Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex Terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex Terbaru. Tampilkan semua postingan

CERITA ASIK DEWASA : KUREBUT KEPERWANAN ANAK PESANTREN

KUREBUT KEPERWANAN ANAK PESANTREN

Susi :

CERITA ASIK DEWASA : Cerita Kurebut Keperawanan Anak Pesantren :
pengalaman ini adalah kisah nyata selama aku duduk di bangku kelas 3 SMP.
Ini terjadi sekitar 2 tahun yang lalu, tepatnya ketika aku baru selesai Ujian Nasional tingkat SMP lulusan tahun 2013 di salah satu Pesantren Terkenal dan Ternama di daerah Kab. Bandung.
Waktu itu hari sudah gelap. Aktivitas pesantren pun diberhentikan sejenak sampai besok pagi.
Semua orang tertidur tetapi aku, Romi (nama samaran), Deny (nama samaran), Agus (nama samaran), Rendi (nama samaran), dan teman2 se-Asrama lainya belum sempat tidur.
Kami semua sedang merayakan kemerdekaan kami karena telah berhasil melewati UN kemarin.

Meskipun ini wilayah pesantren, tetapi tidak semua santri itu terlihat alim dan berprilaku baik, begitu juga dengan aku dan teman2 ku.
Saat itu aku baru datang dari bandung sengaja membeli oleh-oleh 2 setengah liter Mansion Brandy dari salah satu penjual jamu di daerah kota parahyangan untuk merayakan kebebasan dengan minum2.
Malam semakin larut, kulihat teman2ku sudah tertidur pulas setelah mabuk di dalam Asrama Putra kls IX.
Tetapi aku, Romi, Deny, dan Rendi belum sempat tidur.

Kami berempat melanjutkan petualangan malam kami dengan ngopi dan ngerokok di belakang halaman Asrama yang kosong.
Lalu aku ada ide untuk masuk ke daerah Asrama Putri untuk mengintip sedikit keadaan mereka saat tidak memakai pakaian muslim. (maklum anak pesantren kan penasaran).
Akhirnya kami berempat berhasil masuk kedalam Asrama Putri secara diam2.
Aku dan teman2 terkejut setelah melihat pemandangan indah nan exotis itu ada di depan mata.
Apalagi yang kami masuki ini adalah Asrama Putri anak kelas VII yang didalamnya ada seorang gadis cantik bernama Susi.
Dia adalah pacarku yang pertama.

Dan akhirnya kami berempat memutuskan untuk mencari pasangan masing2.
Aku akhirnya menemukan ranjang Susi setelah mencarinya keliling Asrama.
Dia tertidur pulas dengan celana Pendek sekitar selangkangan dan kaos tipis berwarna pink.
Dia terlihat begitu cantik, apalagi tidak memakai kerudung dan berpakaian seksi seperti itu.
Susi adalah anak kelas VII yang postur tubuhnya seksi, raut wajahnya yang sangat putih kecina-cinaan.

Kemudian tanpa pikir panjang, aku membangunkannya dan mengajaknya ke luar asrama dan mencari saung (bangunan khas jawa barat) untuk berdua saja.
Awalnya Susi sempat kaget dan ga nyangka kalo ada aku di ranjangnya.
Tapi akhirnya dia menuruti ajakanku ke saung belakang.
Ketika sampai di saung kami mengobrol panjang lebar sampai2 pikiran ini jadi terbang setelah melihat bodinya yang seksi, wajahnya yang sangat cantik dan manis, serta kulitnya yang sangat putih dan mulus itu.

Dinginnya udara malam membuat kontolku tegang dan seketika terlintas di pikiranku untuk memeluk tubuh indah nan seksi itu.
Ketika ku peluk Susi tiba2 tangannya menyentuh kontolku yang sudah tegang itu.
Aku terkejut, Susi pun juga sempat bingung tentang apa yang disentuhnya.
Tanpa pikir panjang, aku langsung merebahkan tubuhnya dan langsung menindihnya dari ujung kepala sampai ujung kakinya, kurasakan begitu hangat tubuhnya apalagi disekitar paha dan payudaranya yang masih terlihat seukuran kue serabi itu.

Aku menciumi bibirnya yang merah dan tipis itu, lalu berpindah ke daerah leher, telinga, dan kemudian aku menyibak kaos pink tipisnya itu dan seketika birahiku semakin memuncak ketika melihat dua gunung kembar seukuran kue serabi itu terlihat tak memakai BH/Miniset.
Akupun langsung meremas payudara sebelah kanan dan sebelah kirinya aku jilati dan menyedotnya.
"ohh,, pelan2 atuh aa.. Jangan digigit yah, sakit tau a.. Ohhh..ohhss" ujarnya.

Akupun sempat mengingatkan Susi untuk tidak membuat suara terlalu kencang agar tidak ada orang yang tau.
Akupun melanjutkan petualanganku menjelajahi tubuh molek mulus alami ini.
Ketika kujilati daerah pusarnya, dia mulai merasakan kegelian.
Semakin turun kebawah, aku menemukan sebuah gundukan hangat dibalik celana pendek tipisnya itu.
Lalu perlahan aku membukanya dan sekejap kulihat Susi tidak memakai CD.

Saat ku lihat vaginanya yang berwarna merah muda merekah dan sudah basah itu langsung kuciumi dan menjilatnya.
selangkangnya yang bersih, putih dan pahanya yang mulus itu kuraba2 dengan tanganku centi demi centi aku merasakanya begitu lembut dan mulus seperti kain sutra.
Tiba2 aku kepikiran teman2ku disana..
"waduh neng, temen2 aa gimana tuh ya?? Kita udahan aja ya?" tanyaku.
Susi pun menjawab dengan nada tersengah-sengah dan mukanya yang mulai memelas..

"hhh,, hhhssh.. Biarin ajalah a, ntar..ntar juga mereka pulang sendiri.. Kita lanjutin aja yah a.. Udah tanggung nih aku udah gak kuat lagi.. Kita ML malam ini yah??"
"HAH??" aku terkejut ketika mendengar permintaanya barusan..
"kamu serius? Ntar keperawanan kamu ilang sama aku dong??" tanyaku.
"engga aa.. Aku rela kok kalo kamu yang rebut keperawanan aku.. Karna aku udah cinta mati pisan sama aa... Udah skarang aa buka baju sama celanya sekalian., cepet keburu pagi loh a.." jawab Susi.
Akupun terdiam setelah mendengar kata2nya barusan..
Tapi tanpa pikir panjang aku langsung membuka pakaianku berikut dengan CD ku.
Susi pun langsung menghisap kontolku yang sudah lama menegang itu..
"owhhh..ohh,, terus neng.. Ohh,, hisap terus neng.. Ahhh..hh.,"
aku merasakan ada listrik yang menjalar di tubuhku.
Kemudian aku mempercepat waktu, dan kucabut kontolku dari mulutnya.
"kenapa a? Aku masih pengen lagi.."
"kita langsung main aja ya neng, udah jam 1 nih, keburu pagi ntar banyak orang yang bangun.."
"ya udah atuh a,."

Susi hanya tersenyum pasrah sambil menatap mataku.
Akupun kembali bermain bibir dengan Susi. Lidahku diadu dengan lidahnya.. Dan ludahku pun menyatu dengan ludahnya.
Akupun langsung membuka lebar2 paha Susi dan bersiap2 untuk memasukan kontolku yang berukuran 16,8 centi itu ke memeknya yang masih tertutup rapat dan sudah mulai banjir itu.
Saat aku menggesek2an kepala kontolku ke bibir memeknya, Susi terengang-engang dan bergeliat seperti cacing kepanasan.
Akupun langsung memulainya secara perlahan dan tenang..

"aaahh..ahh..ahh..hhh..hoshh..hoshh.. Pelan2 atuh a, sakit nih..,"
"sabar ya neng.. Awalnya sih sakit, tapi lama2 juga enak kok.."
Susi meringis kesakitan ketika kontolku yang besar dan lumayan panjang untuk anak seusiaku ini.
Beberapa lama kemudian kontolku telah menusuk dan merobek dinding keperawananya..
"aaaahhh,,sakit aa.. hhh...hhhhoohh..ohh..hoshhhshh..,"
"tenang yaa, ini enak kok neng..,"

perlahan tapi pasti kubiarkan Susi merasakan sensasi ini.
Ketika dia sudah mulai tenang, akupun langsung memegang pinggulnya dan menggenjot secara perlahan kontolku ke memeknya agar bisa masuk semua.
Susi pun telah merasakan begitu nikmatnya sentuhan dariku ditempat terbuka di atas saung tengah sawah itu dan diselimuti hangatnya tubuhku ditengah2 dinginya bandung malam ini.
Ketika aku melihat jam dinding di saung ternyata waktu sudah menunjukan pukul 2 dini hari.
Akupun langsung mempercepat gerakanku.
Tidak peduli Susi mau teriak sekencang2nya karena ini ditengah sawah dan diatas saung.

"ohh..ohhh..,ohhh..hhohh.,, lalaunan atuh a.. Ahhh.,,ahh..hohhhssh..hshh.."
"tenang aja..bentar lagi pasti kamu juga ngerasain enaknya.."
tiba2 aku merasakan kontolku ini seperti diremas dan dipijit oleh memeknya..
"ohhh., iyah terus a..teruss.. Enak pisan.., ahhh..ahh, aku pengen pipis a.., ahh..ahhh.. *crot..crot..croot* owhhh..,"
akhirnya dia orgasme yang pertama.
"tuh kan, enak ya neng??"
"iyah a,. Lagi dong a.. Ohhss.,hhshh"

cara bicara dan nafasnya sudah tak karuan.. Antara nikmat dan sakit bercampur aduk di tubuhnya.
Akupun terus menggenjot dengan kencang dan kadang perlahan..
Waktu terus berjalan dan menunjukan pukul 02:15 pagi.
"ohh.. aku mau keluar lagi nih a.. Terus kencengin a.. Udah enak nihh..ahhhh...ahh..ahh.ahhh..,"
akupun kembali merasakan kontolku ini seperti dijepit dan ditelan oleh memeknya Susi.
"ohhh..ohhhhshh..aku gakuat a, udah mau keluar nih.. Ahh..ahh.,"
"sama neng.. aa juga mau keluar nih.."
akupun merasakan sesuatu akan keluar dari kontolku ini..
Keringatku mengucur bercampur keringatnya Susi, badanku terasa sangat panas dan terasa disetrum oleh listrik, dan akhirnya..
"kita keluarin didalem aja barengan yah a.."
"yaudah atuh neng.."

akupun mempercepat genjotanku..
"ohh,, aku mau keluar a,, ohh..ohh.. *crooott* ..aahhhhh.."
"aku juga..ohh,oh..ohhss.., *croot..croot..croot..croot" ahhh,,"
kami pun mengeluarkannya secara bersamaan.
Lalu kucabut kontolku dari jepitan memeknya.

Dan dari dalam memeknya keluar darah perawan bercampur cairanku dan cairannya Susi.
Setelah itu, aku langsung berpakaian, begitu juga Susi langsung berpakain lengkap kembali.
Karena waktu sudah menunjukan jam setengah tiga lewat.
Kami pun pulang ke Asrama masing2 sebelum ada Walisantri yang keliling.
Ketika aku masuk Asrama putra, aku sudah melihat Romi, Denny, dan yang lainya sudah tertidur pulas..

dan setelah kejadian itu aku dan Susi pun jadi sering melakukanya di pesantren setiap malam.
Bahkan ketika liburan panjang, kami pun menghabiskan waktu dengan melakukan seks saja setiap hari..
Oh sungguh nikmat rasanya menyetubuhi anak kembang perawan pesantren .. :)

Permainan Games Seru Dan Menguntungkan Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino

CERITA ASIK DEWASA : PACARKU YANG TINGGAL DI ASRAMA PERAWAT

PACARKU YANG TINGGAL DI ASRAMA PERAWAT

Sarry :

CERITA ASIK DEWASA : Pacarku Yang Tinggal Di Asrama Perawat :
Pacarku itu tinggal di asrama perawat bersama teman satu
pendidikannya. Wah.. mulus-mulus tubuh mereka semua, maklum sekolah
perawat, jadi body-nya mungkin juga dirawat. Yang jadi pikiranku
sekarang ini adalah sahabat dari pacarku itu. Begini ceritanya,
pacarku kan punya sahabat, namanya Sarry, orangnya cantik juga sih.
Ketika Diah pulang kampung ke Jawa Tengah, si Sarry datang ke tempat
kostku. Seperti biasa, Sarry sudah terbiasa dengan keadaan kamarku
yang seperti selesai perang, berantakan sekali, hehehehe. Berhubung
dia itu sahabat dari pacarku, jadi kusambut dengan ramah.

Kami bercerita panjang lebar sambil duduk di atas kasur. Seperti
seorang sahabat, kami saling bercanda. Suatu ketika, Sarry terdiam
termenung. Aku heran, kutanyakan mengapa dia tiba-tiba terdiam
seperti bersedih. Sarry dengan perlahan sekali bercerita bahwa jika
dia selesai dalam pendidikan perawatnya ini, dia akan dinikahkan oleh
seorang yang belum sama sekali dikenalnya. Melihat dia mulai
menangis, aku berusaha menghiburnya dan berkata bijaksana. Tetapi
malah membuat dia lebih keras menangis.

Perlahan dia berkata, “ Ren, sebenarnya saya sayang kamu..”
Sarry tertunduk, “Maafkan saya Ren..” lanjutnya.
Aduh, aku bingung harus menjawab bagaimana. Sementara aku terdiam,
Sarry memelukku. Tubuhnya yang harum dan kulitnya yang halus
menyengat isi kepalaku. Aku berusaha tetap tenang dan mengingat bahwa
dia ini sahabat dari pacarku. Tetapi “Mr Happy”, julukan “adik”
kecilku ini (kadang-kadang besar juga sih) tidak mau tahu, menggeliat
dan mulai mengeras di dalam celanaku. Apalagi benda empuk di dada
Sarry menghimpit tubuhku. Bisa gawat nih, “Mr Happy” on line..!
Gelisah dan segera ingin keluar dari sarangnya.Sarry semakin erat
memelukku.

Kucoba mencium dahinya perlahan. Dia diam saja. Cium
pipinya, dia masih diam juga. Kucoba meraih bibirnya yang mungil dan
mengulumnya, Sarry membalas perlahan. Wah, habis sudah iman yang
kumiliki..! Kulumat bibirnya dengan ganas hingga dia gelagapan dan
kewalahan. Ketika bibirku meluncur ke lehernya, Sarry merintih
tertahan. Tanganku yang sigap dan terlatih tidak tinggal diam, mulai
menyusup dari belakang t-shirt-nya, mengusap punggungnya yang halus
dan mencari kaitan BH-nya. Lepas..! Mulai perlahan kuangkat t-shirt
biru mudanya hinga terlepas berikut BH-nya, dan terlihatlah buah
dadanya yang indah itu. Keadaan putingnya masih ranum sekali.

Setelah puas menjelajah daerah leher dengan diiringi rintihan lembut
Sarry, mulutku mulai menelusuri gundukan lembut itu. Sarry melenguh
lirih, tangannya mencoba menahan kepalaku, namun dia tidak
menolaknya. Berputar diantara lereng buah dadanya, mulai mulutku
mendaki mencari putingnya. Bersamaan desahan panjangnya, Sarry meremas
rambut kepalaku ketika putingnya terkulum oleh bibirku dan mulai
kujilati. Dengan nikmat sekali aku berpindah dari puting yang satu ke
puting yang lainnya. Mulai mengeras juga ketika jariku turut mengurut-
urutnya.

Perlahan tubuhnya kurebahkan di atas kasur dan tanganku mulai
mengusap-usap pahanya yang mulus dan licin ke atas sambil mengangkat
rok mininya. Masih dengan mulut di buah dadanya, tanganku telah
mencapai pangkal pahanya. Perlahan kucoba merenggangkannya dengan
jariku, dan mulai menyusupkan jariku diantara celana dalamnya. Hangat
sekali..! Bunyi gemerisik perlahan terdengar ketika jari-jariku
menyentuh rambut-rambut lembut di daerah tersebut dan mulai mencari
lubang “Miss Pussy” (julukan kemaluannya).

Sarry merintih memelas sekali ketika jariku mengusap-usapnya perlahan
dan teratur. Lembab dan hangat serta sedikit lekat kurasakan dijariku.
Kepalaku menggeser ke arah bawah pusarnya hingga kini berhadapan
dengan celana dalamnya. Perlahan kutarik ke bawah dengan sedikit
mengangkat pantatnya dan lepas juga. Kurenggangkan pahanya dan
kedekatkan kepalaku. Tangan Sarry refleks berusaha menahanku.
“Jangan Ren..!” Sarry berusaha menarik kepalaku, tapi percuma saja
sebab lidahku telah menjilati pangkal celah “Miss Pussy”-nya.
Sarry menggeliat-geliat tidak menentu. Namun tangannya tetap
memegangi kepalaku yang ada di pangkal pahanya.

Lama-kelamaan, mungkin karena merasa nikmat atau geli atau entah apa,
kini malah Sarry sedikit mendesakkan kepalaku di belantara
rambut “Miss Pussy”-nya sambil merenggangkan pahanya agak lebar.
Jilatanku semakin menjadi-jadi dan rintihan-rintihan Sarry semakin
keras. Kini tangannya tidak menahanku lagi, hanya meremas-remas
rambut kepalaku saja. Bahkan pinggulnya kini turut bergoyang lembut
mengikuti tiap jilatanku pada bibir “Miss Pussy”-nya. Suaranya yang
memelas dan tertahan semakin mengeraskan “Mr Happy”-ku, yang dari
tadi tidak terurus sama sekali.

Sesaat kulepaskan pakaianku sendiri, “Mr Happy” melompat keluar
dengan perkasanya, mengacung dengan urat-uratnya yang dahsyat. Aku
merayap diantara tubuh Sarry yang telentang, kuhadapkan “Mr Happy” di
wajahnya yang imut. Mata Sarry nanar melihat keperkasaannya.
Kutuntuntangannya untuk memegangnya. Matanya terpejam ketika jari
lentiknya menggenggam batang leher”Mr Happy”-ku. Kusorongkan perlahan
kepala “Mr Happy” pada mulut mungilnya.
“Isap sayang.., coba diisap..!”
Bibir mungilnya terbuka perlahan mencoba mengulum kepala “Mr Happy”.
Kewalahan juga Sarry untuk menguasai besarnya kepala “Mr Happy”-ku
yang sudah coklat kememerahan itu.
“Isap sekarang..” pintaku lembut.

Dengan mata masih terpejam, Sarry menghisapnya. Setiap hisapannya
membuat urat-urat leher kemaluanku itu berdenyut. Kudorong agak dalam
batang kemaluanku di dalam mulutnya. Sarry gelagapan hingga air
liurnya keluar dan menimbulkan suara berkecipak. Perlahan kumaju-
mundurkan batang kemaluanku. Semakin lama semakin dalam. 2/3 dari
batang kemaluanku kubenamkan dalam mulut mungilnya.

Lama kubiarkan Sarry menghisap-hisapnya. Pemandangan itu membuatku
semakin bergairah saja. Bibirnya yang lembut bergesekan dengan kulit
kemaluanku. Nikmat sekali rasanya. Ketika kucabut dari mulutnya,
terlihat Sarry mencoba mengambil nafas dengan terengah-engah.
Kusambar mulutnya yang mungil dengan mulutku. Agak lama kami saling
mengulum, namun perlahan kembali kurenggangkan pahanya yang putih
hingga terbuka lebar. Terlihat kembali “Miss Pussy”-nya yang
kemerahan diantara kilauan rambut-rambut halusnya.

Kini kuarahkan “Mr Happy” di bibir “Miss Pussy” yang lembab berair.
Kudesakkan sedikit hingga kepala “Mr Happy” ditelah habis oleh “Miss
Pussy”.
“Sakit ngga Ren..?” tanya Sarry disela rintihannya.
“Sedikit sayang.. hanya sedikit..” jawabku menghibur, sebab
konsentrasiku berada pada acara utama yang akan kami lakukan.

Dengan satu dorongan mantap dariku dan diiringi rintihan kenikmatan
yang keras, Sarry menerima seluruh panjang “Mr Happy”-ku. Sarry
meremas rambut kepalaku dengan keras. Kupeluk tubuhnya yang
berkeringat dan kurasakan getaran yang hebat padanya. Kubiarkan
beberapa saat “Mr Happy” di dalam lumatan “Miss Pussy”-nya. Denyutan
lembut namun kuat sangat terasa olehku pada tiap urat kemaluanku.
“Memang masih perawan si Sarry ini,” pikirku.

Perlahan kutarik batang “Mr Happy”-ku. Gesekan nikmat ini membuat
Sarry merintih dengan kepala mendongak ke atas. Giginya mengigit
bibirnya sendiri, menahan sesuatu. Kubenamkan kembali batang
kemaluanku ke dalam kehangatan kemaluannya. Sarry kembali
mengeluarkan desisan menggairahkan. Semakin lama gesekan batang
kemaluanku kupercepat, mencoba membuat Sarry semakin histeris dan
menggumamkan kata-kata yang tidak jelas terdengar. Suara lengguhan
Sarry yang menggairahkan dan dengusan nafas membara dariku,
menimbulkan suara berkecipak diantara pangkal paha kami berdua.
Gesekan Nikmat disertai hisapan berdenyut “Miss Pussy” milik Sarry
yang hangat membuat batang “Mr Happy”-ku menggila. Bibirku yang
bernafsu sesekali menghisap puting mungil buah dada Wulan yang
menegang.

“Rendi… ach.. aku…” desis Sarry.
Aku sadar dia akan mencapai klimaksnya. Kemaluanku semakin ganas
kubenamkan di liang kehangatannya. Dan.., pinggangku terasa bergetar
keras, ada sesuatu yang hendak terlontar. Entah bagaimana aku semakin
menggila, hingga pinggang Sarry terguncang-guncang hebat.

Dengan buah dada Sarry yang terayun-ayun disetiap desakan kemaluanku
pada “Miss Pussy”-nya, Sarry memekik dengan mata setengah terbuka.
Nafas kami semakin memburu. Dan akhirnya, Sarry memekik panjang
sambil memeluk pinggangku, hingga “Mr Happy” amblas sedalam-dalamnya.
Disertai muntahan “Lava” dari mulut “Mr Happy”-ku, kami mengejang
beberapa saat hingga akhirnya aku mendarat di atas tubuh Sarry yang
puting mungilnya masih mengeras.

Permainan kami sungguh pengalaman yang terindah buat kami berdua.
Sarry merasakan kepuasan yang belum pernah dirasakannya seumur
hidupnya bersamaku, setelah pemainan itu Sarry berkata kalau dia
tidak menyesali perbuatannya dan keperawanannya memang pasrah ingin
dia serahkan kepadaku. Tetapi akhirnya pengalaman itu hanya menjadi
kenangan bagi kami berdua. Sarry menikah dengan lelaki pilihan orang
tuanya di kotanya, sedangkan cintaku bersama Diah hilang karena
perbedaan pandangan hidup. Hingga kini aku masih sendiri. Ditelan
kesibukan dengan bisnis komputerku yang semakin lama semakin menyita
waktuku...

Permainan Games Seru Dan Menguntungkan Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino

CERITA ASIK DEWASA : CERITA EROTIK MAMA DAN KAK SANTI

CERITA EROTIK MAMA DAN KAK SANTI

Kak Santi :

CERITA ASIK DEWASA : Cerita Erotik Mama Dan Kak Santi :
Namaku David, aku tinggal dimedan.Aku mau menceritakan pengalaman seksku dirumahku sendiri.Kejadian ini baru terjadi dua bulan yang lalu.Aku mempunyai seorang kakak,namanya Santi.Kak Santi orangnya cantik.Dia mempunyai tinggi badan 171cm,kulit putih bersih,dadanya kira2 36 dan pantatnya sangat montok.Aku sangat terangsang jika melihatnya. Suatu hari,tepatnya malam minggu.Waktu itu mama dan papaku sedang pergi.Aku sendiri juga lagi malas dirumah.Lalu aku pergi kerumah teman kuliahku.Jadi dirumah hanya kak Santi sendirian yang lagi nungguin pacarnya.

Tapi dasar sial temanku juga lagi keluar.Lalu untuk ngilangin suntuk aku mutar-mutar(jalan2) sendirian.setelah puas jalan jalan aku pun pulang.sampai dirumah kulihat ada kenderaan pacar kak Santi didepan rumah.”aduh..jagain orang pacaran nih..”pikirku.Aku langsung masuk keteras.Tapi aku terkejut.Kulihat kak Santi sedang ditunggangin oleh pacarnya(ngent*t).Kubatalkan niatku dan aku terus mengintip permainnan mereka.Aku benar2 terangsang melihat adegan tersebut.Apalagi melihat kak Santi yang sedang bugil dan mendesah desah.Aku memperhatikan mereka dan mengelus-elus penisku.Terpaksa aku bersolo seks dan memuntahkannya di pot bunga.

Lalu aku pergi lagi meninggalkan mereka berdua.setengah jam kemudian aku kembali dan kulihat mereka sedang duduk mesra diruang tengah.Kutegur mereka dan aku langsung masuk kekamarku.dikamar aku terus membayangkan kak Santi.selang beberapa menit aku keluar kamar dan kulihat cowoknya sudah pulang.Kulihat kak Santi masuk kekamarnya.lalu aku duduk sendirian di ruang tengah.Aku benar benar terangsang. Aku lalu bangkit dan masuk kekamar kak Santi.
Rupanya kak Santi sedang ganti baju.Dia terkejut melihatku.”ngapain kamu?”tanyanya. “tadi kakak ngapain sama cowok kakak?”aku balik bertanya. Dia hanya diam.”emang kamu tahu?”tanyanya lagi. Aku hanya mengangguk. “Jangan bilang siapa-siapa ya..!”katanya lagi. “oke…tapi kakak harus mau begituan juga sama aku!”ujarku. “kamu mau juga ya…”katanya manja Dia lalu menarikku ketempat tidur.

Mama Ku :

Dibukanya bajunya,lalu dibukanya juga bajuku. Langsung dilumatnya penisku. Rasanya enak sekali. Diisapnya penisku sampai kusemprotkan spermaku didalam mulutnya. Aku cukup puas atas perlakuannya.Lalu dia menyuruhku menjilati vaginanya .oohh.. ahh.. erangnya. Lalu aku pindah meremas dan menjilati payudaranya. mmhh.. terus…. nggh.. Kujilati payudaranya, perutnya sampai kujilati lagi vaginanya. oh… ah…ena..k… erangnya. Nafsuku naik lagi. Penisku mulai berdiri lagi. Masu..kin aja… pintanya. Lalu kumasukin penisku dan memompanya. Rasanya enak sekali,penisku dijepit oleh otot vaginanya. ahh…. terus…. sayang…. jeritnya. Lalu dibaliknya tubuhku. Dengan posisi diatas,dia menggoyangkan pantatnya turun naik. Tangan ku meremas pantatnya yang montok. Payudaranya bergoyang-goyang. Aku mau keluar… erangku. Tahann… sayang…. ujarnya. Lalu ahh…. agh…. oh… kak Santi mengerang panjang pertanda orgasme. Dia terus bergoyang dan crot.. crot… crot… kusemburkan spermaku didalam vaginanya. Lalu dia mencium bibirku. Kami pun tergeletak bersampingan.”maksih kak.. betul-betul nikmat”ujarku sambil meremas payudaranya. “iya…. kamu hebat juga”katanya “maukan kakak beginian lagi..?”tanyaku “Kapan aja kamu pengen”ujarnya sambil tersenyum.

Aku langsung keluar dan masuk kekamarku.Aku senang sekali.Aku terus minta jatah sama kak Santi.Kapan ada kesempatan kami pasti melakukannya dengan berbagai macam gaya. Aku juga sudah merasakan pantatnya yang montok. Waktu itu kak Santi lagi haid,jadi kusorong aja pantatnya.Rasanya sama-sama enak kok. Sampai pada suatu hari, Waktu itu aku pulang kuliah,kulihat pintu kamar kak Santi terbuka dan dia berbaring mengenakan handuk. Aku terangsang melihatnya. Aku masuk dan kubuka bajuku lalu kupeluk dan kucumbu.ah… jangan sekarang ! ada mama tuh! Ujarnya. Tapi aku tak perduli dan terus merangsangnya. Akhirnya dia pasrah. Kubuka handuknya dan kujilati payudaranya.Kak Santi mendesah. 

Lalu dia bangkit,menimpaku sambil berbalik. Kami melakukan gaya 69, Dikocoknya dan diisapnya penisku .Aku pun menjilati vaginanya sambil meremas pantatnya. Lagi asyik menjilat,tiba2 pintu kamar dibuka. Kami sangat terkejut.Ternyata mama sedang memergoki kami berbuat mesum. Mama masuk dan menutup pintu. Muka mamaku tampak marah melihat perbuatan kami. Aku dan kak Santi hanya bisa terdiam. Matanya menatap kami tajam. ”maafin kami ma!, ini salah David. David yang ngajak kak Santi. Soalnya David lagi terangsang! ujarku. “Kenapa harus kak Santi ?”tanya mamaku. “Daripada dengan psk lebih baik dengan aku ma!” sambung kak Santi “Lagi pula aku juga mau kok”ujar kak Santi membelaku. “terserah mama mau marah,kami kan udah gede dan punya hasrat seks yang harus disalurkan”ujarku. Mamaku terdiam sejenak “ya..udah terserah kalian.Tapi perbuatan kalian jangan sampai ketahuan papa!”ujarnya. “satu hal lagi David,jangan sampai kak Santi hamil”katanya sambil menatapku. “ya…udah sebagai hukumannya mama mau lihat bagaimana kalian melepaskan hasrat seks kalian itu”ujarnya lagi.

Aku dan kak Santi saling pandang.Lalu kami lanjutkan permainan kami.Aku mulai merangsang kak Santi lagi.Kujilati payudaranya.Lalu kujilati vaginanya.Ah…ssst..mmmh..desahnya. Tanpa lama2 kumasukkan penisku keliang vaginanya dan kugoyang. Akkh…ohh…ngghh…ah..ah…desahnya.Aku makin mempercepat kocokanku. Dan akhhhhhhh……ahhhhh ….akhhkhhh….jeritnya panjang. Kurasakan kak Santi sudah mencapai orgasme. Semakin cepat goyanganku.ck.ckk..ck…suara kocokan penisku divaginanya yang sudah basah bercampur cairan orgasmenya. ”mau keluar nih..”jeritku “dimulut ku aja!”ujarnya sambil menahan sodokan penisku Kucabut penisku. Kak Santi langsung menggenggam penisku dan mengocoknya dalam mulutnya. Crott..crot…crot…crot kusemburkan spermaku kemulutnya sebanyak 8 kali.

Mulutnya penuh dengan spermaku. Sampai menetes keluar dari sela mulutnya. Dan ditelannya semua. Aku terbaring puas,dan kak Santi menjilati penisku membersihkan sisa sperma. Kulihat mama menggelengkan kepalanya. Lalu mama pergi keluar dari kamar. Aku dan kak Santi hanya tersenyum. Kami akan lebih bebas melakukannya dirumah,walaupun mama mengetahuinya. Kami saling berpelukan dan berciuman. Aku lalu berpakaian dan masuk kekamarku. Dikamar aku masih memikirkan kejadian tadi. ”Mama tidak melarang aku ngeseks dengan kakakku sendiri. Berarti aku juga bisa ngeseks dengan mama”pikirku. Lagian body mama masih sip abis. Soalnya mamaku ikut fitnes. Walaupun usianya udah 44 tahun tapi masih oke(bukan membanggakan).Lagi pula mama pasti lebih berpengalaman. Aku berpikir lama mengenai ide gilaku ini. Kuputuskan,aku harus bisa merasakan ngeseks dengan mamaku sendiri.

Lalu aku keluar dan masuk kekamar mamaku.Kulihat mamaku berbaring membelakangiku. Kulihat pantatnya yang montok dan pahanya yang mulus. Kubuka bajuku semuanya. Dan sambil menelan ludah aku naik ketempat tidur dalam keadaan bugil. Kupeluk mamaku dari belakang dan kugesek penisku yang sudah tegang. Tiba2 mama terbangun “ngapain kamu,David?”tanyanya. “pengen ngeseks sama mama”jawabku manja Aku langsung memeluknya dan menciumnya. Mamaku diam saja. Kubuka kimononya. Wow ..mama tidak pakai bh dan cd. Payudaranya besar(lebih besar dari kak Santi.kak Santi aja 36B) dan masih kencang.Vaginanya merah merekah. Pantas papa sayang terus sama mama.Aku langsung meremas payudaranya,menjilatinya dan menggigitnya. Mama hanya mendesah kecil. “jilatin anu mama ya….kayak kak Santi tadi…”pintanya sambil meraba vaginanya.

 Aku lalu menjilati vagina mama sambil memainkan klitorisnya dengan gigi dan lidahku. Ahh…terus….sayang….okh..e.na.k……desah mama.Kepalaku dijepitnya dengan kedua pahanya dan rambutku dijambaknya.Agar aku terus menjilati vaginanya.10 menit lidahku menari divagina mamaku akhirnya mamaku orgasme juga.Kurasakan cairan hangat di lidahku.Lalu mama bangkit dan menyuruhku telentang.Mama lalu mengambil baby oil dan mengoleskan kepenisku.Lalu dikulumnya penisku dengan nikmat.ohhh…rasanya benar2 nikmat sampe ubun2. Isapan mama jauh lebih enak dari kak Santi. Aku merasakan kenikmatan yang dahsyat. Mama mengulum semua penisku beserta bah zakarku.Yang paling sensasi kurasakan saat mama mengocok penisku sambil menjilati lubang duburku.Wow benar2 asik dan nikmat.Aku sampai merinding kenikmatan.

Sekitar 10 menitan kesemprotkan spermaku di depan wajah mamaku.Mama ku sibuk menjilati spermaku yang muncrat kemana mana. “wah..benar-benar nikmat ma…”ujarku. “mama jago istong(isap totong)”pujiku “Kamu juga jago jilatannya,mama sampe merinding”ujarnya “Papa kalo jilat kurang nikmat,lagian papa jarang mau jilat”ujarnya lagi “Gimana, mau dilanjutkan?”tanya mamaku “iya dong…aku kan mau ngerasain anunya mama!”ujarku sambil melihat vaginanya. “mama juga mau ngerasain sodokan penismu!”jawabnya manja. Lalu mama mengajakku kekamar mandi,untuk membersihkan vaginanya dan penisku.Kuhidupkan air dibathtub setinggi mata kaki. Kami berdua masuk dan kucumbu mama,kucium bibirnya dan kuremas-remas payudaranya. Kami berdua sangat bernafsu,terutama aku. Padahal aku sudah main sebelumnya dengan kak Santi. Aku sudah gak tahan untuk memasukkan penisku kevagina mama.

 Kutusukkan penisku dan bless..amblas semuanya terbenam. Kurasakan jepitan liang surga mama masih kuat. Kupompa penisku menghujam vagina mama. Kaki mama menjepit sisi bathtub.Ohhh…yeahh….ahhh….jerit mama.Sekitar 3 menit mama minta ganti posisi nyamping dengan posisi kaki belipat kearah samping dan aku menggoyang dari atas menyodok vagina mama. Mama tampak sangat menikmatinya. Lalu mama minta gaya doggie style. Kami bangkit dan mama nungging bertumpuan dengan sisi bathtub.Kusodok vagina mama dari belakang.Mama mendesah campur menjerit kecil. Pantatnya yang montok beradu dengan pangkal pahaku.Kupeluk mamaku dari belakang sambil terus bergoyang perlahan.

meremas payudaranya.”Ma…masukin ke lubang anus ya…”bisikku “pelan2 mama belum pernah ….”jawabnya Kucabut penisku dan kumasukkan pelan pelan kelubang anus mamaku. Mamaku merintih kecil menahan sakit. Lubang anus mama memang belum pernah dijamah. Masih terasa ketat. Kugoyang perlahan-lahan sambil tanganku mengusap-usap bibir vaginannya dari belakang .Oh… ahhhk…… oh… nikmat… mama mendesah.Sekitar 4 menit kucabut penisku kubalikkan tubuh mama dan satu kakinya kuangkat dan kuletakkan diwashtafel.Kumasukkan penisku lagi dan kugoyang lagi.sekitar 1 menit,kuangkat mama dan kutidurkan di lantai kamar mandi.Kakinya mengangkang dan aku mulai mengenjotnya lagi. ahh.. ohhh…. akhh….. mama terus menjerit merasakan nikmatnya.Dan ohhh….. ahh……. mama melenguh sambil memejamkan matanya menikmati orgasmenya.

Aku terus bergoyang.Lalu aku mengakhiri permainanku dengan semprotan spermaku didalam rahim mama tempat aku dikandung dulu. Aku benar-benar puas. Aku mencium mama. “makasih ma…. permainan mama sangat hebat”pujiku “mama mau kan…ngeseks sama David lagi…?”tanyaku mamaku tersenyum dan mengangguk “asal… jangan tahu papa ya…..!”katanya Aku Cuma tersenyum. Lalu kami mandi bersama dalam bathtub.Malamnya aku terlelap tidur. Esok paginya,aku bangun pukul 7 pagi dan bersiap mandi.Kulihat papa dan kak Santi sedang sarapan,sedangkan mama sedang didapur.Kudatangi mama dan kuremas pantatnya. “aduh…. kamu nakal ya…”ujarnya. Kubuka celanaku dan kukelurkan penisku yang tegang.Kugesekkan ke pantat mamaku. “ma…ayo.. dong…”bujukku “gak..ah…ntar dilihat papa!”tolaknya “please…..”rayuku “isap aja ya….”tawar mamaku “ya..deh..!”sahutku lalu mama jongkok dan mengisap penisku.Mataku meram melek menahan nikmatnya.

Sampai kusemburkan lahar hangat kemulut mama.Lalu aku mandi dan berangkat kuliah.Dikampus aku rasanya pengen cepat pulang. Pukul 2 siang aku tiba dirumah.Kupanggil kak Santi dan mama kekamarku. “Gimana….kalo kita main bertiga”usulku “hah..!!!”jawab mama dan kak Santi serentak. “Aduh.. nih…anak.. nafsu amat ya…”ujar mamaku “kayaknya asyik juga tuh.”sahut kak Santi Kak Santi langsung membuka bajunya.Dan menimpaku.Bibirku dilumatnya sambil tangannya melucuti pakaianku. Mama akhirnya membuka bajunya dan ikut bergabung. Mama langsung mengisap penisku sambil menjilatinya.S edangkan aku menjilati vagina kak Santi.Lalu kusuruh mama tidur telentang sambil mengangkang.Kujilati vagina mama dan kak Santi menjilati dan meremas remas payudara mama. sssst….. enaaak…. ahhh….. erang mama. Lalu gantian,kujilati vagina kak Santi dan mama menjilati payudara kak Santi. Aku mulai memasukkan penisku kevagina kak Santi dan memompanya. Sedangkan mama menjilati payudara kak Santi sambil menggosok2 vaginanya sendiri.aahhh…ohhh..oh….kak Santi menjerit kecil berbarengan dengan deru napasnya yang tidak teratur.Kupercepat goyanganku.Aku harus membuat kak Santi orgasme terlebih dahulu.

Beberapa saat kemudian kak Santi mengerang puas ah.a.h..ah. ah.ah.ahhhhhhhhhhhh.. ha.. sambil nafasnya agak tersenggal.Penisku terasa dijepit otot vagina kak Santi yang yang berkontraksi.Kucabut penisku dan kutarik mamaku.Lalu kumasukkan penisku ke liang surganya dan kugoyang.Mama ku hanya mendesah kecil.Aku menikmati goyanganku.Aku lalu membalikkan tubuh mama keatas.Mama bergoyang bagai menaiki kuda.Tanganku meremas-remas pantat mama dan membantunya turun naik. oooo… ahhhh….. yehhh…… erang mama sambil memejamkan matanya.Payudaranya bergantung dan bergoyang. ohhhhh…ahhhhhhhhh….. kudengar erangan mamaku sambil memejamkan mata dan menahan ludah.Kurasakan mama sudah orgasme.Kupeluk mama dan kubalikkan badannya.

Kak Santi langsung mendekat dan menjilati payudara mama.Aku langsung menggenjot mamaku lagi dengan posisi mama telentang.Sekitar dua menitan, kurasakan aku mau mencapai puncak.Langsung kucabut penisku dan kusemburkan ke mulut kak Santi dan mama.Mereka berebutan.spermaku muncrat kewajah mereka berdua.Aku lalu terduduk lemas.Kulihat mama dan kak Santi saling menjilati spermaku yang muncrat kewajah mereka.Setelah 10 menit kak Santi keluar dari kamarku.Dan aku memainkan satu ronde lagi dengan mamaku.Dan kuakhiri dengan semburan sperma didalam lubang anusnya.

Setelah itu mama keluar dan mandi. Sekarang aku benar-benar betah dirumah,kapan saja ada saja yang melayaniku(mama dan kak Santi).Hampir tiap pagi aku mendapat jatah istong dari mama.Tapi semua udah kuatur.Kalo siang aku mainnya sama mama,dan kalo malam malam lagi pengen,aku mainnya sama kak Santi.Tapi kadang ngak tentu juga,yang mana aja.Kalo papa gak ada kami main bertiga.Apalagi kalo papa keluar kota kami makin bebas tidur sama.Bahkan aku pernah bolos kuliah karena kecapekan melayani mama dan kak Santi.Kejadian ini membuatku betah dirumah.Rumahku bagaikan surga bagiku.

Permainan Games Seru Dan Menguntungkan Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino

CERITA ASIK DEWASA : BERCINTA DI KOLAM BERENANG DENGAN GADIS YANG HOT

BERCINTA DI KOLAM BERENANG DENGAN GADIS YANG HOT

Santi :

Cerita Asik Dewasa : Bercinta Di Kolam Berenang Dengan Gadis Yang Hot :
Disni aku pengen cerita tentang pengalaman pribadiku yang baru aja aku alami beberapa waktu lalu
nama aku Santi umur aku baru 22 tahun mau menginjak 23 tahun,sejak dulu aku sangat senang memakai pakean sexy bahkan teman-teman akupun terkadang menyebut ku exibisionis ya mungkin karena body ku yang lumayan montok dan pakean yang aku pake slalu ketat dan sedikit terbuka yang bisa membuat mata para laki-laki tak ingin memalingkan pandangann ya dari body ku.

Suatu hari aku sedang jenuh diam di rumah karena memang saat itu aku sedang ada masalah sehingga hari-hari menjadi BT bila diam dirumah, aku memutuskan untuk pergi keluar rumah untuk sekedar jalan-jalan di mall saat sampai di mall aku melewati suatu toko pakaian renang yang pada saat itu memajangkan pakaian renang yang sangat bagus menurutku awalnya aku hanya melihat-liaht saja tapi pada akhirnya aku memutuskan untuk membelinya dan juga membeli handuk kecil yang memang mempunyai motif yang sangat aku sukai karena memang aku sangat suka renang dan pada saat itu pula aku memutuskan untuk renang ke tempat renang favoritku karena pada saat itu cuaca sangat panas pasti sangat menyegarkan bila aku berenang pikirku saat itu

Sesampainya di kolam renang aku baru sadar kalau aku tidak membawa celana strit yg biasa aku pakai untuk berenang dan pakaian dalam untuk ganti karena memang tidak di rencanakan setalah di pikir-pikir apa slahnya renang hanya menggunakan baju renang saja tanpa di doble dengan pakaian dalam dan celana strit lagi toh di sini tempatnya tidak begitu ramai dan aku juga sudah tanggung masuk ke dalam ruang ganti pakain masa aku harus pulang lagi kan sayang sudah bayar tiket masuk pikirku saat itu.Akhirnya aku hanya menggunakan pakaian renang saja tanpa menggunakan strit,cd dan Bh memang saat itu baju renang yang baru aku beli sangat sexy dengan lingkar leher sangat rendah sehingga membuat dada ku seolah ingin keluar dan bagian punggung yang terbuka juga bagian pantat yang tidak begitu memutupi pantat sehinga sebagian pantat ku terlihat.saat aku keluar dari kamar ganti ada beberapa laki-laki yang metatapku dan langsung tertuju pada dada ku.

Aku langsung nyebur ke kolam pada saat itu terasa sangat menyejukan dengan cuaca yang sangat panas, aku berenang bolak balik dengan berbagai gaya aku tidak menyadari bahwa di sekitar ku ada beberapa laki-laki yang memperhatikanku setelah aku merasa lelah berenang aku memutuskan keluar kolam dan beristirahat di pinggir kolam karena handuk yang aku bawa kecil maka handuk itu hanya aku pakai untuk menutupi pahaku saja tanpa aku lilitkan handuk itu, setelah beberapa saat beristirahat aku memutuskan berjalan-jalan di sekitar kolam sambil mengeringkan rambutku dengan handuk kecil dan aku berhenti melihat kolam anak-anak yang pada saat itu lumayan ramai di bandingkan di kolam dewasa tiba-tiba dari arah belakangku ada sesosok pria paruh baya yang sedang duduk menyapaku”renangnya udahan mba..”sapa pria itu dengan senyuman, aku hanya menjawabnya dengan senyum dan memalingkan kembali pandanganku kearah anak-anak yang senang asiknya berenang tiba-tiba pria itu menyapaku lagi “nunggu anak nya ya mba..duduk disini aja”kata pria itu buset emg tampang aku tampak ibu-ibu pikirku nikah juga belum kata ku dalam hati aku langsung menoleh lagi k arah pria itu dan pada saat menoleh ku lihat pria itu sedang asik menikmati pemandangan dihadapannya yaitu menatap kearah bongkahan pantatku yang pada saat itu baru kusadari bahwa baju renangku yang sangat ketat dan basah itu nyelip diantara gundukan pantatku dan saat aku melihat kearah bawah ternyata bagian depanpun sama sedikit nyelip ke meki ku karena aku tidak memakai cd lagi pada saat itu kepalang tanggung aku langsung membalikan badan ku ke arah pria itu dan menjawabnya “ga om aku sendirian Cuma lagi pengen liat anak-anak berenang aja pada lucu”jawabku sambil senyum “oo y udah dari sini aja liatnya kan panas kalo di situ”kata pria itu memang tempat dia duduk terlihat teduh karena berada di bawah pohon dan payung besar namun di situ kulihat hanya ada satu tempat duduk saja lalu aku menghampirinya sambil tersenyum niatnya sih Cuma buat temen ngbrol aja dari pada BT sendirian pikirku tapi aku tidak tau apa niat pria itu yang sebenrnya kepadaku.

Kita ngobrol ngaler ngidul dari pribadi sampai masalah pekerjaan Setelah cukup lama berbincang dengan pria itu aku baru tahu ternyata namanya om Robet dia sedang mengantar cucu nya yang sedang les renang selama kita ngobrol aku perhatikan mata pria itu slalu mengarah ke dada ku terkadang turun kebagian paha dan selangkangan ku karena pada saat itu aku berada di sampingnya sambil berdiri sedangkan dia duduk di kursi di sebelahku.setelah beberapa saat aku memutuskan untuk pulang karena sudah hampir sore dan saat aku akan pergi pria itu memanggilku kembali dan mengajakku untuk pulang bersama namun pada saat itu aku menolaknya karena dia bersama cucu nya dan aku tidak mau di sangka yang aneh-aneh oleh cucu nya memang cucu nya masih kecil baru menginjak kelas 2sd dan pria itupun meminta no.hp ku dengan alasan akan memberi kabar bila ada lowongan pekerjaan di perusahaan milik temannya karena pada saat kita ngobrol aku sedikit menyinggung masalah pekerjaan dan memang pada saat itu aku sudah berhenti dari pekerjaanku,setelah dipikir-pikir gada salahnya aku memberikan no.hp ku kepadanya siapa tahu dia memang benar akan memberikan pekerjaan kepadaku.

Setelah dari hari itu om Robet sering menghubungiku kita sering ngobrol bahkan dia meng add fb ku kita semakin dekat dan obrolan kita pun semakin santai tidak lagi canggung dan semakin bebas dengan apa yang kita obrolkan kita saling curhat masalah pribadi pokonya kita semakin terbuka satu sama lainnya dan dia pun menceritakan perasaannya kepadaku dia menyukaiku pada saat pertama kali dia melihatku di kolam renang dan dia sangat menyukai keindahan tubuhku entah apa yang merasuki perasaan dan pikiranku saat itu tiba-tiba aku merasakan suatu hal yang berbeda ketika om Robet mengatakan kalau body ku sangat sexy dan indah apa lagi saat memakai pakaian renang seperti pada saat pertama kali kita bertemu.lalu om Robet mengajakku bertemu kembali dengan alasan akan membicarakan pekerjaan yang akan dia berikan kepadaku dia mengajak bertemu di kolam renang karena dia beralasan sambil mengantar cucunya les berenang dan akupun menyetujuinya.

Sampai pada hari yang telah di tentukan aku bertemu dengannya aku sengaja berangkat dari rumah langsung menggunakan pakaian renang tanpa cd dan bh dan aku merangkapnya hanya dengan celana legging putih tipis dan cardigan yang aku kancingkan hanya sampai bawah dada saja kumasukan bh dan g-stringku ke dalam tas ku aku sengaja tidak membawa cd melainkan g-string karena setelang renang aku akan memakai celana legging yang sangat ketat sehingga agar pantatku terlihat lebih sexy bila menggunakan g-string dan tak lupa baju tangtop kesukaan ku ku simpan di dalam tas,sebelum berangkat kembali kulihat diriku di cermin yang cukup besar di kamarku ku lihat tubuhku terbalut baju renang yang ketat di tambah celana legging yang ketat dan cardigan yang sengaja ku buka bagian kancing atasnya agar dada ku agak terlihat dan di padu dengan highhels yg menambah kesexyan ku lalu aku berangkat menuju tempat berenang yang telah dijanjikan.

Sesampainya di tempat renang kulihat om Robet sudah menungguku di pintu masuk di melambaikan tangannya padaku aku pun langsung menghampirinya.
“ko sendirian om mna cucu ny?”tanyaku karena memang saat itu om Robet terlihat sendiri
“cucu om lagi ga enak badan jadi ga bisa ikut les”jawabnya sambil tersenum dasar ternyata ni semua Cuma akal-akalan dia saja kata ku dalam hati tapi sudah terlanjur aku ada di sini tidak apa-apalah lagian aku lagi pengen berenang.
“oo gt..”jawab ku singkat
“ya byas lah anak-anak gampang kena penyakit..langsung masuk aja yuu”jawab om Robet sambil tangan ny merangkul ke pinggangku kami pun membeli tiket masuk dan langsung menuju kolam renang om Robet memilih tempat di pojokan dekat pohon besar memang disitu rada sepi dan jarang orang yang berenang kearah situ
“San di sini aja ya biar adem”kata om Robet kepada ku
“oo y udah g apa2 tsrah om aj”jawabku
“y udah sanah kamu ganti baju dulu biar om nunggu disini”katany kepadaku
“emg ny om g akan ganti baju juga?kalau aku sih sudah pake baju renang dari rumah”jawabku heran
“om ga akan beranang om cma pengen liat kamu renang aja lagian juga om ga bisa berenang..y udah kalo kamu udah pke baju renang langsung nyebur aja sanah”kata om Robet sambil tertawa..aku pun ikut tersenym dan duduk di sebelah nya..

“loh ko malah ikut duduk emang gakan berenang?”Tanya om Robet
“ya bentar dong om nikmatin suasananya dulu”jawabku sambil membuka cardigan ku dan langsung terpampang jelas dada ku yang hampir setengahnya tidak tertutup baju renang om Robet terus memperhatikan setiap gerakan ku waktunya pertunjukan pikirku aku langsung berdiri di depan tem,pat duduk om Robet sambil membelakangi nya dan sedikit membungkuk untuk membuka leginggu dengan sengaja aku memperlihatkan keindahan pantatku dihadapan om Robet sudah bisa aku bayangkan pasti om Robet melotot tak berkedip melihat pantatku yang lalu ketika ku simpan legging besertta cardiganku di seblah om Robet.
“udah sanah berenang g usah d beresin kata om yang nungguin barang-barang km disini”kata om Robet sambil tangan nya menepuk pantatku

“aaww..apaan sih om,,y ni jg mw langsung nyebur..”jawabku sambil sedikit berteriak karena om Robet menepuk pantatku sedikit kencang sehingga membuat pantatku bergoyang
“Santi..Santi..sexy bener,,udah kamu jadi model aja cocok..”kata om Robet sambil tersenyum aku pun membalas senyum nya sambil berlalu menuju kolam dan berenang
Setelah beberapa saat aku berenang kesana kemari aku memutuskan beristirahat di pinggiran kolam namun masih berada di dalam kolam tiba-tiba om Robet menghampiriku dan berdiri di pinggir kolam dia mengajak ku ngobrol namun aku tau persis sebenarnya dia hanya ingin menikmati pemandangan dada ku yang pada saat itu terlihat sangat jelas menyembul karena aku sedang berada di dalam air tapi aku berusaha untuk cuek aja.
“ko diem udahan renangny?”Tanya om Robet sambil tetap menatap ke dada ku
“udah om agh cape..”kataku

“ya udah sini naik”kata om Robet sambil mengulurkan tangan ny kepadaku aku pun menyambut tangan om Robet sambil menaiki tangga di pinggir kolam dan ternyata pada saat aku keluar dari dalam air baju renangku yang basah semakin merekat ketat di tubuhku sampai-sampai sedikit menyelip di belahan pantat dan meki ku namun aku membiarkan semua itu.aku langsung mengambil handuk dan mengelap tubuhku setelah itu aku berbaring di sebelah om Robet dengan baju renangku yang masing menyelip di bagian meki aku biarkan seolah aku tidak menyadarinya om Robet dengan leluasa menjelajahi tubuhku dengan matanya yg terus melotot ke setiap lekukan tubuhku.

“tebel banget ya San..”kata om Robet sedikit mengejutkan ku
“apa nya om yang tebel?”kata ku sambil tidak terlalu memperhatikan ny
“ntu nya tuch ampe baju renangnya aja ke gigit gitu”jawab om Robet sambil tersenyum penuh arti
“iihh apa sich om” kataku sambil membetulkan baju renangku yang menyelip namun sebenarnya aku tidak membetulkan tetapi menarik sedikit baju renangku agar yang bagian pantatnya lebih menyelip ke belahan pantat ku.

“udah ga usah d tutup2in gda yg liat ko”kata om Robet sambil menarik tangan ku
“tapi kan om liat..ntr malah jadi pengen lagi”kata ku sambil sedikit menggoda
“emg udah pengen dari tadi juga Cuma taukt yang punya g mau kasih”kata om Robet sambil menatap kearah wajahku
“emang mau ap om?mau liat?kan udah liat dari tadi juga”kata ku belaga ga tau
“ya mau yang ntu..kalo boleh ntu juga kalo ga ya pegang-pegang dikit bolehkan”kata om Robet sambil kembali menarik tanganku

“ga om agh ntr ada yang liat ni kan di tmpat umum “kata ku sambil berdiri dan hendak mengambil handuk untuk di lilitkan di tubuhku namun tangan om Robet sangat kuat menarikku sehingga aku langsung terduduk di pangkuannya..
“disini ga akan ada yang liat San disinikan paling pojok tempatnya lagian jarang orang yang berenang ke arah sini”kata om Robet sambil tangannya memeluk erat di perutku dan dia berusaha untuk mencium bibirku entah kenapa tiba-tiba aku menyambut dengan mesra bibir om Robet dengan bibirku namun hanya beberapa saat aku langsung melepaskan dan mengalihkan dengan pembicaraan

“om katanya mau ngasih kerjaan”kata ku sambil memalingkan wajahku dari wajahnya
“gampang kalau urusan kerja besok juga bisa langsung kerja..kamu mau kerja??om mau ini”kata om Robet sambil tangan kanannya meraba kearah selangkangan ku yang membuat tubuhku merinding keenakan
“eh om ntar ada orang liat loch..”kata ku sambil menarik tangannya dari selangkangan ku yang mulai basah
“udah cuek aja lah “kata om Robet sambil tangan kirinya meremas dada ku dan menciumi leherku aku mulai terangsang dan membiarkan om Robet terus menjelajahi tubuhku dengan jari-jari dan tangannya..dia mulai memasukan jari nya ke dalam memek ku yang sudah mulai basah

“San om pengen”kata om Robet sambil terus mengocok memek ku dengan jari nya
“jangan di sini cari tempat lain aja..”kataku sambil menarik jari om Robet yang terbenam di dalam memek ku
“sebentar aja di sini om udah ga kuat”kata om Robet sambil mulai mengeluarkan dada bagian kanan ku dari baju renang karena aku pun sudah kepalang horny aku langsung merarik resleting om Robet dan mengeluarkan kontolnya yang sudah cukup tegang aku langsung mengisap kontolnya agar cepat tegang dan bisa menusuk ke memek ku.

“San hebat banget kamu..udah langsung masukin aja om ga tahan”kata om Robet sambil menarikku untuk duduk kembali di pangkuannya sesaat aku memperhatikan keadaan sekitar takut-takut ada orang yang memperhatikan kami setelah kupastikan ke adaan aman lalu aku tarik baju renang ku ke samping agar memudahkan kontol om Robet menusuk ke memek ku
“oohh…mantep banget San ini yang om tungu-tunggu dari dulu”sambil tanganya berusaha mengeluarkan dua gundukan didada ku dan mengisap ny sambil sesekali tangannya meremas dan menepuk pantatku.

“aagghh…ssshhhh..eemhhh”aku hanya dapat mendesah dan terus menggoyang-goyangkan pinggulku agar kontol nya om Robet dapat masuk lebih dalam lagi di memek ku sungguh nikmat sekali sampai pada akhirnya aku orgasme dan kami pun berganti posisi aku berdiri membungkuk membelakangi om Robet dan om Robet pun menusuk memekku dari arah belakang oohh sungguh nikmat sekali bercampur rasa was-was takut ada orang yang melihat dan aku pun mencapai orgasme kembali tidak lama di ikuti oleh om Robet yang menyemburkan sperma nya di dalam memekku terasa hangat membanjiri dinding memekku om Robet membenamkan dalam-dalam kontolnya sampai akhirnya mengecil dan mencabutnya.

“Santi..Santi..bener-bener mantep kamu”kata om Robet sambil mencium leherku aku hanya tersenyum sambil membetulkan baju renang bagian atasku ku lihat dari dalam memekku meleleh keluar sperma milik om Robet
“banyak banget om keluarnya ampe ga ketampung neh”kata ku kepada om Robet sambil memperlihatkan memekku yang masing mengeluarkan sperma om Robet dan tiba-tiba dari balik pohon yang besar keluar seseorang dengan jarring panjang dan sambil menatap dingin kearah kami orang tersebut langsung menuju kolam dan mengambil daun-daun kering yang terjatuh ke kolam dengan jarring panjang nya aku takut apakah orang itu sudah lama berada di balik pohon dan memperhatikan kami atau hanya baru lewat saja ku pandang kearah om Robet dia memberi isyarat agar aku segera pergi meninggalkan tempat itu untuk berganti pakaian aku pun langsung pergi berganti pakaian dengan pakaian yang aku bawa dari rmh tengtop dan celana legging di tambah dengan g-string dan bh namun tengtop yang ku gunakan berbahan tipis dan sangat ketat sehingga tercetak jelas wrna bh dan garis-garis tali bh ku belum lagi celana legiing ku yang ketat membentukan jelas lekuk pantat dan memek ku terlebih aku hanya menggunakan g-string.

Saat aku keluar dari kamar ganti om Robet menatapku dengan penuh nafsu ke arah bagian sensitive di tubuhku
“ayo om dah beres neh” kata ku dengan senyum menggoda om Robet hanya tersenyum melihatku dan dia pun merangkul pinggangku dan sesekali dia meremas kembali pantatku saat menuju keparkiran.aku duduk di depan di sebelah om Robet yang menyetir
“San kamu ga pake cd ya “kata om Robet sambil tangannya menarik pahaku agar sedikit terbuka
“pake ko om kenapa emangnya?”sambil menatap kearah om Robet namun membiarkan tangan om Robet mengelus memekku
“ni ko belahannya keliatan gini kaya ga pake cd”kata om Robet sambil tangannya terus mengelus memekku sambil tangan yang satunya lagi memegang kemudi
“aku pake g-string om makanya nyelip-nyelip gini”kataku sambil tersenyum
“pantesan sexy banget..kapan-kapan om mau lagi ya”kata om Robet sambil tangannya naik kearah dadaku dan meremas dada ku pada saat lampu merah
“jangan lupa kerjaan nya”kataku sambil sedikit memasang wajah cemberut namun membiarkan tangan om Robet terus berusaha mengeluarkan dada ku dari balik tengtop dan bh ku
“iya gampang soal kerjaan bisa di atur tapi ni buka dulu dong om pengen liat”kata om Robet sambil menarik tali tengtopku
“ntr kliatan dari luar loch om”kata ku malu-malu
“tenang aja kacanya gelap g bakal keliatan dari luar” kata om Robet sambil terus mengemudi akhirnya aku membuka tengtop dan bh ku sepanjang perjalanan pulang aku telanjang dada dan sesekali om Robet meremas dan juga mengisap dada ku sampai tak terasa aku sudah berada di depan komplek rumah ku aku bergegas berpakaian kembali namun om Robet melarangnya
“San km kn bawa cardigan berani g cma pake krdigan aja ga ush pake tengtop sama bh lagi ntr”kata om Robet
“emg kalo aku berani om mau ngasih ap?tantang ku kepada om Robet
“kalo kamu berani ni buat kamu”kata om Robet sambil memberikan amplop coklat yang lumayan tebel aku tau itu berisi uang tapi aku tidak tahu nominalnya
“ok..sapa takut..”jawabku dengan senyum nakal sambil langsung menyambar amplop yang di berikan om Robet
Aku langsung menggunakan cardiganku dan membuka pintu mobil namun pada saat hendak keluar mobil om Robet menarikku lagi dia langsung mengeluarkan dada bagian kanan ku dan langsung melahapnya dengan keadaan pintu mobil terbuka
“udah om nanti lagi..belum puas ya..”kataku manja sambil mendorong kepala om Robet dari dada ku
“ya om pengen lagi..”kata om Robet sambil tannya memegang kembali memekku
“ya nanti ya jangan sekarang aku mau pulang”kata ku sambil membetulkan kembali cardiganku
“ok tapi nanti kalo ketemu lagi kamu pake pakean kaya gini lagi aja ya om suka”kata om Robet
“ya yang penting jangan lupa ma janjinya”kata ku sambil ngeloyor keluar mobil
“ok sayang tunggu aja kabarnya ya..”kata om Robet sambil nepuk pantatku

Aku pun pergi meninggalkan mobil om Robet berjalan masuk menuju komplek rumahku memang pada saat itu sore hari jalan sangat ramai dengan orang-orang yang sedang menikmati suasana sore hari di komplek ku tidak sdikit para laki-laki tua at pun muda menatap ku seolah aku sedang telanjang namun aku biarkan saja memang saat itu aku menyadari bahwa belahan memek dan pantatku membentuk jelas karena celana legging yang ku pakai sangat ketat belm lagi belahan dada ku dan puting dada ku yang menonjol dari balik cardigan yang ku gunakan membuat mata laki-laki tak dapat berkedip sedikitpun aku pun menanggapi hal itu dengan santai dan membiarkan hal itu terjadi begitu saja sampai aku masuk ke dalam rumah dan beristirahat.

Permainan Games Seru Dan Menguntungkan Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino

CERITA ASIK DEWASA : CERITA SEX DOKTER DENGAN PASIEN HOT MONTOK

CERITA SEX DOKTER DENGAN PASIEN HOT MONTOK

Rose :

Cerita Asik Dewasa : Cerita Sex Dokter Dengan Pasien Hot Montok :
Telah masuk tahun ketiga saya buka praktek disini seluruhnya jalan biasa-biasa saja layaknya, layaknya praktek dokterr umum yang lain. pasien beragam usia serta status sosialnya. biasanya datang ke area praktekku dengan keluhan yang juga tidak ada yang istimewa. flu, radang tenggorokan, sakit perut, maag, masalah pencernaan, dan lain-lain.

akupun tidak ada problem jalinan dengan beberapa pasien. biasanya mereka senang atas hasil diagnosisku, apalagi beberapa besar pasien adalah pasien “langganan”, berarti mereka telah berkali-kali konsultasi kepadaku perihal kesehatannya. serta, saat saya iseng memeriksa file-file pasien, saya baru mengerti bahwa 70 persen pasienku yaitu ibu-ibu muda yang berusia antar 20 - 30 th.. tak tahu mengapa saya kurang tahu.

“mungkin dokter ganteng serta baik hati” kata Rini,suster yang sepanjang ini membantuku.

“ah anda. dapat aja”

“bener dok” timpal Siti,yang bertugas mengurus administrasi praktekku.

oh ya, sehari-hari saya dibantu oleh ke-2 wanita itu. mereka seluruh telah menikah. saya juga telah menikah serta mempunyai satu anak lelaki usia 2 th.. umurku saat ini menyambut 30 th..

saya juga berdasar teguh pada sumpah serta norma dokter saat menangani beberapa pasien. penuh perhatian mendengarkan keluhan mereka, juga saya tidak “pelit waktu”. barangkali factor inilah yang bikin beberapa ibu muda itu datang ke tempatku. di antara mereka apalagi tidak mengeluhkan perihal penyakitnya saja, namun juga tentang kehidupan tempat tinggal tangganya, hubungannya dengan suaminya. saya menanggapinya dengan profesional, tidak pingin melibatkan dengan pribadi, dikarenakan saya menyukai isteriku.

seluruhnya jalan layaknya biasa, lumrah, hingga satu hari datang ny. Rose ke meja praktekku..

kuakui wanita muda ini memanglah cantik serta seksi. berkulit kuning bersih, layaknya biasanya wanita keturunan tiong-hwa, parasnya serupa bintang film hongkong yang saya lupa namanya, langsing, lumayan tinggi, serta …. inilah yang mencolok : dadanya demikian menonjol ke depan, membulat tegak, terlebih sore ini dia kenakan blouse bahan kaos yang ketat bergaris horsontal kecil2 warna krem, yang semakin mempertegas keindahan wujud sepasang payudaranya. dipadu dengan rok mini warna coklat tua, yang bikin sepasang kakinya mulusnya semakin “bersinar”.

dari kartu pasien tercantum Rose namanya, 28 th. umurnya.

“kenapa bu. ” sapaku.

“ini dok. sesak bernafas, hidung mampet, trus perut saya mules”

“kalau menelan suatu hal sakit engga bu “

“benar dok”

“badannya panas ?”

telapak tangannya ditempelkan ke dagunya.

“agak anget kayanya”

kayanya radang tenggorokan.

“trus mulesnya. kebelakang terus engga”

“iya dok”

“udah berapakah kali dari pagi”

“hmmm. 2 x”

“ibu ingat makan apa saja tempo hari ?”

“mmm terasa engga ada yang istimewa. makan biasa saja di rumah”

“buah2 an ?”

“oh ya. tempo hari saya makan mangga, 2 buah”

“coba ibu baring disitu, saya perika dulu”

sekilas paha putih mulusnya tersingkap saat ibu muda ini menaikkan kakinya ke depan yang memanglah agak tinggi itu.

layaknya biasa, saya dapat memeriksa pernafasannya dulu. saya pernah bingung. bukan hanya dikarenakan dadanya yang terus menonjol meskipun dia berbaring, namun semestinya dia menggunakan pakaian yang ada kancing ditengahnya, agar saya mudah memeriksa. kaos yang dipakainya tidak berkancing.

stetoskopku telah kupasang ke kuping

ny. Rose rupanya tahu kebingunganku. dia tidak kalah bingungnya.

“hmmm bagaimana bu”

“eh.. hmmm.. gini saja ya dok” tuturnya sembari agak sangsi melepas ujung kaos yang tertutup roknya, serta menyingkap kaosnya tinggi-tinggi hingga di atas puncak bukit kembarnya. kontan saja perutnya yang mulus serta cup bhnya terlihat.

oohh. bukan hanya main indahnya tubuh ibu muda ini. perutnya yang putih mulus rata, dihiasi pusar di dalamnya serta bh krim itu terlihat ketat melekat pada buah dadanya yang ampuun.. putihnya. serta menjulang.

sejenal saya menenangkan diri. saya telah biasa sesungguhnya lihat dada wanita. namun saat ini, langkah ibu itu buka kaos tidak biasa. tidak dari atas, namun dari bawah. saya terus berlaku profesional serta memanglah tidak ada sedikitpun niatan untuk berbuat lebih.

bila wanita didalam posisi berbaring, jelas dadanya dapat terlihat lebih rata. namun dada nyonya muda ini lain, belahannya terus terbentuk, seperti lembah sungai diantara 2 bukit.

“maaf bu ya.. ” kataku sembari menyingkap lagi kaosnya lebih keatas. tidak ada maksud apa-apa. supaya saya lebih leluasa memeriksa tempat dadanya.

“engga apa-apa dok” kata ibu itu sembari membantuku menahan kaosnya dibawah leher.

dikarenakan situasi tempat dadanya yang menggelembung itu dengan sendirinya stetoskop itu “harus” menempel-nempel juga ke lereng-lereng bukitnya.

“ambil nafas bu. ”

meskipun tanganku tidak menyentuh segera, melewati stetoskop saya bisa rasakan begitu kenyal serta padatnya payudara indah ini.

jelas, banyak lender di saluran pernafasannya. ibu ini menderita radang tenggorokan.

“maaf bu ya.. ” kataku sembari mulai memencet-mencet serta mengetok perutnya. prosedur standar mendiagnosis keluhan perut mulas.

jelas, tak hanya mulus serta halus, perut itu kenyal serta padat juga. bila yang ini tanganku merasakannya segera. 

jelas juga, gejalanya khas disentri. penyakit yang memanglah tengah musim berbarengan tibanya musim buah.

“cukup bu. ”

Rose bangkit serta turunkan kakinya.

“sakit apa saya dok” tanyanya. pertanyaan yang biasa. yang tidak biasa yaitu Rose tetap membiarkan kaosnya tersingkap. belahan dadanya semakin tegas dengan posisnya yang duduk. ada perihal lain yang juga tidak biasa. rok mini coklatnya semakin tersingkap memperlihatkan sepasang paha mulus putihnya, dikarenakan kakinya menjulur ke bawah meraih-gapai sepatunya. sungguh panorama yang sangat indah.

“radang tenggorokan serta disentri”

“disentri ?” tuturnya sembari perlahan mulai turunkan kaosnya.

“benar, bu. engga apa-apa kok. kelak saya kasih obat” meskipun dada serta perutnya telah tertutup, wujud badan yang tertutup kaos ketat itu terus enak dilihat.

“karena apa dok disentri itu ?” sepasang pahanya tetap terbuka. ah ! mengapa saya lantas nakal begini ? sungguh mati, baru saat ini saya “menghayati” wujud tubuh pasienku. apa dikarenakan pasien ini memanglah luar biasa indahnya ? atau dikarenakan langkah buka baju yang tidak sama ?

“bisa dari bakteri yang ada di mangga yang ibu makan kemarin” Rose telah turun dari pembaringan. tinggal lutut serta kaki mulusnya yang tetap “tersisa”

oo.. ada lagi yang dapat di nikmati, goyangan pinggulnya pada saat dia jalan kembali ke area duduk. saya baru mengerti bahwa nyonya muda ini juga pemilik sepasang bulatan pantat yang indah. hah ! saya semakin kurang ajar. ah engga.. saya tidak berbuat apa pun. hanya tidak melupakan panorama indah. tetap lumrah.
saya berikan resep.

“sebetulnya ada lagi dok”

“apa bu, kok engga sekalian tadi” saya telah siap berkemas. ini pasien paling akhir.

“maaf dok.. saya cemas.. emmm.. ” diam.

“khawatir apa bu “

“tante saya kan dulu terkena kangker payudara, saya cemas. ”

“setahu saya. itu bukan hanya penyakit keturunan” kataku memotong, telah siap2 akan pulang.

“benar dok”

“ibu rasakan keluhan apa ?”

“kalau saya ambillah nafas panjang, merasa ada yang sakit di dada kanan”

“oh. itu masalah pernafasan dikarenakan radang itu. ibu rasakan ada satu benjolan engga di payudara” tanpa disadarinya ibu ini memegang buah dada kanannya yang benar2 montok itu.

“saya engga tahu dok”

“bisa ibu periksa sendiri. sarari. periksa payudara sendiri” kataku.

“tapi saya kan engga meyakini, benjolan yang kaya apa.. ”

apakah ini bermakna saya mesti memeriksa payudaranya ? ah engga, bisa-bisa saya dituduh pelecehan seksual. saya serba salah.

“begini saja bu, ibu saya tunjukin langkah memeriksanya, kelak dapat ibu periksa sendiri di tempat tinggal, serta laporkan akhirnya pada saya”

saya memeragakan langkah memeriksa kemungkinan ada benjolan di payudara, ambil boneka manequin sebagai jenis.

“baik dok, saya dapat periksa sendiri”

“nanti bila obatnya habis serta tetap ada keluhan, ibu dapat balik lagi”

“terima kasih dok”

“sama-sama bu, selamat sore”

wanita muda cantik serta seksi itu berlalu.

lima hari lantas, ny Rose muncul lagi di area praktekku, juga sebagai pasien paling akhir. saat ini ia kenakan blouse berkancing yang juga ketat, yang juga menonjolkan buah kembarnya yang memanglah prima memiliki bentuk, bukan hanya kaos ketat layaknya kunjungan lantas. tetap dengan rok mininya.

“gimana bu. telah baikan”

“udah dok. jika nelen telah engga sakit lagi”

“perutnya ?”

“udah enak”

“syukurlah … trus, apa lagi yang sakit ?”

“itu dok.. hhmmm.. kecemasan saya itu dok”

“udah di check belum.. ?”

“udah sih. hanya …” dia tidak melanjutkan kalimatnya.

“cuman apa. ”

“saya engga meyakini apa itu benjolan atau bukan hanya.. ”

“memang merasa ada, gitu “

“kayanya ada kecil. namun ya itu. saya engga yakin”

mendadak saya berdebar-debar. apa benar dia minta saya yang memeriksa. ? ah, janganlah ge-er anda.

“maaf dok.. apa dapat …. saya pingin yakin” tuturnya lagi sesudah sebagian waktu saya berdiam diri.

“maksud ibu, pingin saya yang periksa” kataku tiba2, layaknya di luar kontrol.

“eh.. iya dok” tuturnya sembari senyum tidak tebal malu2. berwajah merona. senyuman manis itu semakin mengingatkan pada bintang film hongkong yang saya tetap juga tidak ingat namanya.

“baiklah, bila ibu yang minta” saya semakin deg-degan. ini namanya rejeki nomplok. sebentar lagi saya dapat merabai buah dada nyonya muda ini yang bulat, padat, putih serta mulus !

oh ya. lin chin shia nama bintang film itu, bila engga salah eja.

tanpa disuruh Rose segera menuju area periksa, duduk, mengangkat kakinya, serta segera berbaring. berdegup jantungku, pada saat dia mengangkat kakinya ke pembaringan, sekilas cd-nya tampak, hitam juga warnanya. ah. paha itu lagi. semakin membuatku nervous. ah lagi, penisku bangun ! baru saat ini saya terangsang oleh pasien.

“silakan di buka kancingnya bu”

Rose buka kancing pakaiannya, semua kancing ! kembali saya nikmati panorama layaknya yang lantas, perut serta dadanya yang tertutup bh. saat ini warnanya hitam, sungguh kontras dengan warna kulitnya yang bak pualam. 

“dada kanan bu ya. ”

“benar dok”

sembari sekuatnya menahan diri, saya turunkan tali bh-nya. tidak urung jari2ku gemetaran juga. bagaimana tidak. buka bh wanita cantik, layaknya mengawali sistem fore-play saja..

“maaf ya bu. ” kataku sembari mulai mengurut. tanpa buka cup-nya, saya cuma menyelipkan ke-2 telapak tanganku. wow ! bukan hanya main padatnya buah dada wanita ini.
mengurut tepi-pinggir bulatan buah itu dengan gerakan berputar.

“yang mana bu benjolan itu ?”

“eehh. di dekat putting dok. sebelah kanannya. ”

saya menggeser cup bhnya lebih kebawah. saat ini semakin banyak sisi buah dada itu yang terlihat. semakin membuatku gemetaran. tak tahu dia rasakan getaran jari-jariku atau engga.

“dibuka saja ya dok” tuturnya tiba2 sembari tangannya segera ke punggung buka kaitan bhnya tanpa menanti persetujuanku. oohhh. janganlah dong. saya lantas tersiksa lho bu, kataku didalam hati. namun engga apa-apa lah..

cup-nya mengendor. daging bulat itu seolah terbebas. serta.. Rose memelorotkan sendiri cup-nya …

saat ini bulatan itu terlihat dengan utuh. oh indahnya … benar2 bundar bulat, putih mulus halus, serta yang membuatku tersengal, putting kecilnya berwarna pink, merah jambu !

kuteruskan urutan serta pencetanku pada daging bulat yang mengundang selera ini. jelas saja, sengaja atau tidak, berapa kali jariku menyentuh putting merah jambunya itu..

serta.. putting itu membesar. meskipun kecil namun menunjuk ke atas ! lumrah saja. wanita bila disentuh buah dadanya dapat menegang putingnya. lumrah juga bila nafas Rose sedikit memburu. yang tidak lumrah yaitu, Rose memejamkan mata seolah tengah dirangsang !

memanglah ada sedikit benjolan di situ, namun ini sih bukan hanya tanda2 kangker.

“yang mana bu ya. ” saat ini saya yang kurang ajar. pura-pura belum mendapatkan supaya dapat terus meremasi buah dada indah ini. penisku benar2 tegang saat ini.

“itu dok. cobalah ke kiri lagi.. ya. itu. ” tuturnya sembari tersengal-sengal. jelas sekali, disengaja atau tidak, Rose sudah terrangsang.

“oh. ini.. bukan hanya bu. engga apa-apa”

“syukurlah”

“engga apa-apa kok” kataku tetap terus meremasi, mustinya telah berhenti. apalagi dengan nakalnya telapak tangnku mengusapi putingnya, keras ! namun Rose membiarkan kenakalanku. apalagi dia merintih, sangat pelan, sembari merem ! untung saya cepat sadar. kulepaskan buah dadanya dari tanganku. matanya mendadak terbuka, sekilas ada cahaya kekecewaan.

‘cukup bu” kataku sembari mengembalikan cup ke tempatnya. namun …

“sekalian dok, di check yang kiri. ” tuturnya sembari menggeser bh nya ke bawah. hah ? saat ini sepasang buah sintal itu terbuka semuanya. panorama yang merangsang.. putting kirinya pun telah tegang. sesaat saya bimbang, kuteruskan, atau tidak. bila kuteruskan, ada kemungkinan saya tidak dapat menahan diri lagi, keterusan serta,,,, melanggar sumpah dokter yang sepanjang ini kujunjung tinggi. bila tidak kuteruskan, bermakna saya menampik hasrat pasien, serta terus terang rugi juga dong. saya kan pria tulen yang normal. didalam kebimbangan ini sudah pasti saya memelototi terus sepasang buah indah ciptaan tuhan ini.


“kenapa dok ?” pertanyaan yang mengagetkan.

“ah.. engga apa-apa … hanya kagum” ah ! kata-kataku meluncur demikian saja tidak termonitor. mulai nakal anda ya, kataku didalam hati.

“kagum apa dok” ini jelas pertanyaan yang rada nakal juga. telah jelas kok ditanyakan.

“indah. ” lagi-lagi saya terlepas kontrol

“ah. dokter dapat saja.. indah apanya dok” lagi-lagi pertanyaan yang tidak butuh.

“apalagi. ”

“engga kok. biasa-biasa aja” ah mata sipit itu.. mata yang mengundang !

“maaf bu ya. ” kataku lantas mengalihkan perbincangan serta hindari sorotan matanya.

kuremasi dada kirinya dengan ke-2 belah tangan, cocok prosedur.

jamanngannya makin keras serta kerap, matanya merem-melek. wah. ini sih engga beres nih. serta semakin engga beres, Rose menuntun tangan kiriku untuk geser ke dada kanannya, serta tangannya turut meremas ikuti gerakan tanganku.. jelas ini bukan hanya gerakan sarari, namun gerakan merangsang seksual. herannya saya nurut saja, apalagi nikmati.

saat rintihan Rose semakin tidak teratasi, saya cemas bila ke-2 suster itu berprasangka buruk. jikalau suster itu masuk ruangan, tetap safe, dikarenakan dipan-periksa ini ditutup dengan korden. serta. benar juga, kudengar ada orang memasuki area praktek. saya segera berikan isyarat untuk diam. Rose kontan membisu. lantas saya bersandiwara.

“ambil nafas bu ” seolah tengah memeriksa. terdengar orang itu keluar lagi.

tidak dapat diteruskan nih, reputasiku yang baik sepanjang ini dapat hancur.

“udah bu ya. tidak ada sinyal tanda kangker kok”

“dok.. ” tuturnya serak sembari menarik tanganku, mata terpejam serta mulut 1/2 terbuka. ke-2 bulatan itu bergerak naik-turun ikuti alunan nafasnya. saya tahu keinginanya. saya telah terangsang. namun periode saya melayani keinginan aneh pasienku ? di area periksa ?

gila !

tak tahu bagaimana prosesnya, tahu-tahu bibir kami telah beradu. kami berciuman hebat. bibirnya manis terasa.

saya sadar kembali. melepas.

“dok.. please. ayolah. ” tangannya meremas celana pas di penisku

“ih kerasnya.. ”

“engga dapat dong bu.. ’

“dokter telah siap gitu. ”

“iya.. memanglah.. namun periode. ”

“please dokter.. cumbulah saya. ”

saya bukannya tidak akan, bila telah tinggi begini, siapa sih yang menampik bersetubuh dengan wanita molek begini ?

“nanti saja. tunggulah mereka pulang” selanjutnya saya larut juga.

“saya telah engga tahan. ”

“sebentar lagi kok. ayo, rapiin pakaiannya dulu. ibu pura-pura pulang, kelak sesudah mereka pergi, ibu dapat kesini lagi” selanjutnya saya yang engga tahan serta berikan jalur.

“okey.. okey. bener ya dok”

“bener bu”

“kok ibu sih manggilnya, Rose saja dong”

“ya Rose” kataku sembari mengecup pipinya.

“ehhhhfff”

demikian Rose keluar ruangan, Rini masuk.

“habis dok”

dia segera berberes. rapi kembali.

“dokter belum akan pulang ?”

“belum. silahkan duluan”

“baiklah, kita duluan ya”

saya amati mereka berdua keluar, hingga hilang di kegelapan. saya mencari-cari wanita molek itu. sesuatu baby-bens meluncur masuk, lantas parkir. si tubuh indah itu muncul. saya berikan kode edipkan mata, lantas masuk ke area periksa, menanti.
Rose masuk.

“kunci pintunya” perintahku.

hingga di area periksa Rose segera memelukku, jamant sekali.

“dok …”

“ya. Rose. ”

tidak butuh kalimat lagi, bibir kami segera berpagutan. lidah yang lincah serta pakar menelusuri rongga-ronga mulutku. ah wanita ini.. betul-betul.. ehm..

sembari tetap berpelukan, Rose menggeser tubuhnya menuju ke pembaringan pasien, menumpukan pinggangnya pada pinggiran didepan, mata sipitnya tajam menatapku, menantang. gile bener..

saya tidak tahan lagi, persetan dengan sumpah, kode etik dan lain-lain. di hadapanku berdiri wanita muda cantik serta sexy, dengan style menantang.

kubuka kancing pakaiannya satu-persatu hingga semuanya lepas. tampaklah ke-2 gumpalan daging kenyal putih yang seakan sesak tertutup bh hitam yang tadi saya urut serta remas-remas. saat ini gumpalan itu terlihat lebih menonjol, dikarenakan posisinya tegak, tidak berbaring layaknya waktu saya meremasnya tadi. benar2 mendebarkan..

Rose buka blousenya sendiri sampai jatuh ke lantai. lantas tangannya ke belakang melepas kaitan bhnya di punggung. di waktu tangannya ke belakang ini, buah dadanya terlihat semakin menonjol. saya tidak tahan lagi …

kurenggut bh hitam itu serta kubuang ke lantai, serta sepasang buah dada Rose yang bulat, menonjol, kenyal, putih, bersih terlihat semuanya dihadapanku. sepasang putingnya sudah mengeras. tidak ada yang dapat kuperbuat tak hanya menyerbu sepasang buah indah itu dengan mulutku.

“ooohhh.. maaassss.. ” Rose merintih keenakan, saat ini ia memanggilku mas !

saya engga tahu daging apa namanya, buah dada bulat begini kok kenyal banget, agak sulit saya menggigitnya. putingnya juga istimewa. tak hanya merah jambu warnanya, juga kecil, “menunjuk”, serta keras. tampaknya, belum seorang bayipun menyentuhnya. Rose memanglah ibu muda yang belum mempunyai anak.

“maaaasss.. sedaaaap.. ” rintihnya saat saya menjilati serta mengulumi putting dadanya.

Rose merubah posisi bersandarnya berubah semakin ke sedang dipan serta saya ikuti gerakannya supaya mulutku tidak kehilangan putting yang menggairahkan ini. lantas, perlahan dia merebahkan tubuhnya sembari memelukku. akupun turut rebah serta menindih tubuhnya. kulanjutkan meng-eksplorasi buah dada indah ini dengan mulutku, bergantian kanan serta kiri.
tangannya yang tadi meremasi punggungku, tiba2 saat ini bergerak menampik punggungku.

“lepas dulu dong pakaiannya. mas. ” kata Rose

saya turun dari pembaringan, segera mencopoti pakaianku, semuanya. namun pada saat saya akan melepas cd-ku, Rose mencegahnya. sembari tetap duduk, tangannya mengelus-elus kepala penisku yang muncul keluar dari cdku, membuatku semakin tegang saja.. lantas, dengan perlahan dia turunkan cd-ku sampai terlepas. saya sudah telanjang bulat dengan senjata tegak siap, di depan pasienku, nyonya muda yang cantik, sexy serta telanjang dada.

“wow.. bukan hanya main.. ” tuturnya sembari menatap penisku.

wah. tidak adil nih, saya telah bugil namun dia tetap dengan rok mininya. kembali saya naik ke pembaringan, merebahkan tubuhnya, serta mulai melepas kaitan serta rits rok pendeknya. perlahan juga saya turunkan rok pendeknya. serta …. gila !

waktu menarik roknya ke bawah, saya menginginkan dapat menjumpai cd hitam yang tadi sebelum saat memeriksa dadanya, pernah kulihat sekejap. yang “tersaji” saat ini di hadapanku bukan hanya cd hitam itu, walau keduanya sama warna hitam, tetapi bulu-bulu halus tidak tebal yang tumbuh di permukaan kewanitaan Rose, tidak merata. bulu-bulu itu tumbuh tidak demikian banyak, namun alurnya jelas dari sisi sedang kewanitaannya ke arah tepi. saya semakin “pusing”

kemana cd-nya ? oh.. dia telah siap menyambutku rupanya. serta Rose kulihat senyum tidak tebal.

“ada di mobil” tuturnya menjawab kebingunganku melacak cd hitam itu.

“kapan melepasnya ?”

“tadi, sebelum saat turun

kupelorotkan roknya hingga benar2 terlepas.. saat ini tubuh ibu muda yang putih itu semuanya terbuka. nyatanya dibawah rambur kelaminnya, terlihat beberapa clit-nya yang berwarna merah jambu juga ! bukan hanya main. serta nyatanya, pahanya lebih indah bila terlihat semuanya begini. putih bersih serta bulat.

Rose lantas buka kakinya. clitnya semakin jelas, benar, merah jambu. saya segera meletakkan pinggulku diantara pahanya yang buka, merebahkan tubuhku menindihnya, serta kami berciuman lagi. tidak lama kami berpagutan, dikarenakan..

“maass.. masukin mas.. Rose telah engga tahan lagi.. ” wah. dia maunya segera saja. telah ngebet benar dia rupanya. saya bangkit. buka pahanya lebih lebar lagi, meletakkan kepala penisku pada clitnya yang memerah, serta mulai menghimpit.

“uuuuuhhhhhh.. sedaaaapppp.. ” rintihnya. walau sebenarnya baru kepala penisku saja yang masuk.

saya menghimpit lagi.

“ouufff.. pelan-pelan dong mas.. ”

“sorry …” saya kayanya tergesa-gesa. atau vag|na Rose memanglah sempit.

saya cobalah lebih bersabar, menusuk pelan-pelan, namun tentu … hingga penisku tenggelam semuanya. benar, vaginanya memanglah sempit. gesekannya sangat merasa di batang penisku. ohh enaknya..

sprei di pembaringan bikin pasien itu lantas acak2an. didepannya berderit tiap-tiap saya lakukan gerakan menusuk.

sadarkah kau ?

siapa yang anda setubuhi ini ?

pasienmu serta isteri orang !

tentunya anda tidak bisa lakukan ini.

habis, dia sendiri yang menghendaki. periode minta di check buah dadanya, salah siapa dia mempunyai buah dada yang indah ? siapa yang minta saya merabai serta memijiti buah dadanya ? siapa yang menghendaki remasannya dilanjutkan meskipun saya telah katakan tidak ada benjolan ? okey, deh. dia seluruh yang menghendaki itu. namun anda kan dapat menampiknya ? mengapa mencukupi seluruh keinginan yang tidak lumrah itu ? lagipula, anda yang minta dia agar datang lagi sesudah beberapa pegawaimu pulang. okey deh, saya yang minta dia datang lagi. namun kan siapa yang tahan lihat wanita muda molek ini telanjang di depan kita serta minta disetubuhi ?

begitulah, saya berdialog dengan diriku sendiri, sembari terus menggenjot memompa diatas tubuh telanjangnya … hingga saatnya tiba. waktunya mempercepat pompaan. waktunya puncak jalinan seks nyaris tiba. serta sudah pasti waktunya mencabut pen|s untuk dikeluarkan di perutnya, melindungi perihal yang lebih jelek lagi.
namun kaki Rose menjepitku, menahan saya mencabut penisku.

dikarenakan memanglah saya tidak dapat menahan lagi.. creetttttttt........... kesemprotkan kuat-kuat air maniku ke didalam tubuhnya, ke didalam vag|na Rose, sembari mengejang serta mendenyut ….

lantas saya rebah lemas diatas tubuhnya.

tubuh yang sangat basah oleh keringatnya, serta keringatku juga. …

oh.. baru saat ini saya menyetubuhi pasienku.

pasien yang mempunyai vag|na yang “legit”..

saya tetap lemas menindihnya saat handphone Rose yang disimpan di tasnya berbunyi. muka Rose mendadak memucat. dengan agak gugup memintaku untuk mencabut, lantas menggapai hpnya sembari berikan kode agar saya diam. memegang hp berdiri agak menjauh membelakangiku, tetap bugil, serta bicara agak berbisik. saya tidak dapat jelas mendengar percakapannya. lucu juga tampaknya, orang menelepon sembari telanjang bulat ! kuperhatikan tubuhnya dari belakang. memanglah wujud tubuh yang ideal, wujud tubuh serupa gitar spanyol.

“siapa Ros” tanyaku.

“koko, suamiku” oh.. mendadak saya jadi bersalah.

“curiga ya dia”

“ah. engga. ” tuturnya sembari menghambur ke tubuhku.

“Rose katakan, tetap belum bisa giliran, nunggu 2 orang lagi” lanjutnya.

“suamimu tahu anda kesini”

“iya dong, memanglah Rose akan ke dokter” tiba2 dia memelukku jamant2.

“terima kasih ya mas … nikmat sekali.. Rose puas”

“ah periode.. “

“iya bener.. mas hebat mainnya. ”

“ah. engga usah basa basi”

“bener mas.. jadi Rose akan lagi. ”

“ah. udahlah, kita berberes, tuh ditunggu ama suamimu”

“lain kali Rose akan lagi ya mas”

“gimana kelak saja.. entar lantas lagi”

“jangan cemas, Rose gunakan iud kok” inilah jawaban yang kuinginkan.

“oh ya.. ?”

“si koko belum pengin mempunyai anak”

kami berberes. Rose memungut bh serta blouse-nya yang tergeletak di lantai, terus kenakan blousenya, bukan hanya bh-nya dulu. nyatanya bh-nya dimasukkan ke tas tangan.

“kok bh-nya engga digunakan ?”

“entar saja deh di rumah”

“entar berprasangka buruk lho, suamimu”

“ah, dia pulangnya malem kok, tadi nelepon dari kantor”

dia mengancing blousenya satu-persatu, baru memungut roknya. sexy banget wanita muda yang baru saja saya setubuhi ini. blose ketatnya membentuk sepasang bulatan dada yang tanpa bh. buah dada itu berguncang saat dia kenakan rok mini-nya. saya terrangsang lagi … langkah Rose kenakan rok sembari sedikit bergoyang sexy sekali. terlebih saya tahu di balik blouse itu tidak ada penghalang lagi.

“kok ngliatin saja, gunakan dong bajunya”

“habis. anda sexy banget sih …”

“ah.. periode.. kok pakaiannya belum digunakan ?”

“entar ajalah. akan mandi dulu. ”

selesai kenakan pakaian, Rose memelukku yang tetap bugil jamant2 hingga bungkahan daging dadanya merasa terjepit di dadaku.

“Rose pulang dulu ya yang. kapan-kapan Rose akan lagi ya. ”

“iya.. deh. siapa yang dapat menampik.. ” namun, mengapa nih.. penisku kok bangun lagi.

“eh.. bangun lagi ya.. ” Rose nyatanya menyadarinya.

saya tidak menjawab, cuma balas memeluknya.

“mas akan lagi. ?”

“ah. anda kan ditunggu suami kamu”

“masih ada waktu kok …” tuturnya mulai menciumi wajahku.

“udah malam Rose, lain kali aja”

Rose tidak menjawab, jadi meremasi penisku yang telah tegang. lantas dituntunnya saya menuju meja kerjaku. disingkirkannya benda2 yang ada di meja, lantas saya didudukkan di meja, mendorongku sampai punggungku rebah di meja. lantas Rose naik ke atas meja, melangkahi tubuhku, menyingkap rok mininya, memegang penisku serta diarahkan ke liang vaginanya, terus Rose menghimpit ke bawah duduk di tubuhku. ..

penisku segera menerobos vaginanya..

Rose bergoyang seperti naik kuda.

sekali lagi kami bersetubuh.

saat ini Rose dapat menccapai klimaks, sebagian detik sebelum saat saya menyemprotkan vaginanya dengan air maniku …

lantas dia rebah menindih tubuhku.. lemas lunglai.

“kapan-kapan ke rumahku ya … kita main di sana.. ” tuturnya sebelum saat pergi.

 “ngaco. suamimu. ?”

“kalo dia tengah engga ada dong.. ”

baiklah, kutunggu undanganmu.

sejak “peristiwa Rose” itu, saya lantas semakin nikmati pekerjaanku. menjelajahi dada wanita dengan stetoskop membuatku lantas “syur”, walau sebenarnya sebelum saat itu, adalah pekerjaan yang menjemukan. terlebih ibu-ibu muda sebagai pasienku semakin banyak saja serta banyak diantaranya yang sexy.

Permainan Games Seru Dan Menguntungkan Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino

Facebook

Advertising

Histats