar kujelaskan dulu.., dari dulu aq memang suka dengan pria yang bertubuh gemuk. Aq ngga peduli barangmu kecil atau apa.. kamu lihat juga dong, susuku kan kecil juga. Aq rela jadi istrimu yang kedua, dan lagian aq kan kerja juga, jadi kamu ngga usah bingung masalah perekonomian..” Jelasnya panjang lebar.

Via menatap mataku dalam-dalam, seakan ingin menunjukkan ketulusan hatinya. Kupeluk dia erat-erat, Via menciumi seluruh wajahku, dan kubalas ciumannya dengan tak kalah bernafsu.

Via membuka satu persatu kancing kemejaku lalu tangannya membelai dada dan perutku dengan lembut. Kurasakan bulu ?bulu halus di sekujur tubuhku berdiri. Sentuhan tangannya begitu lembut. Via tidak berhenti, dia memelorotkan celana panjang dan celana dalamku, lalu dengan sigap dia memegang adikku yang sudah berdiri tegak. Barangku memang tidak panjang, bahkan bisa dikatakan ukuran mini.

Via mulai mengelus-elus adikku dan mengocoknya dengan lembut. Jari-jarinya yang lentik terasa dingin saat menyentuh batang kemaluanku. Aq tak mau kalah, kulepaskan celana pendek yang dia kenakan, dan terlihat dia memakai CD semi transparant sehingga terbayang rerimbunan bulu-bulu yang tidak begitu lebat. Kuelus bukit kemaluannya dari luar CD yang ia kenakan, Via melenguh,

“ooogghhhhh.. Ade.., aq milikmu..” Aq hisap puting susunya yang telah mengeras, lalu aq mainkan dengan lidahku, kupuntir-puntir dengan bibirku sementara tangan kiriku meremas-remas toketnya yang satu lagi, dan tangan kananku menyelusup masuk di balik CD nya dan membelai bukit kemaluannya. Perlahan kubuka belahan memeknya, terasa sekali memeknya telah basah oleh cairan yang keluar terus menerus dari memeknya.

Kumainkan kelentitnya dengan jari tengahku, Via mengerang dengan sangat keras, merasakan kenikmatan yang dia terima saat ini.

“ooogghhh..ooohhh.. aaahhhh teruuss Dee, teruuss.. ooohhhhh..” Aq terus memainkan kelentitnya sambil terus menyusu padanya, sementara tangannya masih terus mengocok-ngocok kemaluanku dengan lembut, dan sesekali pegangannya agak mengencang, apabila dia merasakan kenikmatan.

Aq tak sabar lagi, jari tengahku aq masukkan sedikit demi sedikit ke dalam lubang memeknya, spontan dia berteriak dan menarik tubuhnya,

“jangan..”

Aq memandangnya dengan perasaan heran, kemudian dia berbisik di telingaku,

“I’m still virgin.., aq ngga mau perawanku hilang oleh jari, aq ingin dengan ini,” katanya sambil mengelus kemaluanku.” Lagi-lagi aq terkejut. Aq tidak menyangka masih ada gadis sekarang yang bisa menjaga keperawanannya sampai usia yang cukup matang. Dan lagi-lagi kebimbangan hadir dalam pikiranku, masa aq harus memerawaninya?

“Vi, kamu masih perawan?” tanyaku tak percaya. Dia mengangguk.

“Aq ingin memberikan mahkotaku ini kepada orang yang ku cintai. Aq sudah bilang, aq rela menjadi istri kedua. Toh nanti pada akhirnya aq akan memberikannya padamu juga, jadi untuk apa kita tunggu lama-lama?” Via mengatakan hal ini dengan mantap.

Sejenak kemudian dia merebahkan dirinya diatas kasur sambil mengangkangkan kakinya lebar-lebar.

“Aq siap untuk menerimamu sayang..” Setelah ia mengatakan ini, aq langsung berlutut di depannya dan kupeluk dia erat-erat.

Dia menciumi wajahku dan aq memulai menggesek-gesekkan batang kemaluanku di lipatan memeknya. Terasa sekali banyaknya cairan yang keluar dari liang kewanitaannya.

Perlahan-lahan kutusukkan k0ntolku ke memeknya, Via memejamkan mata sambil menggigit bibir bawahnya. Sedikit-sedikit kudorong k0ntolku, dan kurasakan ada yang sedikit mengganjal, lalu kudorong sekuat tenaga, bleess..

“Eeeggghhhh..ooouugghhh..” Via menjerit tertahan, dan terasa ada cairan hangat yang membasahi k0ntolku, mengalir keluar ke pangkal pahaku.

Lalu aq perlahan mulai menggoyangkan pantatku maju mundur dan terasa jepitan memek Via di k0ntolku. Via mulai merasakan nikmat, terlihat dari nafasnya yang memburu dan desahan-desahannya yang membuat suasana bertambah merangsang.

“mmpphh..mmpphh..oooghhh..ooghhhh.. Adeo.. teruuss.. aauughhhh..

“Aduh.. Pelan dikit Ade.. “

“Via.. oooghhhh.. nikmat banget sayang.. oouuh.. goyangin pantatnya Vi..”

“Ooouuhh.. aq ngga tahan Ade.. enak banget.. terus.. aahh.. uuhh.. aq.. aq.. ngga tahan lagi.. aahh..Ade..”

“Jangan ditahan Vi.., keluarin aja.. “

“Ade.. Auuhh.. aq sayang kamu Ade..”

serrr..serrr..serrrrr.. terasa hangat di k0ntolku saat Via mengalami orgasme.

Aq tetap menggoyangkan pantatku maju mundur semakin cepat sehingga mengeluarkan bunyi-bunyian akibat gesekan k0ntolku dengan memek Via.

Crekk..crekk..crekk..clokk.. crekkk..

Via terkulai lamas merasakan kenikmatan yang baru saja dia dapatkan, aq pun merasa akan mencapai klimaks,

“Vi, aq.. mau.. keluaarr..”

“iyaa.. Keluarin aja.. di dalem aja yahh..” beberapa detik kemudian, aq memuncratkan seluruh energiku di dalam memeknya

croott..croott.. croott.. croott.. Beberapa kali peju ku menyemprot di dalam memek Via.

Aq merebahkan diri di samping Via, dan sepintas kulihat peju ku bercampur darah perawan Via mengalir keluar dari memek Via. Kulihat wajah Via begitu damai dengan nafas yang masih agak memburu. Beberapa saat kemudian Via membuka matanya dan tersenyum kepadaku, sambil memelukku ia berkata,

“Ade, jangan tinggalkan aq yah.. Aq sayang banget sama kamu..” Aq hanya mengangguk pelan, walau di hatiku masih terdapat kebimbangan.

Sampai aq menulis cerita ini hubunganku dengan Via masih tetap berjalan tanpa ada orang yang mengetahuinya.

Istriku sempat curiga denganku, tetapi setelah kujelaskan bahwa Via adalah rekan kerja, dia percaya dan tidak pernah lagi menanyakan hal ini lagi. Untuk para netters yang ingin berbagi pengalaman dengan saya, silakan kirim email. Begitu juga bagi para netters yang ingin berkonsultasi mengenai pengobatan alternatif, juga dapat menghubungi saya via email atau telepon langsung. Terima kasih.

Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino


Demikianlah Untuk Artikel Yang Saya Buat Dalam Kisah Cerita Sex Bunyi Dalam Gesekan Kemaluan Yang Masih Perawan Semoga Anda Pun Terhibur

Cerita Sex ML Di Dalam Studio

CeritaDewasa 17+ : Cerita Sex ML Di Dalam Studio - Aq seorang musisi amatir, aq tinggal di jogja. Pacarku Dewi tinggal di Jakarta, aq dan Dewi sudah hampir 2 tahun berhubungan antara serius dan tidak. Maksudnya aq dan Dewi serius pacaran, tapi kami berkomitmen untuk sementara tidak terlalu terikat, karena kami yakin keterikatan akan menyebabkan kami tidak bisa menikmati masa muda kami.

Cerita Sex ML Di Dalam Studio

Kisah Cerita Sex ML Di Dalam Studio

Karena tempat tinggal kami beda kota, jadi aq jarang bertemu muka dengan Dewi. Kalau waktu liburan, Aq kadang ke Jakarta, dan sebaliknya. Nah, saat-saat seperti itulah, cerita sex ini terjadi.

Saat itu aq sedang mengotak-atik not keybord temanku yang di taruh di studioku . Tiba-tiba suara keybord itu jadi keras sekali, yang membuatku kaget setengah mati. Aq sempat merinding, habis kan setahuku di rumah cuma ada aq.

Jadi siapa dong yang membesarkan volume keybord di ruang mixer? Dengan segan aq mengintip ke ruang mixer. Ruangan itu tampak gelap sekali, cuma keliatan lampu-lampu mixer. Dengan pelan keperiksa mixernya, ternyata memang vulome mixer besar sekali.

Saat itu aq bingung jadi siapa yang membesarkan volume mixer kalau bukan hantu, tiba-tiba ada suara langkah dari belakangku dan langsung membekap mulut dan mataku. Reflek saja aq menyikut pembekap itu, kena perutnya. Dia jatuh, dan langsung kupiting tanganya sambil aq meraih saklar lampu.

Begitu lampu menyala. Ya ampun, ternyata Dewi yang mengisengiku. Dewi memakai jaket hitam dan celana jeans ketat hitam juga. Mukanya mengernyit kesakitan. Langsung kubangunkan dia sambil membopongnya ke ruangan studio yang berkarpet tebal. Kurebahkan di karpet sambil mengusap keringatnya yang keluar sambil menahan rasa mualnya karena sikutanku yang mengenai perutnya.

“Duhhh Dewi, ngapain sih kamu ngisengin aq kayak gitu?” sambil menahan tangisnya,

“Ah kamu nih bukannya nolongin malah nyalahin aq. Makanya liat-liat dulu dong, jangan asal gebuk. untung nggak kena ulu hati. Kalau kena, pasti deh kamu seneng liat aq mati, kehabisan nafas. Biar kamu bisa cari cewek lain kan”

Busyett nih anak, lagi kesakitan sempet-sempetnya bercanda. Jelas aja dong aq tersenyum

“Aduuhh maaf ya sayang. Kamu juga sih, datang nggak kasih kabar. Kapan sampai jogja? kok bisa masuk ke dalem? kan pagarnya aq kunci” kataku

“Aq mau ngasih kejutan ma kamu. Aq sampai jogja tadi jam 7 pagi. Terus naik taksi ke sini. Liat rumah kamu sepi, dari pada ngebel malah nggak surprise lagi mendingan aq manjat pagar aja” katanya

Dasar Dewi ini orangnya tomboy banget. Terkadang kalau pas isengnya kumat, tomboy nya ngalahin laki-laki. Padahal si Dewi ini aslinya feminim banget. Cantik, tinggi, lincah dan anggun juga bisa (tergantung suasananya). Kulitnya putih mulus, dan tubuh yang tinggi untuk ukuran seorang wanita, membuatnya bisa tampil cantik dengan gaya dan mode apapun.

“Maafin aq ya sayang. Kejutanmu berhasil, sayangnya terlalu berhasil. Maafin aq ya” kataku sambil membelai rambutnya yang panjang sepunggung, dan dengan lembut aq mengecup keningnya.

Setelah itu kami bercerita mengenai kabar masing-masing. Dewi baru aja keterima di SMU 3, dan senang di sana. Aq juga cerita tentang lagu baru di band kami sambil memutar contoh lagu itu di CD player. Beberapa lagu lewat, dia menikmati lagu itu sambil manggut-manggut dan bilang.

“Lagunya bagus-bagus. Enak buat goyang, Nge-grove banget” sambil meneruskan mendengarkan lagu berikutnya.

Aq keluar dari studio menuju dapur untuk membuatkan minuman kekasihku tersayang agar mualnya agak mendingan. Waktu aq balik ke studio Dewi memandangku sayu sambil bilang,

“Bima sayang, puterin lagu yang nomor 3 dong. Lagunya romantis banget. Aq jadi terharu nge dengernya”

“Ya udah, aq puterin lagi ke track 3, lagunya emang lembut banget, romantis banget pokoknya”

Dewi bangkit sambil menggengam tanganku.

“Berdansalah denganku, sayang!” pintanya.

Kugenggam tanganya, lalu kami berdansa mengikuti alunan musik yang romantis. Sambil memeluknya, aq melihat matanya mengeluarkan air mata.
“Kenapa sayang?” tanyaku. 

“Nggak papa sayang.., aq cuma merasa betapa bahagianya apabila seseorang dicintai seperti lirik lagu itu”

“Apakah kamu mau tau sesuatu, sayang?” tanyaku lagi.

“Apa itu, sayang?”

“Lagu ini kuciptakan sendiri, untuk mengekspresikan rasa cintaku yang terdalam untukmu, sayang!” kataku.

“Ooohhh, Bima.., What a wonderful gift from God you are for me” sambil dia berkata begitu, air matanya bertambah banyak dan pelukannya semakin erat. Aq pun ikut meneteskan air mata. Aq benar-benar mencintainya. Kalau mungkin, biarlah seluruh hidupku aq jalani bersamanya.

Dewi meminta untuk terus mengulang lagu itu, biar dansa kami tidak terputus-putus dan lirik lagunya bisa makin diresapi. Perlahan-lahan sambil terlarut dalam indahnya alunan musik dan lembutnya dansa kami, dewi mengangkat kepalanya dari dadaku dan mencium lembut bibirku.

Ciumannya sungguh lembut. Mungkin kurang menyenangkan bagi yang hanya menginginkan sex saja. Tapi bagi yang mencinta, ciuman seperti itu jauh lebih kena di hati daripada apa yang terjadi sesudahnya.

Lampu di dalam studio cukup redup, alunan musik romantis keluar dari sound sytem yang keren dan kuat powernya (kebetulan studio kedap suara). Kami berciuman cukup lama.

Sambil tetap berdansa mengikuti irama lagu, Dewi berkata,

“Bima sayangku, bercintalah denganku. Disini dan lakukan sekarang!”

Aq tersnyum dingin sambil berkata,

“Dewi, maaf aq tak bisa melakukannya”

Dewi terkejut,

“Kenapa Bima sayang?”

“Aq tak ingin bercinta denganmu, aq hanya ingin mencintaimu. Bukan utk behubungan badan, tapi hanya mencintaimu sayang”,

Dewi tersenyum sambil melanjutkan ciumannya, namun kali ini tangan Dewi mulai meraba punggungku, dan lidahnya mulai menusuk kedalam bibirku. Aq pun bereaksi seperti layaknya sorang laki-laki yang normal. Ku elus lembut punggungnya, kasar sekali. Jelas saja, wong masih pakai jaket jeans.

Perlahan-lahan kubuka jaketnya, dan memandang kaos ketatnya yang berwarna merah tanpa lengan, menonjolkan keindahan tubuhnya dan dadanya yang berukuran 34B. Tak terlalu besar, cukup mungil tapi yang penting bagiku padatnya bukan besarnya.

Ingin Daftar Permainan Games Judi Online Silahkan Saja Klik Dibawah Ini :

qqdomino


Tanganku terus menjelajahi sekujur tubuh indahnya. Mulai dari punggung merayap ke pinggang, perutnya dan dadanya. Dibalik kaos merah ketatnya aq bisa melihat dan merasakan puting susunya yang semakin mengeras dan mencetak sempurna pada pembungkusnya. Kuputarkan jari-jariku di sekitar puting susunya yang keras, sambil berbisik halus di telinga Dewi,

“Coba rasakan, Dewi, rasakan sentuhanku ini!”

“Ssshhh… emmhhh” hanya itu yang keluar dari mulut Dewi, karena terlalu penuh imajinas oleh keindahan cinta kami berdua

Walaupun begitu, Dewi bukan tipe orang banyak bicara sedikit bertindak. Buktinya bicaranya sedikit, tapi tanpa sadar tanganya meraba lembut celana jeans ku, melonjakkan batang penisku dari dalam CD ku.

Dewi terus saja mengelus batang penisku dengan semakin keras, seakan dia tau persis bahwa celana jeansku yang tebal itu menghalangi batang penisku untuk merasakan kenikmatan belaian jari-jarinya.

“Oohh sayang, ijinkan aq menikmati penismu. Akan kubuktikan segalanya hanya untukmu, Bima”

“Rasakan dan nikmati semua sayang. Lakukan semaumu. Segala diriku adalah milikmu Dewi”

Setelah mendapat ijin darinya, langsung saja kubuka kaosnya, Wahh.. pantas saja puting susunya menonjol sekali, dia tak mengenakan BH.
“Sayang, kamu kok nggak pakai BH sih? panas ya?”

“Sengaja kulepas waktu kamu buatin minuman untukku. Tuh, BH nya aq lempar di belakang keybord. Kalau kamu lebih suka BH nya, ambil aja. Tapi kalau lebih suka isinya tetaplah di sini sambil ekspresikan cintamu untukku.

Wah, masa sih mentingin BH nya, kalau bisa malahan jangan pernah dia pakai BH lagi. Lagi pula toketnya padat sekali, buat apa pakai BH lagi sih? Dewi pun tak mau kalah. Dia dengan cepat membuka celanaku. Sialnya kepala penisku yang memang sudah keluar dari CD ku terjepit resleting.

“Aww Dewi, pelan-pelan dong sayang. Sakit kan”

“Ya ampun, Bim.. penismu sih yang nakal. Belum dibuka udah keluar duluan. Salah kamu sendiri.. ehh nggak deh, salah kamu sih (sambil menunjuk penisku).”

“Sayang, nanti kalau dimarahin dia ngambek lho”

“Hehehe nggak deh. Cuma bercanda kok ya sayang (sambil mengelus lembut batang penisku)

“Aahhh.. aduh sayang. Nikmat sayang. Ayo teruskan sayang..”

Setelah beberapa menit Dewi memainkan batang penisku, batang penisku kini sudah tegang keras sempurna.

Setelah puas dikerjai Dewi, aq mengangkatnya ke atas meja yang ada di dalam studio. Kusuruh dia duduk di situ, setelah selesai melucuti celana jeans nya yang juga ketat.

Setelah pakaiannya terlepas semua, barulah aq bisa sepuasnya menghirup harum tubuh kekasihku tersayang itu. Mulai dari toketnya, jilatanku berangsur turun sampai ke daerah perutnya yang putih mulus.

Setelah itu, dengan tidak terburu-buru biar dia penasaran, aq menjilati bagian belakang lututnya, percayalah teman, ada sensasi tersendiri untuk wanita saat kita menjilati bagian ini. Dari situlah jilatanku naik ke paha depan, belakang, dan yang terakhir paha bagian dalam. Di situlah jilatanku tidak cuma merambat lurus tapi berputar-putar.

Mendekati lubang memeknya, menjauh lagi, mendekat lagi, menjauh lagi, mendekat lagi, menjauh lagi. Teman-teman, tidak akan ada wanita yang tidak penasaran saat di perlakukan selembut itu.

Sama seperti Dewi, dia sampai menangis karena sudah tak dapat menahan nafsunya, sehingga dia nekat meremas dan menarik rambutku ke arah lubang memeknya, saking semangatnya sampai daguku terbentur meja yang di tidurinya.

Lidahku menjelajahi bibir luar memeknya dengan tetap lembut dan mesra, sebelum akhirnya kupuaskan dahagaku dengan dahaganya dengan menyeruput (bukan menghisap lho). Katanya setelah selesai, seruputan itu terasa nikmat luar biasa, seperti memakai vibrator tapi lebih nikmat lagi karena yang menggetarkan mulut cowoknya sendiri dan bukan mesin

“Aduuuuhhh.. ooohhhh.. Bimm, kamu apain sih klit ku? ohhhh Bimm, lagi dong Bim.. ssshhhhh enak sekali sshhhhh Bimm.. Bimm.. Biimmmm… ooooohhhhhh” akhirnya Dewi meraih orgasme juga.

Dia memang tak pernah berkata terus terang kalau mau orgasme. Dia lebih suka mengkspresikan lewat sikap dan racauan seperti tadi itu. Melihat wajah Dewi yang penuh peluh, matanya yang tertutup, dan keningnya yang berkerut menahan rasa nikmat yang masih mendera otot-otot memeknya.

Hatiku sangat bahagia karena aq bisa memuaskan gairah sex kekasihku tersayang itu, walaupun aq belum sempat mendaratkan batang penisku ke lubang memeknya.

Memang hingga saat ini aq belum pernah sekalipun memasukkan batang penisku ke dalam lubang memeknya karena aq sangat menyayangi dan mencintainya, dan bagiku bercinta yang sesungguhnya saat pernikahan jauh lebih berarti daripada bercinta saat ini yang hanya berdasarkan nafsu belaka.. Sekianlah Untuk Cerita Sex ini

Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino


Demikianlah Untuk Artikel Yang Saya Buat Kisah Cerita Sex ML Di Dalam Studio

Cerita Gara-Gara Penunggu Pohon Tua

CeritaDewasa 17+ : Cerita Gara-Gara Penunggu Pohon Tua - Di usianya yang baru 25 tahun, Susi sdh menjadi seorang Dokter. Telah menikah dgn Fendi, yang jg seorang Dokter. Usia Susi terpaut tiga tahun dari suaminya Pasangan ini belum dikaruniai anak, mereka baru menikah selama 2 tahun.

Cerita Gara-Gara Penunggu Pohon Tua

Dalam Cerita Gara-Gara Penunggu Pohon Tua

Pada suatu hari, susi mendapatkan kabar dari kerabatnya dari solo bahwa neneknya meninggal dunia, kabar itu membuatnya sedih, karena sang nenek lah yang merawat dan membesarkannya. Krn saat susi berumur 12 tahun kedua orang tuanya tewas saat kecelakaan mobil.

Keluarga Susi terbilang keluarga yang berada. krn tdk ada yang mewarisi kekayaan orang tuanya, jg harta yang ditinggalkan neneknya. Susi menjadi pewaris tunggal harta harta itu. Salah satunya adalah sebuah Villa yang berada di daerah wisata Tawangmangu.

Setelah pemakaman neneknya dan besilaturahmi dgn kerabatnya maka Susi pun berkunjung ke villa neneknya di daerah Tawangmangu itu.

Dihari yang telah di rencanakannya itu Susi bersama suaminya Fendi mengunjungi villanya itu. Villa yang besar itu, selama ini di jaga oleh Ranu. Usianya kira kira 55 tahun. Seorang laki laki penduduk sekitar yang telah cukup lama bekerja pada neneknya. Ranu jg di beri amanah utk mengurus villa dan perkebunan keluarga itu.

Hari itu, seperti yang direncanakan Susi dan suaminya akan bermalam disitu utk beberapa hari. Kebetulan mereka telah mengambil cuti. Pasangan ini pun selalu terkesan amat mesra dan romantis. Maklum mereka pasangan muda, yang belum lama menikah.

Sore hari itu, Susi dan suaminya di temani Ranu berkeliling, Villa besar itu. Di kebun belakang villa itu, dekat paviliun, tempat Ranu tinggal, mata Susi menangkap, image pohon besar, yang rindang. Dgn akar akarnya yang sebagian keluar dari dlm tanah. seperti tak terawat. Di sana ada taburan bunga bunga.

“pak Ranu, pohon apa ini, koq tampaknya ngga terawat” tanya Susi.
“oh, ini pohon sdh tua sekali, yah memang dari dulu sdh begitu, dari zaman eyang non Susi” jawab Ranu.
“wah, sepertinya merusak pemandangan, tebang saja pak Ranu” kata Susi lagi.
“oh JANGAN.. “jawab pak Ranu keras.

Susi terkejut mendengar jawaban pak Ranu. Suaminya jg menatap pak Ranu.

” maaf, maksud saya, eyang non pernah berpesan, pohon itu tdk boleh di tebang” jawab pak Ranu.

Susi diam saja, kemudian, berjalan kembali ke depan, bersama suaminya.

” mas, aku ngga suka sama pohon itu, bulu kudukku merinding, sepertinya ada sesuatu di situ” ujar Susi pada suaminya.
“Susi, Susi, makanya kalau nonton TV, jangan acara mistis yang di tonton, kamu itu seorang dokter, pakai logika dong” jawab suaminya enteng.

Susi menatap suaminya, matanya melotot.

Suaminya pun tersenyum, lalu melumat bibir Susi,

”ah, udeh deh..” kata Susi.
“yah sdh, kalau ngga suka yah kamu tebang saja, nanti..” kata Suaminya.

Udara sangat dingin, di kawasan itu, membuat mereka bercinta di malam itu. Di mulai dgn ciuman ciuman mesra dari suaminya, serta rabaan lembut di paha mulus Susi.

Baju tidur Susi, tanpa terasa, mulai tersingkap. Menampakkan kedua paha mulusnya, serta pangkal pahanya yang masih terbalut CD putih. Bukan hanya mata suaminya yang melihat, tanpa sepengetahuan mereka ada sepasang mata yang mengintip, sepasang mata milik Ranu.

Satu sentuhan jari Suaminya, di selangkangan Susi, membuatnya mendesah keras. Jari itu terus bermain di atas CD nya. Bercak bercak basahan mulai tampak di selangkangan CD Susi.

Dgn cepat Susi melepas baju tidurnya, menyodorkan toketnya yang bulat padat, dgn putting memerah, telah menonjol keras, ke mulut suaminya.

“mas, mau nete dong.. “kata Susi dgn nafsu. Mulut Suaminya, pun menyedot putting susunya.
“ohhh … mas.. Susi, nafsu banget mas.. nikmat…” erangnya.

Suara suara erotic Susi, membuat Ranu yang mendengar samar samar, membuatnya meraba raba selangkangannya sendiri.

Fendi, masih saja, menjilati dan menyedot toket istrinya, begitu jg jarinya yang masih terus, merangsang selangkangannya.

“mas, celana Susi, di buka aja..” pintanya.

Suaminya lalu melepas CD istrinya. Dan melihat memek, dgn bulu bulu, di atasnya. Bibir memek yang rapat, dan basah.

Suaminya sdh mengerti kebiasaan Susi. Setelah tubuh Susi, bugil total, Fendi, merenggangkan ke dua belah kakinya. Lalu, dgn lidahnya, dia menjilati memek istrinya, dgn lembut.

“mass, ooohhh.. Susi.. nikmat.. . mass…” erangnya.

Suaminya terus menjilati memek istrinya.

Jari jarinya jg tak tinggal diam, jari itu bergerak memasuki liang memek istri tercintanya maju dan mundur, bergetar lembut, membuat Susi, semakin mendesah desah, menuju puncak birahinya. Lidahnya bermain di klitorisnya, sedang jarinya terus mencolok colok liang memeknya yang semakin basah.

”ooohhh…. Mas, Susi udah ngga tahan … oohh” erang Susi, yang semakin mendekati fase orgasmenya.

Jilatan suaminya semakin liar, tubuh Susi pun bergetar, mengejang, satu erangan panjang, membawanya ke puncak kenikmatannya.

Saat, Susi terbaring lemas, Fendi membuka pakaiannya. K0ntolnya tampak sdh tegang. Tanpa perlu komando, Susi segera membelai belai k0ntol suaminya itu, menjilati ujung k0ntolnya yang tegang, membuat suaminya mengerang nikmat. Susi pun mengulum kepala k0ntol suaminya, dgn nafsu.

Kepala Susi, bergerak, maju mundur, dan k0ntol itu mendapat kenikmatan yang tinggi.

“aaahhh.. sayang… aaahhhhh…” erang suaminya. Permainan Susi yang begitu, hebat, membuat suaminya melepas benihnya di mulutnya.
Tak satu tetes yang lepas dari mulut Susi, semuanya tertelan habis.

Kini mereka berbaring bersama, Susi pun kembali menciumi suaminya. Mereka bercumbu kembali, sampai k0ntol Fendi, siap kembali utk permainan babak kedua.

Kembali Susi, membuka lebar kakinya, memperlihatkan memek indah miliknya. Suaminya sdh siap, dgn k0ntolnya yang telah menegang, tepat di depan pintu memek Susi. Perlahan k0ntol itu masuk membelah bibir memek Susi.

” aaahhhh tekan … terus mas oooohhhhhh” erang Susi.

Dorongan, demi dorongan, dari k0ntol suaminya, terus membawa kenikmatan bagi Susi Pantat indahnya ikut bergoyang, selaras dgn goyangan suaminya. K0ntol Fendi terus bergerak keluar masuk, di iringin desah desah erotis dari bibir indah Susi. Walau udara dingin, tp peluh tampak membasahi dahi Fendi.

” eemmmmhhhh, Susi aku ngga tahan lagi nih …” kata suaminya.

Goyangannya pun semakin liar, dan akhirnya tubuhnya ambruk, menindih tubuh istrinya. Dan memek Susi pun di siram benih benih cinta mereka.

Kedua insan itu pun lemas, mereka tertidur, berpelukan di bawah selimut tebal.

Pagi pagi sekali, Fendi telah terlihat, berjogging di sekeliling villa. Dan Susi, hanya melihat, pemadangan sekeliling villa itu, sambil berjalan pelan. Tiba tiba, matanya kembali menatap, pohon besar yang terlihat angker itu. Tiba tiba Susi meraih kempak, yang tergeletak bersama cangkul milik Ranu.

Sambil menenten kapak itu, Susi mendekati pohon itu. Saat itu terdengar teriakan Ranu

” jangannn nonnnn…. “. Terlambat, kampak itu telak membacok dahan pohon besar itu, kulit pohon itu terluka.
Susi terdiam, matanya menatap dahan itu mengeluarkan darah segar.

Ranu berlari menghapiri Susi

”kan sdh saya bilang pohon ini tak boleh di tebang” kata Ranu dgn nada tinggi.

“kenapa Rin, ada apa, koq bengong begitu” tanya Fendi.

“darah.. darah..daraaahhhh “jawab Susi dangan suara bergetar.

Fendi menghampiri pohon itu, melihat lebih jelas, jarinya mencolek darah itu, menciumnya

” Rin, ini cuma getah pohon.. kenapa kamu ?” kata Fendi.
” Lihat, masa harus aku bawa ke lab, utk membuktikannya, ini getah pohon, warnanya kecoklatan, lihat” kata Fendi sambil memperlihatkan jarinya yang berlumuran getah pohon itu.

Susi pun berjalan, menuju villanya, dia masuk kamar, duduk dgn tenang di pinggir ranjang.

“mas, aku merasa ada sesuatu, tentang pohon itu” ujar Susi.
“sdh sdh, tenang aja, ngga ada apa apa koq, hanya perasaan kamu saja..” kata suaminya berusaha menenangkan Susi.

Malam hari itu, setelah makan malam, pasangan suami istri itu, masuk ke kamar. Fendi, berbaring di samping Susi. Tangan Susi mengelus elus dada suaminya, tp sayangnya suaminya sepertinya tak mood malam itu.

“Sus, besok saja yah, aku ngantuk sekali” kata Fendi. Susi hanya tersenyum.

Sebentar saja, Fendi telah tiba di alam mimpinya. Sedang mata Susi masih terbelak lebar. Dia hanya diam, matanya menatap langit langit kamarnya.

Tiba tiba Keanehan terjadi, Susi merasakan adanya suara suara yang memanggilnya. Namun ia tdk melihat wujut suara itu. Dgn memanfaatkan indra, pendengarannya, Susi memberanikan diri, melangkahkan kakinya, mencari sumber bunyi itu.

Dia berjalan keluar kamar, suara itu semakin jelas, kakinya terus melangkah, ke arah belakang, suara semakin jelas, dan Susi tiba di pohon angker itu. Pohon itu tampak bersinar ke hijauan. Jelas terlihat Ranu duduk bersila di bawah pohon rindang itu,
Susi diam terpaku.

“Suusssii, ke mari mendekatlah” demikian suara magis itu memanggilnya.

Susi pun melangkah dgn gontai. Setelah tubuhnya mendekat pohon itu, Ranting pohon itu bergerak, melilit tangan dan kakinya. Susi tak bisa bergerak. Lilitan pohon sangat kuat

Ranu pun berdiri, dgn wajahnya yang memerah, dan menyeringai seram. Dia mengambil dahan dari pohon angker itu. Satu sabetan telak mendarat di perutnya. Susi menjerit kesakitan, sabetan itu terasa begitu panas dan menyakitkan.

“ampun.. tolong lepaskan…” erang Susi.

“aku sdh bilang, jangan gangu pohon ini, kenapa kamu masih nekat” suara Ranu terdengar lantang.

“maaf, ampun, saya tdk ganggu lagi, tolong lepaskan saya.. “pinta Susi.

Tp yang di dapat, satu sabetan dahan pohon itu lagi, kali ini punggungnya terasa panas.

“sakit… ampunn….” jerit Susi.

Ranu menyeringai sadis, tanganya meraik gaun tidur Susi, merobeknya hingga lepas dari tubuhnya. Mata Ranu liar menatap toket Susi yang indah itu. Bekas luka sabetan dahan itu pun jelas terlihat, memanjang di perutnya. Lidah Ranu menjulur, menjilat bekas luka itu, Susi kembali menjerit jerit

” perih.. ampun… perih….” erangnya.

Ranu pun, menjilati luka di punggung Susi, membuat Susi mengeluarkan air mata, krn rasa pedih. Luka itu bagai terkena tetesan jeruk nipis. Ranu benar benar menyiksa Susi. Tubuh Susi terasa lemas, krn menangggung beban pedih itu.

Puas dgn siksaannya, Ranu membiarkan tubuh Lemah Susi, yang berdiri, terikat ranting pohon angker itu. Tiba tiba, lidah Ranu menjilati putting susu Susi. Seketika itu jg, birahi Susi menjadi tinggi. Susi mendesah kenikmatan. Lumatan mulut Ranu pada toket Susi semakin membuatnya bernafsu. Selangkangan Susi mulai terasa lembab.

Tangan Ranu, perlahan menurunkan CDnya. Dan tiba tiba, jari Ranu menyentuh memeknya, Ranu tersenyum, merasakan basah memek Susi. Dan tubuh Susi bagai terkena sengatan listrik, tubuhnya bergetar, kenikmatan.

“Susi.. Susi.. kamu suka … kamu suka Susi..” ujar Ranu.

Yang hanya bisa di jawab oleh desahan desahan Susi.

Jari Ranu pun menerobos masuk liang memek Susi, membuat Susi menjerit. Mulut Ranu melumat toket indah milik Susi, sedang jarinya bermain dgn liar, di dlm liang memeknya. Tubuh Susi tak mampu menahan nikmat yang di berikan Ranu.

Sebentar saja, Ranu telah membawa Susi ke puncak birahinya.

Tubuh Susi mengejang, kemudian dia lemas. Tubuhnya akan ambruk, tp dahan pohon itu menahan tubuhnya erat.

Ranu pun melepas celananya, memperlihatkan k0ntolnya yang hitam, besar dan panjang.

Ingin Daftar Permainan Games Judi Online Silahkan Saja Klik Dibawah Ini :


“apa, apa yang, kau kau lakukan…” kata Susi terbata bata. Ranu tersenyum sinis, Tubuhnya mendekat, sebelah kaki Susi dgn mudah di angkatnya, dan dgn sekali hentak, k0ntol besarnya telah masuk ke dlm tubuhnya. Susi menjerit keras.

“Sakkitttt” jeritnya.

Ranu hanya tersenyum, senyum kenikmatan. K0ntol itu bergerak ke luar masuk dgn liar, membuat tubuh Susi terguncang keras. Susi menjerit kesakitan, memeknya tak terbiasa dgn k0ntol besar itu.

Tp Ranu terlihat jelas, sangat menikmati tubuh Susi. Dia terus mengoyangkan k0ntolnya. Susi merasakan adanya perubahan, rasa sakitnya hilang, sepertinya memeknya tiba tiba merasakan nikmat k0ntol Ranu. Susi mengigit bibirnya, rasa nikmat itu dgn cepat menyerang tubuhnya.

Susi tak kuasa, dia mengerang, kenikmatan, seakan akan memberitahukan Ranu, dia menikmati permainan ini. Tubuhnya bergoyang, kepalanya bergerak ke kiri dan kekanan. Ranu terus mengoyang k0ntolnya. “ahhh … ahhh.. aku tak tahan… aku tak tahan…” tiba tiba Susi mengerang. Dan tubuhnya kembali mengejang, mengejet.

Susi orgasme, dan terus Ranu memacu k0ntolnya di dlm liang memek Susi. Ranu mendengus dengus, menikmati memek Susi. Tak lama Susi pun kembali mendapat orgasme, yang kemudian di susul oleh Ranu. Susi bisa merasakan jelas, panasnya cairan birahi Ranu, memasuki rahimnya.

Ranu yang telah puas melepaskan tubuh Susi. Dia tersenyum, Tangannya telah kembali memegang dahan yang tadi di gunakan utk menyabet tubuhnya. “jangan, tolong jangan pukul” ibanya. Ranu tersenyum, tangannya mengusap usap dahan pohon itu, tiba tiba saja, dahan pohon itu membesar.

Lebih besar dari k0ntol Ranu.

“kamu bersalah, kamu mesti merasakan hukuman ini” hardik Ranu.

Ranu kembali mengangkat sebelah kaki Susi. Dahan pohon yang besar itu di sodok keras ke memeknya. Susi menjerit keras, Memeknya terluka, berdarah. Susi menjerit kesakitan.

“AHHHH…. SAKITTTT ….”.

Susi terjaga, tubuhnya berkeringat, suaminya pun menenangkannya.

Paginya diam diam, dia menganalisa kejadian semalam, semuanya tampak nyata, tp dia bermimpi. Tdk ada bekas luka di perut, atau punggungnya. Yang ada jelas, sisa sisa sprema yang membasahi memeknya. Susi jelas bisa membedakan antara sperma dan cairan memeknya. Dia benar benar binggung dgn fenomena ini.

” mas, saya pikir lebih baik menjual villa ini” kata Susi, yang mebuat suaminya mengenyitkan dahinya. “jual, kamu gak salah, villa ini peninggalan eyang kamu, masa sih mau di jual?” suaminya bertanya dgn binggung.

” yah, aku serius, bisa bantu aku pasarin villa ini” kata Susi lagi.

“yah bisa saja sih, tp apa kamu yakin mau menjualnya?” tanya suaminya lagi. “yah” jawab Susi singkat
” silakan bu, pak, di minum selagi hangat” kata Ranu yang membawakan dua cangkir tah hangat.

Mata Ranu, menatap Susi. Tatapannya itu membuat Susi, tampak tegang, ada sesuatu kekuatan kasat mata, dlm tatapannya.

HP Fendi berbunyi, rupa kabar dari rumah sakit tempatnya bekerja. Rupanya ada pasien gawat yang harus segera ditangani Fendi. Padahal Fendi masih berkeinginan utk tinggal di sana bersama Susi 3-4 hari lagi.

Suaminya menanyakan pada Susi, mau ikut, atau masih mau di sini. Susi memutuskan utk tetap di villa itu. Akhirnya Fendi berangkat ke Semarang sendirian. Fendi pun berpesan pada Susi utk hati hati dan minta Ranu menjaga Susi. Ranu pun dgn senang hati menerima pesan Fendi itu.

Setelah Fendi berangkat pagi itu, Susi pun minta pak Ranu menemaninya meninjau perkebunan milik neneknya. Susi memberanikan diri, toh dia berpikir, ini siang hari, jadi lebih aman. Ranu yang selama ini di beri tugas mengawasi perkebunan itu bersedia mengantar Susi, dgn menaiki bukit yang dipenuhi batang batang kayu yang rindang itu. Selama perjalanan Ranu bertindak sangat sopan dgn Susi.

Mereka berbicara santai, dan anehnya Susi merasa tenang di samping Ranu. Dan Susi mulai merasa suka dgn sikap Ranu, yang jika dilihat dari umurnya, pantas menjadi ayahnya.

Merekapun kembali pulang ke villa dgn menuruni bukit bukit itu. Namun krn kurang hati hati, Susi terpeleset di jalan yang berumputan yang licin krn embun. Dgn sigap, Ranu refleks menangkap tubuh Susi yang hampir bergulingan ke bawah. Tubuh ramping dan berisi itu,jatuh kedalam pelukannya.

Selanjutnya krn takut terpeleset lagi Susi pun minta Ranu utk membimbing tangannya dgn memegangnya selama penurunan. Kembali Ranu merasakan kehalusan dan kehangatan tangan dokter cantik itu dgn bebas.

Malam harinya, Ranu masuk kedalam ruang utama villa itu. Ia menemukan Susi yang sedang menerima telpon dari suaminya. Mata Ranu menatap tubuh Susi, yang terlihat sexy, dgn gaun tidur pink, agak tipis. Setelah pembicaraannya selesai,

Susi bertanya pada Ranu

“ada apa pak Ranu”.

“oh engak bu, hanya mengecek, sepertinya kemarin ada bola lampu yang putus” jawab Ranu.
Setelah selesai Ranu mengecek, lampu lampu di ruang utama itu, Ranu pamitan. Tp Susi memanggilnya. Pak Ranu menghentikan langkahnya. Dan berbalik

” ada apa bu..”.

“ah, engak cuma mau tanya sedikit” kata Susi, sambil duduk di kursi, antik yang terbuat dari kayu jati.

Mata Ranu menatap, paha putih Susi, yang agak terbuka, krn gaun tidur itu terangkat sedikit. Tp Susi segera mengantipasi, dia mengambil bantal, sandaran kursi, dan menutup pahanya.

” pak Ranu, saya merasakan ada misteri di balik pohon tua itu, apa pak Ranu menyadarinya?” tanya Susi. “eh, anu, kalau soal itu saya kurang tahu bu, yang saya tahu, eyang bu Susi, wanti wanti pesan sama saya apapun yang terjadi, pohon itu tak boleh di ganggu” pak Ranu menjawab pertanyaan Susi panjang lebar.

Susi pun mendengar keterangan Ranu dgn seksama, Susi jg bertanya tentang mimpi anehnya. Susi bercerita secara detail, membuat Ranu terperangah.

“Maksud ibu, saya memperkosa ibu dgn batuan pohon angker itu?” tanya Ranu.
” yah, dlm mimpi itu, tp mimpi itu begitu nyata” jawab Susi. Ranu menghela nafas,” saya rasa itu cuma bunga tidur bu..” ujar Ranu.
“tdk Ranu, otak saya masih mampu berpikir, realistis, ini mimpi yang benar benar aneh” kata Susi.

Ranu diam sesaat, dia menatap Susi, akhirnya dia membuka suara, Ranu mengakui bahwa di villa ini memang ada penunggunya,namun krn telah sering dan lama tinggal di situ ia pun tdk terganggu lagi.

Mereka terus berbincang bincang, sampai agak larut, akhirnya Susi minta diri utk istirahat krn badannya agak lelah dan mulai ngantuk. Lalu Susi masuk kekamarnya. Ia lalu menyelimuti tubuhnya yang terbaring dgn selimut tebal yang ada dikamar itu.

Beberapa saat kemudian ia tertidur. Namun tdk lama kemudian serasa bermimpi ia melihat pintu jendela kamarnya terkuak dan dahan dahan pohon angker itu merayap cepat, berusaha mendekati ranjangnya dan akan mencekiknya. Susi terbangun dan berteriak teriak minta tolong.

Susi meloncat dari ranjangnya. dan tiba tiba terbangun dari mimpinya, namun ia tak melihat dahan dahan pohon angker itu dan tdk meninggalkan jejak sama sekali. Jendela kamarnya pun tetap tertutup rapi. Mimpi buruk itu semakin membuatnya takut.

Susi yang masih di hinggapi perasaan takut lalu keluar dari kamarnya. Ia berlari dan membuka pintu rumah. Susi langsung berlari ke belakang, mengetuk pintu kamar Ranu. Susi tak berani melihat ke arah pohon angker itu. Begitu daun pintu terbuka,Susi langsung menghambur ke tubuh Ranu dan memeluknya.

Dgn sangat takut ia menangis dan menceritakan apa yang baru saja di alaminya. Ranu dgn bebas lalu membelai rambut Susi. mendudukkan Susi di kursi yang ada di dlm kamarnya. Malam itu Susi tak berani pindah ke dlm kamarnya di rumah villa itu. Susi merasa lebih aman di kamar tidur Ranu.

Seiring malam yang merangkak, Susi kini telah pindah posisi, tdk lagi duduk di kursi, tp duduk tepat di sebelah Ranu di pingir ranjang. Sambil terus membelai rambut sebahu Susi, Ranu pun mulai berani berbuat lebih. Entah krn udara dan suasana yang dingin atau kesepian Susi yang datang tiba tiba. Ranu tiba tiba saja telah mengulum bibir Susi.

Tanpa menolak, Susi membalas ciuman Ranu, Mata Susi memejam, lidah Susi dgn nakal bermain lincah di dlm mulut Ranu. Tentu saja semuanya di layani Ranu dgn nafsu. Seperti ada yang merasuki tubuhnya, tangan Susi meraba raba selangkangan Ranu, mencari cari k0ntol besarnya, tanpa rasa ragu ataupun malu.

Satu tatapan, tajam bola mata Ranu, memerintahkan Susi berbuat lebih. Sambil berjongkok, melebarkan kakinya, Susi mengulum k0ntol Ranu. yang telah ereksi keras.

Mata Ranu liar, menatap selangkangan Susi yang masih terbungkus CD pinknya. Susi tak memperdulikannya, yang jelas, Susi sangat menikmati, mengulum batang k0ntol Ranu.

Ranu pun mengerang, menikmati sedotan, dan jilatan nafsu Susi. Tanpa merasa lelah, kepala Susi bergerak maju mundur, memberi Ranu kenikmatan. Usaha Susi tak sia sia, Semburan sperma Ranu, memenuhi mulutnya, Semua Spermanya, di telan habis oleh Susi, seperti tanah tandus, yang membutuhkan siraman air, di musim kemarau.

Ranu tersenyum puas, Dia mengangkat, tubuh Susi, melepas baju tidurnya. Dan menatap toket bulat padat Susi. Kedua tangan Ranu, meremas toket Susi, membuat dia mengerang. Dan jilatan lidah Ranu, di putting susunya membuat birahi Susi semakin meninggi.

Tubuh Susi di baringkan, Ranu pun melepas CD pink Susi. Sambil memegang CD pink itu, Ranu melihat selangkangan CD pink itu.

“hem, anak muda zaman sekarang, baru di jilat sedikit udah basah..” seloroh Ranu.

Muka Susi memerah, dia malu, tp birahinya mengalahkan semua rasa malunya.

Jari telunjuk Ranu bergerak masuk ke liang basah memek Susi, rasa tersengat aliran listrik di alami secara nyata oleh Susi. Jari itu bergerak, menyodok nyodok liang memeknya. Susi mengerang ngerang, kenikmatan. Jari Ranu seperti mempunyai kekuatan magis, sebentar saja, tubuh Susi mengejang di buatnya.

Susi mendapat orgasmenya, di sertai jeritan nikmat Susi. Ranu tersenyum puas, melihat tubuh Susi, mengejang, dgn nafas tersengal sengal. Sekarang k0ntol Ranu telah berhadapan dgn memek Susi. Ujung k0ntol itu telah menyentuh bibir memek Susi. Ranu menghentak, jerit Susi terdengar keras.

K0ntol itu bergerak cepat, keluar masuk liang memek Susi. Kedua tangan Susi mencengkram erat bahu Ranu, seakan tak mau melepaskan tubuh Ranu, yang tengah menyetubuhinya. Susi terus mengerang kenikmatan, dan Susi pun kembali mendapat orgasme. Ranu tampak masih belum apa apa, K0ntol besarnya masih terus bergerak cepat, menghentak liang memek Susi.

Semua bagian tubuh Susi, seakan menjadi begitu sensitif, Bibir memeknya seakan menebal, klitorisnya membesar, krn nafsu birahinya. Didalam kamar Ranu itu, entah berapa kali Susi mendaki puncak orgasme yang dihantarkan Pak Ranu. Ia seakan kewalahan mengalahkan gairah laki laki tua itu.

Saat saat, dimana Susi sdh sangat lemas, Ranu pun melepaskan seluruh cairan birahinya. Liang memek Susi, terasa hangat, oleh sperma Ranu. Saat sebelum Ranu mencabut batang k0ntolnya, Ranu masih merasakan denyut denyut dinding memek Susi, meremas batang k0ntolnya.

Malam itu Susi, terlelap dlm pelukan seorang Ranu. Tdk ada mimpi seram. Hanya kenikmatan sexual yang mengairahkan Susi.

Selama beberapa hari kemudian menjelang di jemput suaminya Susi selalu ditemani Ranu. Susi pun akhirnya berani tidur dikamarnya itu krn ada yang menemaninya yaitu Ranu. Selama Ranu menemaninya, Susi selalu di hibur Ranu dgn kemesraan dan menghantarkannya ke puncak hubungan pria dan wanita seutuhnya. Ranu pun dgn bebas telah menumpahkan cairan birahinya di dlm rahim Susi.

Susi mengurungkan, niat utk menjual villa warisan itu.

“nah, aku jg bilang apa, masa villa warisan di jual” ujar suaminya, saat akan menjemput istrinya.
“iyah, mas pikir pikir sayang jg, biarlah Pak Ranu yang bantu urus villa ini” kata Susi.
“Iyah bu Susi, saya selalu akan menjaga villa ini” kata Ranu.
“lagian kalau week end kita bisa main ke sini mas” kata Susi lagi. Fendi hanya tersenyum
” iyah, ayo sdh mau berangkat belum..” tanya suaminya.
“sdh mas, tunggu sebentar yah, aku mau ambil koper dulu, ada satu ketinggalan. , mas tunggu di sini yah” kata Susi. Suaminya mengangguk.
“ayo pak Ranu, bantu saya” kata Susi.

Ranu mengikuti Susi yang masuk ke dlm Villa. Dan terus masuk ke kamar. Ada sebuah koper besar merah di sana. Susi duduk di atas koper itu, sambil tersenyum genit, Susi melebarkan kakinya. Memperlihatkan CD hitamnya pada Ranu.

Tangan Susi menyibak CDnya,

“Ranu, tolong beri aku kenikmatan, sebelum aku pulang” pintanya.

Ranu tersenyum, dia jongkok, menjilati memek Susi. Susi mengigit bibirnya. Setelah memek itu di buat basah oleh Ranu, dgn jari telunjuknya, Bergerak menyodok nyodok liang memeknya, Susi di buat orgasme.

“Terima kasih Ranu, minggu depan aku akan kemari” ujar Susi.

Ranu pun tersenyum, dan mengangkat koper besar itu membawanya, dan meletakkan di bagasi mobil mereka. Pasangan suami istri segera melaju pulang.

Susi menyadari telah berbuat curang pada Fendi. Tp, belum pernah dia bermain sex, sedasyat ini. Susi selalu ingin mengulangi lagi, persetubuhan dgn Ranu. Susi selalu merindukan ke hangatan Ranu.

Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino


Demikianlah Untuk Artikel Yang Saya Buat Dalam Cerita Gara-Gara Penunggu Pohon Tua Semoga Anda Terhibur

Anisa Gadis Perawan Yang Telah Diperkosa

CeritaDewasa 17+ - Anisa Gadis Perawan Yang Telah Diperkosa - Joni membanting tasnya di atas tempat tidur. Seharian ini ia dibuat pusing. Pasalnya ada lagi penghuni kosnya yang bikin suasana jadi suasana jadi dingin. Baru sebulan yang lalu tiga orang gadis berjilbab, mahaiswi UI kos di rumah orang tuanya ini. Sekarang muncul lagi gadis berjilbab, pakai cadar lagi. Lebih-lebih kemarin ia sempat dibentak-bentak, karena ikut nimbrung ngobrol di ruang tamu dengan keempat gadis berjilbab itu. Hari ini dia mau membuat perhitungan.

Anisa Gadis Perawan Yang Telah Diperkosa

Cerita Anisa Gadis Perawan Yang Telah Diperkosa 

Sore itu gadis bercadar yang bernama Anisa itu baru pulang kuliah. Ia mengenakan gamis panjang hitam, jilbab hitam dan cadar hitam. Joni sudah tahu dari ibunya, bahwa gadis bercadar itu adalah yang paling cantik di antara empat gadis berjilbab yang kos di rumahnya. Saat gadis itu mau masuk kamarnya. Kebetulan kos lagi sepi. 

Dengan mengendap-endap, Joni mengikuti Anisa dari belakang. Tepat ketika Anisa membuka gagang pintu kamarnya, Joni memeluk Anisa dari belakang. clurit yang dibawanya dikalungkan ke leher gadis berjilbab itu. “Aih, apa-apaan ini!” Jerit gadis itu kaget. “Diam, kalau enggak mau mati, turutin apa yang gua mau!” Gadis berjilbab itu kelihatan takut sekali. 

Mata di balik cadarnya itu melotot agak kemerahan. Joni tidak mau membuang waktu. Tangan kirinya tetap memegang clurit, sementara tangan kanannya sibuk meremas-remas tetek gadis berjilbab itu dari balik jilbab dan gamisnya. Terasa kenyal-kenyal sekali. Anisa cuma bisa merintih ketakutan. Nafsu Joni makin tidak karuan. Segera ia menutup pintu, dan menyuruh gadis berjilbab itu telentang di atas kasur.

“Jangan, jangan ganggu saya. Saya bisa malu sekali. Tolong!” Joni tidak perduli. Dengan kasar, ia menarik kain jilbab gadis itu dan diselempangkan di atas pundaknya, sehingga terlihat dua tetek gadis berjilbab itu yang menggunduk di balik gamis hitamnya. Dengan penuh nafsu Joni membuka kancing bagian atas gamisnya hingga keperut. 

Lalu disibakkan gamis yg sudah terbuka kancingnya itu, sehingga terlihatlah BH putih yang dikenakan gadis bercadar itu membungkus dua gundukan teteknya yang besar dan menantang. Masih belum puas, Joni menarik ke atas gamis gadis itu dari arah bawah, hingga ke atas perut. Ternyata, Anisa tidak mengenakan rok dalam, sehingga terlihatlah betis dan dua bongkah paha putih mulus milik gadis berjilbab itu. “Auh tolong, jangan diteruskan, sama malu sekali!” Gadis berjilbab itu berteriak. 

Ingin Daftar Permainan Games Judi Online Silahkan Saja Klik Dibawah Ini :


Joni tidak perduli. Matanya menatap ganas ke arah gundukan memek gadis berjilbab itu yang kini hanya tertutup celana dalam putih yang agak tipis, sehingga terlihat kehitaman bulu jembutnya, dengan daging memek yang menggunduk indah sekali. Melihat gadis yang masih mengenakan jilbab dan cadarnya, namun bagian tubuh bawahnya nyaris telanjang, Joni menjadi semakin bernafsu. BH Anisa di tarik dengan kasar, sehingga menyembullah sepasang teteknya yang putih indah dengan puting berwarna coklat kehitaman. Joni segera menyerbu dan mengulumi tetek indah gadis berjilbab itu. Anisa hanya bisa merintih-rintih. 

Namun suara rintihannya membuat Joni makin kalap. Kepalanya turun ke perut Anisa, terus hingga berhadapan dengan gundukan memek gadis berjilbab yang masih mengenakan celana dalam itu. Joni langsung melahap dan mengunyah dengan kasar memek gadis itu, meski masih terbungkus celana dalam. Karena tidak sabar, celana dalam itupun dia plorotkan. Kini tubuh bagian bawah gadis berjilbab itu betul-betul polos. Terlihat memeknya yang ditumbuhi bulu-bulu tipis namun berwarna hitam pekat. 

Garis memeknya masih terlihat jelas. Joni kembali mengunyah memek gadis berjilbab itu hingga hampir sepuluh menit. Lendir dari memek gadis alim itu sudah mulai keluar. Joni segera membuka baju, celana dan celana dalamnya sendiri. kontolnya mengacung tegang. Anisa berteriak dan berusaha bangkit, karena menyadari apa yang akan menimpanya. Tetapi Joni menyabetkan belatinya ke betis Anisa hingga berdarah. Akhirnya gadis berjilbab itu pasrah, menelentang di atas kasur. 

Joni pun segera mengarahkan kontolnya ke lubang memek gadis alim itu. Dengan susah payah ia berusaha melesakkan kontolnya itu ke dalam memek gadis berjilbab yang cantik dan mulus itu. Akhirnya ia berhasil. Anisa hanya bisa menjerit dan menangis, ketika selaput darahnya ditembus kontol Joni. Joni terus memaju mundurkan kontolnya yang amat tegang karena nafsunya telah memuncak. Maklum, siapa yang tidak merasa bangga bisa menyetubuhi gadis berjilbab yang setiap harinya selalu menutupi tubuhnya dengan rapat. 

Bibir memek gadis berjilbab itu bergoyang-goyang. Sementara kedua matanya terlihat mendelik-delik di balik cadarnya karena ia pun merasakan kenikmatan ‘hubungan badan’ dan pemerkosaan brutal terhadapnya ini. Sepuluh menit kemudian, sperma Joni menyembur di dalam memek gadis berjilbab itu. Joni mengelap kontolnya. Mukanya mendekati wajah bertutup cadar yang menangis di atas tempat tidur tersebut. Dengan perlahan, dia angkat sedikit cadarnya, sehingga terlihatlah mulut mungil gadis berjilbab itu. Ia segera mengulum bibir indah di balik cadar itu dengan nafsu. Anisa makin megap-megap tidak karuan. 

Agak lama juga ia menikmati mulut gadis berjilbab itu. Hembusan napasnya yang terengah-engah, terhirup oleh Joni, membuatnya makin bernafsu, sehingga kontolnya kembali tegang. Ia melepas mulutnya, lalu mengarahkan kontolnya ke wajah gadis yang masih bercadar itu. Slep, akhirnya kontolnya masuk, meski dengan setengah memaksa. “Ayo cepat, dikulum dan dihisap. 

Kalau tidak, kubunuh kamu.” Anisa terpaksa mengulum kontol Joni yang cukup besar, kira-kira 18 cm, dengan diameter 2,5 cm. Joni memegang kepala gadis berjilbab itu dan memajumundurkan kepala tersebut, sehingga kontolnya ikut maju mundur. Terasa betapa nikmatnya, apalagi melihat gerakan mulut yang sebagian masih tertutup cadar itu. 

Ia makin bernafsu saja. Selanjutnya ia meminta gadis berjilbab itu untuk nungging. Ia mengentot gadis bercadar itu dari belakang dengan nafsu sekali. Hingga habis maghrib, ia menggarap gadis berjilbab itu. Sekali waktu, ia melepaskan cadar gadis itu, sehingga terlihatlah wajahnya yang memang amat cantik. Ia menggempur memek gadis itu dengan tetap mengenakan jilbabnya. Ah,malangnya nasib Anisa. Sekian...

Demikianlah Untuk Artikel Yang Saya Buat Dalam Cerita Anisa Gadis Perawan Yang Telah Diperkosa Semoga Anda Pun Terhibur


Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino

Cerita SEX Mahasiswi Bandung Yang Hot

CeritaDewasa 17+ - Cerita SEX Mahasiswi Bandung Yang Hot - Hari ini hari yg sangat menyebalkan buatku, stres berat, aku baru aja di pecat dari tempatku bekerja karena dituduh mencuri hp salah seorang karyawan di tempatku bekerja. Padahal, biarpun aku seorang office boy, seumur hidup aku nggak pernah berani yg namanya mencuri. Mau gimana lagi, nasi sudah menjadi bubur, aku makan aja buburnya sekalian daripada gondok. Ku lirik jam di hp jadulku, baru jam dua siang. Dan aku bingung mau kemana. Aku merasa nggak punya tujuan hidup gara-gara masalah ini.

Cerita SEX Mahasiswi Bandung Yang Hot

Dalam Cerita SEX Mahasiswi Bandung Yang Hot


Sebelumnya perkenalkan dulu, namaku Sandi umur 27 thn. Bekerja di kantor jasa arsitek di bandung sebagai office boy. Kantornya rumahan kecil gitu, karyawanya jg sedikit. Kejadian hp hilang yg di alami salah satu seorang karyawan benar-benar bukan gara-gara aku. kemungkinan emang karyawan itu kehilangan hpnya saat dijalan menuju kantor. Atau emang dia yg lupa naruh, sampai akhirnya hilang. Gondok jg kalau keinget itu.

Aku melangkahkan kakiku tanpa arah. Jalan disekitar komplek kantorku ini memang sepi kalau jam-jam segini. Nanti sorean dikit deh baru rame banyak orang yg baru pulang kerja. Aku sendiri jalan kaki memang nggak punya kendaraan apa-apa, hidup susah dech. Tp aku sudah sangat bersyukur masih ada rejeki buat makan sampai hari ini, biarpun nggak tau besoknya mau makan apa dan mau kerja dimana.

Baru melangkahkan kakiku sekitar 50 meter, aku melihat ada seorang cewe kebingungan di samping motor maticnya. Aku coba mendekatinya, siapa tau aja dia butuh pertolongan dan aku bisa menolongnya. Apalagi gadis itu lumayan cantik, bodinya semok, aku tebak umurnya paling baru 20 tahunan.

“Mbak, kenapa mbak? ada yg bisa saya bantu” tanyaku sambil mendekati gadis itu
“Eh, Nggak papa, Mas. Ini kehabisan bensin, lagi bingung mau nyari bensin dimana hehehe…” jawab cewe itu sambil senyum kecut.

Aku mikir, lumayan jauh jg pom bensin dari sini. Sekitar 3km lah, lumayan jg buat cewek secantik dia dorong-dorong motor pas panas gini. Akupun menawarkan diri untuk membantu.

“Wah, pom bensin lumayan jauh Mbak kalau dari sini. Mending sini saya bantu dorongin, dari pada nunggu disini nggak bakalan ada tukang bensin yg lewat jg Mbak. Hehe” Tawarku

Cewe ini keliatan diam buat mikir dulu, iyalah nggak akan mungkin langsung mau jg. Pasti dia takut kalau aku punya niat jahat. Biasalah hidup di kota besar, kadang niat baik jg disangka jahat,

“Boleh dech, Mas..” Jawabnya memelas ” Tolong bantuin ya, Mas..”

Langsung aja aku mendorong motor itu, si mbak ini langsung ngikut di sampingku. Biar nggak bingung, aku coba ajak ngobrol aja.

“Mbak ini darimana dan mau kemana emangnya? aku coba memulai obrolan.
“Dari rumah teman, Mas. Di blok E situ..” jawabnya sambil menunjuk kesamping.
“Owh Blok E, deket donk sama kantorku..”
“Owh kantor Mas dimana emang? tanyanya
“Di blok E jg Mbak, Rumah yg nomor 13, yg depanya ada patung gajahnya tuh..” jelasku
“Owh itu kantor mas ya..? emang kantor apa?” tanyanya
“Kantor arsitek Mbak, saya sih cuma office boy, kalau saya arsitek mah udah naik mobil mewah dari tadi, hehehehe…

“Yah mas, kerja sih apa aja asal halal Mas..”
“Betul mbak setuju sama Mbak..”
“Terus mas ini mau kemana ya..? kok gak kerja?”
“Owh, baru aja di pecat saya Mbak. Abis kena fitnah..” ceritaku singkat
“Haa? Fitnah kenapa Mas” Timpal si Mbak penasaran
“Itu, ada karyawan yg hp nya hilang. Saya dituduh yg nyuri, padahal Mbak, biar hp saya jadul jg saya sukaan yg begini. Seumur hidup saya nggak pernah berani mencuri Mbak..” Jelasku.

“Kenapa nggak dijelasin dulu Mas? kalau nggak salah kan Mas nggak di pecat dari kantor..”
“Ah nggak tau lah Mbak, saya jg bingung. Ya udahlah saya sih terima aja..” nalasku sambil senyum kecut.
O iya Mas ini namanya siapa ya…?” Tanya si Mbak.
“Sandi Mbak, Mbak sendiri siapa namanya>”
“Yola, Mas..”
“Panggil Sandi aja Mbak, nggak usah pakai Mas. Kan dah kenal ini hehe..” pintaku.
“Ok dech, panggil saya Yola aja, Ndi. Nggak usah Mbak kalau gitu hehe…
“Oke dech, Yola..” kataku

Obrolanku sama Yola terus berlanjut sampai ke pom bensin. Jaraknya yg lumayan jauh jadi nggak terasa karena obrolan yg menarik. Akupun jg tau kalau Yola ini seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di daerah martadinata Bandung. Asalnya dari Bogor, jadi di bandung dia ngekost di deket kampusnya. Begitu yg aku tau hehehe… .

Tak lama kemudian kami sampai di pom bensin dan ngisi bensin, aku pun ngasih motor ke Yola.

“Ini Yol motornya. Besok lagi di cek dulu ya kalau mau kemana-mana, biar nggak kehabisan bensin lagi hehehehe .” pesanku sok bijak.
“Iya Ndi, terima kasih ya, Ndi..”jawab Yola
“Ok dech, aku pamit dulu ya, Yol. Hati-hati dijalan..” balasku
“Eh Ndi, aku anter aja. Kamu mau pulang kemana?” tanya Yola
“Ahh nggah usah Yol, rumahku jauh banget. Lagian belum mau pulang jg. Nggak papa kok” Tolakku

“Nggak papa kok, Ndi, Yuk aku anterin..” pinta Yola yg sudah menaiki motornya.”Ayo Ndi, anggap aja ini 
ucapan terimakasihku udah nolongin aku.
“Emm, oke dech..” aku akhirnya menyetujuinya. Tp aku yg minta bawa motornya, nggak enak jg rasanya di bonceng cewe hehe… .
“Terus sekarang kamu mau kemana, Ndi” Tanya Yola.
“Nggak tau nich, tadinya sich mau ke rumah temen, buat nanyain kerjaan, tp nanti malem aja dech kalau dia udah pulang kerja..” jelasku

“Owh begitu, kita cari makan dulu yuk. Biar tenaganya balik abis dorong motor…” Ajak Yola, “Tenang, aku yg bayarin, Ndi.” Tambahnya
“Oke dech, mau makan dimana, Yol?” 
“Jalan aja dulu, Ndi..” Perintah Yola

Sepanjang jalan, Yola cuma ngasih intruksi jalan mesti kemana. aku nurut aja bawa motor. Bener aku bilang, kalau rejeki nggak bakal kemana-mana, ada aja kan yg mau traktir hehe… .

15 menit berkendara, akhirnya kita sampai di tempat makan kecil dipinggiran jalan. Nggak pakai lama, kita langsung pesen makan. Ngobrol-ngobrol dan ngadem karena di luar panas banget. jujur aja aku udah mulai suka sama Yola. Dari cara kita ngobrol, aku merasa nyambung banget sama Yola. Tp aku tetap mikir jg, mahasiswi cantik kayak gini apa mungkin mau sama eks OB. Di kampusnya pasti banyak jg cowok-cowok ganteng and kaya yg jg suka sama dia dan lebih panteslah buat dia di bandingin aku hehehehe… .

Waktu sudah menujukan jam 5 sore. Nggak terasa banget udah jam segini. Yola pun ngajak cabut dari situ.

“Sekarang mau kemana lagi, Yol?” Tanyaku ke Yola.
“Kamu belum mau pulang jg, Ndi?” Yola tanya balik. Aku cuma menggelengkan kepala.
“Hmm.., kalau gitu ke tempat kostku sebentar mau nggak? aku mau mandi sama ganti baju, gerah bgt nich. Abis itu kita pergi lagi. Kemana aja gitu, aku temenin kamu dech..” Tawar Yola.

Akupun mengiyakan permintaan Yola dan segera melaju pergi menuju tempat kost Yola

Sampai di tempat kost Yola, aku langsung memakirkan motor di parkiran depan kost yg masih sepi.

“Aku nunggu di sini aja ya…” Pintaku sama Yola
“Ich, ngapain? Yuk masuk aja ke kamar, nggak papa kok. Nggak di omelin kok. Dari pada di luar, nanti malah di kira mau nyuri motor loh..” Kata Yola sambil ketawa kecil. Aku nurut aja akhirnya

Aku ikut dibelakang Yola menuju kamarnya yg ada di lantai 2

Setelah Yola membuka kunci pintu kamarnya, kami berdua pun masuk.

“Silahkan, Ndi. Nyantai aja dulu, anggap aja kamar sendiri hehe” Kata Yola

Yola pun langsung masuk ke kamar mandi dengan membawa beberapa potong pakaian. Lalu aku coba menyalakan TV. Dari dalam kamar mandi, terdengar suara air dan Yola yg lagi mandi. pikiranku mulai kemana-mana. Ngebayangin Yola yg cantik dan semok itu lagi ngebasahin tubuhnya. Aku coba menahan pikiran ngeresku, disingkirkan jauh-jauh kalau perlu. Kalau sampai aku macem-macem, terus Yola teriak-teriak minta tolong, bisa mati aku di gebukkin orang di sini. Gitu pikiranku

10 menit kemudian Yola keluar dari kamar mandi, masih dengan handuk yg melilit tubuhnya.

“Duhh, tadi lupa bawa daleman nya..” kata Yola sambil tertawa dan berlari kecil ke arah lemari pakainya.

Aku cuma ketawa kecil aja buat ngrespon. Bingung jg mau nimpalin apa

Pada waktu Yola buka lemari, mungkin karena lilitan handuknya yg nggak begitu kencang, tiba-tiba handuknya lepas dari tubuhnya dan jatuh ke lantai. Dheg pyurr!! aku melihat tubuh mulus Yola yg bugil dari belakang. Bokongnya masih bulat dan kenceng, pahanya putih mulus, dan pinggangnya ramping bikin aku mendadak konak

Akupun langsung memalingkan wajahku karena ngerasa nggak enak. Tp yg dilakukan Yola berikutnya yg bikin aku tambah pusing, bukanya buru-buru ambil handuk itu dan melilitkan ke tubuhnya lagi, Yola malah tetap sibuk mencari pakaian dalamnya. Yola seperti lupa kalau aku ada dibelakangnya yg lagi nahan konak lihat dia bugil. Birahiku yg semakin sulit di bendung, akupun langsung berdiri dan memeluk Yola dari belakang. Tanganku langsung memegang toketnya yg montok dengan puting kecil yg udah mengeras.

“Auw, Sandi!!” Jerit kesal Yola, tp nggak ada tanda-tanda membrontak.
“Maaf ya, Yol. Aku nggak bisa nahan birahiku melihat tubuhmu yg mulus ini..” Kataku sambil menciumi lehernya.
“Emmhh, Sandi..” Rintih Yola saat lidahku menelusuri lehernya.

Tangan Yola meremas tanganku yg lagi meremas-remas toketnya.

Aku pun menarik tubuh Yola agar bokongnya yg bulat kencang itu makin menempel batang penisku yg udah tegang mengeras dari tadi. Yola pun menggerakkan bokongnya ke kanan dan ke kiri untuk bisa makin merasakan batang penis ane yg dalam beberapa menit lagi akan sibuk keluar masuk ke tubuhnya yg semok itu

Yola pun membalikan tubuhnya menghadapku dan langsung mencium bibirku dengan liarnya. dimasukkan lidahnya ke mulutku, terdengar suara nafas yg terengah-engah berat. Aku semakin horny mendengarnya. Belum lagi toketnya yg montok menempel langsung didadaku

Ditengah kesibukanya menciumiku, tangan Yola membuka sabuk dan kancing celanaku jg CD ku. Saat batang penis ini sudah mengacung keluar, dielus-elusnya lembut dengan tanganya. Bibir Yola tetap nggak mau lepas dari bibirku

“Udah tegang banget nich, Ndi?” Bisik Yola. Aku cuma mengangguk sambil tersenyum.

Yola lalu jongkok di depanku. Yola penuh kekaguman melihat batang penisku yg panjang dan besar sambil tanganya masih mengelus-elus lembut
Dimasukkanya batang penisku di mulutnya. Ooocchhh, Sepongan nya nikmat sekali brouww! Nggak kena gigi… .

Yola menyepong batang penisku dengan penuh nafsu, tanganya meremas-remas lembut kantong zakarku. Benar-benar lihay Yola ini memuaskanku. Aku menarik-narik pelan rambutnya karena nggak tahan dengan rasa ngilu dan nikmat yg bercmpur aduk menjadi satu dibawah sana

Hampir lima menit Yola memainkan batang penisku sampai akhirnya aku ngerasa ada dorongan kuat dari dalam batang penisku.

“Yol, aku mau keluar, Yol…” Seruku
Sepongan Yola semakin kuat dan mempercepat sepongan nya di batang penisku. Kayaknya Yola mau aku keluar di dalam mulutnya. Tanpa kutahan lagi, langsung aja aku keluarin semua pejuhku

Creett.. Creett.. Creeeeeett.. Sekitar 6 kali aku menyemburkan pejuhku di dalam mulut Yola. Tp dengan hebatnya Yola nggak ngebiarin sedikitpun keluar dari mulutnya. Aku cuma bisa mengerang keenakan.

“Gimana, nikmat nggak?” Tanya Yola setelah menelan habis pejuhku. Dijilatinya batang penisku sampai bersih. Aku bener-bener puas dengan sepongan Yola di batang penisku. Bikin horny terus setiap ingat kejadian itu hehehehe… .

Yola lalu bangkit dan merangkul pinggangku

Ingin Daftar Permainan Games Judi Online Silahkan Saja Klik Dibawah Ini :


“Kamu mau lagi nggak, Ndi..? Tanya yola nakal
“Emm, iya donk, sayang..” Jawabku sambil tanganku meraba memek Yola yg ternyata sudah basah sekali oleh lendir kenikmatannya.

Yola pun memindhkan rangkulanya ke leherku dengan mesra.

“Kurang ya” Tanya Yola lagi, senyum nakalnya, bikin batang penisku mulai mengeras lagi buat bisa menyodok Yola.
“Eh, bentar..” Kata Yola, “Aku punya ini nich..” Yola berbalik ke arah lemarinnya yg sudah terbuka dari tadi dan menjadi saksi kenikmatanku sore itu.

Yola tampak mencari sesuatu di dalam lemari di bawah tumpukan pakainya.

“Ah ketemu jg akhirnya..” serunya

Sebungkus kondom dikasihkan aku, kayaknya aku kenal… sering beli jg, aku melihat isinya, masih ada 3 bungkus. Mantap! Bisa bikin tahan lama nich kalau pakai ginian. Seharian jg kuat… . Akupun senyum senyum mupeng

“Itu bekas mantanku dulu, baru kepakai satu, eh terus keburu putus..” Curhat Yola sambil senyum manja
“Kan sekarang dah ada aku..” Hiburku sambil mengecup manis bibir Yola
“Hehehe iya, Sandi sayang…” Balas Yola sambil menarikku ke kasurnya.

Aku pun melepas bajuku, sekarang kami berdua dalam keadan bugil. Yola terlebih dulu merebahkan tubuhnya di kasur dengan posisi yg cukup menggoda. Melihat pemandangan indah ini, aku bahkan lupa kalau aku baru aja jadi pengangguran siang tadi.

Akupun langsung memeluk Yola dan menciumi toketnya, aku gigit-gigit kecil puting susunya. Tanganku yg kanan sibuk mengelus memeknya yg udah basah.

Aku memilin-milin klit nya dengan jari-jariku. Yola memejamkan mata dan mulutnya terbuka menahan rintihan dari perlakuanku.

Ciuman aku turunkan dari toketnya ke perut Yola. Tanganku sekarang mengelus-elus paha mulus Yola sampai pangkal pahanya, Yola menggelinjang-gelinjang kegelian. Ditariknya rambutku. Aku nggak memperdulikanya, aku turunkan lagi ciumanku ke arah memeknya yg bersih tanpa bulu.

Kecium aroma memek Yola yg menaikkan birahiku ke ubun-ubun. Aku membuka bibir memeknya dengan dua jariku, nampaklah klit yg sudah membengkak. Dengan lidahku, kujilati semua bagian memeknya.

Yola menjerit kecil sambil mengangkat bokongnya. Pasti geli bercampur nikmat yg Yola rasakan sekarang.

“Ooogghhh, Sandiii, nikmat sayaaanggg..Terusinnnnn…. .” rintihan kenikmatan Yola. Suara yg penuh birahi dan minta cepat-cepat dipuaskan.

Aku masukkan dua jariku ke dalam lubang memeknya, lidahku tetap sibuk merangsang klit nya yg begitu mempesona. Aroma memeknya entah kenapa kerasa makin kuat.

“Ooocchhhh, terusss, Ndiii.. Occhhhh… ” erang Yola

Aku kocokkan keluar masuk jariku, sedangkan tangan kiriku pun meraih toket Yola dan meremas-remasnya lembut sambil memilin putingnya sesekali

Dalam beberapa menit, Yola pun keluar

“Saannddiiiii, aku keluaaarrrrr…. ooocchhh, ndiiii….ooccchhhhh…” Erang Yola.

Keluarlah lendir kenikmatan dari dalam lubang memeknya. Aku hisap dan nikmati sampai habis. aku kasih ciuman hangat ke memek Yola yg makin merekah itu.

Akupun kembali ke atas Yola dan menciumi bibirnya.

“Gimana? Suka nggak>” Tanyaku balik ke Yola. Yola tersenyum lemah sambil mengangguk

Akupun merebahkan tubuhku di samping Yola. Aku biarkan Yola istirahat sejenak untuk mengumpulkan tenaganya. Pasti dia lelah karena orgasme dan bikin aku nyemprot dimulutnya tadi hehehehehe….

Batang penisku masih aja tegang dan keras dari tadi, sepertinya penisku nggak akan berhenti berdiri sampai bisa masuk ke dalam lubang memek Yola yg indah itu

Yola mengambil kondom yg tadi dia kasih ke aku, lalu sambil duduk di depan batang penisku, Yola memakaikan kondom dengan sabar.

Setelah terpasang dengan rapi kondomnya, Lalu Yola naik keatas dan aku mengarahkan batang penisku ke arah lubang memeknya

Senyum nakal Yola terus terpasang, terlihat begitu senang bisa memuaskanku dan mendapatkan kepuasan yg sama dariku

Perlahan Yola menurunkan tubuhnya agar batang penisku masuk semua ke dalam lubang memeknya.

“Oocchhh…” Desah Yola

Jepitan memek Yola yg masih rapat membuatku merem melek. Baru kali ini aku merasakan jepitan memek cewe yg cantik sepert Yola, tanpa ada paksaan atau usaha yg besar buat mendapatkanya. Rejeki banget lah bisa dibilang begitu hehehehehe….. .

Setelah batang penisku masuk semua ke dalam lubang memeknya. Yola pun mulai mengoyang pelan naik turun pinggulnya. Toketnya berguncang, aku benar-benar berusaha fokus buat nggak terlalu menikmatinya supaya nggak cepat klimaks. Momen kayak gini harus benar-benar dinikmati selama yg aku bisa soalnya.

“Ochh uchhh, nikmat sekali batang penismu, Ndiii!” Erang Yola sambil tanganya memainkan rambutnya sendiri.

“Memek kamu jg nikmat sekali, Yolll…. . Kocok terus ygggg…” Tambahku

Goyangan Yola pun semakin cepat, dan sesekali menggerakkan ke kanan dan ke kiri, mungkin pengen nyari G-spotnya pakai penisku. Mulut Yola nggak berhenti terbuka dari tadi. Sungguh pemandangan yg nggak bisa dilupakan buatku.

Yola menggoyang kembali penisku dengan penuh nafsu

“Ochhh, Ndiii… . ochh nikmat sekali Ndi…”

Tak lama kemudian, Yola tampak akan mencapai orgasme yg ke dua kalinya.

“Ndiii… akuuhh mau keluar lagi ndiiii…” Erang Yola “Oooouuggghhhhhh aku kkeluaarrr Ndiiiiiiii!” Yolapun orgasme lagi. Keringat bercucuran membasahi tubuhnya, menambah kesan sexy.

Yola yg lemah, terkulai disampingku. Nggak pake lama lagi, sekarang gantian aku yg menyodok Yola. Aku buka lebar-lebar kedua kaki Yola. Lubang memeknya yg mengangkang siap di sodok batang penisku lagi.

Aku angkat dan kuletakkan kakinya ke pundak ku, biar batang penisku makin di jepit sama memek Yola

Aku masukkan perlahan batang penisku. Dengan sekali hentakan, Batang penisku menusuk lubang memek Yola untuk yg kesekian kalinya

“Oochhh” Erang Yola begitu batang penisku sampai keujung dalam memeknya

Aku kocok pelan memek Yola. Biar memeknya siap lagi setelah orgasme tadi.

“Ouchhhh, terus Ndii…Terusss…”

Yola mengerang dengan gairah yg membara. Aku semakin tambah bersemangat mengocok memek Yola… .

“Ooogghhhh, lagi Ndi… masukin yg dalem lagiiihhhh…”

Hampir 15 menit aku mengocok memek Yola. Penisku masih kuat dan belum mau mengeluarkan lendir kenikmatan. Keringat yg ada di tubuh Yola semakin nambah biarpun AC di kamarnya udah cukup dingin.

Occhhhhh Ndiiiiii…. kamu kuat sekali sihhhhh….” Racau nikmat Yola

Aku jg bingung sendiri kenapa aku nggak keluar-keluar jg. Sekarang aku malah balikin fokus ke penisku, biar cepet keluar karena kasian Yola yg kliatan sudah capek.

“Ndiii, aku mau keluar lagi ndiii… lgi ndiii, kocok ndiiiii….” Teriak Yola
Aku menamabah kecepatan kocokkanku. Dan benar aja, aku jg sudah mulai ngerasa ada yg mau keluar lagi dari dalam penisku

“Kita barengan sayang, aku jg mau keluaaarrrrr…” kataku.

“Ooooggghhhhh aku keluar ndiiiiii…. aaaaaccchhhhhhh” Yola mengejang hebat saat orgasme yg kesekian kalinya.

Oooggghhhhh aku jg sayaaaannggggg….” Creettt… creeettttt. Penisku pun menyemburkan semua pejuhku yg tersisa bersamaan dengan orgasme Yola.

Tubuhku langsung terasa lunglai seketika karena orgasme yg luar biasa nikmatnya.

Badanku pun langsung terkapar di samping Yola. Kondom masih terpasang di penisku dengan banyak pejuh di dalamnya
Yola berusaha mencari nafas karena kelelahan dengan kocokkan ku.

“Duhh, Ndi.. Gila kamu ya.. kuat banget sich..!” Seru Yola manja sambil mengelus kepalaku.
“Kamu sich, nikmat sekali memeknya..” jawabku sambil menyium bibirnya

Yola tersenyum manis dan memelukku

“Kamu nggak usah pulang ya, Ndi. Tidur sini aja sampai besok, mau nggak?” tanya Yola
“Emangnya boleh nginep di sini?” tanyaku balik
“Jelas boleh donk!”
“Ok, aku pulang besok ya..” Jawabku, Yola mengencangkan pelukan nya ke tubuhku.

Aku masih takjub bisa menikmati tubuh Yola yg baru ku kenal siang tadi. Cewe cantik dan seksi yg bahkan nggak pernah aku bayangkan bisa ngasih kenikmatan segini besarnya buatku.

Setelah kejadian itu, aku sering berhubungan dengan Yola. Kita memang nggak secara resmi bilang kita jadian, tp kita sering bertemu baik buat ngesex atau sekedar jalan di malam minggu. Soal kerjaan, pas aku tidur di tempat kost Yola, atasanku menelponku dan bilang kalau ternyata hp karyawan yg hilang pun sudah ketemu, ternyata benar, hp itu ketinggalan di dalam taksi pas karyawan itu mau berangkat ke kantor dan di kembalikkan sama perusahaan taksinya langsung ke kantor. Aku pun diminta untuk bekerja lagi, tp aku minta cuti dulu dan minggu depan baru bisa masuk kerja lagi. Bener kan, rejeki nggak kemana brouuwww!!!!!

Demikianlah Untuk Artikel Yang Saya Buat Dalam Cerita SEX Mahasiswi Bandung Yang Hot Semoga Anda Terhibur

Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino

Facebook

Advertising

Histats