Tampilkan postingan dengan label Cerita Mesum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Mesum. Tampilkan semua postingan

Cerita Istimewa Nikmatnya Teman Pacar

CeritaDewasa 17+ : Cerita Istimewa Nikmatnya Teman Pacar - Sejak berpacaran dengan lina, Mahasiswi fakultas Hukum Universitas terkemuka di Bandung, Yang berbeda dua dengannya, Andi mulai bergaul dengan teman-teman Lina. Aktifitas lina membawanya sering berkumpul dengan anak-anak Hukum yang seperti teman-teman baru bagi andi.

Cerita Istimewa Nikmatnya Teman Pacar

Dalam Cerita Istimewa Nikmatnya Teman Pacar

Kenyataan ia satu-satunya anak ekonomi saat berkumpul dengan teman-teman lina membuatnya mudah dikenali. Dari sering berkumpul ini pula ia mulai kenal satu persatu anak Hukum. Sikapnya yang mudah bergaul membuat ia juga diterima dengan tangan terbuka oleh komunitas anak-anak Hukum.

Sebagai anak Ekonomi dan punya pengalaman organisasi lebih banyak dibandinga teman-teman Lina, membuatnya sering memberikan wawasan baru bagi anak-anak Hukum angkatan Lina. Disini juga ia menjadi kenal Lira, Yang sama seperti teman lina yang lain, sekedar kenal dengannya. Lira sering ikut datang karena statusnya sebagai pacar Boy, salah satu pentolan angkatan Lina

perkenalan lebih terjadi saat lina meminta andi mengantarnya ke kost Lira karena perlu meminjam bahan kuliah. Saat itu pun andi belum sadar Lira itu siapa, dan baru paham setelah disebutkan pacar nya Boy. Meminjam buku menjadi waktu bertamu yang lebih lama setelah anda dan lira ternyata punya selera musik yang sama. Obrolan itu masih dalam batas koridir pertemanan, Hanya bedanya setelah itu, Andi jadi lebih ingat siapa Lira, Paling tidak namanya Lira sendiri sebetulnya bukan teman akrab Lina. Bisa dikatakan beda gank, tapi hubungan mereka baik.

sering bertemu Lira. Namun, sekali lagi ini sebatas karena mereka punya selera musik yang sama. Paling tidak, saat menunggu Lina berurusan dengan orang lain, terutama dilingkunan Lina pun meresa beruntung Andi mengenal Lira karena ia jedi lebih santai mengerjakan sesuatu di kampus terutama jika ia minta andi menunggunya.

Sampai tiba masa-masa sibuk di organisasi mahasiswa Hukum yaitu pemilihan ketua badab eksekutif kepada andi, pada suatu hari lina tidak minta ditunggu lagi oleh pacarnya itu, Tapi ia minta dijemput lagi pukul empat sore, dua jam setelah rapat dimulai. Andi pun memutuskan untuk menunggu di kost-an salah satu teman yang kost didekat kampus.

Sayang, saat tiba di kost-kostan tersebut temannya sedang keluar. tak habis akal ia menuju kost-an temannya yang lain. Namun, jalan ke kost-an teman nya itu melewati kost-an Lira. Dari jalan, yang hanya berjarak sekitar 15meter dari sederetan kamar kost tersebut. Ia melihat Lira keluar dari kamarnya hendak menjemur handuk. Andi melambatkan motornya dan berharap Lira melihatnya. Dan, Harapannya terkabul. Ia Akhirnya memutuskan main di kost Lira sembari menunggu Lina selesai rapat.

"Lina lagi rapat ya?"
Lira membuka pembicaraan sambil sibuk menata rambutnya yang basah. Ia mempersilahkan Andi duduk di atas karpet karena di kamarnya memang tidak ada kursi. 

Semua perabot terletak di bawah termasuk sebidang meja kecil tempat Lira belajar

"Iya. Loe kok ngga ikut Lir?"
"Males. Gua tau pasti lama. Lagian sekarang kan yang rapat pentolan aja."
"Boy di sana juga?"
"Iyalah, dia kan proyeknya. Masa' dia ngga datang. Ini juga gue lagi ungguin dia. Janjian Ntar gue jemput jam enam. mau nonton."

Andi baru sadar kalau ini adalah malam minggu dan ia belum punya rencara. Dari tadi pandangannya tidak lepas dari rambut ikal sebahu Lira yang basah 

habis mandi. Ia hanya  bisa familiar baginya merebak dari rambut Lira yang masih basah.

"Shampo loe shampo bayi ya, Deedee kan, rasa stawbery?"
"Hahaha, kecium ya, kok tau sich?
"Yah elo Lir, gue kan juga pake Deedee. Cemen yah?"
"Buset, orang kayak loe shamponya Deedee? Lina Yang mau apa emang elo yang suka?"
"Gue udah pake shampo itu sejak SMA,"
"Hihihi..., geli gue, lucu aja, liat loe shamponya Deedee," ledek Lira sambil tertawa geli.

Keduanya terdiam sesaat. Sampai tawa Lira berderai lagi.
"Kok sama lagi sih. kita emang udah jodoh ketemu kali nih. Jodoh jadi temen gitu maksud gue."

Lira berusaha meuruskan kalimatnya karena sadar perkataannya bisa diartikan berbeda.
Keduanya memang saling nyambung awalnya karena punya selera musik yang sama.

"Mungkin kali ya..., loe bocor  sih," sahut Andi terkekeh.
Obrolan punterus berlanjut mengalir seperti sungai. Lira yang cerewet selalu punya bahan pembicaraan menarik demikian pula dengan andi. Uniknya obrolan tersebut selalu nyambung. Di tengah ngobrol andi sekali-sekali melirik dua tonjolan di dada Lira yang luar biasa ranum. Soal cewe, selera andi memang yang memiliki dada besar. Ia sudah bersyukur punya Lina yang berdada lumayan berisi, namun melihat Lira, rasanya rugi kalau diabaika, membuat darahnya berdesir kencang.

Saat melihat dari jalan tadi, Andi menemukan Lita hanya memakai kimono mandi dan sedang menjemur handuk. Ia sempat dipinta menunggu cukup lama oleh Lira karena harus berpakaian dulu. Harapannya, Lira keluar dengan pakaian lebih tertutup, tapi yang didapati adalah Lira hanya memakai tank top putih yang memamerkan ceplakan Bra nya dengan jelas hingga renda-renda di dalamnya berikut celana pendek yang membuat 3/4 pahanya terbuka.

"Eh, Lir, gue mo nanya nih..."
"Apaan?"
"Tapi jawab jujur ya..?
"Apaan dulu???
"Ya ini gue mo nanya?."
"Oke, jujur..."
"Anak-anak Hukum sebetulnya risih ngga sig gue sering ngumpul barena mereka."
"Angkatan gue???
"Iya."
"Ya ngga sama sekali. Yang suka sama loe banyak kok."
"Bener loe? Kalo cowo-cowonya gimana?"
"Ngga juga. Kenapa sih? Ya kalo ada paling yang dulu naksir Lina tapi keserobot elo?hahahaaa..."
"Sialan loe?, serius nih gue."
"Gue juga serius. Bener kok, percaya deh sama gue."
"Mereka, terutama yang cewe, malah yang gue tau pada keki sama lina."
"Keki kenapa? emang salah gue apa?"
"Maksudnya keki soalnya lina dapat cowo kayak elo."
"Emang gue kenapa?"
"Ya? loe kan sabar banget tuh mau nungguin lina, terus gabung sama kit-kita, maen bareng?"
"Gitu ya..?"
"Iya pak andi, Nih ya, gue kasih bandingan: cowo gue yang dulu, itu sama sekali ngga mau gabung. Sebates nganterin gue aja. Sombong banget, kayak ngeliat 

apaan gitu kalo kita ngumpul. Ngga tau, pembawaan anak teknik kali ya, berasa pinter sedunia."

Lira nyerocos tapi dari sorot matanya terlihat ia sangat serius.
"Dulu gue tuh sering nahan hati soalnya cowo gue itu dimongin terus temen-temen gue.
Sombong lah, belagu lah. Ya mereka sih ngmgnya baik-baik, minta gue ajak dia bergabung.
tapi cowo gue ngga mau gimana. jadi serba salah kan?"
"Anak ternik? Dani maksud loe?"
"Betul pak! Dani. Mungkin juga karena ketauan kali ya? Tapi ngga tau ah! Nah, ketika loe masuk dan mau mencoba berbaur. Temen-temen gue, ngga cewe ngga 

cowo, jelas seneng. Apalagi loe bisa nyambung. Yang cowo respek sama loe, yang cewe,.... hihihi demen."

Lira sengaja hanya sampai kata itu. Sebetulnya ia ingin bilang ke andi bahwa anak-anak, cewe-cewe tentunya, banyak yang naksir andi.
"Demen apaan?" Andi berusaha memaksa Lira memperjelas omonganya sambil tergelak.
"Ya demen.. ih, loe GR ya?" kata lira sambil menunjuk andi.
"GR apaan? kan gue cuman minta diperjelas."
"Nih ya, ada satu temen gue yang bilang berharap banget loe putus sama lina. katanya, gue mau deh, biar bekas temen juga..tuh.."
"Yang bener loe? Siapa?"
"Ngga usah gue kasih tau. Kalo perasaan loe peka, loe pasti tau deh! Eh, bener tuh, dalam hati loe pasti seneng juga kan disenengin cewe-cewe...hahaha.."
"Sialan loe!" balas andi sambil terkekeh.

Tanpa sadar, Andi mendorong paha kiri lina. Sejak perkenalan pertama mereka saat ngumpul bersama teman-teman yang lain sepuluhan bulan yang lalu. Baru kali ini mereka benar-benar saling bersentuhan secara fisik. Meski sebuah sentuhan tanpa maksud apa-apa, tak kurang Lira tertegun sejenak. Syarat sensorik di pahanya seperti mengalirkan sesuatu yang menbuatnya berdesir. hampir tidak ada yang tahu, bagian yang didorong dan disentuh andi justru bagian paling sensitif pada Lira, bagian yang mampu mengalirkan perasaan erotik dalam diri cewe berumur 20 tahun itu.

Lira berusaha tidak memandang mata andi, tapi ia tak kuasa menanhannya. Rangkaian kejadian yang hanya berlangsung sekitar satu detik itu seperti membuat tubuhnya mengalirkan darah demikian cepat.
"Eh, Lir, Sorry ya kalo terlalu keras. Ngga sakita kan?" 

Kali ini lira malah berharap andi kembali menyentuhnya. Desiran akibat sentuhan tak sengaja tadi benar-benar membuatnya mereasakan sensasi yang selami ini belum pernah ia rasakan. Tapi, ia berusaha mengendalikan diri. Pahanya yang merinding tersentuh tangan andi berusaha ia tutupi.

"Ngga kok Ndi, ngga pap, cuma kaget."
"Aduh,gue jadi ngga enak. Bukan maksud gue mau lancang ke loe kok, Lir reflek aja."
"Iya gue tau," Lira berusaha menahan agar mulutnya tidak mengatakan bahwa bagian yang andi sentuh adalah daerah paling sensitif dari tubuhnya.

Andi benar-benar jadi tidak enak dan salah tingkah. Lira bukan tidak menyadari hal tersebut. Ia kini paham, Andi memang bukan tipe cowo yang suka merayu perempuan, bukan cowo yang suka pegang-pegang perempuan sembarangan. Memang tidak salah teman-teman di kampusnya banyak yang suka pada andi. Sikapnya gentelman banget, sama sekali tidak terlihat dibuat-buat. Dan, kenyataan nya andi memang benar-benar menyesal telag berlaku kasar, menurut ukurannya, kepada seorang perempuan. Ia adalah laki-laki yang paling tidak bisa berbuat kasar pada perempuan.

"Gue juga termasuk yang dongkol sama lina, kenapa gue justru nyambung sama cowo-nya...hahahaa," Lira berusaha mencairkan suasana dengan melontarkan joke yang sejujurnya ngga lucu.

Andi puntertawa meski masih agak dipaksa. Ia bena-benar merasa bersalah karena tanpa terkontrol menyentuh paha Lira terlalu dalam. Maksudnya hanya pengakuan 'kekealahan' karena didesak soal banyak perempuan yang menyenanginya. sejujurnya ia juga suka Lira karena ia anggep perempuan yang suka bicara tanpa basa basi, apalagi dengan orang yang ia rasa bisa membuatnya nyaman. Sikapnya itu membuat Andi merasa lebih dekat dengannya, meski dengan dasar suka sebagian teman.

Dari sisi laki-laki, Andi juga terkesiap dengan sentuhannya itu. Ia jadi menyadari Lira memiliki tubuh yang kencang dengan kulit yang halus. Benar-benar membuat kelaki-lakiannya bangkit. ingin rasanya berbuat lebih dari itu. Tapi ia tidak tahu harus bagaimana. Ia juga sadar, situasi seperti ini sudah cukup sebagai tanda bahaya bagi dua insan berlainan jenis yang berada dalam satu ruangan. Hanya ia juga tak kuasa dan tak mengerti bagaimana mengehentikan. Langsung pergi, jelas akan membuat Lira marah, ia bisa menangkap bahwa Lira tidak menginginkan itu.

Masih diliputi perasaan tak menentu dan membuatnya tertegun seperti patung, Andi terkejut ketika Lira sudah menjulurkan tangan dan meraih tangannya. Tapak tangannya digenggam kedua tangan Lira dan diarahkan ke bibirnya. Dalam keadaan terbuka, Lira menciumi perlahan-lahan permukaan telapak tangan kanannya. Andi benar-benar tegang bercampur kaget. Ia tahu itu sudah lebih dari sekedar pertanda Lira menginginkan sesuatu, lebih dari sekedar sentuhan tanpa sengaja. Lira pun bukan tanpa maksud seperti itu. Ia sadar antara dirinya dan andi baru benar-benar kenal beberapa bulan belakangan. Tapi, akal sehatnya tak kuasa menahan keinginannya untuk disentuh lebih dalam oleh andi.

Andi benar-benar bimbang. Ia tahu, Lira sudah membuka gerbang dan kini dialah yang harus memainkan bola. Semua ada di tangannya. Di antara bimbang untuk meneruskan, yang artinya ia dan Lira sudah melanggar komitmen pada pasangan masing-masing, atau menghentikan, yang artinya ia bisa kehilangan kesempatan merasakan sesuatu yang selama ini sering membuat badannya bergetar dan hanya ia lampiaskan pada lina, tangannya seperti bergerak sendiri membelai pipi kiri Lira. Jantung andi berdegup kencang, bukan lagi takut Lira akan menolak, tapi sadar ia telah membuat sebuah pilihan resiko tapi sangat menyenangkan.

Lira tersenyum. Merasakan belaian lembut jemari andi di pipinya. Andi pun bergerak menyisir leher dan tengkuk Lira. Sampai di panggung, tangan kirinya ikut merangkul Lira dan seketika keduanya sudah berpelukan. Lira membenamkan seluruh tubuhnya ke andi. pelukannya bahkan lebih kuat dari andi dan pantatnya ia geser mendekat. keduanya masih duduk dilantai beralaskan sebuah karpet tebal berwarna merah. Andi mengangkat wajah Lira perlahan, Ia bisa melihat Lira tersenyum bahagia merasakan kehangatan tersebut. Andi sadar, ia melakukannya bukan untuk mengejar perasaan Lira, Tapi lebih pada nafsu. Nalurinya sebagai laki-laki berkata bahwa ini adalah kesempaan nikmatnya tubuh seksi Lira yang selama ini sudah ia kagumi.

Dalam hati ia terus membatin untuk tidak tanggung-tanggung dan ragu. Ia bertekad menunjuka pada Lira bahwa ia memang laki-laki sejati. Sambil mulai daun telinga Lira, Andi berusaha membisikan kata-kata rayuan ke telinga Lira. Glek! Mulutnya justru seperti terkunci. Semuanya sangat sulit untuk dikatakan. Balasan Lira hanya sebuah erangan manja berikut usapan halus disekujur punggung andi. Tanpa ragu ia mendekatkan bibinya yang merekah menyentuh bibir andi. Halus, lembut dan perlahan penuh perasaan, keduanya saling mengulum bibir lawannya. Berpagutan dan saling bertukar lidah membuat suasna semakin hangat.

"Ndi...," Lira berusaha mengontrol dirinya. Ia ingin terus merasakan belaian laki-laki yang dikaguminya itu.

Andi tersenyum dan menganggukkan kepalanya. ia paham ini adalah titik kebimbangan Lira. Memaksa Lira menyelesaikan apa yang ingin dikatakanya sama saja berpeluang menghentikan semuanya. ia terus mencium Lira penuh kehangatan. Tangannya mulai menggerayangi sisi kiri tubuh Lira dan berbalik ke ata menuju sebuah bongkah daging keinginan setiap laki-laki. Ia mulai dengan meraba permukaannya halus dan meremasnya pelan. Persis seperti yang ia lakukan pada lina, Sahabatnya, Beberapa tahun silam. perbuatan berdasarkan naluri yang membuat ia dan Lina hampir mengakhiri persahabatan erat yang mereka bangun sejak masuk kuliah, runtuh hanya bersisa nafsu.

Andi seperti merasakan kembali sensasi itu. Sensasi bercumbu dengan perempuan yang rela menyerahkan tubuhnya secara total pada dirinya. Sesuatu yang justru tidak ia rasakan saat melakukannya pertama kali dengan Lina. Status berpacaran membuat mereka mudah melakukan apapun seperti ciuman, pelukan, bahkan rabaa, Andai dulu ia mengabaikan pertanyaan lina apakah mereka benar melakukan hal tersebut, ia dan lina saat ini pasti sudah tak ubahnya dua insan yang saling mengejar nafsu. Tidak ada lagi keindahan persahabatan dan keagungan sebuah kedekatan yang tidak dilandasi nafsu, murni sebuah kisah sayang dua manusia yang saling membutuhkan.

Tapi dulu tindakannya tepat. Karena, ia dan Lina lebih membutuhkan tanpa berlandasan nafsu birahi. Walaupun akhirnya ia dan Lina menghentikan semunya sebelum keduanya bersatu dalam sebuah persetubuhan, perlu waktu berbulan-bulan untuk membangun kembali landasan yang telah mereka hancurkan sendiri.

Kini, terhadap Lira, Semunya berbeda. Tidak ada halangan untuk melakukan nya saat ini. Benar atau salah, itu soal nanti, karena saat ini nafsulah yang melandasi hubungan dirinya dengan Lira. Lira bukan teman dekatnya. Sejak awal ia etrtarik pada Lira karena tubuh Lira yang menggoda iman. Kalau kemudian ia menjadi dekat dengan Lira Karena sesuatu hal, itu tak ubahnya alat untuk masuk ke dalam perasaan Lira.

Remasannya ke dada Lira semakin kuat. Tanpa ragu, Ia menyisipkan jarinya dari sisi atas untuk merasakan langsung lembutnya bongkahan indah itu. Lira mengerang dan berusaha mendekap andi lebih kuat. Tangan andi meremasnya makin kuat dan semakin ia merasakan betapa kencangnya dada Lira. Kencang, halus dan terawat. Ia pun kagum kepada Lira yang menyadari bahwa bagian tubuhnya yang sedang remas andi adalah daya tarik utama dirinya, terbukti dari hasil perawatan yang dilakukannya itu. Sembari tangan kanannya meremas dada Lira, Dan lidahnya menjilati leher Lira. Tangan kirinya membuka pengait Bra di belakang. Sekali terbuka, keduanya tangannya menyusup dari bawah dan mengangkat pakaian Lira melewati leher. Dan sekejap ia langsung bisa melihat bukit besar menantang itu langsung di depan matanya. Sejenak ia kembali mengagumi keindahan yang terpampang didepan matanya itu. Dua bongkah daging yang sejak setahun lalu membuat dirinya kerap tak bisa tidur. Tak berlama-lama puting susu Lira sudah menjadi sasaran mulutnya. Kuluman bibir, gigitan kecil plus lidah membuat Lira terlonjak tak bisa menahan diri. Badannya menegang seiap andi menghisap putingnya. Ingin rasanya andi mengecup kuat area di kulit yang menutupi tonjolan dada Lira, Tapi ia sadar hal tersebut akan mempersulit posisi Lira. Apalagi Lira memohon dengan suara lirih "Jangan ada..bekasnya ...Ndi..."

Dua bukit besar itu seperti mainan baru bagi andi, Ia juga sering merasakannya dari Lina, tapi yang disodorkan Lira dua kali lebih nikmat. Lina juga keras dan kencang, tapi tidak sebesar Lira. besar tapi masih proporsional. Ia bisa merasakan puting Lira menyentuh telinganya saat ia berusaha membenamkan kepadanya ke sela-sela di antara dau bukit tersebut.

Erangan pelan mulai terdengar keras keluar dari mulut Lira. Nafas Lira mulai memburu dan matanya terpejam. Mulutnya sedikit terbuka dan setiap isapan andi di putingnya mengeras, kepalanya terlonjak kebelakang. Tangannya hanya bisa menekan kuar punggung andi. Kendali dirinya benar-benar sudah hilang tertutup kenikmatan isapan dan sapuan lidah andi di kedua payudaranya. bahkan angin dingin khas kota bandung yang kencang dari luar sudah tak terasa lagi di kulitnya. Tak hanya Lira yang terlena, Andi pun semakin bernafsu menggarap buah dada Lira yang menggairahkan itu. Sensasinya seperti  mendapatkan sebuah mainan baru. Ia menjelahi setiap titik buah dada Lira tanpa terlewatkan. Ia ingin tahu reaksi apa yang diberikan Lira setiap ia menjelajah setiap permukaan buah dada itu.

Keduanya sedikit tersentak ketika pintu kamar Lira tertutup sendiri tertiup angin kencang dari luar. Andi terdiam dan memandangi Lira sesaat.
"Geblek, lupa ditutup.." Andi langsung bangkit dan memeriksa keadaan di luar dari jendela, apakah ada mata-mata tersembunyi yang menyaksikan perbuatan mereka.
"Kunci Ndi..., Sekalian korden.." Sebut Lira dengan suaru parau dan lemah.

Lira langsung menggamit lengan andi dan memeluk laki-laki itu dan menempelkan keningnya ke dada bidang penuh bulu itu. ia bisa melihat puting buah dadanya menempel di atas perut andi.
"Ndi..., tolong...,"

Ia melepaskan tangan andi yang mengusap-usap halus punggungnya. Tangan kanannya membimbing tangan andi ke arah selangkangannya. Ia merasakan sendiri sedikit demi sedikit kewanitaannya mulai basah mengalirkan cairan hangat. Ia tahu persis telah dihinggapi nafsu.

Sejenak Lira was-was. Ia takut andi melakukannya tindakan bosoh seperti laki-laki lain yang tidak peduli fase-fase seksualitas wanita. Ia ingin dilayani juga sebagai makhluk yang juga memiliki nafsu. Selama ini, Yang ia alami hanya melayani keinginan laki-laki tanpa ada balasan dari laki-laki itu.

Tapi kekhawatirannya segera lenyap saat andi menyambut bimbingan tangannya dan mulai akitf menggerayangi daerah kewanitaannya. Dimulai dengan usapan lembut di atas daerah vaginanya yang masih tertutup dua lapisan, celana dan celana dalam. Dilanjutkan gosokan sedikit keras yang menenkan alat genitalnya. Sekali lagi, Saat andi menyentuh paha bagian dalamnya, darahnya berdesir kencang, nafsunya semakin melonjak.

Aliran darah seketika seperti mengalir deras di tengah-tengah selangkangannya. Andi pun tak mau berlama-lama menunggu. Sekali tarik, ia meloloskan celana pendek dan celana dalam yang membuar Lira makin tak berdaya telanjang bulet. Tangan andi mulai mengusap-usap klitoris dan bagian luar vaginanya. Rasanya seperti melayang setiap sapuan jemari andi mengenai alat kelaminnya itu. Dipadu permainan lidah di pitungnya. Lira semakin lemah tak berdaya. Lututnya terasa lemas yang membuat andi semakin mudah menjelajahi daerah kemaluannya karena menjadi terbuka.

Tak tahan melakukannya sambil berdiri, Lira memundurkan tubuhnya dan menjatuhkan badannya ke ranjang. Lututnya ditekuk dan kedua pahanya ia buka lebar-lebar. Andi melepas sendiri kaus yang dikenakannya dan tak menyia-nyikan pemandangan indah bibir-bibir vagina berwarna coklat muda yang terpampang didepannya. Bulu-bulu kemaluan Lira sangat terawat karena terlihat daru cukuran yang rapi. Bulu-bulu itu hanya tersisa di atas klitoris dan panjangnya tidak ada yang melebihi satu milimeter.

Sambil memeluk pinggang Lira dengan tangan kiri, Ia mulai memainkan jari kanannya di seluruh permukaan kewanitaan Lira. Pengalaman dengan Lina mengajarkannya untuk tidak langsung memasukkan jari ke dalam vagina. Ia lebih mementingkan usapan di klitoris. Dengan ibu jari dan jari tengah. ia membuka kulit penutup klitoris. Jari telunjuknya mulai meraba-raba permukaan klitoris yang menyembul berwarna merah muda. lonjakan pantat Lira terasa kuat setiap ia mengusap klitoris itu dibarengi erangan keras dari mulut Lira. Lira meremas-remas sendiri buah dadanya. Ia menahan kenikmatan luar biasa yang dirasakannya.

Puas jemarinya memainkan klitoris Lira, Lidahnya mulai bergabung. Setiap jilatan sanggup membuat Lira menjerit. Kedua pahanya berusaha menjepit kepala andi yang membuat andi semakin ganas memainkan lidahnya. Sesekali permainan itu ia gabung dengan isapan keras klitoris Lira. Tak usah ditanya reaksi Lira karena perempuan muda itu semakin berisik mengeluarkan erangan dari mulutnya. Rasanya memang gila permainan mereka, Karena jika erangan Lira terdengar sampai keluar entah apa yang akan terjadi.

Andi sudah mengarahkan lidahnya turun menuju vagina Lira ketika Lira menahan tubuh Andi dan bangkit meraih kancing celana andi dan melepasnya. bersama celana dalam, satu sorongan ke bawah langsung menjurutkan batang kemaluan andi yang sudah mengacung sejak tadi. Lira tahu, apa yang mereka lakukan adalah perbuatan bersama dan kini gilirian membelai, mencium, menjilat, dan meremas milik andi. Tak canggung ia menggenggam penis andi yang mengacung keras. Kedua tangannya mengenggam bersama, bersama besar dan penuh penis itu memenuhinya.

Satu kocokan, kini giliran andi yang terpaksa memejamkan mata merasakan nikmatnya genggaman tangan halus yang hangat itu. Dari bawah, Lira melirik ke atas dan tersenyum kepada andi yang berlutut di kasur. Ia paham arti senyum balasan andi. Tanpa berlama-lama lagi, Ia lumut batang tersebut di dalam mulutnya. Sedikit gigitan, Ia jilat seluruh permukaannya yang mengkilat itu. Urat-urat di sekujur penis andi semakin membuat nafsunya memuncak. Ingin rasanya segera merasakannya merayap di dinding vaginanya. Andi terengah merasakan isapan dan kulumannya. Masih ada sedikit rasa dongkol pada lina, kenapa temannya itu yang bisa mendapatkan laki-laki yang mampu menggetarkan hati setiap wanita itu. Di tengah usahanya memasukkan seluruh batang kemaluan andi kemulutnya, Lira hampir tersedak karena unjung kemaluan andi menyentuh pangkal rongga mulutnya sementara di luar masih tersisa. Ia semakin bernafsu mengulum penis ini. Pelan tapi pasti ia keluar masukkan penis itu di mulutnya. Lidahnya ia sentuhkan ke ujung penis yang kokoh itu. Ia paham laki-laki  amat seneng diperlakukan seperti itu. Terlihat dari paha andi yang semakin terbuka membuat penisnya makin mengacung kencang. Seketika ia melihat penis andi, Lira langsung merasakan rangsangan semakin besar dalam dirinya. Tanpa ragu ia berusaha memberikan pelayanan sempura pada andi, laki-laki yang sanggup membuatnya panas dingin meski hanya beradu pandang. Ia ingin andi merasakan kenikmatan terdalam pelayanan perempuan.
Lira memang tidak salah karena andi pun mulai merasakan apa yang diharapkannya. Baru kali ini andi merasakan perlakukan total perempuan selain lina terhadap dirinya. Apalagi saat Lira mulai menjilati dan mengulum kantung buah zakarnya. Semuanya terasa berbeda, benar-benar sensasi yang memabukkan. Selain merasakan nikmatnya kuluman dan isapan Lira, pemandangan indah sekaligus ia dapatkan. Posisi Lira yang merangkak setengah menunduk membuat bongkahan pantatnya menjulung ke atas. Pasti nikmat membenamkan penisnya ke kemaluan Lira sekaligus menggenggam dan mengusap pantat yang padat dan berisi itu.

Lira merasa belum cukup ketika andi menarik lengannya. Tapi, Ia mengikuti saja keinginan pujaan barunya itu dan menyambut kecupan hangat andi di bibirnya. Ia merebahkan tubuhnya sembari menarik andi. Lira sudah tahu kelakukan laki-laki. Jika sudah menarik dan merebahkan tubuh perempuan berarti laki-laki itu sudah ingin melakukan penetrasi.

Namun, Dugaannya meleset. Andi justru merebahkan badannya di sisi Lira. Berbaring miring, Andi mengisap lagi buah dadanya.Lira semakin kagum akan laki-laki yang satu ini, Benar-benar penuh kendali diri. Ia semakin kaget ketika jemari andi mulai bermain lagi di sekitar kemaluannya. Kali ini usapannya sedikit keras dan cepat menggosok klitorisnya. Lira menggelinjing menerima perlakuan andi. Benar-benar laki-laki penuh misteri, Pikirnya.

Laka-laki sempurna, pikir Lira menyadari betapa beruntungnya ia berhasil mendapatkan andi seperti sekarang. Bisa mendapatkan lagi sesuatu yang dulu hilang direnggut kejamnya Dani terhadap dirinya. Kalau saja ia tahu Dani hanya mempermainkannya saat itu, Tidak akan ia mau menyerahkan semua kehormatannya kepada laki-laki brengsek pengecut itu. Rasanya muak hatinya mendengar semua orang membicarakan perkawinan dani saat ia baru dua bulan memadu kasih dengan laki-laki keparat itu. Untuk Boy hadir sebagai penyelamat. Ia sayang pada laki-laki ini, Tapi kadang perasaannya tak tega melihat kebaikkan hati boy.

Tapi kali ini ia ingin total merasakan kehangatan andi. Kekagumannya membuat ia semakin senang akan apa yang dilakukan andi padanya saat ini. Menikmati usapan jemari andi yang cepat itu membuatnya ia sanggup melupakan semua pikirannya pada dua laku-laki yang telah sempat mengisi relung hatinya.

Di tengah lonjakan-lonjakan kecil menikmati permainan andi, tiba-tiba ia merasakan sekujur tubuhnya sebuah rambatan energi tiada tara yang membuat sejenak dirinya melayang. Suara-suara di sekitarnya seperti lenyap, Hanya terasa desiran tiada tara yang membuat tubuh sempat terbujur kaku sejenak dan berikutnya terlonjak-lonjak demikian kuat yang semakin lama semakin melemah frekuensi dan intensitasnya.

Matanya terpejam, Ia baru saja merasakan sensasi terbesar yang belum pernah sekalipun ia rasakan dengan laki-laki lain. Liang vaginanya pun terasa berdenyut lebih kuat dan saat semuanya belum mereda. Andi sudah menindih tubuhnya. Ia bisa merasakan bobot tubuh nya andi terutama di bagian bawah pinggangnya. Tangan andi sudah tegak di sisi buah dada Lira kekar menopong badannya sendiri. Ia bisa merasakan bagian tubuh bawah andi bergerak-gerak berusaha mengarahka acungan penisnya. Lira pun langsung meraih penis nan kokoh itu dan membimbingnya ke ujung vaginanya.

Andi tersenyum dan Lira membalasnya dengan senyuman manis diiringi anggukan penuh kepasrahan tanpa paksaan. Terasa andi mendorong kuat pantatnya dan Lira juga bisa merasakan gesekan batang kemaluan andi di dinding vaginanya. Sungguh halus dan penuh perasaan andi memasukkan penisnya ke vagina Lira. Perlahan cairan di dalam vagina melumasi permukaan penis andi. Tak ada rasa sakit sama sekali penis tersebut lebih besar ketimbang milik dani dan boy. Itu karena andi melakukannya tanpa terburu-buru dan tanpa memaksa.

Mulai terasa perih ia menarik kembali penisnya sedikit dan membenamkan lagi sampai akhir seluruh penisnya dilumut vagina Lira. sodokan pertama penis tersebut masuk seluruhnya sanggup menyentuh dalam bagian vagina Lira yang belum pernah tersentuh sebelumnya. Lira pun merasakan sekali lagi kenikmataan yang luar biasa itu. Apalagi, Andi tidak langsung memompa pantatnya cepat-cepat dan keras. Pertaam masuk penuh, Ia menahannya dan memandangi wajah Lira dan kali ini ditambah sebuah kecupan mesra. Lira seperti diawang-awang diperlakukan seperti itu. Ia merasa dirinya demikian berharga di hadapan andi.

Andi sendiri merasa telah memenangi sebuah peperangan. Penisnya yang sudah bersarang di vagian Lira adalah sebuah tanda babak hubungannya dengan Lira yang tidak akan mudah dikembalikan seperti kala. Bersatunya kedua tubuh mereka adalah ikatan emosi yang hanya bisa dirasakan oleh andi dan Lira, Tak seorangpun bisa merasakan itu.

Setelah itu, Mulailah andi menggerakkan pantatnya mengangkat dan menekan yang membuat penisnya keluar masuk bergesekan dengan liang vagina Lira. Hangat dan lembut bisa andi rasakan lewat sekuju penisnya dari dalam vagian Lira.

Lira menyambut setiap gerakan andi dengan jepitandan gerakan kecil pantatnya. Dari mulutnya keluar erangan yang semakin lama semakin keras dan cepat beirama. Lira terpejam dan mengerang dengan mulut yang sedikit terbuka sambil mendongakkan kepala membuat andi makin bernafsu. Lira semakin seksi dalam kondisi seperti itu. Lehernya yang putih dan guncangan pada buar dadanya membuat andi semakin ingin membenemkan penisnya dalam-dalam di vagina Lira. Apalagi setiap ujung penisnya menyentuh pangkal vagina Lira. Rasanya sungguh tiada tara. Derit ranjang mulai terdengar seiring semakin kuatnya sodokan andi. Tapi mereka sudah tidak peduli. Lira bukan tidak menyadari seseorang pasti ada yang mendengar deritan tersebut di bawah. Apalagi kalau teman kost yang menempati kamar di bawahnya seang berasa di kamar. Tapi ia yakin semua temannya akan maklum.

Semakin luat dan cepat sodokan andi membuat Lira merasakan lagi desakan rasa luar biasa yang akan tiba. Ia hanya bisa mencengkaram punggung andi keras-keras desiran itu semakin kuat dan mencapai puncak. Kepalanya benar-benar mendongak ke atas hingga kedua bola matanya hanya terlihat tinggal putihnya. Setelah sampai, sekali lagi ia merasakan tubuhnya ringan dan aliran darah mengalir deras ke arah vaginanya.

Dinding vaginya berdenyut kuat hingga andi juga bisa merasakannya. Andi langsung mengenhentikan gerakannya membiarkan penisnya merasakan cengkaraman kuat yang terjadi hanya beberapa detik itu. Tindakan andi juga membuat Lira merasakan kenikmatan luar biasa. kali ini terasa lebih nikmat karena denyutan vaginanya tertahan penis andi yang sedang membenami kemaluannya itu. Semakin banyak saja kekaguman LIra pada Andi. Tahu kapan ia sepenuhnya kenikmatan tersebut. Sebuah teknik bercinta yang baru kali ini Lira rasakan."Andi... Nikmat sekali...,"

Lira memeluk andi kuat-kuat dan menciumi pipi dan pundak laki-laki itu. sekali lagi andi tersenyum membalas Lira.
"Enak?"
"Banget!" Jawab Lira singkat dan tegas.
"Gaya lain...?"

Lira langsung mengangguk dan menunggu aba-aba andi gaya yang diinginkan andi.

Andi membalik badan Lira dan mengangkat badan bagian bawah Lira dengan memeluk pinggang dari belakang. Lira langsung berdebar-debar begitu tahu andi ingin melakukan gaya doggy. Missionari saja sudah sanggup mencapai pangkal vaginanya, Apalagi Doggy

Tak menunggu andi langsung memasukkan penisnya. Lira menunduk sambil menggigit bibirnya merasakan seluruh penis andi terbenam makin dalam di vaginanya. Pantatnya terangkat tinggi yang membuat andi semakin tak bisa mengendalikan birahinya. Kali ini andi langsung mendorong dengan cepat dan Lira mengikuti irama dengan mendorong pantatnya ke belakang. Keduanya sama-sama merasakan kenikmatan yang lebih dalam.

Masuk hitungan belasan menit menyodok vagina Lira, belum ada tanda-tanda dorongan andi melemah. Sebaliknya justru makin kuat, membuat Lira makin bernafsu. Tetesan peluh mulai membasahi keduanya, Namun baik Lira dan andi justru makin bersemangat. Lira, Yang bisa dua kali beruntun merasakan kenikmatan puncak saat disodok andi dari belakanng justru semakin ingin merenguk terus kenikmatan itu. Pantat dan pinggangnya makin bergerak liar membuat andi tap mampu menahan lenguhannya

Tiba-tiba ganti Lira yang berinisiatif. Ia lepaskan penis andi dari vaginany dan mendorong andi sampai terlentang. Ia langsung memanjat tubuh andi dan duduk di atas acungan penis andi yang masih kokoh berdiri. Melihar Lira bergerak naik turun, Andi tak kuasa untuk tidak meremas buah dada Lira yang terguncang-guncang. Telapaknya yang besar berusaha meraup seluruh permukaan buah dada itu, Tapi tidak pernah berhasil. Remasannya makin kuat membuat Lira makin mempercepat gerakannya.

Sekali lagi Lira harus mengaku kalah. Karena meski ia telag mencoba berbagai goyangan yang dipadu dengan gerakan naik turunnya, Justru ia yang kembali merasakan desakan kenikmatan dari liang vaginanya. Lira langsung ambruk menindih andi yang sudah siap menerimanya dengan pelukan mesra dan kecupan hangat di ubun-ubunnya.
"Kamu kuat banget Ndi.."
"Kamu di bawah lagi ya.. ?"
Lira mengangguk lemah dan menggulingkan badannya ke sisi kanan andi.

Sebelum andi memasukan lagi penisnya ke vagina Lira, Lira memberikan sesuatu yang belum pernah ia lakukan pada laki-laki manapun yaitu memasukkan penis tersebut ke mulutnya. Sebelumnya ia tidak mau mengulum penis yang sudah masuk ke vaginanya. Tapi, Untuk andi, Yang telah memberikannya kenikmatan tiada tara, Ia lakukan itu.

Puas mengulum dan menjilati penis yang dipenuhi lendir sisa persetubuhan mereka, Lira kembali merebahkan dirinya dan menyuruh andi memulai lagi aksinya. Andi langsung bergerak dan dorongan seperti saat pertama mereka memulainya yaitu perlahan dan terus semakin lama semakin kuat dan cepat. Lira sudah pasrah kalau ia harus sekali merasakan orgasme, Tapi baru ia berpikir begitu, Tiba-tiba sodokan andi terasa lebih keras dari sebelumnya, Sesaat kemudian andi mengerang panjang dan menyodokan penisnya sangat kuat beberapa kali. Lira pun bisa merasakan hangatnya muncratan sperma andi di dalam vaginanya. Andi masih terus menyodok terputus-putus dan semakin melemah. Sperma andi juga Lira rasakan mengalir keluar setiap andi nyodokan lagi penisnya. Setelah benar-benar selesai, Andi pun ambruk menindih Lira. Andi terdiam sesaat di atas buah dada idamannya itu merasakan betapa nikmat persetubuhannya dengan Lira.

Lira mengusap lembut kepala andi penuh kehangatan.
"Puas Ndi..?"
Andi hanya mengangguk. Badannya terasa lemas. Lira tersenyum bahagia mendapatkan jawaban Andi. Paling tidak, Tekadnya membuat andi merasakan kenikmatan tertinggi berhasil ia lakukannya.
"Lir, Nikmatnya benar-benar ngga ada yang nyamain..."
"Kamu juga hebat Ndi. Baru kali ini akun ngerasain orgasme..."

Keduanya pun duduk berdampingan di sisi ranjang. Lira merebahkan kepalanya di pundak Andi. Sambil membakar rokok, Andi merangkul Lira. Keduanya hany bisa terdiam dan sama-sama tidak percaya apa yang baru saja terjadi di antar mereka.

Lira masih tidak percaya ia telah melakukan hubungan Seks dengan andi, Pacar lina, Teman satu angkatannya. Meski ia memang sudah kagum pada andi sejak pertama berkenalan, tapi akhirnya sampai berhubungan intim dengan andi, Adalah sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Andi, walaupun ia juga tertarik pada Lira diawali oleh ketertarikan fisik, tetap saja apa yang baru saja ia alami benar-benar di luar dugaannya. Apalagi Lira seperti menyambut keinginan terpendam andi itu sebetulnya ia simpan dalam-dalam. Ia kenal Boy sangat menghormatinya terutama sebagai senior meski beda fakultas.

Dalam dirinya, Lira tidak bisa membayangkan bagaimana marahnya Lina yang terkenal emosional di kampus. Serupa dengan Lira, andi juga sulit membayangkan apa yang akan terjadi pada boy jika ia tahu apa yang dilakukannya dengan Lira. Boy memang pendiam dan tenang, tapi andi tahu boy adalah orng yang keras.

Andi mengeratkan rangkulannya pada Lira. Lira pun membalasnya diikuti kecupan di bibir. Tapi andi tak membalasnya yang membuat Lira binggung.
"Kenapa..?"
Andi menggeleng sambil tersebyum dan mengecup kening Lira dan mendekap Lira lebih dalam.
"Yuk ke kampus...," Ajak Andi sambil melepas pelukanya.

Lira mengangguk sambil tersenyum. Berpakaian, Kedua lantas keluar kamar bersikap biasa. Andi lebih dulu menuju motornya dilantai bawah.
"Bareng aja...," Sahut andi.
"Oke!"

Waktu saat itu menunjukan pukul 4.15 sore. Keduanya tak sadar telah jam bercumbu dan berhubungan intim. Kalau sesuai janji, Andi sebetulnya sudah terlambat. Dan memang benar, saat tiba di kampus FH, Anak-anak yang rapat sudah duduk-duduk di koridor kampus.
"Bareng Lira?" Tanya Lina tanpa curiga.
"Iya, tadi ketemu di jalan, ya sekalian aja."
"Tunggu bentar ya, 10 menit lagi."
Oke, aku tunggu di sini ya."

Di tempatnya duduk, Andi melihat Lira berdiri di samping Boy. Boy masih sibuk membahas beberapa masalah dengan teman-temannya. Lira pun melirik ke arah andi dan memberikan sebuah senyum yang manis. Keduanya memang harus kembali bersikap normal, Tapi di hati kecil mereka, Baik andi dan Lira sama-sama berharap kejadian yang mereka alami terulang kembali lagi?

Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

PokerKiukiu Deposit : 15.000Rb
http://pokerkiukiu.com/Register.aspx?ref=abongs82

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino

Bonus New Member 10%
 qqdomino
Bonus New Member 10%
 Sukaqq

Bonus Referral Hingga 20%
 BandarQiu
Bonus New Member 10%
 Ayo99


Demikianlah Untukm Artikel Yang Saya Buat Dalam Cerita Istimewa Nikmatnya Teman Pacar Dan Semoga Anda Terhibur

Cerita Sex Bunyi Dalam Gesekan Kemaluan Yang Masih Perawan

CeritaDewasa 17+ : Cerita Sex Bunyi Dalam Gesekan Kemaluan Yang Masih Perawan - Perkenalakan aq Ade (nama samaran) usia 30 thn, WNI keturunan cina-manado, tinggal di kota Semarang. Aq bekerja di pengelolaan gedung mall yang cukup besar di kota ini.

Cerita Sex Bunyi Dalam Gesekan Kemaluan Yang Masih Perawan

Dalam Kisah Cerita Sex Bunyi Dalam Gesekan Kemaluan yang Masih Perawan

Ditempat ini, aq tak hanya dikenal sebagai salah satu staf perusahaan, tapi juga orang mengenal aq sebagai ‘dokter’, walaupun aq tak pernah merasakan bangku kuliah di kedokteran, tapi karena kemampuanku untuk mengobati sebagai penyakit baik penyakit medis maupun nonmedis, mereka sering datang ke kantorku untuk berkonsultasi.

Pada suatu hari telpon di kantorku berdering. Saat kucapkan, ‘Hallo’ terdengar suara merdu dari seberang sana.

“Selamat siang, bisa bicara dengan Pak Ade?”

“Ya, saya sendiri, dengan siapa saya bicara?”

“Oh, ini Pak Ade? Pak, ini Via dari toko xxx ” Aq hanya mengiyakan, aq tau itu adalah sebuah toko handphone di mall ini.

Aq mengira dia pasti akan membicarakan masalah operasional, atau komplain tentang pengelolaan gedung ini. Ternyata dugaanku meleset.

“Ada yang bisa saya bantu Bu Via?” Aq biasa memanggil semua orang dengan sebutan Bu, baik masih muda ataupun sudah berumur, sekedar untuk formalitas.

“Saya dengar-dengar cerita tentang Bapak, saya ingin bertemu dengan Bapak, kapan Bapak ada waktu?”

“Saya selalu ada waktu Bu, silakan datang kapan saja Anda suka.”

15 menit kemudian, gadis muda berusia 22 taun ini telah ada didepanku dan menceritakan segala keluhannya. Dia merasa tidak PD dan minder dengan penampilannya, padahal menurutku dia sudah dalam segala hal, dari wajahnya yang cantik, ukuran tubuhnya sangat proporsional, kulitnya yang kuning langsat tanpa noda, hanya saja dadanya kecil, tapi paVig tidak nilai totalnya 8 (menurutku).

“Apa yang membuat Ibu berpikir demikian? Saya rasa Ibu sudah memiliki segalanya. Saya yang gemuk gini aja PD kok” Dia tersipu sambil berbisik,

“Maaf Pak, tolong jangan panggil saya Ibu, saya masih single, panggil saya Via.” Aq mengangguk.

”Dan jangan panggil aq Pak, panggil aja Ade.” Dia mengangguk.

“Dan.., kamu bisa menyimpan rahasia ngga Ade?” Aq memastikan hal itu kepadanya. Kemudian dia menceritakan, bahwa dia minder dengan dadanya yang berukuran hanya 34A.

Aq cukup kaget, karena sebelumnya aq tidak pernah menjumpai “pasien” yang mempunyai keluhan seperti ini.

“Via, jujur saja aq baru pertama kali menghadapi keluhan seperti ini. Kamu pasti tau kan, kalau selama ini aq hanya menangani pasien pasien dengan keluhan yang ‘lumrah’, Aq ngga tau bisa berhasil atau tidak. Lagipula aq punya istri, gimana aq harus menjelaskan ke istriku?” Via mengangguk dan tersenyum,

“Aq tidak akan menceritakannya kepada siapapun, aq juga malu kalau sampai orang tau. Dan aq harap kamu mau mencobanya dulu, kita ngga tau hasilnya kalau belum mencoba dulu kan?” Aq berpikir keras sebelum aq menyanggupinya.

Via tersenyum dan memberikan kartu namanya kepadaku.

“Aq tunggu kamu di rumahku malam ini jam delapan.”

Jam delapan lewat lima menit aq sudah berada di rumah Via. Rumahnya tidak begitu besar tapi terasa nyaman dan sejuk.

“Kamu tinggal sendiri di sini?” tanyaku.

“Ngga, sama temen-temen, tapi pada punya acara sendiri-sendiri ama pacarnya. Makanya aq nyuruh kamu datangnya hari ini, biar dirumah ngga ada orang. Yuk cepetan, nanti keburu temen-temen pulang” Aq mengangguk dan mengikuti Via yang melangkah ke kamarnya.

Kamarnya didominasi warna pink muda, dingin hembusan angin dari AC terasa di kulitku, membuatku merinding. Dengan malu-malu Via membuka kaos dan branya, dan aq menyuruhnya tidur terlentang. Sejenak aq agak grogi karena baru pertama kali melihat tubuh wanita selain istiku setengah telanjang, tapi bagaimana pun aq harus melaksanakan kewajibanku. Aq mulai terapi dengan memijit titik-titik darah yang berada di pundak dan dada atasnya. Setelah kurasa darahnya telah mengalir lancar, aq mulai memijit toketnya dengan pijitan yang lembut.

Toketnya kecil tetapi terasa kencang. Via memejamkan matanya dan sesekali mengeluarkan lenguhan dan erangan saat tanganku menyentuh putingnya yang berwarna coklat muda itu. Tak kusadari, adikku mulai berdiri. Bagaimanapun juga, aq sebagai manusia normal tetap bisa terangsang, apa lagi berada dalam satu ruangan dengan wanita muda yang cantik setengah telanjang dan aq sedang memijit toketnya.

“Ade.., jangan disitu terus dong mijitnya, geli..” Aq terkejut, tanpa kusadari pijitanku lebih sering berada di daerah sekitar putingnya.

“Ha? ehm.. iya.. maaf.” Via mungkin melihat wajahku yang memerah, dia tertawa dan berkata,

“hi..hi..hi.., kenapa? Kamu terangsang ya..? Ngga pa pa deh, aq juga suka kok.. Cuma agak geli aja..” kata-katanya membuatku semakin gugup.

“eh.. kayaknya hari ini cukup dulu deh Vi, mungkin besok bisa diterusin..” jawabku.

Via semakin ngakak,

“Ade.. kamu kok lugu banget sih? Nggak pa pa.. terusin aja.. Kenapa? takut ketauan istri kamu ya?”

Via merengkuhku dalam pelukannya dan mencium bibirku dengan lembut. Aq terhenyak, tapi dia kembali menarikku dan memagut bibirku dengan penuh nafsu. Dalam kebingunganku dia berbisik,

Ingin Daftar Permainan Games Judi Online Silahkan Saja Klik Dibawah Ini :

qqdomino


“Ade.., sudah lama aq menantikan hal ini.., begitu lama aq memendamnya.., aq sayang kamu Ade.. Bercintalah denganku Ade..” Aq cuma bisa duduk diam kayak orang bego.

“Aq pikir kamu salah orang Vi.. Kalau kamu pikir aq bisa membuat kamu bahagia, kamu bener-bener salah.. Aq gemuk, eemm.. barangku kecil.. terus.. ekonomiku pas-pasan, dan yang terutama, aq sudah punya istri dan anak.. Kamu becanda.. Kamu pasti becanda kan?” tanyaku tak percaya. Via tersenyum manis dan berkata,

“De, biar kujelaskan dulu.., dari dulu aq memang suka dengan pria yang bertubuh gemuk. Aq ngga peduli barangmu kecil atau apa.. kamu lihat juga dong, susuku kan kecil juga. Aq rela jadi istrimu yang kedua, dan lagian aq kan kerja juga, jadi kamu ngga usah bingung masalah perekonomian..” Jelasnya panjang lebar.

Via menatap mataku dalam-dalam, seakan ingin menunjukkan ketulusan hatinya. Kupeluk dia erat-erat, Via menciumi seluruh wajahku, dan kubalas ciumannya dengan tak kalah bernafsu.

Via membuka satu persatu kancing kemejaku lalu tangannya membelai dada dan perutku dengan lembut. Kurasakan bulu ?bulu halus di sekujur tubuhku berdiri. Sentuhan tangannya begitu lembut. Via tidak berhenti, dia memelorotkan celana panjang dan celana dalamku, lalu dengan sigap dia memegang adikku yang sudah berdiri tegak. Barangku memang tidak panjang, bahkan bisa dikatakan ukuran mini.

Via mulai mengelus-elus adikku dan mengocoknya dengan lembut. Jari-jarinya yang lentik terasa dingin saat menyentuh batang kemaluanku. Aq tak mau kalah, kulepaskan celana pendek yang dia kenakan, dan terlihat dia memakai CD semi transparant sehingga terbayang rerimbunan bulu-bulu yang tidak begitu lebat. Kuelus bukit kemaluannya dari luar CD yang ia kenakan, Via melenguh,

“ooogghhhhh.. Ade.., aq milikmu..” Aq hisap puting susunya yang telah mengeras, lalu aq mainkan dengan lidahku, kupuntir-puntir dengan bibirku sementara tangan kiriku meremas-remas toketnya yang satu lagi, dan tangan kananku menyelusup masuk di balik CD nya dan membelai bukit kemaluannya. Perlahan kubuka belahan memeknya, terasa sekali memeknya telah basah oleh cairan yang keluar terus menerus dari memeknya.

Kumainkan kelentitnya dengan jari tengahku, Via mengerang dengan sangat keras, merasakan kenikmatan yang dia terima saat ini.

“ooogghhh..ooohhh.. aaahhhh teruuss Dee, teruuss.. ooohhhhh..” Aq terus memainkan kelentitnya sambil terus menyusu padanya, sementara tangannya masih terus mengocok-ngocok kemaluanku dengan lembut, dan sesekali pegangannya agak mengencang, apabila dia merasakan kenikmatan.

Aq tak sabar lagi, jari tengahku aq masukkan sedikit demi sedikit ke dalam lubang memeknya, spontan dia berteriak dan menarik tubuhnya,

“jangan..”

Aq memandangnya dengan perasaan heran, kemudian dia berbisik di telingaku,

“I’m still virgin.., aq ngga mau perawanku hilang oleh jari, aq ingin dengan ini,” katanya sambil mengelus kemaluanku.” Lagi-lagi aq terkejut. Aq tidak menyangka masih ada gadis sekarang yang bisa menjaga keperawanannya sampai usia yang cukup matang. Dan lagi-lagi kebimbangan hadir dalam pikiranku, masa aq harus memerawaninya?

“Vi, kamu masih perawan?” tanyaku tak percaya. Dia mengangguk.

“Aq ingin memberikan mahkotaku ini kepada orang yang ku cintai. Aq sudah bilang, aq rela menjadi istri kedua. Toh nanti pada akhirnya aq akan memberikannya padamu juga, jadi untuk apa kita tunggu lama-lama?” Via mengatakan hal ini dengan mantap.

Sejenak kemudian dia merebahkan dirinya diatas kasur sambil mengangkangkan kakinya lebar-lebar.

“Aq siap untuk menerimamu sayang..” Setelah ia mengatakan ini, aq langsung berlutut di depannya dan kupeluk dia erat-erat.

Dia menciumi wajahku dan aq memulai menggesek-gesekkan batang kemaluanku di lipatan memeknya. Terasa sekali banyaknya cairan yang keluar dari liang kewanitaannya.

Perlahan-lahan kutusukkan k0ntolku ke memeknya, Via memejamkan mata sambil menggigit bibir bawahnya. Sedikit-sedikit kudorong k0ntolku, dan kurasakan ada yang sedikit mengganjal, lalu kudorong sekuat tenaga, bleess..

“Eeeggghhhh..ooouugghhh..” Via menjerit tertahan, dan terasa ada cairan hangat yang membasahi k0ntolku, mengalir keluar ke pangkal pahaku.

Lalu aq perlahan mulai menggoyangkan pantatku maju mundur dan terasa jepitan memek Via di k0ntolku. Via mulai merasakan nikmat, terlihat dari nafasnya yang memburu dan desahan-desahannya yang membuat suasana bertambah merangsang.

“mmpphh..mmpphh..oooghhh..ooghhhh.. Adeo.. teruuss.. aauughhhh..

“Aduh.. Pelan dikit Ade.. “

“Via.. oooghhhh.. nikmat banget sayang.. oouuh.. goyangin pantatnya Vi..”

“Ooouuhh.. aq ngga tahan Ade.. enak banget.. terus.. aahh.. uuhh.. aq.. aq.. ngga tahan lagi.. aahh..Ade..”

“Jangan ditahan Vi.., keluarin aja.. “

“Ade.. Auuhh.. aq sayang kamu Ade..”

serrr..serrr..serrrrr.. terasa hangat di k0ntolku saat Via mengalami orgasme.

Aq tetap menggoyangkan pantatku maju mundur semakin cepat sehingga mengeluarkan bunyi-bunyian akibat gesekan k0ntolku dengan memek Via.

Crekk..crekk..crekk..clokk.. crekkk..

Via terkulai lamas merasakan kenikmatan yang baru saja dia dapatkan, aq pun merasa akan mencapai klimaks,

“Vi, aq.. mau.. keluaarr..”

“iyaa.. Keluarin aja.. di dalem aja yahh..” beberapa detik kemudian, aq memuncratkan seluruh energiku di dalam memeknya

croott..croott.. croott.. croott.. Beberapa kali peju ku menyemprot di dalam memek Via.

Aq merebahkan diri di samping Via, dan sepintas kulihat peju ku bercampur darah perawan Via mengalir keluar dari memek Via. Kulihat wajah Via begitu damai dengan nafas yang masih agak memburu. Beberapa saat kemudian Via membuka matanya dan tersenyum kepadaku, sambil memelukku ia berkata,

“Ade, jangan tinggalkan aq yah.. Aq sayang banget sama kamu..” Aq hanya mengangguk pelan, walau di hatiku masih terdapat kebimbangan.

Sampai aq menulis cerita ini hubunganku dengan Via masih tetap berjalan tanpa ada orang yang mengetahuinya.

Istriku sempat curiga denganku, tetapi setelah kujelaskan bahwa Via adalah rekan kerja, dia percaya dan tidak pernah lagi menanyakan hal ini lagi. Untuk para netters yang ingin berbagi pengalaman dengan saya, silakan kirim email. Begitu juga bagi para netters yang ingin berkonsultasi mengenai pengobatan alternatif, juga dapat menghubungi saya via email atau telepon langsung. Terima kasih.

Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino


Demikianlah Untuk Artikel Yang Saya Buat Dalam Kisah Cerita Sex Bunyi Dalam Gesekan Kemaluan Yang Masih Perawan Semoga Anda Pun Terhibur

Cerita Sex Janda HOT Di Pinggir Jalan

CeritaDewasa 17+ : Cerita Sex Janda HOT Di Pinggir Jalan - Perkenalkan aq Wawan 23 thn. Sekarang ini aq masih kuliah di sebuah universitas dikotaku. kejadian nyata yg akan ku ceritakan kali ini terjadi sekitar 3 bulan yg lalu.


Dalam Cerita Sex Janda HOT Di Pinggir Jalan

Malam itu, aq ada kuliah malam dikampusku yg memaksaku untuk pulang sampai larut malam. Jarak rumahku dengan kampusku juga lumayan jauh, sekitar 10km. Setelah kuliah malam selesai, aq pun langsung bergegas pulang. Ditengah-tengah perjalanan aq terasa kebelet kencing, dan aq langsung menghentikan laju motorku dan aq langsung kencing di pinggir jalan di balik pohon besar.

Selesai kencing, aq pun langsung melanjutkan perjalananku. Namun baru baru beberapa meter saja dari kejahuan aq melihat ada sesosok seorang perempuan yg berdiri sendirian di pinggir jalan. Semakin mendekat sosok perempuan tersebut semakin jelas. Dan aq pun menghentikan motorku dan kutanyalah si perempuan tersebut.

“Malam mbak, lagi nunggu siapa mbak??”

Namun perempuan tersebut tdk menjawabku

“Tenang mbak, aq orang baik-baik kok mbak, aq nggak mungkin ngapa-ngapain mbak kok, perkenalkan namaku Wawan” ujarku sambil mengulurkan tanganku.

Kemudian perempuan tersebut menatapku dan barulah dia mau berbicara

“Aku Ida, kalau jam segini apa masih ada angkot lewat sini? tanyanya.
“Duh mbak ngajak bercanda aja, jam segini ya nngak mungkin ada angkot lewat sini mbak, emang mbaknya mau kemana?” tanyaku balik.
“Mau ke xxx, Mas” dia menyebutkan sebuah daerah yg dimana kebetulan aq tau tempatnya.
“Owhh… disitu mbak, aq tau tempatnya kok mbak, kalau aq anter mbak mau nggak?” tawarku.
“Emmm.. Tapi aq nggak diapa-apain kan mas?” tanyanya seakan ragu.
“Sumpah mbak, mbak pasti aman kok” jawabku.

Akhirnya dia mau aq antarkan, dan dia lalu membonceng motorku dan aq langsung menuju tempat tujuan yg di maksud sama mbak Ida. Sepanjang perjalanan aq juga mengajaknya mengobrol tentang dari mana asalnya dan kenapa kok bisa berhenti di tengah jalan seperti tadi, dan di situlah aq mengetahui kalau mbak Ida adalah seorang janda muda yg cantik

Mbak Ida juga memiliki bentuk tubuh yg ideal untuk seorang perempuan dengan tinggi badan 165cm. badan langsing dengan berat badan kira-kira 55kg dan juga bentuk dan toket yg sangat indah. Toketnya berukuran kira-kira 36b, sungguh mantap sekali. Karena waktu aq memboncengin mbak Ida, punggungku terasa menempel gundukan empuk yg aq rasakan begitu besar.

Sempat saja kemaluanku merasakan getaran sehingga membuatnya menjadi agak mengeras, namun aq berusaha mengendalikan diri. Hampir 20 menit perjalanan akhirnya sampailah di tempat tujuan yg dimaksudkan mbak Ida, dan aq pun berhenti.

“Mbak sudah sampai, Betul ini kan rumah yg mbak Ida cari?”
“Iya mas betul, makasih banyak ya mas, ini mas buat beli bensin” ujarnya sambil mengulurkan uang 100ribuan kepadaku.
“Ahh nggak usah mbak, aq iklas kok mbak, tapi aq boleh kan minta kontak bb dan juga nomer hp nya?
“Iya Boleh mas, tapi ini uangnya juga di terima ya mas” kata mbak Ida
“Udah mbak nggak usah, ini aq masih ada uang kok” jawabku.
“Ini mas pin bb ku dan juga nomer hap ku

Lalu aq langsing invite pin bb nya dan aq langsung bergegas pulang, tapi sebelum pulang aq berkata,

“Aq pulang dulu ya mbak, kapan-kapan bisa ketemu lagi kan?” tanyaku

Mbak Ida hanya mengangguk dengan seyuman manisnya, dan aq pun langsung melajukan sepeda motorku meninggalkan mbak Ida.
Esok harinya aq sempat lupa kalau aku tadi malam dapat kenalan janda baru, namun setelah aq membuka hp aq mendapati di recent updtae mbak Ida mengganti foto profilnya dengan fotonya yg terlihat sangat sexy. Di foto profilnya saat itu mbak Ida mengenakan tengtop yg menutup tubuh bagian atasnya tanpa menggunakan Bra. Sehingga terlihat toket mbak Ida yg montok dan nampak masih padat di luar baju tengtopnya di mbak Ida kenakan.

Aq pun langsung mencoba iseng-iseng menggodanya lewat chat bb mbak Ida

“Wow.. seksi banget mbak?” kataku.

Dia pun langsung membalas,

“Aaahhh… nggak kok mas,, biasa aja kok mas” jawabnya
“Beneran kok mbak…, maaf itu mbak apa nggak pakai Bra ya?? Kok toketnya mbak terlihat begitu besar”tanyaku.
“Hehe iya mas, aq dah biasa begini kok mas kalau dirumah”
“Waahhhh… asikk ya mbak kalau maen kerumah mbak, bisa lihat mbak Ida nggak pakai Bra” candaku.
“Ihh.. genit banget sih kamu, emang nggak pernah lihat yg begituan ya??” tanya mbak Ida
“Hhehe.. pernah sih mbak, tapi cuma di film, tapi kalau lihat langsung aq belum pernah mbak” jawabku.
“Kamu pengen lihat yg langsung?” tanya mbak Ida.
“Emang kalau mau lihat yg langsung lihat punya siapa mbak??? lihat punya mbak Ida boleh?” jawabku sambil tertawa
“Kalau kamu mau main kesini sekarang, rumah yg tadi malam kamu nganterin mbak, mbak tunggu mumpung ini mbak juga lagi kesepian di rumah sendiri” katanya
“Wkwkwkwkwkwk… beneran nih mbak” tanyaku seakan nggak percaya.
“Iyaa buruan, nggak pakai lama” jawabnya singkat.

Aq pun langsung bergegas meluncur ke rumah mbak Ida, dan tak sampai 45 menit aq sudah sampai di depan rumah mbak Ida. Terlihat rumah mbak Ida sangat sepi, pintu rumahnya pun terlihat juga tertutup. Namun dari arah jendela depan rumahnya, terlihat mbak Ida melambaikan tangannya kepadaku. Aq pun langsung turun dari sepeda motorku dan langsung menuju pintu depan rumah mbak Ida.

Ingin Daftar Permainan Games Judi Online Silahkan Saja Klik Dibawah Ini :

qqdomino


Tanpa menunggu lama, mbak Ida langsung membukakan pintu dan langsung mempersilahkanku masuk. Sampai didalam rumah aq dilihatkan pemandangan yg sangat indah mempesona sekali. Aq disuguhi penampilan mbak Ida yg sangat seksi dengan hanya mengenakan tengtop tanpa bra yg membungkus sebuah gundukan di dalamnya.
“Mau santai apa mau cepet” ucap mbak Ida membuka obrolan dengan nada yg erotis.

“Aaa.. aakuuuuu… ngikut mbak Ida aja” jawabku dengan tersendat-sendat sambil terus melihat tubuh mbak ida.

Tanpa menjawab lagi Mbak Ida langsung mendorongku ke kursi sofa yg berada didalam ruangan tengah rumahnya. Aq pun terlentang dan mbak Ida pun langsung menindihku dari atas. Tanpa bisa menolak lagi, aq pun mengikuti permainan mbak Ida.

Dilumat habis mulutku oleh mbak Ida dan aq pun berusaha mengimbanginya dengan pengalaman dari film xxx yg sering aq tonton. Terus kami salng berpagutan hingga suara bibir kami pun terdengar, yg membuat nafsuku bertambah melambung. Hingga aq tak kuasa menahan, tanganku mulai memegang toket mbak Ida. Aq elus-elus, hingga aq meremas-remas toketnya yg montok dan kenyal itu.

Nafsu kami berdua makin lama makin menggila, aq membalikkan tubuh mbak Ida hingga sekarang aq berada diatas tubuh mbak Ida. Aq mulai melepas tengtop mbak Ida dan keluarlah dua gundukan yg kencang dan montok tersebut.

“Sekarang kamu sudah lihat kan Wan, gimana menurutmu Wan? tanya mbak Ida dengan wajah binalnya.
“Wow… bener-bener mantap mbak, boleh aq jilatin ya mbak??” tanyaku.

Namun tanpa menunggu mbak Ida menjawab, aq langsung memainkan toketnya. Aq jilati puting susunya yg berwarna kecoklatan itu. Sambil terus menjilati puting susunya, mbak Ida mendesah di sebelah kupingku yg membuatku tambah bernafsu.

Sambil terus menjilati puting susu mbak Ida tanganku juga meremas-remas toket satunya. Terus sampai kujilati juga lehernya yg putih mulus.
Ooohhhhh.. Waannnn, kamu bikin mbak nafsu Wan,, terussss Wann… oohhhh..” desah mbak Ida.

Setelah puas memainkan toket dan leher mbak Ida, sekarang aq mulai menjilati perut mbak Ida naik turun, hingga sampai di kemaluannya yg masih terbungkus CD nya. Desahan dan erangan terus keluar dari mulut mbak Ida. Aq yg juga semakin tak kuasa langsung melepas celana dalam mbak Ida yg masih terpakai.

Dan waooowww,,, rambut kemaluan mbak Ida terawat sekali terlihat dari bentuk rambut kemaluanya dan juga selangkanganya yg sangat bersih. Kemaluan mbak Ida juga sangat menawan dengan masih berwarna merah menantang. membuatku sangat ngiler dan tanpa menunggu lama lagi, aq langsung melahap bibir kemaluan mbak Ida.

“Slllrrruupppppp………Sllllrruuppppp…..” suara jilatanku ke kemaluan mbak Ida yg membuat tubuh mbak Ida menggelinjang-gelinjang keenakan.
“Oohhhhh… uuuhhhhhh… oooohhhhh…. Wannn… benar-benar nikmat Wannn… ooohhhh” desahan keenakan yg tak kunjung henti dari mulut mbak Ida ketika aq menjilati kemaluanya.

Lidahku terus nergerilya di klitoris mbak Ida, dan jari tengahku pun kutusukkan ke dalam lubang memeknya. Pelan.. pelan.. pelaannnn… dan semakin cepat jari tengahku menusuk-nusuk lubang kemaluan mbak Ida hingga tubuh mbak Ida menggelinjang-gelinjang tak karuan. Hampir 5 menit aq memainkan kemlauan mbak Ida dan mbak Ida pun menahan tanganku dan kemudian dia bangkit.

“Wann sekarang giliran mbak ya” ujar mbak Ida

Mbak ida melepaskan celana dalamku yg masih aku kenakan, dan keluarlah batang kemaluanku yg sudah tegang mengeras tersebut.

“Gede juga ya Wan K0ntolmu, kecil-kecil tapi kontolnya gede” kata mbak Ida.

Aq hanya tersenyum dan mbak Ida langsung menjilati kepala kemaluanku. Lidah mbak Ida membuat tubuhku bergetar hebat.
“Ooohhhhh… mbaakkkk” desahku.

“Slruuuppp… slrruupppp…” suara bibir mbak Ida menyepong batang kemaluanku.

Aq pun terus mendesah mengerang mendapat sepongan yg super nikmat dari mbak Ida. Mbak Ida menjilati seluruh batang kemaluanku sampai ke buah pelerku juga nggak luput dari lahapnya. Aq hanya bisa berkata dalam hati ‘ janda cantik ini sungguh liar sekali, sambil terus menikmatinya’.

Kurang lebih empat menit mba Ida menyepong batang kemaluanku, aq sudah nggak sabar, dan aq langsung menarik tangannya dan aq balikkan tubuhnya. Mbak Ida pun tak berkata dan menurut dengan perlakuanku. Dan tanpa menunggu lama lagi, langsung ku tempelkan kepala kemaluanku di bibir kemaluan mbak Ida lalu ku gesek-gesekkan sebentar dan akhirnya dengan mudah ” shhleeeebbbbbbb…’ batang kemaluanku masuk dalam lubang kemaluan mbak Ida.

Ku genjot lubang kemaluan mbak Ida dari belakang dengan posisi nungging dengan tempo pelan. Desahan pun terdengar dan aq yg bersemangat terus menggenjot lubang kemaluan mbak Ida yg makin lama makin cepat hingga terdengar suara benturan kami ‘plookk.. plookk.. plokkk…’ dan juga desahan mbak Ida,

“Ooohhhhhh….. aaahhhhhhhhh… enakkkk Wannnn…. ooohhhh…. terussss Wann bikin mbak puas”

Sampai hampir 10 menit aq menggenjot lubang kemlauan mbak Ida, aq merasakan kalau aq akan sampai mencapai puncak. Aq coba mengontrol permainan agar aq nggak cepat keluar. Kemudian kami berganti posisi. Aq balikkan tubuh mbak Ida dan aq meminta mbak Ida sekarang diatasku. Aq pun terlentang dan mbak Ida pun yg sudah berpengalaman, dia langsung jongkok di atas batang kemlauanku, memegangnya dan langsung mengarahkannya ke lubang kemaluanya, dan kembali..

“Slhhheeebbbbbbbb…” mbak Ida berhasil memasukkan batang kemaluanku di dalam lubang kemaluanya

Mbak Ida bergoyang dengan binalnya, dia menaik turunkan tubuhnya dan memaju mundurkan pantatnya. Aq hanya pasrah dan menikmati permainan binal mbak Ida janda cantik ini hingga kurang lebih empat menit dia menggoyangku dan aq tak kuasa menahan lagi,

“Ooohhhhh…. aaakk… aakkkkuuuuu…. mauu keluaarrr mbaakkkkk” desahku.

Dan mbak Ida segera melepas batang kemaluanku dari dalam lubang kemaluanya dan langsung mengulumnya dengan liarnya. Dan beberapa saat,

“Creeett… creetttt… creetttt… cretttt…” lendir kenikmatanku menyembur dengan derasnya liang bibir mbak Ida.

Aq rasa lendir kenikmatanku menyembur sangat banyak sekali, dan mbak Ida pun tdk mengeluarkan dari mulutnya tapi dihisapanya sampai habis.
Aq dan mbak Ida kemudian tergeletak lemah bersampingan dengan masih keadaan bugil. Sambil aq membelai rambut mbak Ida,

“Kamu puas Wan??” tanya mbak Ida
“Sangat puas sekali mbak, mbak hebat sekali, kapan-kapan Wawan boleh minta lagi nggak mbak?” tanyaku balik.
“Boleh kok, tapi nanti kalau mbak yg pas pengen kamu juga harus mau lho ya?” ucap mbak Ida
“Iya mbak, pasti Wawan mau mbak, Wawan akan berusaha muasin mbak Ida kapan aja dan kapanpun mbak Ida mau” jawabku sambil mengecup kening mbak Ida.

Setelah kejadian itu kami bersitirahat sebentar sambil ngobrol sana sini dalam masih keadaan bugil. Hingga tak terasa waktu sudah sore, aq dan mbak Ida ngentot sekali lagi dengan bermacam gaya sex yg di ajarkan mbak Ida. Lalu setelah selesai aq baru pulang. kejadian itu tak berlangsung sebentar karena aq dan mbak Ida akhir-akhirnya berpacaran dan kami berdua sering melakukan fantasi seks lagi yg lebih gila dan menantang

Makasih mbak Ida ku sayang. makasih atas pengalamanya. makasih atas kepuasanya. makasih atas semuanya mbak Ida. I LOVE YOU FUULLLLLLLLL MBAK IDA. 

Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino


Demikianlah Untuk Artikel Yang Saya Buat Dalam Cerita Sex Janda HOT Di Pinggir Jalan Semoga Anda Terhibur

Cerita Gara-Gara Penunggu Pohon Tua

CeritaDewasa 17+ : Cerita Gara-Gara Penunggu Pohon Tua - Di usianya yang baru 25 tahun, Susi sdh menjadi seorang Dokter. Telah menikah dgn Fendi, yang jg seorang Dokter. Usia Susi terpaut tiga tahun dari suaminya Pasangan ini belum dikaruniai anak, mereka baru menikah selama 2 tahun.

Cerita Gara-Gara Penunggu Pohon Tua

Dalam Cerita Gara-Gara Penunggu Pohon Tua

Pada suatu hari, susi mendapatkan kabar dari kerabatnya dari solo bahwa neneknya meninggal dunia, kabar itu membuatnya sedih, karena sang nenek lah yang merawat dan membesarkannya. Krn saat susi berumur 12 tahun kedua orang tuanya tewas saat kecelakaan mobil.

Keluarga Susi terbilang keluarga yang berada. krn tdk ada yang mewarisi kekayaan orang tuanya, jg harta yang ditinggalkan neneknya. Susi menjadi pewaris tunggal harta harta itu. Salah satunya adalah sebuah Villa yang berada di daerah wisata Tawangmangu.

Setelah pemakaman neneknya dan besilaturahmi dgn kerabatnya maka Susi pun berkunjung ke villa neneknya di daerah Tawangmangu itu.

Dihari yang telah di rencanakannya itu Susi bersama suaminya Fendi mengunjungi villanya itu. Villa yang besar itu, selama ini di jaga oleh Ranu. Usianya kira kira 55 tahun. Seorang laki laki penduduk sekitar yang telah cukup lama bekerja pada neneknya. Ranu jg di beri amanah utk mengurus villa dan perkebunan keluarga itu.

Hari itu, seperti yang direncanakan Susi dan suaminya akan bermalam disitu utk beberapa hari. Kebetulan mereka telah mengambil cuti. Pasangan ini pun selalu terkesan amat mesra dan romantis. Maklum mereka pasangan muda, yang belum lama menikah.

Sore hari itu, Susi dan suaminya di temani Ranu berkeliling, Villa besar itu. Di kebun belakang villa itu, dekat paviliun, tempat Ranu tinggal, mata Susi menangkap, image pohon besar, yang rindang. Dgn akar akarnya yang sebagian keluar dari dlm tanah. seperti tak terawat. Di sana ada taburan bunga bunga.

“pak Ranu, pohon apa ini, koq tampaknya ngga terawat” tanya Susi.
“oh, ini pohon sdh tua sekali, yah memang dari dulu sdh begitu, dari zaman eyang non Susi” jawab Ranu.
“wah, sepertinya merusak pemandangan, tebang saja pak Ranu” kata Susi lagi.
“oh JANGAN.. “jawab pak Ranu keras.

Susi terkejut mendengar jawaban pak Ranu. Suaminya jg menatap pak Ranu.

” maaf, maksud saya, eyang non pernah berpesan, pohon itu tdk boleh di tebang” jawab pak Ranu.

Susi diam saja, kemudian, berjalan kembali ke depan, bersama suaminya.

” mas, aku ngga suka sama pohon itu, bulu kudukku merinding, sepertinya ada sesuatu di situ” ujar Susi pada suaminya.
“Susi, Susi, makanya kalau nonton TV, jangan acara mistis yang di tonton, kamu itu seorang dokter, pakai logika dong” jawab suaminya enteng.

Susi menatap suaminya, matanya melotot.

Suaminya pun tersenyum, lalu melumat bibir Susi,

”ah, udeh deh..” kata Susi.
“yah sdh, kalau ngga suka yah kamu tebang saja, nanti..” kata Suaminya.

Udara sangat dingin, di kawasan itu, membuat mereka bercinta di malam itu. Di mulai dgn ciuman ciuman mesra dari suaminya, serta rabaan lembut di paha mulus Susi.

Baju tidur Susi, tanpa terasa, mulai tersingkap. Menampakkan kedua paha mulusnya, serta pangkal pahanya yang masih terbalut CD putih. Bukan hanya mata suaminya yang melihat, tanpa sepengetahuan mereka ada sepasang mata yang mengintip, sepasang mata milik Ranu.

Satu sentuhan jari Suaminya, di selangkangan Susi, membuatnya mendesah keras. Jari itu terus bermain di atas CD nya. Bercak bercak basahan mulai tampak di selangkangan CD Susi.

Dgn cepat Susi melepas baju tidurnya, menyodorkan toketnya yang bulat padat, dgn putting memerah, telah menonjol keras, ke mulut suaminya.

“mas, mau nete dong.. “kata Susi dgn nafsu. Mulut Suaminya, pun menyedot putting susunya.
“ohhh … mas.. Susi, nafsu banget mas.. nikmat…” erangnya.

Suara suara erotic Susi, membuat Ranu yang mendengar samar samar, membuatnya meraba raba selangkangannya sendiri.

Fendi, masih saja, menjilati dan menyedot toket istrinya, begitu jg jarinya yang masih terus, merangsang selangkangannya.

“mas, celana Susi, di buka aja..” pintanya.

Suaminya lalu melepas CD istrinya. Dan melihat memek, dgn bulu bulu, di atasnya. Bibir memek yang rapat, dan basah.

Suaminya sdh mengerti kebiasaan Susi. Setelah tubuh Susi, bugil total, Fendi, merenggangkan ke dua belah kakinya. Lalu, dgn lidahnya, dia menjilati memek istrinya, dgn lembut.

“mass, ooohhh.. Susi.. nikmat.. . mass…” erangnya.

Suaminya terus menjilati memek istrinya.

Jari jarinya jg tak tinggal diam, jari itu bergerak memasuki liang memek istri tercintanya maju dan mundur, bergetar lembut, membuat Susi, semakin mendesah desah, menuju puncak birahinya. Lidahnya bermain di klitorisnya, sedang jarinya terus mencolok colok liang memeknya yang semakin basah.

”ooohhh…. Mas, Susi udah ngga tahan … oohh” erang Susi, yang semakin mendekati fase orgasmenya.

Jilatan suaminya semakin liar, tubuh Susi pun bergetar, mengejang, satu erangan panjang, membawanya ke puncak kenikmatannya.

Saat, Susi terbaring lemas, Fendi membuka pakaiannya. K0ntolnya tampak sdh tegang. Tanpa perlu komando, Susi segera membelai belai k0ntol suaminya itu, menjilati ujung k0ntolnya yang tegang, membuat suaminya mengerang nikmat. Susi pun mengulum kepala k0ntol suaminya, dgn nafsu.

Kepala Susi, bergerak, maju mundur, dan k0ntol itu mendapat kenikmatan yang tinggi.

“aaahhh.. sayang… aaahhhhh…” erang suaminya. Permainan Susi yang begitu, hebat, membuat suaminya melepas benihnya di mulutnya.
Tak satu tetes yang lepas dari mulut Susi, semuanya tertelan habis.

Kini mereka berbaring bersama, Susi pun kembali menciumi suaminya. Mereka bercumbu kembali, sampai k0ntol Fendi, siap kembali utk permainan babak kedua.

Kembali Susi, membuka lebar kakinya, memperlihatkan memek indah miliknya. Suaminya sdh siap, dgn k0ntolnya yang telah menegang, tepat di depan pintu memek Susi. Perlahan k0ntol itu masuk membelah bibir memek Susi.

” aaahhhh tekan … terus mas oooohhhhhh” erang Susi.

Dorongan, demi dorongan, dari k0ntol suaminya, terus membawa kenikmatan bagi Susi Pantat indahnya ikut bergoyang, selaras dgn goyangan suaminya. K0ntol Fendi terus bergerak keluar masuk, di iringin desah desah erotis dari bibir indah Susi. Walau udara dingin, tp peluh tampak membasahi dahi Fendi.

” eemmmmhhhh, Susi aku ngga tahan lagi nih …” kata suaminya.

Goyangannya pun semakin liar, dan akhirnya tubuhnya ambruk, menindih tubuh istrinya. Dan memek Susi pun di siram benih benih cinta mereka.

Kedua insan itu pun lemas, mereka tertidur, berpelukan di bawah selimut tebal.

Pagi pagi sekali, Fendi telah terlihat, berjogging di sekeliling villa. Dan Susi, hanya melihat, pemadangan sekeliling villa itu, sambil berjalan pelan. Tiba tiba, matanya kembali menatap, pohon besar yang terlihat angker itu. Tiba tiba Susi meraih kempak, yang tergeletak bersama cangkul milik Ranu.

Sambil menenten kapak itu, Susi mendekati pohon itu. Saat itu terdengar teriakan Ranu

” jangannn nonnnn…. “. Terlambat, kampak itu telak membacok dahan pohon besar itu, kulit pohon itu terluka.
Susi terdiam, matanya menatap dahan itu mengeluarkan darah segar.

Ranu berlari menghapiri Susi

”kan sdh saya bilang pohon ini tak boleh di tebang” kata Ranu dgn nada tinggi.

“kenapa Rin, ada apa, koq bengong begitu” tanya Fendi.

“darah.. darah..daraaahhhh “jawab Susi dangan suara bergetar.

Fendi menghampiri pohon itu, melihat lebih jelas, jarinya mencolek darah itu, menciumnya

” Rin, ini cuma getah pohon.. kenapa kamu ?” kata Fendi.
” Lihat, masa harus aku bawa ke lab, utk membuktikannya, ini getah pohon, warnanya kecoklatan, lihat” kata Fendi sambil memperlihatkan jarinya yang berlumuran getah pohon itu.

Susi pun berjalan, menuju villanya, dia masuk kamar, duduk dgn tenang di pinggir ranjang.

“mas, aku merasa ada sesuatu, tentang pohon itu” ujar Susi.
“sdh sdh, tenang aja, ngga ada apa apa koq, hanya perasaan kamu saja..” kata suaminya berusaha menenangkan Susi.

Malam hari itu, setelah makan malam, pasangan suami istri itu, masuk ke kamar. Fendi, berbaring di samping Susi. Tangan Susi mengelus elus dada suaminya, tp sayangnya suaminya sepertinya tak mood malam itu.

“Sus, besok saja yah, aku ngantuk sekali” kata Fendi. Susi hanya tersenyum.

Sebentar saja, Fendi telah tiba di alam mimpinya. Sedang mata Susi masih terbelak lebar. Dia hanya diam, matanya menatap langit langit kamarnya.

Tiba tiba Keanehan terjadi, Susi merasakan adanya suara suara yang memanggilnya. Namun ia tdk melihat wujut suara itu. Dgn memanfaatkan indra, pendengarannya, Susi memberanikan diri, melangkahkan kakinya, mencari sumber bunyi itu.

Dia berjalan keluar kamar, suara itu semakin jelas, kakinya terus melangkah, ke arah belakang, suara semakin jelas, dan Susi tiba di pohon angker itu. Pohon itu tampak bersinar ke hijauan. Jelas terlihat Ranu duduk bersila di bawah pohon rindang itu,
Susi diam terpaku.

“Suusssii, ke mari mendekatlah” demikian suara magis itu memanggilnya.

Susi pun melangkah dgn gontai. Setelah tubuhnya mendekat pohon itu, Ranting pohon itu bergerak, melilit tangan dan kakinya. Susi tak bisa bergerak. Lilitan pohon sangat kuat

Ranu pun berdiri, dgn wajahnya yang memerah, dan menyeringai seram. Dia mengambil dahan dari pohon angker itu. Satu sabetan telak mendarat di perutnya. Susi menjerit kesakitan, sabetan itu terasa begitu panas dan menyakitkan.

“ampun.. tolong lepaskan…” erang Susi.

“aku sdh bilang, jangan gangu pohon ini, kenapa kamu masih nekat” suara Ranu terdengar lantang.

“maaf, ampun, saya tdk ganggu lagi, tolong lepaskan saya.. “pinta Susi.

Tp yang di dapat, satu sabetan dahan pohon itu lagi, kali ini punggungnya terasa panas.

“sakit… ampunn….” jerit Susi.

Ranu menyeringai sadis, tanganya meraik gaun tidur Susi, merobeknya hingga lepas dari tubuhnya. Mata Ranu liar menatap toket Susi yang indah itu. Bekas luka sabetan dahan itu pun jelas terlihat, memanjang di perutnya. Lidah Ranu menjulur, menjilat bekas luka itu, Susi kembali menjerit jerit

” perih.. ampun… perih….” erangnya.

Ranu pun, menjilati luka di punggung Susi, membuat Susi mengeluarkan air mata, krn rasa pedih. Luka itu bagai terkena tetesan jeruk nipis. Ranu benar benar menyiksa Susi. Tubuh Susi terasa lemas, krn menangggung beban pedih itu.

Puas dgn siksaannya, Ranu membiarkan tubuh Lemah Susi, yang berdiri, terikat ranting pohon angker itu. Tiba tiba, lidah Ranu menjilati putting susu Susi. Seketika itu jg, birahi Susi menjadi tinggi. Susi mendesah kenikmatan. Lumatan mulut Ranu pada toket Susi semakin membuatnya bernafsu. Selangkangan Susi mulai terasa lembab.

Tangan Ranu, perlahan menurunkan CDnya. Dan tiba tiba, jari Ranu menyentuh memeknya, Ranu tersenyum, merasakan basah memek Susi. Dan tubuh Susi bagai terkena sengatan listrik, tubuhnya bergetar, kenikmatan.

“Susi.. Susi.. kamu suka … kamu suka Susi..” ujar Ranu.

Yang hanya bisa di jawab oleh desahan desahan Susi.

Jari Ranu pun menerobos masuk liang memek Susi, membuat Susi menjerit. Mulut Ranu melumat toket indah milik Susi, sedang jarinya bermain dgn liar, di dlm liang memeknya. Tubuh Susi tak mampu menahan nikmat yang di berikan Ranu.

Sebentar saja, Ranu telah membawa Susi ke puncak birahinya.

Tubuh Susi mengejang, kemudian dia lemas. Tubuhnya akan ambruk, tp dahan pohon itu menahan tubuhnya erat.

Ranu pun melepas celananya, memperlihatkan k0ntolnya yang hitam, besar dan panjang.

Ingin Daftar Permainan Games Judi Online Silahkan Saja Klik Dibawah Ini :


“apa, apa yang, kau kau lakukan…” kata Susi terbata bata. Ranu tersenyum sinis, Tubuhnya mendekat, sebelah kaki Susi dgn mudah di angkatnya, dan dgn sekali hentak, k0ntol besarnya telah masuk ke dlm tubuhnya. Susi menjerit keras.

“Sakkitttt” jeritnya.

Ranu hanya tersenyum, senyum kenikmatan. K0ntol itu bergerak ke luar masuk dgn liar, membuat tubuh Susi terguncang keras. Susi menjerit kesakitan, memeknya tak terbiasa dgn k0ntol besar itu.

Tp Ranu terlihat jelas, sangat menikmati tubuh Susi. Dia terus mengoyangkan k0ntolnya. Susi merasakan adanya perubahan, rasa sakitnya hilang, sepertinya memeknya tiba tiba merasakan nikmat k0ntol Ranu. Susi mengigit bibirnya, rasa nikmat itu dgn cepat menyerang tubuhnya.

Susi tak kuasa, dia mengerang, kenikmatan, seakan akan memberitahukan Ranu, dia menikmati permainan ini. Tubuhnya bergoyang, kepalanya bergerak ke kiri dan kekanan. Ranu terus mengoyang k0ntolnya. “ahhh … ahhh.. aku tak tahan… aku tak tahan…” tiba tiba Susi mengerang. Dan tubuhnya kembali mengejang, mengejet.

Susi orgasme, dan terus Ranu memacu k0ntolnya di dlm liang memek Susi. Ranu mendengus dengus, menikmati memek Susi. Tak lama Susi pun kembali mendapat orgasme, yang kemudian di susul oleh Ranu. Susi bisa merasakan jelas, panasnya cairan birahi Ranu, memasuki rahimnya.

Ranu yang telah puas melepaskan tubuh Susi. Dia tersenyum, Tangannya telah kembali memegang dahan yang tadi di gunakan utk menyabet tubuhnya. “jangan, tolong jangan pukul” ibanya. Ranu tersenyum, tangannya mengusap usap dahan pohon itu, tiba tiba saja, dahan pohon itu membesar.

Lebih besar dari k0ntol Ranu.

“kamu bersalah, kamu mesti merasakan hukuman ini” hardik Ranu.

Ranu kembali mengangkat sebelah kaki Susi. Dahan pohon yang besar itu di sodok keras ke memeknya. Susi menjerit keras, Memeknya terluka, berdarah. Susi menjerit kesakitan.

“AHHHH…. SAKITTTT ….”.

Susi terjaga, tubuhnya berkeringat, suaminya pun menenangkannya.

Paginya diam diam, dia menganalisa kejadian semalam, semuanya tampak nyata, tp dia bermimpi. Tdk ada bekas luka di perut, atau punggungnya. Yang ada jelas, sisa sisa sprema yang membasahi memeknya. Susi jelas bisa membedakan antara sperma dan cairan memeknya. Dia benar benar binggung dgn fenomena ini.

” mas, saya pikir lebih baik menjual villa ini” kata Susi, yang mebuat suaminya mengenyitkan dahinya. “jual, kamu gak salah, villa ini peninggalan eyang kamu, masa sih mau di jual?” suaminya bertanya dgn binggung.

” yah, aku serius, bisa bantu aku pasarin villa ini” kata Susi lagi.

“yah bisa saja sih, tp apa kamu yakin mau menjualnya?” tanya suaminya lagi. “yah” jawab Susi singkat
” silakan bu, pak, di minum selagi hangat” kata Ranu yang membawakan dua cangkir tah hangat.

Mata Ranu, menatap Susi. Tatapannya itu membuat Susi, tampak tegang, ada sesuatu kekuatan kasat mata, dlm tatapannya.

HP Fendi berbunyi, rupa kabar dari rumah sakit tempatnya bekerja. Rupanya ada pasien gawat yang harus segera ditangani Fendi. Padahal Fendi masih berkeinginan utk tinggal di sana bersama Susi 3-4 hari lagi.

Suaminya menanyakan pada Susi, mau ikut, atau masih mau di sini. Susi memutuskan utk tetap di villa itu. Akhirnya Fendi berangkat ke Semarang sendirian. Fendi pun berpesan pada Susi utk hati hati dan minta Ranu menjaga Susi. Ranu pun dgn senang hati menerima pesan Fendi itu.

Setelah Fendi berangkat pagi itu, Susi pun minta pak Ranu menemaninya meninjau perkebunan milik neneknya. Susi memberanikan diri, toh dia berpikir, ini siang hari, jadi lebih aman. Ranu yang selama ini di beri tugas mengawasi perkebunan itu bersedia mengantar Susi, dgn menaiki bukit yang dipenuhi batang batang kayu yang rindang itu. Selama perjalanan Ranu bertindak sangat sopan dgn Susi.

Mereka berbicara santai, dan anehnya Susi merasa tenang di samping Ranu. Dan Susi mulai merasa suka dgn sikap Ranu, yang jika dilihat dari umurnya, pantas menjadi ayahnya.

Merekapun kembali pulang ke villa dgn menuruni bukit bukit itu. Namun krn kurang hati hati, Susi terpeleset di jalan yang berumputan yang licin krn embun. Dgn sigap, Ranu refleks menangkap tubuh Susi yang hampir bergulingan ke bawah. Tubuh ramping dan berisi itu,jatuh kedalam pelukannya.

Selanjutnya krn takut terpeleset lagi Susi pun minta Ranu utk membimbing tangannya dgn memegangnya selama penurunan. Kembali Ranu merasakan kehalusan dan kehangatan tangan dokter cantik itu dgn bebas.

Malam harinya, Ranu masuk kedalam ruang utama villa itu. Ia menemukan Susi yang sedang menerima telpon dari suaminya. Mata Ranu menatap tubuh Susi, yang terlihat sexy, dgn gaun tidur pink, agak tipis. Setelah pembicaraannya selesai,

Susi bertanya pada Ranu

“ada apa pak Ranu”.

“oh engak bu, hanya mengecek, sepertinya kemarin ada bola lampu yang putus” jawab Ranu.
Setelah selesai Ranu mengecek, lampu lampu di ruang utama itu, Ranu pamitan. Tp Susi memanggilnya. Pak Ranu menghentikan langkahnya. Dan berbalik

” ada apa bu..”.

“ah, engak cuma mau tanya sedikit” kata Susi, sambil duduk di kursi, antik yang terbuat dari kayu jati.

Mata Ranu menatap, paha putih Susi, yang agak terbuka, krn gaun tidur itu terangkat sedikit. Tp Susi segera mengantipasi, dia mengambil bantal, sandaran kursi, dan menutup pahanya.

” pak Ranu, saya merasakan ada misteri di balik pohon tua itu, apa pak Ranu menyadarinya?” tanya Susi. “eh, anu, kalau soal itu saya kurang tahu bu, yang saya tahu, eyang bu Susi, wanti wanti pesan sama saya apapun yang terjadi, pohon itu tak boleh di ganggu” pak Ranu menjawab pertanyaan Susi panjang lebar.

Susi pun mendengar keterangan Ranu dgn seksama, Susi jg bertanya tentang mimpi anehnya. Susi bercerita secara detail, membuat Ranu terperangah.

“Maksud ibu, saya memperkosa ibu dgn batuan pohon angker itu?” tanya Ranu.
” yah, dlm mimpi itu, tp mimpi itu begitu nyata” jawab Susi. Ranu menghela nafas,” saya rasa itu cuma bunga tidur bu..” ujar Ranu.
“tdk Ranu, otak saya masih mampu berpikir, realistis, ini mimpi yang benar benar aneh” kata Susi.

Ranu diam sesaat, dia menatap Susi, akhirnya dia membuka suara, Ranu mengakui bahwa di villa ini memang ada penunggunya,namun krn telah sering dan lama tinggal di situ ia pun tdk terganggu lagi.

Mereka terus berbincang bincang, sampai agak larut, akhirnya Susi minta diri utk istirahat krn badannya agak lelah dan mulai ngantuk. Lalu Susi masuk kekamarnya. Ia lalu menyelimuti tubuhnya yang terbaring dgn selimut tebal yang ada dikamar itu.

Beberapa saat kemudian ia tertidur. Namun tdk lama kemudian serasa bermimpi ia melihat pintu jendela kamarnya terkuak dan dahan dahan pohon angker itu merayap cepat, berusaha mendekati ranjangnya dan akan mencekiknya. Susi terbangun dan berteriak teriak minta tolong.

Susi meloncat dari ranjangnya. dan tiba tiba terbangun dari mimpinya, namun ia tak melihat dahan dahan pohon angker itu dan tdk meninggalkan jejak sama sekali. Jendela kamarnya pun tetap tertutup rapi. Mimpi buruk itu semakin membuatnya takut.

Susi yang masih di hinggapi perasaan takut lalu keluar dari kamarnya. Ia berlari dan membuka pintu rumah. Susi langsung berlari ke belakang, mengetuk pintu kamar Ranu. Susi tak berani melihat ke arah pohon angker itu. Begitu daun pintu terbuka,Susi langsung menghambur ke tubuh Ranu dan memeluknya.

Dgn sangat takut ia menangis dan menceritakan apa yang baru saja di alaminya. Ranu dgn bebas lalu membelai rambut Susi. mendudukkan Susi di kursi yang ada di dlm kamarnya. Malam itu Susi tak berani pindah ke dlm kamarnya di rumah villa itu. Susi merasa lebih aman di kamar tidur Ranu.

Seiring malam yang merangkak, Susi kini telah pindah posisi, tdk lagi duduk di kursi, tp duduk tepat di sebelah Ranu di pingir ranjang. Sambil terus membelai rambut sebahu Susi, Ranu pun mulai berani berbuat lebih. Entah krn udara dan suasana yang dingin atau kesepian Susi yang datang tiba tiba. Ranu tiba tiba saja telah mengulum bibir Susi.

Tanpa menolak, Susi membalas ciuman Ranu, Mata Susi memejam, lidah Susi dgn nakal bermain lincah di dlm mulut Ranu. Tentu saja semuanya di layani Ranu dgn nafsu. Seperti ada yang merasuki tubuhnya, tangan Susi meraba raba selangkangan Ranu, mencari cari k0ntol besarnya, tanpa rasa ragu ataupun malu.

Satu tatapan, tajam bola mata Ranu, memerintahkan Susi berbuat lebih. Sambil berjongkok, melebarkan kakinya, Susi mengulum k0ntol Ranu. yang telah ereksi keras.

Mata Ranu liar, menatap selangkangan Susi yang masih terbungkus CD pinknya. Susi tak memperdulikannya, yang jelas, Susi sangat menikmati, mengulum batang k0ntol Ranu.

Ranu pun mengerang, menikmati sedotan, dan jilatan nafsu Susi. Tanpa merasa lelah, kepala Susi bergerak maju mundur, memberi Ranu kenikmatan. Usaha Susi tak sia sia, Semburan sperma Ranu, memenuhi mulutnya, Semua Spermanya, di telan habis oleh Susi, seperti tanah tandus, yang membutuhkan siraman air, di musim kemarau.

Ranu tersenyum puas, Dia mengangkat, tubuh Susi, melepas baju tidurnya. Dan menatap toket bulat padat Susi. Kedua tangan Ranu, meremas toket Susi, membuat dia mengerang. Dan jilatan lidah Ranu, di putting susunya membuat birahi Susi semakin meninggi.

Tubuh Susi di baringkan, Ranu pun melepas CD pink Susi. Sambil memegang CD pink itu, Ranu melihat selangkangan CD pink itu.

“hem, anak muda zaman sekarang, baru di jilat sedikit udah basah..” seloroh Ranu.

Muka Susi memerah, dia malu, tp birahinya mengalahkan semua rasa malunya.

Jari telunjuk Ranu bergerak masuk ke liang basah memek Susi, rasa tersengat aliran listrik di alami secara nyata oleh Susi. Jari itu bergerak, menyodok nyodok liang memeknya. Susi mengerang ngerang, kenikmatan. Jari Ranu seperti mempunyai kekuatan magis, sebentar saja, tubuh Susi mengejang di buatnya.

Susi mendapat orgasmenya, di sertai jeritan nikmat Susi. Ranu tersenyum puas, melihat tubuh Susi, mengejang, dgn nafas tersengal sengal. Sekarang k0ntol Ranu telah berhadapan dgn memek Susi. Ujung k0ntol itu telah menyentuh bibir memek Susi. Ranu menghentak, jerit Susi terdengar keras.

K0ntol itu bergerak cepat, keluar masuk liang memek Susi. Kedua tangan Susi mencengkram erat bahu Ranu, seakan tak mau melepaskan tubuh Ranu, yang tengah menyetubuhinya. Susi terus mengerang kenikmatan, dan Susi pun kembali mendapat orgasme. Ranu tampak masih belum apa apa, K0ntol besarnya masih terus bergerak cepat, menghentak liang memek Susi.

Semua bagian tubuh Susi, seakan menjadi begitu sensitif, Bibir memeknya seakan menebal, klitorisnya membesar, krn nafsu birahinya. Didalam kamar Ranu itu, entah berapa kali Susi mendaki puncak orgasme yang dihantarkan Pak Ranu. Ia seakan kewalahan mengalahkan gairah laki laki tua itu.

Saat saat, dimana Susi sdh sangat lemas, Ranu pun melepaskan seluruh cairan birahinya. Liang memek Susi, terasa hangat, oleh sperma Ranu. Saat sebelum Ranu mencabut batang k0ntolnya, Ranu masih merasakan denyut denyut dinding memek Susi, meremas batang k0ntolnya.

Malam itu Susi, terlelap dlm pelukan seorang Ranu. Tdk ada mimpi seram. Hanya kenikmatan sexual yang mengairahkan Susi.

Selama beberapa hari kemudian menjelang di jemput suaminya Susi selalu ditemani Ranu. Susi pun akhirnya berani tidur dikamarnya itu krn ada yang menemaninya yaitu Ranu. Selama Ranu menemaninya, Susi selalu di hibur Ranu dgn kemesraan dan menghantarkannya ke puncak hubungan pria dan wanita seutuhnya. Ranu pun dgn bebas telah menumpahkan cairan birahinya di dlm rahim Susi.

Susi mengurungkan, niat utk menjual villa warisan itu.

“nah, aku jg bilang apa, masa villa warisan di jual” ujar suaminya, saat akan menjemput istrinya.
“iyah, mas pikir pikir sayang jg, biarlah Pak Ranu yang bantu urus villa ini” kata Susi.
“Iyah bu Susi, saya selalu akan menjaga villa ini” kata Ranu.
“lagian kalau week end kita bisa main ke sini mas” kata Susi lagi. Fendi hanya tersenyum
” iyah, ayo sdh mau berangkat belum..” tanya suaminya.
“sdh mas, tunggu sebentar yah, aku mau ambil koper dulu, ada satu ketinggalan. , mas tunggu di sini yah” kata Susi. Suaminya mengangguk.
“ayo pak Ranu, bantu saya” kata Susi.

Ranu mengikuti Susi yang masuk ke dlm Villa. Dan terus masuk ke kamar. Ada sebuah koper besar merah di sana. Susi duduk di atas koper itu, sambil tersenyum genit, Susi melebarkan kakinya. Memperlihatkan CD hitamnya pada Ranu.

Tangan Susi menyibak CDnya,

“Ranu, tolong beri aku kenikmatan, sebelum aku pulang” pintanya.

Ranu tersenyum, dia jongkok, menjilati memek Susi. Susi mengigit bibirnya. Setelah memek itu di buat basah oleh Ranu, dgn jari telunjuknya, Bergerak menyodok nyodok liang memeknya, Susi di buat orgasme.

“Terima kasih Ranu, minggu depan aku akan kemari” ujar Susi.

Ranu pun tersenyum, dan mengangkat koper besar itu membawanya, dan meletakkan di bagasi mobil mereka. Pasangan suami istri segera melaju pulang.

Susi menyadari telah berbuat curang pada Fendi. Tp, belum pernah dia bermain sex, sedasyat ini. Susi selalu ingin mengulangi lagi, persetubuhan dgn Ranu. Susi selalu merindukan ke hangatan Ranu.

Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino


Demikianlah Untuk Artikel Yang Saya Buat Dalam Cerita Gara-Gara Penunggu Pohon Tua Semoga Anda Terhibur

Facebook

Advertising

Histats