CERITA ASIK DEWASA : BERCINTA DI KOLAM BERENANG DENGAN GADIS YANG HOT

BERCINTA DI KOLAM BERENANG DENGAN GADIS YANG HOT

Santi :

Cerita Asik Dewasa : Bercinta Di Kolam Berenang Dengan Gadis Yang Hot :
Disni aku pengen cerita tentang pengalaman pribadiku yang baru aja aku alami beberapa waktu lalu
nama aku Santi umur aku baru 22 tahun mau menginjak 23 tahun,sejak dulu aku sangat senang memakai pakean sexy bahkan teman-teman akupun terkadang menyebut ku exibisionis ya mungkin karena body ku yang lumayan montok dan pakean yang aku pake slalu ketat dan sedikit terbuka yang bisa membuat mata para laki-laki tak ingin memalingkan pandangann ya dari body ku.

Suatu hari aku sedang jenuh diam di rumah karena memang saat itu aku sedang ada masalah sehingga hari-hari menjadi BT bila diam dirumah, aku memutuskan untuk pergi keluar rumah untuk sekedar jalan-jalan di mall saat sampai di mall aku melewati suatu toko pakaian renang yang pada saat itu memajangkan pakaian renang yang sangat bagus menurutku awalnya aku hanya melihat-liaht saja tapi pada akhirnya aku memutuskan untuk membelinya dan juga membeli handuk kecil yang memang mempunyai motif yang sangat aku sukai karena memang aku sangat suka renang dan pada saat itu pula aku memutuskan untuk renang ke tempat renang favoritku karena pada saat itu cuaca sangat panas pasti sangat menyegarkan bila aku berenang pikirku saat itu

Sesampainya di kolam renang aku baru sadar kalau aku tidak membawa celana strit yg biasa aku pakai untuk berenang dan pakaian dalam untuk ganti karena memang tidak di rencanakan setalah di pikir-pikir apa slahnya renang hanya menggunakan baju renang saja tanpa di doble dengan pakaian dalam dan celana strit lagi toh di sini tempatnya tidak begitu ramai dan aku juga sudah tanggung masuk ke dalam ruang ganti pakain masa aku harus pulang lagi kan sayang sudah bayar tiket masuk pikirku saat itu.Akhirnya aku hanya menggunakan pakaian renang saja tanpa menggunakan strit,cd dan Bh memang saat itu baju renang yang baru aku beli sangat sexy dengan lingkar leher sangat rendah sehingga membuat dada ku seolah ingin keluar dan bagian punggung yang terbuka juga bagian pantat yang tidak begitu memutupi pantat sehinga sebagian pantat ku terlihat.saat aku keluar dari kamar ganti ada beberapa laki-laki yang metatapku dan langsung tertuju pada dada ku.

Aku langsung nyebur ke kolam pada saat itu terasa sangat menyejukan dengan cuaca yang sangat panas, aku berenang bolak balik dengan berbagai gaya aku tidak menyadari bahwa di sekitar ku ada beberapa laki-laki yang memperhatikanku setelah aku merasa lelah berenang aku memutuskan keluar kolam dan beristirahat di pinggir kolam karena handuk yang aku bawa kecil maka handuk itu hanya aku pakai untuk menutupi pahaku saja tanpa aku lilitkan handuk itu, setelah beberapa saat beristirahat aku memutuskan berjalan-jalan di sekitar kolam sambil mengeringkan rambutku dengan handuk kecil dan aku berhenti melihat kolam anak-anak yang pada saat itu lumayan ramai di bandingkan di kolam dewasa tiba-tiba dari arah belakangku ada sesosok pria paruh baya yang sedang duduk menyapaku”renangnya udahan mba..”sapa pria itu dengan senyuman, aku hanya menjawabnya dengan senyum dan memalingkan kembali pandanganku kearah anak-anak yang senang asiknya berenang tiba-tiba pria itu menyapaku lagi “nunggu anak nya ya mba..duduk disini aja”kata pria itu buset emg tampang aku tampak ibu-ibu pikirku nikah juga belum kata ku dalam hati aku langsung menoleh lagi k arah pria itu dan pada saat menoleh ku lihat pria itu sedang asik menikmati pemandangan dihadapannya yaitu menatap kearah bongkahan pantatku yang pada saat itu baru kusadari bahwa baju renangku yang sangat ketat dan basah itu nyelip diantara gundukan pantatku dan saat aku melihat kearah bawah ternyata bagian depanpun sama sedikit nyelip ke meki ku karena aku tidak memakai cd lagi pada saat itu kepalang tanggung aku langsung membalikan badan ku ke arah pria itu dan menjawabnya “ga om aku sendirian Cuma lagi pengen liat anak-anak berenang aja pada lucu”jawabku sambil senyum “oo y udah dari sini aja liatnya kan panas kalo di situ”kata pria itu memang tempat dia duduk terlihat teduh karena berada di bawah pohon dan payung besar namun di situ kulihat hanya ada satu tempat duduk saja lalu aku menghampirinya sambil tersenyum niatnya sih Cuma buat temen ngbrol aja dari pada BT sendirian pikirku tapi aku tidak tau apa niat pria itu yang sebenrnya kepadaku.

Kita ngobrol ngaler ngidul dari pribadi sampai masalah pekerjaan Setelah cukup lama berbincang dengan pria itu aku baru tahu ternyata namanya om Robet dia sedang mengantar cucu nya yang sedang les renang selama kita ngobrol aku perhatikan mata pria itu slalu mengarah ke dada ku terkadang turun kebagian paha dan selangkangan ku karena pada saat itu aku berada di sampingnya sambil berdiri sedangkan dia duduk di kursi di sebelahku.setelah beberapa saat aku memutuskan untuk pulang karena sudah hampir sore dan saat aku akan pergi pria itu memanggilku kembali dan mengajakku untuk pulang bersama namun pada saat itu aku menolaknya karena dia bersama cucu nya dan aku tidak mau di sangka yang aneh-aneh oleh cucu nya memang cucu nya masih kecil baru menginjak kelas 2sd dan pria itupun meminta no.hp ku dengan alasan akan memberi kabar bila ada lowongan pekerjaan di perusahaan milik temannya karena pada saat kita ngobrol aku sedikit menyinggung masalah pekerjaan dan memang pada saat itu aku sudah berhenti dari pekerjaanku,setelah dipikir-pikir gada salahnya aku memberikan no.hp ku kepadanya siapa tahu dia memang benar akan memberikan pekerjaan kepadaku.

Setelah dari hari itu om Robet sering menghubungiku kita sering ngobrol bahkan dia meng add fb ku kita semakin dekat dan obrolan kita pun semakin santai tidak lagi canggung dan semakin bebas dengan apa yang kita obrolkan kita saling curhat masalah pribadi pokonya kita semakin terbuka satu sama lainnya dan dia pun menceritakan perasaannya kepadaku dia menyukaiku pada saat pertama kali dia melihatku di kolam renang dan dia sangat menyukai keindahan tubuhku entah apa yang merasuki perasaan dan pikiranku saat itu tiba-tiba aku merasakan suatu hal yang berbeda ketika om Robet mengatakan kalau body ku sangat sexy dan indah apa lagi saat memakai pakaian renang seperti pada saat pertama kali kita bertemu.lalu om Robet mengajakku bertemu kembali dengan alasan akan membicarakan pekerjaan yang akan dia berikan kepadaku dia mengajak bertemu di kolam renang karena dia beralasan sambil mengantar cucunya les berenang dan akupun menyetujuinya.

Sampai pada hari yang telah di tentukan aku bertemu dengannya aku sengaja berangkat dari rumah langsung menggunakan pakaian renang tanpa cd dan bh dan aku merangkapnya hanya dengan celana legging putih tipis dan cardigan yang aku kancingkan hanya sampai bawah dada saja kumasukan bh dan g-stringku ke dalam tas ku aku sengaja tidak membawa cd melainkan g-string karena setelang renang aku akan memakai celana legging yang sangat ketat sehingga agar pantatku terlihat lebih sexy bila menggunakan g-string dan tak lupa baju tangtop kesukaan ku ku simpan di dalam tas,sebelum berangkat kembali kulihat diriku di cermin yang cukup besar di kamarku ku lihat tubuhku terbalut baju renang yang ketat di tambah celana legging yang ketat dan cardigan yang sengaja ku buka bagian kancing atasnya agar dada ku agak terlihat dan di padu dengan highhels yg menambah kesexyan ku lalu aku berangkat menuju tempat berenang yang telah dijanjikan.

Sesampainya di tempat renang kulihat om Robet sudah menungguku di pintu masuk di melambaikan tangannya padaku aku pun langsung menghampirinya.
“ko sendirian om mna cucu ny?”tanyaku karena memang saat itu om Robet terlihat sendiri
“cucu om lagi ga enak badan jadi ga bisa ikut les”jawabnya sambil tersenum dasar ternyata ni semua Cuma akal-akalan dia saja kata ku dalam hati tapi sudah terlanjur aku ada di sini tidak apa-apalah lagian aku lagi pengen berenang.
“oo gt..”jawab ku singkat
“ya byas lah anak-anak gampang kena penyakit..langsung masuk aja yuu”jawab om Robet sambil tangan ny merangkul ke pinggangku kami pun membeli tiket masuk dan langsung menuju kolam renang om Robet memilih tempat di pojokan dekat pohon besar memang disitu rada sepi dan jarang orang yang berenang kearah situ
“San di sini aja ya biar adem”kata om Robet kepada ku
“oo y udah g apa2 tsrah om aj”jawabku
“y udah sanah kamu ganti baju dulu biar om nunggu disini”katany kepadaku
“emg ny om g akan ganti baju juga?kalau aku sih sudah pake baju renang dari rumah”jawabku heran
“om ga akan beranang om cma pengen liat kamu renang aja lagian juga om ga bisa berenang..y udah kalo kamu udah pke baju renang langsung nyebur aja sanah”kata om Robet sambil tertawa..aku pun ikut tersenym dan duduk di sebelah nya..

“loh ko malah ikut duduk emang gakan berenang?”Tanya om Robet
“ya bentar dong om nikmatin suasananya dulu”jawabku sambil membuka cardigan ku dan langsung terpampang jelas dada ku yang hampir setengahnya tidak tertutup baju renang om Robet terus memperhatikan setiap gerakan ku waktunya pertunjukan pikirku aku langsung berdiri di depan tem,pat duduk om Robet sambil membelakangi nya dan sedikit membungkuk untuk membuka leginggu dengan sengaja aku memperlihatkan keindahan pantatku dihadapan om Robet sudah bisa aku bayangkan pasti om Robet melotot tak berkedip melihat pantatku yang lalu ketika ku simpan legging besertta cardiganku di seblah om Robet.
“udah sanah berenang g usah d beresin kata om yang nungguin barang-barang km disini”kata om Robet sambil tangan nya menepuk pantatku

“aaww..apaan sih om,,y ni jg mw langsung nyebur..”jawabku sambil sedikit berteriak karena om Robet menepuk pantatku sedikit kencang sehingga membuat pantatku bergoyang
“Santi..Santi..sexy bener,,udah kamu jadi model aja cocok..”kata om Robet sambil tersenyum aku pun membalas senyum nya sambil berlalu menuju kolam dan berenang
Setelah beberapa saat aku berenang kesana kemari aku memutuskan beristirahat di pinggiran kolam namun masih berada di dalam kolam tiba-tiba om Robet menghampiriku dan berdiri di pinggir kolam dia mengajak ku ngobrol namun aku tau persis sebenarnya dia hanya ingin menikmati pemandangan dada ku yang pada saat itu terlihat sangat jelas menyembul karena aku sedang berada di dalam air tapi aku berusaha untuk cuek aja.
“ko diem udahan renangny?”Tanya om Robet sambil tetap menatap ke dada ku
“udah om agh cape..”kataku

“ya udah sini naik”kata om Robet sambil mengulurkan tangan ny kepadaku aku pun menyambut tangan om Robet sambil menaiki tangga di pinggir kolam dan ternyata pada saat aku keluar dari dalam air baju renangku yang basah semakin merekat ketat di tubuhku sampai-sampai sedikit menyelip di belahan pantat dan meki ku namun aku membiarkan semua itu.aku langsung mengambil handuk dan mengelap tubuhku setelah itu aku berbaring di sebelah om Robet dengan baju renangku yang masing menyelip di bagian meki aku biarkan seolah aku tidak menyadarinya om Robet dengan leluasa menjelajahi tubuhku dengan matanya yg terus melotot ke setiap lekukan tubuhku.

“tebel banget ya San..”kata om Robet sedikit mengejutkan ku
“apa nya om yang tebel?”kata ku sambil tidak terlalu memperhatikan ny
“ntu nya tuch ampe baju renangnya aja ke gigit gitu”jawab om Robet sambil tersenyum penuh arti
“iihh apa sich om” kataku sambil membetulkan baju renangku yang menyelip namun sebenarnya aku tidak membetulkan tetapi menarik sedikit baju renangku agar yang bagian pantatnya lebih menyelip ke belahan pantat ku.

“udah ga usah d tutup2in gda yg liat ko”kata om Robet sambil menarik tangan ku
“tapi kan om liat..ntr malah jadi pengen lagi”kata ku sambil sedikit menggoda
“emg udah pengen dari tadi juga Cuma taukt yang punya g mau kasih”kata om Robet sambil menatap kearah wajahku
“emang mau ap om?mau liat?kan udah liat dari tadi juga”kata ku belaga ga tau
“ya mau yang ntu..kalo boleh ntu juga kalo ga ya pegang-pegang dikit bolehkan”kata om Robet sambil kembali menarik tanganku

“ga om agh ntr ada yang liat ni kan di tmpat umum “kata ku sambil berdiri dan hendak mengambil handuk untuk di lilitkan di tubuhku namun tangan om Robet sangat kuat menarikku sehingga aku langsung terduduk di pangkuannya..
“disini ga akan ada yang liat San disinikan paling pojok tempatnya lagian jarang orang yang berenang ke arah sini”kata om Robet sambil tangannya memeluk erat di perutku dan dia berusaha untuk mencium bibirku entah kenapa tiba-tiba aku menyambut dengan mesra bibir om Robet dengan bibirku namun hanya beberapa saat aku langsung melepaskan dan mengalihkan dengan pembicaraan

“om katanya mau ngasih kerjaan”kata ku sambil memalingkan wajahku dari wajahnya
“gampang kalau urusan kerja besok juga bisa langsung kerja..kamu mau kerja??om mau ini”kata om Robet sambil tangan kanannya meraba kearah selangkangan ku yang membuat tubuhku merinding keenakan
“eh om ntar ada orang liat loch..”kata ku sambil menarik tangannya dari selangkangan ku yang mulai basah
“udah cuek aja lah “kata om Robet sambil tangan kirinya meremas dada ku dan menciumi leherku aku mulai terangsang dan membiarkan om Robet terus menjelajahi tubuhku dengan jari-jari dan tangannya..dia mulai memasukan jari nya ke dalam memek ku yang sudah mulai basah

“San om pengen”kata om Robet sambil terus mengocok memek ku dengan jari nya
“jangan di sini cari tempat lain aja..”kataku sambil menarik jari om Robet yang terbenam di dalam memek ku
“sebentar aja di sini om udah ga kuat”kata om Robet sambil mulai mengeluarkan dada bagian kanan ku dari baju renang karena aku pun sudah kepalang horny aku langsung merarik resleting om Robet dan mengeluarkan kontolnya yang sudah cukup tegang aku langsung mengisap kontolnya agar cepat tegang dan bisa menusuk ke memek ku.

“San hebat banget kamu..udah langsung masukin aja om ga tahan”kata om Robet sambil menarikku untuk duduk kembali di pangkuannya sesaat aku memperhatikan keadaan sekitar takut-takut ada orang yang memperhatikan kami setelah kupastikan ke adaan aman lalu aku tarik baju renang ku ke samping agar memudahkan kontol om Robet menusuk ke memek ku
“oohh…mantep banget San ini yang om tungu-tunggu dari dulu”sambil tanganya berusaha mengeluarkan dua gundukan didada ku dan mengisap ny sambil sesekali tangannya meremas dan menepuk pantatku.

“aagghh…ssshhhh..eemhhh”aku hanya dapat mendesah dan terus menggoyang-goyangkan pinggulku agar kontol nya om Robet dapat masuk lebih dalam lagi di memek ku sungguh nikmat sekali sampai pada akhirnya aku orgasme dan kami pun berganti posisi aku berdiri membungkuk membelakangi om Robet dan om Robet pun menusuk memekku dari arah belakang oohh sungguh nikmat sekali bercampur rasa was-was takut ada orang yang melihat dan aku pun mencapai orgasme kembali tidak lama di ikuti oleh om Robet yang menyemburkan sperma nya di dalam memekku terasa hangat membanjiri dinding memekku om Robet membenamkan dalam-dalam kontolnya sampai akhirnya mengecil dan mencabutnya.

“Santi..Santi..bener-bener mantep kamu”kata om Robet sambil mencium leherku aku hanya tersenyum sambil membetulkan baju renang bagian atasku ku lihat dari dalam memekku meleleh keluar sperma milik om Robet
“banyak banget om keluarnya ampe ga ketampung neh”kata ku kepada om Robet sambil memperlihatkan memekku yang masing mengeluarkan sperma om Robet dan tiba-tiba dari balik pohon yang besar keluar seseorang dengan jarring panjang dan sambil menatap dingin kearah kami orang tersebut langsung menuju kolam dan mengambil daun-daun kering yang terjatuh ke kolam dengan jarring panjang nya aku takut apakah orang itu sudah lama berada di balik pohon dan memperhatikan kami atau hanya baru lewat saja ku pandang kearah om Robet dia memberi isyarat agar aku segera pergi meninggalkan tempat itu untuk berganti pakaian aku pun langsung pergi berganti pakaian dengan pakaian yang aku bawa dari rmh tengtop dan celana legging di tambah dengan g-string dan bh namun tengtop yang ku gunakan berbahan tipis dan sangat ketat sehingga tercetak jelas wrna bh dan garis-garis tali bh ku belum lagi celana legiing ku yang ketat membentukan jelas lekuk pantat dan memek ku terlebih aku hanya menggunakan g-string.

Saat aku keluar dari kamar ganti om Robet menatapku dengan penuh nafsu ke arah bagian sensitive di tubuhku
“ayo om dah beres neh” kata ku dengan senyum menggoda om Robet hanya tersenyum melihatku dan dia pun merangkul pinggangku dan sesekali dia meremas kembali pantatku saat menuju keparkiran.aku duduk di depan di sebelah om Robet yang menyetir
“San kamu ga pake cd ya “kata om Robet sambil tangannya menarik pahaku agar sedikit terbuka
“pake ko om kenapa emangnya?”sambil menatap kearah om Robet namun membiarkan tangan om Robet mengelus memekku
“ni ko belahannya keliatan gini kaya ga pake cd”kata om Robet sambil tangannya terus mengelus memekku sambil tangan yang satunya lagi memegang kemudi
“aku pake g-string om makanya nyelip-nyelip gini”kataku sambil tersenyum
“pantesan sexy banget..kapan-kapan om mau lagi ya”kata om Robet sambil tangannya naik kearah dadaku dan meremas dada ku pada saat lampu merah
“jangan lupa kerjaan nya”kataku sambil sedikit memasang wajah cemberut namun membiarkan tangan om Robet terus berusaha mengeluarkan dada ku dari balik tengtop dan bh ku
“iya gampang soal kerjaan bisa di atur tapi ni buka dulu dong om pengen liat”kata om Robet sambil menarik tali tengtopku
“ntr kliatan dari luar loch om”kata ku malu-malu
“tenang aja kacanya gelap g bakal keliatan dari luar” kata om Robet sambil terus mengemudi akhirnya aku membuka tengtop dan bh ku sepanjang perjalanan pulang aku telanjang dada dan sesekali om Robet meremas dan juga mengisap dada ku sampai tak terasa aku sudah berada di depan komplek rumah ku aku bergegas berpakaian kembali namun om Robet melarangnya
“San km kn bawa cardigan berani g cma pake krdigan aja ga ush pake tengtop sama bh lagi ntr”kata om Robet
“emg kalo aku berani om mau ngasih ap?tantang ku kepada om Robet
“kalo kamu berani ni buat kamu”kata om Robet sambil memberikan amplop coklat yang lumayan tebel aku tau itu berisi uang tapi aku tidak tahu nominalnya
“ok..sapa takut..”jawabku dengan senyum nakal sambil langsung menyambar amplop yang di berikan om Robet
Aku langsung menggunakan cardiganku dan membuka pintu mobil namun pada saat hendak keluar mobil om Robet menarikku lagi dia langsung mengeluarkan dada bagian kanan ku dan langsung melahapnya dengan keadaan pintu mobil terbuka
“udah om nanti lagi..belum puas ya..”kataku manja sambil mendorong kepala om Robet dari dada ku
“ya om pengen lagi..”kata om Robet sambil tannya memegang kembali memekku
“ya nanti ya jangan sekarang aku mau pulang”kata ku sambil membetulkan kembali cardiganku
“ok tapi nanti kalo ketemu lagi kamu pake pakean kaya gini lagi aja ya om suka”kata om Robet
“ya yang penting jangan lupa ma janjinya”kata ku sambil ngeloyor keluar mobil
“ok sayang tunggu aja kabarnya ya..”kata om Robet sambil nepuk pantatku

Aku pun pergi meninggalkan mobil om Robet berjalan masuk menuju komplek rumahku memang pada saat itu sore hari jalan sangat ramai dengan orang-orang yang sedang menikmati suasana sore hari di komplek ku tidak sdikit para laki-laki tua at pun muda menatap ku seolah aku sedang telanjang namun aku biarkan saja memang saat itu aku menyadari bahwa belahan memek dan pantatku membentuk jelas karena celana legging yang ku pakai sangat ketat belm lagi belahan dada ku dan puting dada ku yang menonjol dari balik cardigan yang ku gunakan membuat mata laki-laki tak dapat berkedip sedikitpun aku pun menanggapi hal itu dengan santai dan membiarkan hal itu terjadi begitu saja sampai aku masuk ke dalam rumah dan beristirahat.

Permainan Games Seru Dan Menguntungkan Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino

CERITA ASIK DEWASA : CERITA SEX DOKTER DENGAN PASIEN HOT MONTOK

CERITA SEX DOKTER DENGAN PASIEN HOT MONTOK

Rose :

Cerita Asik Dewasa : Cerita Sex Dokter Dengan Pasien Hot Montok :
Telah masuk tahun ketiga saya buka praktek disini seluruhnya jalan biasa-biasa saja layaknya, layaknya praktek dokterr umum yang lain. pasien beragam usia serta status sosialnya. biasanya datang ke area praktekku dengan keluhan yang juga tidak ada yang istimewa. flu, radang tenggorokan, sakit perut, maag, masalah pencernaan, dan lain-lain.

akupun tidak ada problem jalinan dengan beberapa pasien. biasanya mereka senang atas hasil diagnosisku, apalagi beberapa besar pasien adalah pasien “langganan”, berarti mereka telah berkali-kali konsultasi kepadaku perihal kesehatannya. serta, saat saya iseng memeriksa file-file pasien, saya baru mengerti bahwa 70 persen pasienku yaitu ibu-ibu muda yang berusia antar 20 - 30 th.. tak tahu mengapa saya kurang tahu.

“mungkin dokter ganteng serta baik hati” kata Rini,suster yang sepanjang ini membantuku.

“ah anda. dapat aja”

“bener dok” timpal Siti,yang bertugas mengurus administrasi praktekku.

oh ya, sehari-hari saya dibantu oleh ke-2 wanita itu. mereka seluruh telah menikah. saya juga telah menikah serta mempunyai satu anak lelaki usia 2 th.. umurku saat ini menyambut 30 th..

saya juga berdasar teguh pada sumpah serta norma dokter saat menangani beberapa pasien. penuh perhatian mendengarkan keluhan mereka, juga saya tidak “pelit waktu”. barangkali factor inilah yang bikin beberapa ibu muda itu datang ke tempatku. di antara mereka apalagi tidak mengeluhkan perihal penyakitnya saja, namun juga tentang kehidupan tempat tinggal tangganya, hubungannya dengan suaminya. saya menanggapinya dengan profesional, tidak pingin melibatkan dengan pribadi, dikarenakan saya menyukai isteriku.

seluruhnya jalan layaknya biasa, lumrah, hingga satu hari datang ny. Rose ke meja praktekku..

kuakui wanita muda ini memanglah cantik serta seksi. berkulit kuning bersih, layaknya biasanya wanita keturunan tiong-hwa, parasnya serupa bintang film hongkong yang saya lupa namanya, langsing, lumayan tinggi, serta …. inilah yang mencolok : dadanya demikian menonjol ke depan, membulat tegak, terlebih sore ini dia kenakan blouse bahan kaos yang ketat bergaris horsontal kecil2 warna krem, yang semakin mempertegas keindahan wujud sepasang payudaranya. dipadu dengan rok mini warna coklat tua, yang bikin sepasang kakinya mulusnya semakin “bersinar”.

dari kartu pasien tercantum Rose namanya, 28 th. umurnya.

“kenapa bu. ” sapaku.

“ini dok. sesak bernafas, hidung mampet, trus perut saya mules”

“kalau menelan suatu hal sakit engga bu “

“benar dok”

“badannya panas ?”

telapak tangannya ditempelkan ke dagunya.

“agak anget kayanya”

kayanya radang tenggorokan.

“trus mulesnya. kebelakang terus engga”

“iya dok”

“udah berapakah kali dari pagi”

“hmmm. 2 x”

“ibu ingat makan apa saja tempo hari ?”

“mmm terasa engga ada yang istimewa. makan biasa saja di rumah”

“buah2 an ?”

“oh ya. tempo hari saya makan mangga, 2 buah”

“coba ibu baring disitu, saya perika dulu”

sekilas paha putih mulusnya tersingkap saat ibu muda ini menaikkan kakinya ke depan yang memanglah agak tinggi itu.

layaknya biasa, saya dapat memeriksa pernafasannya dulu. saya pernah bingung. bukan hanya dikarenakan dadanya yang terus menonjol meskipun dia berbaring, namun semestinya dia menggunakan pakaian yang ada kancing ditengahnya, agar saya mudah memeriksa. kaos yang dipakainya tidak berkancing.

stetoskopku telah kupasang ke kuping

ny. Rose rupanya tahu kebingunganku. dia tidak kalah bingungnya.

“hmmm bagaimana bu”

“eh.. hmmm.. gini saja ya dok” tuturnya sembari agak sangsi melepas ujung kaos yang tertutup roknya, serta menyingkap kaosnya tinggi-tinggi hingga di atas puncak bukit kembarnya. kontan saja perutnya yang mulus serta cup bhnya terlihat.

oohh. bukan hanya main indahnya tubuh ibu muda ini. perutnya yang putih mulus rata, dihiasi pusar di dalamnya serta bh krim itu terlihat ketat melekat pada buah dadanya yang ampuun.. putihnya. serta menjulang.

sejenal saya menenangkan diri. saya telah biasa sesungguhnya lihat dada wanita. namun saat ini, langkah ibu itu buka kaos tidak biasa. tidak dari atas, namun dari bawah. saya terus berlaku profesional serta memanglah tidak ada sedikitpun niatan untuk berbuat lebih.

bila wanita didalam posisi berbaring, jelas dadanya dapat terlihat lebih rata. namun dada nyonya muda ini lain, belahannya terus terbentuk, seperti lembah sungai diantara 2 bukit.

“maaf bu ya.. ” kataku sembari menyingkap lagi kaosnya lebih keatas. tidak ada maksud apa-apa. supaya saya lebih leluasa memeriksa tempat dadanya.

“engga apa-apa dok” kata ibu itu sembari membantuku menahan kaosnya dibawah leher.

dikarenakan situasi tempat dadanya yang menggelembung itu dengan sendirinya stetoskop itu “harus” menempel-nempel juga ke lereng-lereng bukitnya.

“ambil nafas bu. ”

meskipun tanganku tidak menyentuh segera, melewati stetoskop saya bisa rasakan begitu kenyal serta padatnya payudara indah ini.

jelas, banyak lender di saluran pernafasannya. ibu ini menderita radang tenggorokan.

“maaf bu ya.. ” kataku sembari mulai memencet-mencet serta mengetok perutnya. prosedur standar mendiagnosis keluhan perut mulas.

jelas, tak hanya mulus serta halus, perut itu kenyal serta padat juga. bila yang ini tanganku merasakannya segera. 

jelas juga, gejalanya khas disentri. penyakit yang memanglah tengah musim berbarengan tibanya musim buah.

“cukup bu. ”

Rose bangkit serta turunkan kakinya.

“sakit apa saya dok” tanyanya. pertanyaan yang biasa. yang tidak biasa yaitu Rose tetap membiarkan kaosnya tersingkap. belahan dadanya semakin tegas dengan posisnya yang duduk. ada perihal lain yang juga tidak biasa. rok mini coklatnya semakin tersingkap memperlihatkan sepasang paha mulus putihnya, dikarenakan kakinya menjulur ke bawah meraih-gapai sepatunya. sungguh panorama yang sangat indah.

“radang tenggorokan serta disentri”

“disentri ?” tuturnya sembari perlahan mulai turunkan kaosnya.

“benar, bu. engga apa-apa kok. kelak saya kasih obat” meskipun dada serta perutnya telah tertutup, wujud badan yang tertutup kaos ketat itu terus enak dilihat.

“karena apa dok disentri itu ?” sepasang pahanya tetap terbuka. ah ! mengapa saya lantas nakal begini ? sungguh mati, baru saat ini saya “menghayati” wujud tubuh pasienku. apa dikarenakan pasien ini memanglah luar biasa indahnya ? atau dikarenakan langkah buka baju yang tidak sama ?

“bisa dari bakteri yang ada di mangga yang ibu makan kemarin” Rose telah turun dari pembaringan. tinggal lutut serta kaki mulusnya yang tetap “tersisa”

oo.. ada lagi yang dapat di nikmati, goyangan pinggulnya pada saat dia jalan kembali ke area duduk. saya baru mengerti bahwa nyonya muda ini juga pemilik sepasang bulatan pantat yang indah. hah ! saya semakin kurang ajar. ah engga.. saya tidak berbuat apa pun. hanya tidak melupakan panorama indah. tetap lumrah.
saya berikan resep.

“sebetulnya ada lagi dok”

“apa bu, kok engga sekalian tadi” saya telah siap berkemas. ini pasien paling akhir.

“maaf dok.. saya cemas.. emmm.. ” diam.

“khawatir apa bu “

“tante saya kan dulu terkena kangker payudara, saya cemas. ”

“setahu saya. itu bukan hanya penyakit keturunan” kataku memotong, telah siap2 akan pulang.

“benar dok”

“ibu rasakan keluhan apa ?”

“kalau saya ambillah nafas panjang, merasa ada yang sakit di dada kanan”

“oh. itu masalah pernafasan dikarenakan radang itu. ibu rasakan ada satu benjolan engga di payudara” tanpa disadarinya ibu ini memegang buah dada kanannya yang benar2 montok itu.

“saya engga tahu dok”

“bisa ibu periksa sendiri. sarari. periksa payudara sendiri” kataku.

“tapi saya kan engga meyakini, benjolan yang kaya apa.. ”

apakah ini bermakna saya mesti memeriksa payudaranya ? ah engga, bisa-bisa saya dituduh pelecehan seksual. saya serba salah.

“begini saja bu, ibu saya tunjukin langkah memeriksanya, kelak dapat ibu periksa sendiri di tempat tinggal, serta laporkan akhirnya pada saya”

saya memeragakan langkah memeriksa kemungkinan ada benjolan di payudara, ambil boneka manequin sebagai jenis.

“baik dok, saya dapat periksa sendiri”

“nanti bila obatnya habis serta tetap ada keluhan, ibu dapat balik lagi”

“terima kasih dok”

“sama-sama bu, selamat sore”

wanita muda cantik serta seksi itu berlalu.

lima hari lantas, ny Rose muncul lagi di area praktekku, juga sebagai pasien paling akhir. saat ini ia kenakan blouse berkancing yang juga ketat, yang juga menonjolkan buah kembarnya yang memanglah prima memiliki bentuk, bukan hanya kaos ketat layaknya kunjungan lantas. tetap dengan rok mininya.

“gimana bu. telah baikan”

“udah dok. jika nelen telah engga sakit lagi”

“perutnya ?”

“udah enak”

“syukurlah … trus, apa lagi yang sakit ?”

“itu dok.. hhmmm.. kecemasan saya itu dok”

“udah di check belum.. ?”

“udah sih. hanya …” dia tidak melanjutkan kalimatnya.

“cuman apa. ”

“saya engga meyakini apa itu benjolan atau bukan hanya.. ”

“memang merasa ada, gitu “

“kayanya ada kecil. namun ya itu. saya engga yakin”

mendadak saya berdebar-debar. apa benar dia minta saya yang memeriksa. ? ah, janganlah ge-er anda.

“maaf dok.. apa dapat …. saya pingin yakin” tuturnya lagi sesudah sebagian waktu saya berdiam diri.

“maksud ibu, pingin saya yang periksa” kataku tiba2, layaknya di luar kontrol.

“eh.. iya dok” tuturnya sembari senyum tidak tebal malu2. berwajah merona. senyuman manis itu semakin mengingatkan pada bintang film hongkong yang saya tetap juga tidak ingat namanya.

“baiklah, bila ibu yang minta” saya semakin deg-degan. ini namanya rejeki nomplok. sebentar lagi saya dapat merabai buah dada nyonya muda ini yang bulat, padat, putih serta mulus !

oh ya. lin chin shia nama bintang film itu, bila engga salah eja.

tanpa disuruh Rose segera menuju area periksa, duduk, mengangkat kakinya, serta segera berbaring. berdegup jantungku, pada saat dia mengangkat kakinya ke pembaringan, sekilas cd-nya tampak, hitam juga warnanya. ah. paha itu lagi. semakin membuatku nervous. ah lagi, penisku bangun ! baru saat ini saya terangsang oleh pasien.

“silakan di buka kancingnya bu”

Rose buka kancing pakaiannya, semua kancing ! kembali saya nikmati panorama layaknya yang lantas, perut serta dadanya yang tertutup bh. saat ini warnanya hitam, sungguh kontras dengan warna kulitnya yang bak pualam. 

“dada kanan bu ya. ”

“benar dok”

sembari sekuatnya menahan diri, saya turunkan tali bh-nya. tidak urung jari2ku gemetaran juga. bagaimana tidak. buka bh wanita cantik, layaknya mengawali sistem fore-play saja..

“maaf ya bu. ” kataku sembari mulai mengurut. tanpa buka cup-nya, saya cuma menyelipkan ke-2 telapak tanganku. wow ! bukan hanya main padatnya buah dada wanita ini.
mengurut tepi-pinggir bulatan buah itu dengan gerakan berputar.

“yang mana bu benjolan itu ?”

“eehh. di dekat putting dok. sebelah kanannya. ”

saya menggeser cup bhnya lebih kebawah. saat ini semakin banyak sisi buah dada itu yang terlihat. semakin membuatku gemetaran. tak tahu dia rasakan getaran jari-jariku atau engga.

“dibuka saja ya dok” tuturnya tiba2 sembari tangannya segera ke punggung buka kaitan bhnya tanpa menanti persetujuanku. oohhh. janganlah dong. saya lantas tersiksa lho bu, kataku didalam hati. namun engga apa-apa lah..

cup-nya mengendor. daging bulat itu seolah terbebas. serta.. Rose memelorotkan sendiri cup-nya …

saat ini bulatan itu terlihat dengan utuh. oh indahnya … benar2 bundar bulat, putih mulus halus, serta yang membuatku tersengal, putting kecilnya berwarna pink, merah jambu !

kuteruskan urutan serta pencetanku pada daging bulat yang mengundang selera ini. jelas saja, sengaja atau tidak, berapa kali jariku menyentuh putting merah jambunya itu..

serta.. putting itu membesar. meskipun kecil namun menunjuk ke atas ! lumrah saja. wanita bila disentuh buah dadanya dapat menegang putingnya. lumrah juga bila nafas Rose sedikit memburu. yang tidak lumrah yaitu, Rose memejamkan mata seolah tengah dirangsang !

memanglah ada sedikit benjolan di situ, namun ini sih bukan hanya tanda2 kangker.

“yang mana bu ya. ” saat ini saya yang kurang ajar. pura-pura belum mendapatkan supaya dapat terus meremasi buah dada indah ini. penisku benar2 tegang saat ini.

“itu dok. cobalah ke kiri lagi.. ya. itu. ” tuturnya sembari tersengal-sengal. jelas sekali, disengaja atau tidak, Rose sudah terrangsang.

“oh. ini.. bukan hanya bu. engga apa-apa”

“syukurlah”

“engga apa-apa kok” kataku tetap terus meremasi, mustinya telah berhenti. apalagi dengan nakalnya telapak tangnku mengusapi putingnya, keras ! namun Rose membiarkan kenakalanku. apalagi dia merintih, sangat pelan, sembari merem ! untung saya cepat sadar. kulepaskan buah dadanya dari tanganku. matanya mendadak terbuka, sekilas ada cahaya kekecewaan.

‘cukup bu” kataku sembari mengembalikan cup ke tempatnya. namun …

“sekalian dok, di check yang kiri. ” tuturnya sembari menggeser bh nya ke bawah. hah ? saat ini sepasang buah sintal itu terbuka semuanya. panorama yang merangsang.. putting kirinya pun telah tegang. sesaat saya bimbang, kuteruskan, atau tidak. bila kuteruskan, ada kemungkinan saya tidak dapat menahan diri lagi, keterusan serta,,,, melanggar sumpah dokter yang sepanjang ini kujunjung tinggi. bila tidak kuteruskan, bermakna saya menampik hasrat pasien, serta terus terang rugi juga dong. saya kan pria tulen yang normal. didalam kebimbangan ini sudah pasti saya memelototi terus sepasang buah indah ciptaan tuhan ini.


“kenapa dok ?” pertanyaan yang mengagetkan.

“ah.. engga apa-apa … hanya kagum” ah ! kata-kataku meluncur demikian saja tidak termonitor. mulai nakal anda ya, kataku didalam hati.

“kagum apa dok” ini jelas pertanyaan yang rada nakal juga. telah jelas kok ditanyakan.

“indah. ” lagi-lagi saya terlepas kontrol

“ah. dokter dapat saja.. indah apanya dok” lagi-lagi pertanyaan yang tidak butuh.

“apalagi. ”

“engga kok. biasa-biasa aja” ah mata sipit itu.. mata yang mengundang !

“maaf bu ya. ” kataku lantas mengalihkan perbincangan serta hindari sorotan matanya.

kuremasi dada kirinya dengan ke-2 belah tangan, cocok prosedur.

jamanngannya makin keras serta kerap, matanya merem-melek. wah. ini sih engga beres nih. serta semakin engga beres, Rose menuntun tangan kiriku untuk geser ke dada kanannya, serta tangannya turut meremas ikuti gerakan tanganku.. jelas ini bukan hanya gerakan sarari, namun gerakan merangsang seksual. herannya saya nurut saja, apalagi nikmati.

saat rintihan Rose semakin tidak teratasi, saya cemas bila ke-2 suster itu berprasangka buruk. jikalau suster itu masuk ruangan, tetap safe, dikarenakan dipan-periksa ini ditutup dengan korden. serta. benar juga, kudengar ada orang memasuki area praktek. saya segera berikan isyarat untuk diam. Rose kontan membisu. lantas saya bersandiwara.

“ambil nafas bu ” seolah tengah memeriksa. terdengar orang itu keluar lagi.

tidak dapat diteruskan nih, reputasiku yang baik sepanjang ini dapat hancur.

“udah bu ya. tidak ada sinyal tanda kangker kok”

“dok.. ” tuturnya serak sembari menarik tanganku, mata terpejam serta mulut 1/2 terbuka. ke-2 bulatan itu bergerak naik-turun ikuti alunan nafasnya. saya tahu keinginanya. saya telah terangsang. namun periode saya melayani keinginan aneh pasienku ? di area periksa ?

gila !

tak tahu bagaimana prosesnya, tahu-tahu bibir kami telah beradu. kami berciuman hebat. bibirnya manis terasa.

saya sadar kembali. melepas.

“dok.. please. ayolah. ” tangannya meremas celana pas di penisku

“ih kerasnya.. ”

“engga dapat dong bu.. ’

“dokter telah siap gitu. ”

“iya.. memanglah.. namun periode. ”

“please dokter.. cumbulah saya. ”

saya bukannya tidak akan, bila telah tinggi begini, siapa sih yang menampik bersetubuh dengan wanita molek begini ?

“nanti saja. tunggulah mereka pulang” selanjutnya saya larut juga.

“saya telah engga tahan. ”

“sebentar lagi kok. ayo, rapiin pakaiannya dulu. ibu pura-pura pulang, kelak sesudah mereka pergi, ibu dapat kesini lagi” selanjutnya saya yang engga tahan serta berikan jalur.

“okey.. okey. bener ya dok”

“bener bu”

“kok ibu sih manggilnya, Rose saja dong”

“ya Rose” kataku sembari mengecup pipinya.

“ehhhhfff”

demikian Rose keluar ruangan, Rini masuk.

“habis dok”

dia segera berberes. rapi kembali.

“dokter belum akan pulang ?”

“belum. silahkan duluan”

“baiklah, kita duluan ya”

saya amati mereka berdua keluar, hingga hilang di kegelapan. saya mencari-cari wanita molek itu. sesuatu baby-bens meluncur masuk, lantas parkir. si tubuh indah itu muncul. saya berikan kode edipkan mata, lantas masuk ke area periksa, menanti.
Rose masuk.

“kunci pintunya” perintahku.

hingga di area periksa Rose segera memelukku, jamant sekali.

“dok …”

“ya. Rose. ”

tidak butuh kalimat lagi, bibir kami segera berpagutan. lidah yang lincah serta pakar menelusuri rongga-ronga mulutku. ah wanita ini.. betul-betul.. ehm..

sembari tetap berpelukan, Rose menggeser tubuhnya menuju ke pembaringan pasien, menumpukan pinggangnya pada pinggiran didepan, mata sipitnya tajam menatapku, menantang. gile bener..

saya tidak tahan lagi, persetan dengan sumpah, kode etik dan lain-lain. di hadapanku berdiri wanita muda cantik serta sexy, dengan style menantang.

kubuka kancing pakaiannya satu-persatu hingga semuanya lepas. tampaklah ke-2 gumpalan daging kenyal putih yang seakan sesak tertutup bh hitam yang tadi saya urut serta remas-remas. saat ini gumpalan itu terlihat lebih menonjol, dikarenakan posisinya tegak, tidak berbaring layaknya waktu saya meremasnya tadi. benar2 mendebarkan..

Rose buka blousenya sendiri sampai jatuh ke lantai. lantas tangannya ke belakang melepas kaitan bhnya di punggung. di waktu tangannya ke belakang ini, buah dadanya terlihat semakin menonjol. saya tidak tahan lagi …

kurenggut bh hitam itu serta kubuang ke lantai, serta sepasang buah dada Rose yang bulat, menonjol, kenyal, putih, bersih terlihat semuanya dihadapanku. sepasang putingnya sudah mengeras. tidak ada yang dapat kuperbuat tak hanya menyerbu sepasang buah indah itu dengan mulutku.

“ooohhh.. maaassss.. ” Rose merintih keenakan, saat ini ia memanggilku mas !

saya engga tahu daging apa namanya, buah dada bulat begini kok kenyal banget, agak sulit saya menggigitnya. putingnya juga istimewa. tak hanya merah jambu warnanya, juga kecil, “menunjuk”, serta keras. tampaknya, belum seorang bayipun menyentuhnya. Rose memanglah ibu muda yang belum mempunyai anak.

“maaaasss.. sedaaaap.. ” rintihnya saat saya menjilati serta mengulumi putting dadanya.

Rose merubah posisi bersandarnya berubah semakin ke sedang dipan serta saya ikuti gerakannya supaya mulutku tidak kehilangan putting yang menggairahkan ini. lantas, perlahan dia merebahkan tubuhnya sembari memelukku. akupun turut rebah serta menindih tubuhnya. kulanjutkan meng-eksplorasi buah dada indah ini dengan mulutku, bergantian kanan serta kiri.
tangannya yang tadi meremasi punggungku, tiba2 saat ini bergerak menampik punggungku.

“lepas dulu dong pakaiannya. mas. ” kata Rose

saya turun dari pembaringan, segera mencopoti pakaianku, semuanya. namun pada saat saya akan melepas cd-ku, Rose mencegahnya. sembari tetap duduk, tangannya mengelus-elus kepala penisku yang muncul keluar dari cdku, membuatku semakin tegang saja.. lantas, dengan perlahan dia turunkan cd-ku sampai terlepas. saya sudah telanjang bulat dengan senjata tegak siap, di depan pasienku, nyonya muda yang cantik, sexy serta telanjang dada.

“wow.. bukan hanya main.. ” tuturnya sembari menatap penisku.

wah. tidak adil nih, saya telah bugil namun dia tetap dengan rok mininya. kembali saya naik ke pembaringan, merebahkan tubuhnya, serta mulai melepas kaitan serta rits rok pendeknya. perlahan juga saya turunkan rok pendeknya. serta …. gila !

waktu menarik roknya ke bawah, saya menginginkan dapat menjumpai cd hitam yang tadi sebelum saat memeriksa dadanya, pernah kulihat sekejap. yang “tersaji” saat ini di hadapanku bukan hanya cd hitam itu, walau keduanya sama warna hitam, tetapi bulu-bulu halus tidak tebal yang tumbuh di permukaan kewanitaan Rose, tidak merata. bulu-bulu itu tumbuh tidak demikian banyak, namun alurnya jelas dari sisi sedang kewanitaannya ke arah tepi. saya semakin “pusing”

kemana cd-nya ? oh.. dia telah siap menyambutku rupanya. serta Rose kulihat senyum tidak tebal.

“ada di mobil” tuturnya menjawab kebingunganku melacak cd hitam itu.

“kapan melepasnya ?”

“tadi, sebelum saat turun

kupelorotkan roknya hingga benar2 terlepas.. saat ini tubuh ibu muda yang putih itu semuanya terbuka. nyatanya dibawah rambur kelaminnya, terlihat beberapa clit-nya yang berwarna merah jambu juga ! bukan hanya main. serta nyatanya, pahanya lebih indah bila terlihat semuanya begini. putih bersih serta bulat.

Rose lantas buka kakinya. clitnya semakin jelas, benar, merah jambu. saya segera meletakkan pinggulku diantara pahanya yang buka, merebahkan tubuhku menindihnya, serta kami berciuman lagi. tidak lama kami berpagutan, dikarenakan..

“maass.. masukin mas.. Rose telah engga tahan lagi.. ” wah. dia maunya segera saja. telah ngebet benar dia rupanya. saya bangkit. buka pahanya lebih lebar lagi, meletakkan kepala penisku pada clitnya yang memerah, serta mulai menghimpit.

“uuuuuhhhhhh.. sedaaaapppp.. ” rintihnya. walau sebenarnya baru kepala penisku saja yang masuk.

saya menghimpit lagi.

“ouufff.. pelan-pelan dong mas.. ”

“sorry …” saya kayanya tergesa-gesa. atau vag|na Rose memanglah sempit.

saya cobalah lebih bersabar, menusuk pelan-pelan, namun tentu … hingga penisku tenggelam semuanya. benar, vaginanya memanglah sempit. gesekannya sangat merasa di batang penisku. ohh enaknya..

sprei di pembaringan bikin pasien itu lantas acak2an. didepannya berderit tiap-tiap saya lakukan gerakan menusuk.

sadarkah kau ?

siapa yang anda setubuhi ini ?

pasienmu serta isteri orang !

tentunya anda tidak bisa lakukan ini.

habis, dia sendiri yang menghendaki. periode minta di check buah dadanya, salah siapa dia mempunyai buah dada yang indah ? siapa yang minta saya merabai serta memijiti buah dadanya ? siapa yang menghendaki remasannya dilanjutkan meskipun saya telah katakan tidak ada benjolan ? okey, deh. dia seluruh yang menghendaki itu. namun anda kan dapat menampiknya ? mengapa mencukupi seluruh keinginan yang tidak lumrah itu ? lagipula, anda yang minta dia agar datang lagi sesudah beberapa pegawaimu pulang. okey deh, saya yang minta dia datang lagi. namun kan siapa yang tahan lihat wanita muda molek ini telanjang di depan kita serta minta disetubuhi ?

begitulah, saya berdialog dengan diriku sendiri, sembari terus menggenjot memompa diatas tubuh telanjangnya … hingga saatnya tiba. waktunya mempercepat pompaan. waktunya puncak jalinan seks nyaris tiba. serta sudah pasti waktunya mencabut pen|s untuk dikeluarkan di perutnya, melindungi perihal yang lebih jelek lagi.
namun kaki Rose menjepitku, menahan saya mencabut penisku.

dikarenakan memanglah saya tidak dapat menahan lagi.. creetttttttt........... kesemprotkan kuat-kuat air maniku ke didalam tubuhnya, ke didalam vag|na Rose, sembari mengejang serta mendenyut ….

lantas saya rebah lemas diatas tubuhnya.

tubuh yang sangat basah oleh keringatnya, serta keringatku juga. …

oh.. baru saat ini saya menyetubuhi pasienku.

pasien yang mempunyai vag|na yang “legit”..

saya tetap lemas menindihnya saat handphone Rose yang disimpan di tasnya berbunyi. muka Rose mendadak memucat. dengan agak gugup memintaku untuk mencabut, lantas menggapai hpnya sembari berikan kode agar saya diam. memegang hp berdiri agak menjauh membelakangiku, tetap bugil, serta bicara agak berbisik. saya tidak dapat jelas mendengar percakapannya. lucu juga tampaknya, orang menelepon sembari telanjang bulat ! kuperhatikan tubuhnya dari belakang. memanglah wujud tubuh yang ideal, wujud tubuh serupa gitar spanyol.

“siapa Ros” tanyaku.

“koko, suamiku” oh.. mendadak saya jadi bersalah.

“curiga ya dia”

“ah. engga. ” tuturnya sembari menghambur ke tubuhku.

“Rose katakan, tetap belum bisa giliran, nunggu 2 orang lagi” lanjutnya.

“suamimu tahu anda kesini”

“iya dong, memanglah Rose akan ke dokter” tiba2 dia memelukku jamant2.

“terima kasih ya mas … nikmat sekali.. Rose puas”

“ah periode.. “

“iya bener.. mas hebat mainnya. ”

“ah. engga usah basa basi”

“bener mas.. jadi Rose akan lagi. ”

“ah. udahlah, kita berberes, tuh ditunggu ama suamimu”

“lain kali Rose akan lagi ya mas”

“gimana kelak saja.. entar lantas lagi”

“jangan cemas, Rose gunakan iud kok” inilah jawaban yang kuinginkan.

“oh ya.. ?”

“si koko belum pengin mempunyai anak”

kami berberes. Rose memungut bh serta blouse-nya yang tergeletak di lantai, terus kenakan blousenya, bukan hanya bh-nya dulu. nyatanya bh-nya dimasukkan ke tas tangan.

“kok bh-nya engga digunakan ?”

“entar saja deh di rumah”

“entar berprasangka buruk lho, suamimu”

“ah, dia pulangnya malem kok, tadi nelepon dari kantor”

dia mengancing blousenya satu-persatu, baru memungut roknya. sexy banget wanita muda yang baru saja saya setubuhi ini. blose ketatnya membentuk sepasang bulatan dada yang tanpa bh. buah dada itu berguncang saat dia kenakan rok mini-nya. saya terrangsang lagi … langkah Rose kenakan rok sembari sedikit bergoyang sexy sekali. terlebih saya tahu di balik blouse itu tidak ada penghalang lagi.

“kok ngliatin saja, gunakan dong bajunya”

“habis. anda sexy banget sih …”

“ah.. periode.. kok pakaiannya belum digunakan ?”

“entar ajalah. akan mandi dulu. ”

selesai kenakan pakaian, Rose memelukku yang tetap bugil jamant2 hingga bungkahan daging dadanya merasa terjepit di dadaku.

“Rose pulang dulu ya yang. kapan-kapan Rose akan lagi ya. ”

“iya.. deh. siapa yang dapat menampik.. ” namun, mengapa nih.. penisku kok bangun lagi.

“eh.. bangun lagi ya.. ” Rose nyatanya menyadarinya.

saya tidak menjawab, cuma balas memeluknya.

“mas akan lagi. ?”

“ah. anda kan ditunggu suami kamu”

“masih ada waktu kok …” tuturnya mulai menciumi wajahku.

“udah malam Rose, lain kali aja”

Rose tidak menjawab, jadi meremasi penisku yang telah tegang. lantas dituntunnya saya menuju meja kerjaku. disingkirkannya benda2 yang ada di meja, lantas saya didudukkan di meja, mendorongku sampai punggungku rebah di meja. lantas Rose naik ke atas meja, melangkahi tubuhku, menyingkap rok mininya, memegang penisku serta diarahkan ke liang vaginanya, terus Rose menghimpit ke bawah duduk di tubuhku. ..

penisku segera menerobos vaginanya..

Rose bergoyang seperti naik kuda.

sekali lagi kami bersetubuh.

saat ini Rose dapat menccapai klimaks, sebagian detik sebelum saat saya menyemprotkan vaginanya dengan air maniku …

lantas dia rebah menindih tubuhku.. lemas lunglai.

“kapan-kapan ke rumahku ya … kita main di sana.. ” tuturnya sebelum saat pergi.

 “ngaco. suamimu. ?”

“kalo dia tengah engga ada dong.. ”

baiklah, kutunggu undanganmu.

sejak “peristiwa Rose” itu, saya lantas semakin nikmati pekerjaanku. menjelajahi dada wanita dengan stetoskop membuatku lantas “syur”, walau sebenarnya sebelum saat itu, adalah pekerjaan yang menjemukan. terlebih ibu-ibu muda sebagai pasienku semakin banyak saja serta banyak diantaranya yang sexy.

Permainan Games Seru Dan Menguntungkan Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino

Cerita Asik Dewasa : Tanda-Tanda Cewek Lagi Terangsang Dan Pengen ML

Tanda-Tanda Cewek Lagi Terangsang Dan Pengen ML


Cerita Asik Dewasa : Cerita Tanda-Tanda Cewek Lagi Terangsang Dan Pengen ML :

Cowok pengen  main kapan dan diman saja , cewek? agak susah tahunya . inilah tanda-tanda cewek lagi terangsang dan pengen ML untuk memenuhi kebutuhan seksual.
Kadang kamu lagi kepingin ngajak cewekmu main, tapi tahu dia lagi 'in the mood ' atau tidak ? ketahui tanda-tanda cewek lagi horny' dan kamu tidak bakal ditolak.

meskipun cewek mahir menyembunyikan perasaan mereka, terutama saat mereka napsu, mereka juga butuh memenui kebutuhan birahi dan butuh seks juga, hanya saja mereka tidak terang-terangan bilang, "sayang ayo kita main yukk" tentu saja tidak, karena itu kamu mesti mahir membaca tanda-tanda dia lagi 'kepingin;.

dibawah ini adalah tanda-tanda dan ciri-ciri seorang wanita yang lagi terangsang dan butuh seks secepatnya:

1. Cewek yang lagi terangsang biasanya raut wajahnya agak tegang dan merapatkan kedua belah pahanya seperti saat menahan air kencing.

2. Cewe lagi napsu biasanya mendekatkan tubuhnya ke tubuh cowok yang didekatnya dan memamerkan bagian tubuhnya yang terbuka, seperti belahan dada untuk merangsang cowok dan memnunggu respon cowok tersebut.

3. Bentuk payudaranya mengenceangdan putingnya mengeras, biasanya bisa terlihat bila si cewek sedang tidak mengenakan bra atau BH.

4. Si cewek menyentuhmu di bagian sensitif atau bagian seksual, ini merupakan tanda jelas bahwa dia suah kepingin banget. Tanda paling jelas kalau dia sudah merapatkan payudaranya ke tubuhmu dan membuatmu 'merasakan' empuknya gunung kembar tersebut dan berusaha merangsangmu.

5. Matanya melihat bibir dan leher-mu terus yang merupakan sinyal bahwa dia ingin mencium bibir dan lehermu ingin kamu melumut bibir dan lehernya dia juga dan melanjutkanaksi itu ke ranjang.

6. Tubuhmu  menegang, putingnya mengeras dan carian keluar dari vagina-nya merupakan tanda 100% bahwa dia sudah tidak tahan untuk bercinta.

7. Bersikap genit dengan memuji tubuhmu atau ototmu dan menyentuh -nyentuh badan-mu sembari menggerakkan tubuhmu dengan gerakan-gerakan sensual untuk merangsangmu.

Kalau kamu sudah menerima tanda-tanda ini dan tidak bereaksi, kamu saking bego-nya atau jangan-jangan sudah impoten nih?

Semua tanda diatas adalah ciri-ciri wanita terangsang, horny, dan siap nge-seks, sudah lampu hijau TANCAP GAS dan TEMBAK!

Permainan Games Seru Dan Menguntungkan Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino

CERITA ASIK DEWASA : CERITA SEKS DENGAN PRAMUGARI BOHAI DARI BOGOR

CERITA SEKS DENGAN PRAMUGARI BOHAI DARI BOGOR

Susan :

Cerita Asik Dewasa : Cerita Seks Dengan Pramugari Bohai Dari Bogor 
Cerita seks ini terjadi beberapa waktu lalu, sungguh pengalaman seks yang luar biasa bagi saya pribadi, karena cerita seks dalam kisah seks yang saya lakukan terjadi disebuah pesawat terbang yang sedang melayang, namanya saja pramugari tentu saja kerjanya di udara mulu dan seks yang dilakukan pun juga di udara, hahah. Namun benar, pengalaman seks yang satu ini memang luar biasa, sensasi yang kudapatkan pun juga sangat luar biasa, begini cerita selengkapnya, waktu itu aku sedang dalam sebuah perjalanan menuju US atau amerika untuk keperluan bisnis.

Mungkin ini keberuntungan ku kali ya, karena aku dilahirkan menjadi anak orang kaya dan mengurusi bisnis yang diluar negri sehingga aku sering pergi ke luar negri untuk tujuan bisni, saat itu aku duduk di sebuah kursi bisnis, tak lama setelah aku merasa bosan terbang, karena waktunya sangat lama kudengar suara merdu di telingaku..

” Excuse me, sir… ” sebuah suara halus menyapaku dengan ramah. Ternyata seorang pramugari muda berwajah manis sedang tersenyum padaku. ” Are you from upper deck? ” Aku mengangguk, ” Yeah… why? ” aku mengintip name tag di dadanya.

Kartika… wah nama indonesia nih ! ” I am just checking to see whether you need anything, because you have been looking out for quiet a long time… ” jawabnya dengan sopan. ” Dari Indonesia ya kamu? ” todongku. ” Lho… iya ! Bapak dari Indo juga? ” tanya lagi. ” Uh kok Bapak sih… belum juga tua, kok dipanggil Bapak… panggil nama aja… aku Sandi… ” ” Oh… saya Susan… Bapak eh… kamu mau ke LA ya? ” kemudian kami ngobrol ngalor ngidul selama tigapuluh menit.

Ia sudah tinggal di luar negeri selama lebih dari empat tahun. Aslinya dari Bogor. Umurnya baru 24. Belum punya pacar katanya. Kami ngobrol sambil berdiri, lalu tiba-tiba seorang pramugari lain menghampirinya dan sementara mereka mengobrol, aku mengambil segelas wine yang disiapkan di galley (dapur) mereka.

” Yah… aku ditinggal sendiri deh, hehe… ” katanya setelah temannya pergi. ” Lho, kenapa? ” ” Jam istirahat… tadi aku uda istirahat 3 jam… dan habis ini giliran shift kedua istirahat. mestinya berdua-berdua, tapi supervisorku katanya migraine jadi dia istirahat di first class. Mungkin 2 jam lagi baru balik. Untung aja gak penuh… ” ” Oh… gitu… ya… gapapa deh… aku temani… aku bosen banget dari tadi di atas… sebelahku oom gendut yg ngorok melulu lagi… ”

Susan tertawa. Manis sekali wajahnya kalau tertawa. Dan aku mulai meneliti tubuhnya. Sekitar 165 cm, berat badannya mungkin 55 dan kulitnya putih sekali seperti orang Jepang. ” Kamu beneran nih belum punya cowok?” tanyaku iseng. ” Lagi ga ada… soalnya cowok terakhir membosankan banget. Dia ga fun dan old fashion… ”

Lalu ia mulai bercerita tentang mantannya yang masih menganut adat kuno, yang ga suka clubbing, pesta, minum dan tentu saja seks. Wajahnya memerah ketika ia bercerita. ” Maaf ya, aku kok jadi cerita kayak gini… hihi… habis memang mantanku itu orangnya aneh. Atau mungkin dia ga tertarik sama aku ya… mungkin aku terlalu jelek ya… ” katanya menerawang.

” Gak, kok… kamu cantik banget… dan… ” aku menatap matanya, ” seksi… bodi kamu seksi banget. Daritadi aku membayangkan bodi kamu di balik seragam itu… ” tambahku dengan berani. Mungkin aku mulai mabuk karena dua gelas white wine. ” Masa? Kamu boong ya… Sandi… aku kan ga seksi. Toketku aja cuma 34B, hmmm ga seksi sama sekali deh… ” Aku menatapnya dengan penuh napsu. 34B, boleh juga… ” Kalau kamu kasih aku liat, aku mungkin bisa menilai apa bodi kamu seksi beneran atau gak… ” tantangku.

Susan tampak terkejut. Tapi ia lalu melihat ke kiri ke kanan, sekeliling kami agak gelap karena semua penumpang kelas bisnis nampaknya tengah terlelap. Ia tersenyum padaku ,” Beneran nih? ” ” Sumpah… ” Lalu Susan memberi isyarat agar aku mengikutinya. Ia lalu mulai berjalan ke arah toilet untuk orang handicapped, yang lebih luas dari pada toilet biasa. Ia menarikku masuk dan mengunci pintunya dari luar. Di dalam toilet ternyata lebih bising daripada di luar, mungkin karena suara mesin.

Aku langsung membuka seragam pramugarinya yang bagian atas. Dan tampaklah dadanya yang indah menantang. Ia memakai bra seksi tanpa busa berwarna hitam, putingnya tampak tegang dari balik bra itu. ” Susan… kamu seksi banget… ” desisku sambil lebih mendekatinya, dan langsung mencium bibirnya yang ranum berlipstick pink. Susan membalas ciumanku dengan penuh gairah, dan aku mendorong tubuhnya ke dinding toilet. Tanganku membekap dadanya dan memainkan putingnya dari luar bra nya. Susan mendesah pelan. Ia menciumku makin dalam. Aku lalu berusaha menarik roknya sampai lepas, dan kini tampaklah tubuh ramping seksinya. Tinggalah celana dalam dan bra berwarna hitam transparan serta sepatu hak tingginya. Ia tampak amat seksi. ” God, u re so sexy, baby… ” bisikku di telinganya.

Lalu tanganku langsung sibuk membuka kaitan bra nya, dan menciumi lehernya yang indah.Susan mulai meraba bagian depan celana jeansku, dan tampak senang menyentuh bagian itu sudah tegang. Setelah branya lepas, aku langsung menciumi seluruh payudaranya. Kujilati putingnya yang mengeras dan ia melenguh nikmat. Aku ingat, pacarku paling suka kalau aku berlama-lama di putingnya. Tapi kali ini tidak ada waktu, karena siapa saja bisa mengetuk pintu toilet, dan itu membuatku bergairah. Susan mulai berusaha membuka ikat pinggangku, dan kemudian melorotkan celanaku sampai ke lantai. Ia menyentuh kont*lku yang keras dari balik boxer kainku, dan mengusap biji pelirku. Kunaikan tubuh Susan ke westafel dan kubuka celana dalamnya. Kuciumi perutnya dan kubuka pahanya. Bulu kemaluannya rapi sekali. Mungkin ia suka bikini waxing seperti cewek-cewek di luar pada umumnya. Kujilati mem*knya dengan nikmat, sudah sangat basah sekali. ia mengelinjang dan kulihat dari cermin, ia meraba putingnya sendiri, dan memilin-milinnya dengan kuat. Mungkin memang benar dia terlalu hyper, makanya mantannya bosan.

Kumasukan dua jari tanganku ke dalam mem*knya, dan ia menjerit tertahan. Ia tersenyum padaku, tampak sangat menyukai apa yg kulakukan. Jari telunjuk dan tengahku menyolok-nyolok ke dalam liangnya, dan jempolku meraba-raba kasar klitorisnya. Ia makin membuka pahanya, membiarkan aku melakukan dengan leluasa. Semakin aku cepat menggosok klitorisnya, semakin keras desahannya. Sampai-sampai aku khawatir akan ada orang yg mendengar dari luar. Lalu tiba-tiba ia meraih kepalaku, dan seperti menyuruhku menjilati mem*knya. ” Ahhh… ahhh… I’m gonna come… Arghhhh… uhhh… yes… yes… baby… ” ia mendesah-desah girang ketika lidahku menekan klitorisnya kuat2. Dan jari-jariku makin mengocok mem*knya. Semenit kemudian, Susan benar-benar orgasme, dan membuat mulutku basah kuyub dengan cairannya. Ia tersenyum lalu mengambil jari2ku yang basah dan menjilatinya sendiri dengan nikmat.

Ia lalu mendorongku duduk di atas toilet yg tertutup, dan mencopot boxerku dengan cepat. Ia duduk bersimpuh dan mengulum kont*lku yang belum tegak benar. Jari-jarinya dengan lihay mengusap-ngusap bijiku dan sesekali menjilatnya. Baru sebentar saja, aku merasa akan keluar. Jilatan dan isapannya sangat kuat, memberikan sensasi aneh antara ngilu dan nikmat. Susan melepaskan pagutannya, dan langsung duduk di atas pangkuanku. Ia bergerak- gerak sendiri mengocok kont*lku dengan penuh gairah. Dadanya naik turun dengan cepat, dan sesekali kucubit putingnya dengan keras. Ia tampak sangat menyukai sedikit kekerasan. Maka dari itu, aku memutuskan untuk berdiri dan mengangkat tubuhnya sehingga sekarang posisiku berdiri, dengan kakinya melingkar di pinggangku.

Kupegang pantatnya yang berisi dan mulai kukocok dengan kasar. Susan tampak sangat menyukainya. Ia mendesah-desah tertahan dan mendorong kepalaku ke dadanya. Karena gemas, kugigit dengan agak keras putingnya. Ia melenguh ,” Oh… gitu Sandi… gigit seperti itu… I feel ******.. ” Kugigit dengan lebih keras puting kirinya, dan kurasakan asin sedikit di lidahku. Tapi tampaknya Susan makin terangsang. kont*lku terus memompa mem*knya dengan cepat, dan kurasakan mem*knya semakin menyempit… ” gila… mem*k lo kok menyempit gini, sih Susan… Oh… gila… ” Ia tersenyum senang. Mungkin ia suka latian body language, soalnya dulu mantanku yang guru BL, bisa mengatur mem*knya jadi sempit jadi gini, dengan latihan rutin. kont*lku keluar masuk mem*knya dengan lebih cepat, dan tiba-tiba mata Susan merem melek, dan ia semakin menggila, lenguhan dan desahannya semakin kencang hingga aku harus menutup mulutnya dengan sebelah tangannku.

” Ah Sandi… You’re so… soo… Ohh… i am gonna come… i m gonna come… again… Arghhh… Ohhhhh uhhhhhh… ” Susan orgasme untuk kedua kalinya dan terkulai ke bahuku. Karena aku masih belum keluar, aku mencabut kont*lku dari mem*knya yang banjir cairannya, dan membalikan tubuhnya menghadap westafel. Biasa kalau habis minum staminaku memang suka lebih gila. Susan tampak mengerti maksudku, ia menunggingkan pantatnya, dan langsung kutusuk kont*lku ke mem*knya dari belakang. Ia mengeram senang, dan aku bisa melihat seluruh tubuhnya dari cermin di depan kami. Ia tampak terangsang, seksi dan acak-acakan. Make upnya luntur karena keringat, tapi tubuh seksinya tampak sangat indah.

Aku mulai memompa mem*knya dengan pelan, lalu makin cepat, dan tangan kiriku meraih puting payudaranya, dan memilinnya dengan kasar, sementara tangan kananku sesekali menepuk keras pantatnya. ” yeah… I am your bitch… fu*k me real hard… please… ”

Buset… ga nyangka penampilan manisnya ternyata hanya di luar. Aslinya dia kasar dan gila seks, kaya bule di bokep aja, pikirku makin terangsang. kont*lku makin cepat menusuk2 mem*knya yang semakin lama semakin terasa licin. Tanganku berpindah-pindah, kadang mengusap-ngusap klitorisnya dengan cepat. Badan Susan naik turun sesuai irama kocokanku, dan aku semakin horny melihatnya menggumamkan kata-kata kasar. kont*lku semakin tegang dan terus menghantam mem*knya dari belakang. Ia mau orgasme lagi, rupanya, karena wajahnya menegang dan ia mengarahkan tanganku mengusap klitorisnya dengan lebih cepat. ” Ah… baby… yeah… oh yeah… ” kont*lku terasa makin becek oleh cairan mem*knya.

“Susan… aku juga mau keluar nih… ” ” oh tahan dulu… kasih aku… kont*lmu… tahan!!!!” Susan langsung membalikan tubuhnya, dan mencaplok kont*lku dengan rakus. Ia mengulumnya naik turun dengan cepat seperti permen, dan dalam itungan detik, menyemprotlah cairan maniku ke dalam mulutnya. ” ArGGGhhhh!! Oh yes !! ” erangku tertahan. Susan menyedot kont*lku dengan nikmat, menyisakan sedikit rasa ngilu pada ujung kont*lku, tapi ia tidak peduli, tangan kirinya menekan pelirku dan kanannya mengocok kont*lku dengan gerakan makin pelan.

Kakiku lemas dan aku terduduk di kursi toilet yg tertutup. Susan berlutut dan menjilati seluruh kont*lku dengan rakus. ” Kamu takut gak, kalau aku bilang, aku suka banget sama sperma cowok ?” bisiknya dengan suara manis sekali. Di sela-sela engahanku, aku menggeleng penuh kenikmatan. Gila kali mantannya, ga mau sama cewek hot begini… !!

Setelah Susan menjilat bersih kont*lku, ia memakaikan celana jeansku, lalu memakai seragamnya sendiri. Ia membuka kompartemen di belakangnya, dan mengeluarkan sisir dan makeupnya dari sana. Dalam waktu 5 menit, ia sudah tampak seperti pramugari manis yang tadi pertama kulihat, bukan wanita gila seks seperti barusan. Ia memberi isyarat agar aku tidak bersuara, lalu perlahan-lahan membuka pintu toilet.

Setelah yakin aman, ia keluar dan aku mengikutinya dari belakang.

” Baiklah, Pak Sandi… saya harus siap-siap untuk meal service berikutnya, mungkin Bapak mau istirahat sejenak? ” godanya dengan nada seksi. Aku tersenyum dan mengangguk setuju. Sebelum aku ke upper deck, kucubit pantatnya dan ia memberiku ciuman yang sangat panas.

Habis flight itu, ia memberiku nomer telpon hotelnya di LA, dan kami ngeseks gila-gilaan tiap hari. Ternyata Susan sangat hyper sex dan bisa orgasme sampai sembilan kali seharinya. Sedangkan aku hanya mampu bucat 2 kali sehari. Dalam flight kembali ke LA, aku mengupgrade kursiku ke first class , karena ia bertugas di first class. Dan sekali lagi kami have sex di toilet, dan kali ini hampir ketauan teman kerjanya. Kami masih sering ketemu sampai hari ini. Kalau aku ke kota dimana dia tinggal.
Pacarku? Masih jalan juga lah… jadi punya dua cewek, deh…

Permainan Games Seru Dan Menguntungkan Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino

Facebook

Advertising

Histats