Cerita Sex ML Di Dalam Studio

CeritaDewasa 17+ : Cerita Sex ML Di Dalam Studio - Aq seorang musisi amatir, aq tinggal di jogja. Pacarku Dewi tinggal di Jakarta, aq dan Dewi sudah hampir 2 tahun berhubungan antara serius dan tidak. Maksudnya aq dan Dewi serius pacaran, tapi kami berkomitmen untuk sementara tidak terlalu terikat, karena kami yakin keterikatan akan menyebabkan kami tidak bisa menikmati masa muda kami.

Cerita Sex ML Di Dalam Studio

Kisah Cerita Sex ML Di Dalam Studio

Karena tempat tinggal kami beda kota, jadi aq jarang bertemu muka dengan Dewi. Kalau waktu liburan, Aq kadang ke Jakarta, dan sebaliknya. Nah, saat-saat seperti itulah, cerita sex ini terjadi.

Saat itu aq sedang mengotak-atik not keybord temanku yang di taruh di studioku . Tiba-tiba suara keybord itu jadi keras sekali, yang membuatku kaget setengah mati. Aq sempat merinding, habis kan setahuku di rumah cuma ada aq.

Jadi siapa dong yang membesarkan volume keybord di ruang mixer? Dengan segan aq mengintip ke ruang mixer. Ruangan itu tampak gelap sekali, cuma keliatan lampu-lampu mixer. Dengan pelan keperiksa mixernya, ternyata memang vulome mixer besar sekali.

Saat itu aq bingung jadi siapa yang membesarkan volume mixer kalau bukan hantu, tiba-tiba ada suara langkah dari belakangku dan langsung membekap mulut dan mataku. Reflek saja aq menyikut pembekap itu, kena perutnya. Dia jatuh, dan langsung kupiting tanganya sambil aq meraih saklar lampu.

Begitu lampu menyala. Ya ampun, ternyata Dewi yang mengisengiku. Dewi memakai jaket hitam dan celana jeans ketat hitam juga. Mukanya mengernyit kesakitan. Langsung kubangunkan dia sambil membopongnya ke ruangan studio yang berkarpet tebal. Kurebahkan di karpet sambil mengusap keringatnya yang keluar sambil menahan rasa mualnya karena sikutanku yang mengenai perutnya.

“Duhhh Dewi, ngapain sih kamu ngisengin aq kayak gitu?” sambil menahan tangisnya,

“Ah kamu nih bukannya nolongin malah nyalahin aq. Makanya liat-liat dulu dong, jangan asal gebuk. untung nggak kena ulu hati. Kalau kena, pasti deh kamu seneng liat aq mati, kehabisan nafas. Biar kamu bisa cari cewek lain kan”

Busyett nih anak, lagi kesakitan sempet-sempetnya bercanda. Jelas aja dong aq tersenyum

“Aduuhh maaf ya sayang. Kamu juga sih, datang nggak kasih kabar. Kapan sampai jogja? kok bisa masuk ke dalem? kan pagarnya aq kunci” kataku

“Aq mau ngasih kejutan ma kamu. Aq sampai jogja tadi jam 7 pagi. Terus naik taksi ke sini. Liat rumah kamu sepi, dari pada ngebel malah nggak surprise lagi mendingan aq manjat pagar aja” katanya

Dasar Dewi ini orangnya tomboy banget. Terkadang kalau pas isengnya kumat, tomboy nya ngalahin laki-laki. Padahal si Dewi ini aslinya feminim banget. Cantik, tinggi, lincah dan anggun juga bisa (tergantung suasananya). Kulitnya putih mulus, dan tubuh yang tinggi untuk ukuran seorang wanita, membuatnya bisa tampil cantik dengan gaya dan mode apapun.

“Maafin aq ya sayang. Kejutanmu berhasil, sayangnya terlalu berhasil. Maafin aq ya” kataku sambil membelai rambutnya yang panjang sepunggung, dan dengan lembut aq mengecup keningnya.

Setelah itu kami bercerita mengenai kabar masing-masing. Dewi baru aja keterima di SMU 3, dan senang di sana. Aq juga cerita tentang lagu baru di band kami sambil memutar contoh lagu itu di CD player. Beberapa lagu lewat, dia menikmati lagu itu sambil manggut-manggut dan bilang.

“Lagunya bagus-bagus. Enak buat goyang, Nge-grove banget” sambil meneruskan mendengarkan lagu berikutnya.

Aq keluar dari studio menuju dapur untuk membuatkan minuman kekasihku tersayang agar mualnya agak mendingan. Waktu aq balik ke studio Dewi memandangku sayu sambil bilang,

“Bima sayang, puterin lagu yang nomor 3 dong. Lagunya romantis banget. Aq jadi terharu nge dengernya”

“Ya udah, aq puterin lagi ke track 3, lagunya emang lembut banget, romantis banget pokoknya”

Dewi bangkit sambil menggengam tanganku.

“Berdansalah denganku, sayang!” pintanya.

Kugenggam tanganya, lalu kami berdansa mengikuti alunan musik yang romantis. Sambil memeluknya, aq melihat matanya mengeluarkan air mata.
“Kenapa sayang?” tanyaku. 

“Nggak papa sayang.., aq cuma merasa betapa bahagianya apabila seseorang dicintai seperti lirik lagu itu”

“Apakah kamu mau tau sesuatu, sayang?” tanyaku lagi.

“Apa itu, sayang?”

“Lagu ini kuciptakan sendiri, untuk mengekspresikan rasa cintaku yang terdalam untukmu, sayang!” kataku.

“Ooohhh, Bima.., What a wonderful gift from God you are for me” sambil dia berkata begitu, air matanya bertambah banyak dan pelukannya semakin erat. Aq pun ikut meneteskan air mata. Aq benar-benar mencintainya. Kalau mungkin, biarlah seluruh hidupku aq jalani bersamanya.

Dewi meminta untuk terus mengulang lagu itu, biar dansa kami tidak terputus-putus dan lirik lagunya bisa makin diresapi. Perlahan-lahan sambil terlarut dalam indahnya alunan musik dan lembutnya dansa kami, dewi mengangkat kepalanya dari dadaku dan mencium lembut bibirku.

Ciumannya sungguh lembut. Mungkin kurang menyenangkan bagi yang hanya menginginkan sex saja. Tapi bagi yang mencinta, ciuman seperti itu jauh lebih kena di hati daripada apa yang terjadi sesudahnya.

Lampu di dalam studio cukup redup, alunan musik romantis keluar dari sound sytem yang keren dan kuat powernya (kebetulan studio kedap suara). Kami berciuman cukup lama.

Sambil tetap berdansa mengikuti irama lagu, Dewi berkata,

“Bima sayangku, bercintalah denganku. Disini dan lakukan sekarang!”

Aq tersnyum dingin sambil berkata,

“Dewi, maaf aq tak bisa melakukannya”

Dewi terkejut,

“Kenapa Bima sayang?”

“Aq tak ingin bercinta denganmu, aq hanya ingin mencintaimu. Bukan utk behubungan badan, tapi hanya mencintaimu sayang”,

Dewi tersenyum sambil melanjutkan ciumannya, namun kali ini tangan Dewi mulai meraba punggungku, dan lidahnya mulai menusuk kedalam bibirku. Aq pun bereaksi seperti layaknya sorang laki-laki yang normal. Ku elus lembut punggungnya, kasar sekali. Jelas saja, wong masih pakai jaket jeans.

Perlahan-lahan kubuka jaketnya, dan memandang kaos ketatnya yang berwarna merah tanpa lengan, menonjolkan keindahan tubuhnya dan dadanya yang berukuran 34B. Tak terlalu besar, cukup mungil tapi yang penting bagiku padatnya bukan besarnya.

Ingin Daftar Permainan Games Judi Online Silahkan Saja Klik Dibawah Ini :

qqdomino


Tanganku terus menjelajahi sekujur tubuh indahnya. Mulai dari punggung merayap ke pinggang, perutnya dan dadanya. Dibalik kaos merah ketatnya aq bisa melihat dan merasakan puting susunya yang semakin mengeras dan mencetak sempurna pada pembungkusnya. Kuputarkan jari-jariku di sekitar puting susunya yang keras, sambil berbisik halus di telinga Dewi,

“Coba rasakan, Dewi, rasakan sentuhanku ini!”

“Ssshhh… emmhhh” hanya itu yang keluar dari mulut Dewi, karena terlalu penuh imajinas oleh keindahan cinta kami berdua

Walaupun begitu, Dewi bukan tipe orang banyak bicara sedikit bertindak. Buktinya bicaranya sedikit, tapi tanpa sadar tanganya meraba lembut celana jeans ku, melonjakkan batang penisku dari dalam CD ku.

Dewi terus saja mengelus batang penisku dengan semakin keras, seakan dia tau persis bahwa celana jeansku yang tebal itu menghalangi batang penisku untuk merasakan kenikmatan belaian jari-jarinya.

“Oohh sayang, ijinkan aq menikmati penismu. Akan kubuktikan segalanya hanya untukmu, Bima”

“Rasakan dan nikmati semua sayang. Lakukan semaumu. Segala diriku adalah milikmu Dewi”

Setelah mendapat ijin darinya, langsung saja kubuka kaosnya, Wahh.. pantas saja puting susunya menonjol sekali, dia tak mengenakan BH.
“Sayang, kamu kok nggak pakai BH sih? panas ya?”

“Sengaja kulepas waktu kamu buatin minuman untukku. Tuh, BH nya aq lempar di belakang keybord. Kalau kamu lebih suka BH nya, ambil aja. Tapi kalau lebih suka isinya tetaplah di sini sambil ekspresikan cintamu untukku.

Wah, masa sih mentingin BH nya, kalau bisa malahan jangan pernah dia pakai BH lagi. Lagi pula toketnya padat sekali, buat apa pakai BH lagi sih? Dewi pun tak mau kalah. Dia dengan cepat membuka celanaku. Sialnya kepala penisku yang memang sudah keluar dari CD ku terjepit resleting.

“Aww Dewi, pelan-pelan dong sayang. Sakit kan”

“Ya ampun, Bim.. penismu sih yang nakal. Belum dibuka udah keluar duluan. Salah kamu sendiri.. ehh nggak deh, salah kamu sih (sambil menunjuk penisku).”

“Sayang, nanti kalau dimarahin dia ngambek lho”

“Hehehe nggak deh. Cuma bercanda kok ya sayang (sambil mengelus lembut batang penisku)

“Aahhh.. aduh sayang. Nikmat sayang. Ayo teruskan sayang..”

Setelah beberapa menit Dewi memainkan batang penisku, batang penisku kini sudah tegang keras sempurna.

Setelah puas dikerjai Dewi, aq mengangkatnya ke atas meja yang ada di dalam studio. Kusuruh dia duduk di situ, setelah selesai melucuti celana jeans nya yang juga ketat.

Setelah pakaiannya terlepas semua, barulah aq bisa sepuasnya menghirup harum tubuh kekasihku tersayang itu. Mulai dari toketnya, jilatanku berangsur turun sampai ke daerah perutnya yang putih mulus.

Setelah itu, dengan tidak terburu-buru biar dia penasaran, aq menjilati bagian belakang lututnya, percayalah teman, ada sensasi tersendiri untuk wanita saat kita menjilati bagian ini. Dari situlah jilatanku naik ke paha depan, belakang, dan yang terakhir paha bagian dalam. Di situlah jilatanku tidak cuma merambat lurus tapi berputar-putar.

Mendekati lubang memeknya, menjauh lagi, mendekat lagi, menjauh lagi, mendekat lagi, menjauh lagi. Teman-teman, tidak akan ada wanita yang tidak penasaran saat di perlakukan selembut itu.

Sama seperti Dewi, dia sampai menangis karena sudah tak dapat menahan nafsunya, sehingga dia nekat meremas dan menarik rambutku ke arah lubang memeknya, saking semangatnya sampai daguku terbentur meja yang di tidurinya.

Lidahku menjelajahi bibir luar memeknya dengan tetap lembut dan mesra, sebelum akhirnya kupuaskan dahagaku dengan dahaganya dengan menyeruput (bukan menghisap lho). Katanya setelah selesai, seruputan itu terasa nikmat luar biasa, seperti memakai vibrator tapi lebih nikmat lagi karena yang menggetarkan mulut cowoknya sendiri dan bukan mesin

“Aduuuuhhh.. ooohhhh.. Bimm, kamu apain sih klit ku? ohhhh Bimm, lagi dong Bim.. ssshhhhh enak sekali sshhhhh Bimm.. Bimm.. Biimmmm… ooooohhhhhh” akhirnya Dewi meraih orgasme juga.

Dia memang tak pernah berkata terus terang kalau mau orgasme. Dia lebih suka mengkspresikan lewat sikap dan racauan seperti tadi itu. Melihat wajah Dewi yang penuh peluh, matanya yang tertutup, dan keningnya yang berkerut menahan rasa nikmat yang masih mendera otot-otot memeknya.

Hatiku sangat bahagia karena aq bisa memuaskan gairah sex kekasihku tersayang itu, walaupun aq belum sempat mendaratkan batang penisku ke lubang memeknya.

Memang hingga saat ini aq belum pernah sekalipun memasukkan batang penisku ke dalam lubang memeknya karena aq sangat menyayangi dan mencintainya, dan bagiku bercinta yang sesungguhnya saat pernikahan jauh lebih berarti daripada bercinta saat ini yang hanya berdasarkan nafsu belaka.. Sekianlah Untuk Cerita Sex ini

Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino


Demikianlah Untuk Artikel Yang Saya Buat Kisah Cerita Sex ML Di Dalam Studio

Perkosa Sekretaris Yang Cantik

CeritaDewasa 17+ : Perkosa Sekretaris Yang Cantik - Amelia seorang wanita cantik berusia 25 tahun. Amelia bekerja disalah satu perusahaan pariwisata yg cukup terkenal sebagai sekretaris. Tubuh Amelia cukup Montok dan berisi, didukung dengan sepasang gunung kembar berukuran 36B serta wajah yg cantik, membuat setiap pria pasti meliriknya, setiap kali ia berjalan.

Perkosa Sekretaris Yang Cantik

Dalam Cerita Perkosa Sekretaris Yang Cantik

Seperti biasa setiap hari Amelia pergi ke kantornya di bilangan Roxi Mas, yg tanpa disadarinya ia dibuntuti sekelompok pemuda iseng yg hendak menculiknya.

Sudah beberapa hari para pemuda itu mempelajari kebiasaan Amelia pergi dan pulang kantor. Dan hari itu mereka sudah menyusun rencana yg matang untuk menculik Amelia. Tiba-tiba dijalan yg sepi taksi yg ditumpangi Amelia dicegat secara tiba-tiba, dan sambil mengancam sopir taksinya, mereka langsung menyeret Amelia masuk kedalam mobil mereka, dan tancap gas keras-keras, hingga akhirnya mobil mereka larikan kearah pinggir kota, dimana teman-teman mereka yg lain sudah menunggu disebuah rumah yg sudah dipersiapkan untuk ‘mengerjai’ Amelia.

Didalam mobil Amelia diapit oleh 2 orang pemuda berkulit hitam, sedangkan yg dua lagi duduk dikursi depan. Amelia sudah gemetaran karena takut, dan benar-benar tdk berdaya ketika dua orang yg mengapitnya memegang-megang tubuhnya yg Montok dan putih itu. Dua pasang tangan hitam bergentaygan disekujur tubuhnya, yg kebetulan pada hati itu Amelia mengenakan rok lebar sebatas lutut, dengan atasan blouse putih krem yg agak tipis, hingga bra Wacoal hitam yg dikenakannya lumayan terlihat jelas dari balik blouse tersebut.

Dengan leluasa disepanjang jalan tangan-tangan jahil tertersebut bergentaygan dibalik rok Amelia sambil meremas-remas paha putih mulus tersebut, hingga akhirnya mereka tiba dirumah tersebut, dan mobil langsung dimasukkan kedalam garasi dan rolling doorpun langsung ditutup rapat-rapat. Amelia yg sudah terikat tangan dan kakinya, serta mulut tersumpal dan mata ditutup saputangan digendong masuk kedalam ruang tamu, dan didudukkan disofa yg cukup lebar.

Ikatan tangan, kaki, mulut dan mata Amelia dibuka, dan alangkah terkejutnya ia sekitar 30 pemuda yg hanya memakai cawat memandanginya dengan penuh nafsu seks. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Amelia pun mulai dikerjai oleh mereka. Amelia yg sudah tdk berdaya itu hanya bisa duduk bersandar di sofa dengan lemas ketika salah seorang lelaki mulai membuka kancing blouse-nya satu persatu hingga blouse putih tersebut dicopot dari tubuh Montoknya itu.

Beberapa orang lagi berusaha membuka rok merah Amelia hingga Amelia pun akhirnya hanya memakai bra hitam serta celana dalam nylon berwarna hijau muda, dan membuat dirinya terlihat makin menggairahkan, dan spontan saja para pemuda berandal tersebut langsung terlihat ereksi dengan kerasnya. Celana dalam Amelia pun langsung buru-buru dilepas dan menjadi rebutan untuk mereka.

Amelia dipaksa duduk dengan mengangkang lebar-lebar, hingga meki-nya yg ditumbuhi rambut-rambut halus itu terlihat dengan jelas, dan mereka pun bergantian menjilati serta menghisap-hisap bibir meki Amelia dengan nafsunya. Kepala mereka terlihat tenggelam diantara kedua pangkal paha Amelia, sementara yg lainnya bergantian meremas-remas kedua gunung kembar Amelia yg montok itu. Kop BH Amelia diturunkan ke bawah hingga kedua gunung kembarnya muncul bergelayutan dengan indahnya, dan menjadi bulan-bulanan pemuas nafsu untuk mereka.

Tdk puas dengan hanya meremas-remas saja, beberapa orang mulai mencoba untuk mengisap-ngisap puting susu gunung kembar Amelia yg ranum itu, hingga akhirnya Amelia pun dipaksa oral seks untuk mereka. Bergantian mereka memaksa Amelia untuk mengulum-ngulum batang k0ntol mereka keluar masuk mulutnya. Kepala Amelia dipegangi dari arah belakang hingga tdk bisa bergerak, sementara itu yg lain bergantian mengeluar-masukkan batang k0ntol mereka dimulut Amelia yg seksi itu hingga mentok kepangkal paha mereka.

Batang k0ntol yg rata-rata panjangnya 17 senti itu terlihat masuk semua kedalam mulut Amelia, hingga mencapai kerongkongannya. Tak ketinggalan Amelia pun dipaksa untuk ‘mencicipi’ buah zakar mereka secara bergantian. Sepasang buah sakar tampak terlihat dikulum Amelia hingga masuk semua kedalam mulutnya yg mungil itu. Wajah Amelia yg cantik itu bergantian ditekan-tekan diselangkangan para pemuda berandal tersebut hingga buah sakar mereka masuk semua kedalam mulutnya.

Setelah puas dengan acara ‘pemanasan’ tersebut Amelia pun dipaksa tiduran diatas kanvas diruang tamu tersebut dan dengan paha yg mengangkang lebar, batang k0ntolpun mulai keluar masuk meki Amelia yg masih ‘rapat’ itu, mereka dengan tdk sabarnya bergantian menjajal meki Amelia dengan batang k0ntol mereka yg rata-rata panjang dan besar itu. Bagi yg belum kebagian jatah terpaksa memainkan-mainkan k0ntolnya diwajah dan mulut Amelia.

Beberapa orang dengan nafsunya memukul-mukulkan batang k0ntolnya di wajah Amelia sambil mendesah-desah dengan nafsu. Bosan dengan gaya tiduran, Amelia dipaksa duduk di sofa lagi dengan paha mengangkang lebar dan kembali ‘di embat’ bergantian, sementara bibir Amelia tetap sibuk dipaksa mengulum batang k0ntol yg tampak mengkilat karena air liur Amelia yg menempel di batang k0ntol tersebut.

Sementara para pemuda yg mendapat giliran mengocok meki Amelia tampak sangat bersemangat sekali hingga bunyi batang k0ntol yg keluar masuk meki Amelia terdengar sangat jelas. Hampir dua jam sudah Amelia “dikerjain” dengan intensif oleh puluhan pemuda tersebut, hingga akhirnya satu persatu mulai berejakulasi. 30 pemuda mengantri Amelia untuk berejakulasi diwajah Amelia yg cantik itu.

Ingin Daftar Permainan Games Judi Online Silahkan Saja Klik Dibawah Ini :

qqdomino


Dimulai oleh empat orang berdiri mengelilingi Amelia dengan batang k0ntol menempel disekitar wajah Amelia yg cantik. Sementara seorang lagi mengocok meki Amelia dengan nafsunya, hingga akhirnya ia tak tahan lagi dan mencabut batang k0ntolnya dari meki Amelia, dan…. croott…. crootttt… croooottttt!!! air mani muncrat mengenai sekujur wajah Amelia, melihat hal tersebut yg lain pun tak mau ketinggalan dan bergantian mengocok-ngocok batang k0ntolnya cepat-cepat diwajah dan mulut Amelia, hingga berakhir dengan semprotan air mani diwajahnya. Bahkan tak sedikit mengeluarkan air mani nya didalam mulut Amelia, lalu memaksa Amelia untuk menelannya.

Sekitar 20 menit, wajah Amelia dihujani ‘air mani’ yg kental itu, hingga Amelia terlihat basah kuyub oleh sperma mulai dari rambut hingga gunung kembarnya terlihat mengkilat oleh basahnya sperma puluhan pemuda berandal tersebut.

Jam menunjukkan pukul jam satu siang, dan Amelia pun baru selesai ‘dikerjain’ oleh mereka, dan terlihat lemas tak berdaya dengan muka yg masih belepotan sperma. Tiga orang pemuda membawa Amelia kedalam kamar mandi yg terlihat sangat mewah, dan memandikan Amelia dengan air hangat serta sabun cair yg sangat wangi.

Amelia disuruh tiduran sambil direndam air hangat, sementara ketiga pemuda tersebut bergantian menyabuni tubuh Amelia yg putih Montok itu dengan bernafsu, sambil sesekali meremas-remas selangkangan dan gunung kembar Amelia yg terasa licin oleh sabun tersebut. Hingga akhirnya ketiga pemuda tersebut sudah tdk tahan lagi dan Amelia pun diperkosa lagi didalam kamar mandi itu.

Mereka mengeluarkan Amelia dari bak rendam, dan dibawah pancuran air hangat Amelia dipaksa nungging, dan dua pemuda bergantian menyetubuhi Amelia dari arah belakang, sedangkan yg satunya mengeluarmasukkan batang k0ntolnya di mulut Amelia, sambil memegangi rambut Amelia hingga kepala Amelia tdk dapat bergerak. Setengah jam sudah Amelia ‘diobok-obok’ didalam kamar mandi, dan diakhiri dengan meyemprotkan air mani masing-masing didalam mulut Amelia, dan tiga porsi air mani itu dalam sekejap sudah pindah kedalam mulut Amelia, dan sisa-sisa sperma masih terlihat berceceran disekitar wajah Amelia yg putih itu.

Selesai dimandikan, Amelia kembali didandani hingga terlihat sangat cantik. Bra hitamnya yg berukuran 36B itu kembali dipasangkan. Celana dalam nylon Amelia sudah raib jadi rebutan, hingga meki Amelia dibiarkan terlihat, sementara beberapa pemuda berandal itu sibuk menjepretkan kamera digitalnya kearah Amelia. Amelia dipaksa berpose dengan berbagai gaya yg sensual, mulai dari adegan membuka bra nya sendiri hingga duduk mengangkang sambil memasukkan batangan ketimun kedalam mekinya.

Puas mengambil berbagai pose Amelia, seorang pemuda mengambil dua gelas minuman dari dalam kulkas dan sepotong hamburger untuk Amelia. Dan betapa terkejutnya Amelia ketika tahu bahwa dua gelas minuman tersebut adalah sperma yg sudah disimpan berhari-hari di dalam kulkas. Seorang pemuda lagi mengambil suntikan besar tanpa jarum.

Amelia dipaksa membuka mulut lebar-lebar, sementara salah seorang menyedot sperma dalam gelas tersebut dengan suntikan besar itu, kemudian menyuntikkannya kedalam mulut Amelia, hingga tertelan langsung kedalam tenggorokkannya. Mereka dengan brutalnya bergantian menyuntikkan ‘air mani basi’ itu ke mulut Amelia hingga habis satu gelas penuh. Masih sisa satu gelas lagi, dan hamburger untuk Amelia pun diolesi penuh dengan sperma tersebut, dan Amelia pun dipaksa makan hingga habis. Sisa sperma sebanyak setengah gelas terpaksa disedot Amelia dengan sedotan hingga tandas tak bersisa.

Selesai ‘memberi makan’ Amelia, mereka kembali mengantri Amelia. Namun kali ini Amelia tdk disetubuhi, mereka hanya memaksa Amelia mengulum-ngulum batang k0ntol mereka dimulut Amelia, serta mengocok-ngocoknya dengan kedua tangan Amelia yg lentik itu. Tiga puluh batang k0ntol kembali bergantian dikulum-kulum Amelia, sementara yg lainnya memaksa Amelia menggenggam batang k0ntolnya dengan kedua tangannya, yg lainnya lagi sibuk memain-mainkan alat kelaminnya diwajah dan rambut Amelia.

Hingga akhirnya Amelia kembali dihujani puluhan porsi sperma segar di wajah dan mulutnya. Pertama kali sperma muncrat dari lubang k0ntol tepat didepan wajah Amelia hinggga tepat mengenai dahi hingga bibir Amelia, yg lainnya pun ikut menyusul hingga puluhan semprotan sperma berhamburan diseluruh wajah Amelia yg cantik itu.

Sementara itu dua orang pemuda dari kiri dan kanan Amelia menyendoki air mani yg bertetesan di wajah Amelia, lalu menyuapinya hingga mereka puas.

Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino


Demikianlah Untuk Artikel Yang Saya Buat Dalam Cerita Perkosa Sekretaris Yang Cantik Semoga Cerita Ini Membuat Anda terhibur

Cerita Sex Janda HOT Di Pinggir Jalan

CeritaDewasa 17+ : Cerita Sex Janda HOT Di Pinggir Jalan - Perkenalkan aq Wawan 23 thn. Sekarang ini aq masih kuliah di sebuah universitas dikotaku. kejadian nyata yg akan ku ceritakan kali ini terjadi sekitar 3 bulan yg lalu.


Dalam Cerita Sex Janda HOT Di Pinggir Jalan

Malam itu, aq ada kuliah malam dikampusku yg memaksaku untuk pulang sampai larut malam. Jarak rumahku dengan kampusku juga lumayan jauh, sekitar 10km. Setelah kuliah malam selesai, aq pun langsung bergegas pulang. Ditengah-tengah perjalanan aq terasa kebelet kencing, dan aq langsung menghentikan laju motorku dan aq langsung kencing di pinggir jalan di balik pohon besar.

Selesai kencing, aq pun langsung melanjutkan perjalananku. Namun baru baru beberapa meter saja dari kejahuan aq melihat ada sesosok seorang perempuan yg berdiri sendirian di pinggir jalan. Semakin mendekat sosok perempuan tersebut semakin jelas. Dan aq pun menghentikan motorku dan kutanyalah si perempuan tersebut.

“Malam mbak, lagi nunggu siapa mbak??”

Namun perempuan tersebut tdk menjawabku

“Tenang mbak, aq orang baik-baik kok mbak, aq nggak mungkin ngapa-ngapain mbak kok, perkenalkan namaku Wawan” ujarku sambil mengulurkan tanganku.

Kemudian perempuan tersebut menatapku dan barulah dia mau berbicara

“Aku Ida, kalau jam segini apa masih ada angkot lewat sini? tanyanya.
“Duh mbak ngajak bercanda aja, jam segini ya nngak mungkin ada angkot lewat sini mbak, emang mbaknya mau kemana?” tanyaku balik.
“Mau ke xxx, Mas” dia menyebutkan sebuah daerah yg dimana kebetulan aq tau tempatnya.
“Owhh… disitu mbak, aq tau tempatnya kok mbak, kalau aq anter mbak mau nggak?” tawarku.
“Emmm.. Tapi aq nggak diapa-apain kan mas?” tanyanya seakan ragu.
“Sumpah mbak, mbak pasti aman kok” jawabku.

Akhirnya dia mau aq antarkan, dan dia lalu membonceng motorku dan aq langsung menuju tempat tujuan yg di maksud sama mbak Ida. Sepanjang perjalanan aq juga mengajaknya mengobrol tentang dari mana asalnya dan kenapa kok bisa berhenti di tengah jalan seperti tadi, dan di situlah aq mengetahui kalau mbak Ida adalah seorang janda muda yg cantik

Mbak Ida juga memiliki bentuk tubuh yg ideal untuk seorang perempuan dengan tinggi badan 165cm. badan langsing dengan berat badan kira-kira 55kg dan juga bentuk dan toket yg sangat indah. Toketnya berukuran kira-kira 36b, sungguh mantap sekali. Karena waktu aq memboncengin mbak Ida, punggungku terasa menempel gundukan empuk yg aq rasakan begitu besar.

Sempat saja kemaluanku merasakan getaran sehingga membuatnya menjadi agak mengeras, namun aq berusaha mengendalikan diri. Hampir 20 menit perjalanan akhirnya sampailah di tempat tujuan yg dimaksudkan mbak Ida, dan aq pun berhenti.

“Mbak sudah sampai, Betul ini kan rumah yg mbak Ida cari?”
“Iya mas betul, makasih banyak ya mas, ini mas buat beli bensin” ujarnya sambil mengulurkan uang 100ribuan kepadaku.
“Ahh nggak usah mbak, aq iklas kok mbak, tapi aq boleh kan minta kontak bb dan juga nomer hp nya?
“Iya Boleh mas, tapi ini uangnya juga di terima ya mas” kata mbak Ida
“Udah mbak nggak usah, ini aq masih ada uang kok” jawabku.
“Ini mas pin bb ku dan juga nomer hap ku

Lalu aq langsing invite pin bb nya dan aq langsung bergegas pulang, tapi sebelum pulang aq berkata,

“Aq pulang dulu ya mbak, kapan-kapan bisa ketemu lagi kan?” tanyaku

Mbak Ida hanya mengangguk dengan seyuman manisnya, dan aq pun langsung melajukan sepeda motorku meninggalkan mbak Ida.
Esok harinya aq sempat lupa kalau aku tadi malam dapat kenalan janda baru, namun setelah aq membuka hp aq mendapati di recent updtae mbak Ida mengganti foto profilnya dengan fotonya yg terlihat sangat sexy. Di foto profilnya saat itu mbak Ida mengenakan tengtop yg menutup tubuh bagian atasnya tanpa menggunakan Bra. Sehingga terlihat toket mbak Ida yg montok dan nampak masih padat di luar baju tengtopnya di mbak Ida kenakan.

Aq pun langsung mencoba iseng-iseng menggodanya lewat chat bb mbak Ida

“Wow.. seksi banget mbak?” kataku.

Dia pun langsung membalas,

“Aaahhh… nggak kok mas,, biasa aja kok mas” jawabnya
“Beneran kok mbak…, maaf itu mbak apa nggak pakai Bra ya?? Kok toketnya mbak terlihat begitu besar”tanyaku.
“Hehe iya mas, aq dah biasa begini kok mas kalau dirumah”
“Waahhhh… asikk ya mbak kalau maen kerumah mbak, bisa lihat mbak Ida nggak pakai Bra” candaku.
“Ihh.. genit banget sih kamu, emang nggak pernah lihat yg begituan ya??” tanya mbak Ida
“Hhehe.. pernah sih mbak, tapi cuma di film, tapi kalau lihat langsung aq belum pernah mbak” jawabku.
“Kamu pengen lihat yg langsung?” tanya mbak Ida.
“Emang kalau mau lihat yg langsung lihat punya siapa mbak??? lihat punya mbak Ida boleh?” jawabku sambil tertawa
“Kalau kamu mau main kesini sekarang, rumah yg tadi malam kamu nganterin mbak, mbak tunggu mumpung ini mbak juga lagi kesepian di rumah sendiri” katanya
“Wkwkwkwkwkwk… beneran nih mbak” tanyaku seakan nggak percaya.
“Iyaa buruan, nggak pakai lama” jawabnya singkat.

Aq pun langsung bergegas meluncur ke rumah mbak Ida, dan tak sampai 45 menit aq sudah sampai di depan rumah mbak Ida. Terlihat rumah mbak Ida sangat sepi, pintu rumahnya pun terlihat juga tertutup. Namun dari arah jendela depan rumahnya, terlihat mbak Ida melambaikan tangannya kepadaku. Aq pun langsung turun dari sepeda motorku dan langsung menuju pintu depan rumah mbak Ida.

Ingin Daftar Permainan Games Judi Online Silahkan Saja Klik Dibawah Ini :

qqdomino


Tanpa menunggu lama, mbak Ida langsung membukakan pintu dan langsung mempersilahkanku masuk. Sampai didalam rumah aq dilihatkan pemandangan yg sangat indah mempesona sekali. Aq disuguhi penampilan mbak Ida yg sangat seksi dengan hanya mengenakan tengtop tanpa bra yg membungkus sebuah gundukan di dalamnya.
“Mau santai apa mau cepet” ucap mbak Ida membuka obrolan dengan nada yg erotis.

“Aaa.. aakuuuuu… ngikut mbak Ida aja” jawabku dengan tersendat-sendat sambil terus melihat tubuh mbak ida.

Tanpa menjawab lagi Mbak Ida langsung mendorongku ke kursi sofa yg berada didalam ruangan tengah rumahnya. Aq pun terlentang dan mbak Ida pun langsung menindihku dari atas. Tanpa bisa menolak lagi, aq pun mengikuti permainan mbak Ida.

Dilumat habis mulutku oleh mbak Ida dan aq pun berusaha mengimbanginya dengan pengalaman dari film xxx yg sering aq tonton. Terus kami salng berpagutan hingga suara bibir kami pun terdengar, yg membuat nafsuku bertambah melambung. Hingga aq tak kuasa menahan, tanganku mulai memegang toket mbak Ida. Aq elus-elus, hingga aq meremas-remas toketnya yg montok dan kenyal itu.

Nafsu kami berdua makin lama makin menggila, aq membalikkan tubuh mbak Ida hingga sekarang aq berada diatas tubuh mbak Ida. Aq mulai melepas tengtop mbak Ida dan keluarlah dua gundukan yg kencang dan montok tersebut.

“Sekarang kamu sudah lihat kan Wan, gimana menurutmu Wan? tanya mbak Ida dengan wajah binalnya.
“Wow… bener-bener mantap mbak, boleh aq jilatin ya mbak??” tanyaku.

Namun tanpa menunggu mbak Ida menjawab, aq langsung memainkan toketnya. Aq jilati puting susunya yg berwarna kecoklatan itu. Sambil terus menjilati puting susunya, mbak Ida mendesah di sebelah kupingku yg membuatku tambah bernafsu.

Sambil terus menjilati puting susu mbak Ida tanganku juga meremas-remas toket satunya. Terus sampai kujilati juga lehernya yg putih mulus.
Ooohhhhh.. Waannnn, kamu bikin mbak nafsu Wan,, terussss Wann… oohhhh..” desah mbak Ida.

Setelah puas memainkan toket dan leher mbak Ida, sekarang aq mulai menjilati perut mbak Ida naik turun, hingga sampai di kemaluannya yg masih terbungkus CD nya. Desahan dan erangan terus keluar dari mulut mbak Ida. Aq yg juga semakin tak kuasa langsung melepas celana dalam mbak Ida yg masih terpakai.

Dan waooowww,,, rambut kemaluan mbak Ida terawat sekali terlihat dari bentuk rambut kemaluanya dan juga selangkanganya yg sangat bersih. Kemaluan mbak Ida juga sangat menawan dengan masih berwarna merah menantang. membuatku sangat ngiler dan tanpa menunggu lama lagi, aq langsung melahap bibir kemaluan mbak Ida.

“Slllrrruupppppp………Sllllrruuppppp…..” suara jilatanku ke kemaluan mbak Ida yg membuat tubuh mbak Ida menggelinjang-gelinjang keenakan.
“Oohhhhh… uuuhhhhhh… oooohhhhh…. Wannn… benar-benar nikmat Wannn… ooohhhh” desahan keenakan yg tak kunjung henti dari mulut mbak Ida ketika aq menjilati kemaluanya.

Lidahku terus nergerilya di klitoris mbak Ida, dan jari tengahku pun kutusukkan ke dalam lubang memeknya. Pelan.. pelan.. pelaannnn… dan semakin cepat jari tengahku menusuk-nusuk lubang kemaluan mbak Ida hingga tubuh mbak Ida menggelinjang-gelinjang tak karuan. Hampir 5 menit aq memainkan kemlauan mbak Ida dan mbak Ida pun menahan tanganku dan kemudian dia bangkit.

“Wann sekarang giliran mbak ya” ujar mbak Ida

Mbak ida melepaskan celana dalamku yg masih aku kenakan, dan keluarlah batang kemaluanku yg sudah tegang mengeras tersebut.

“Gede juga ya Wan K0ntolmu, kecil-kecil tapi kontolnya gede” kata mbak Ida.

Aq hanya tersenyum dan mbak Ida langsung menjilati kepala kemaluanku. Lidah mbak Ida membuat tubuhku bergetar hebat.
“Ooohhhhh… mbaakkkk” desahku.

“Slruuuppp… slrruupppp…” suara bibir mbak Ida menyepong batang kemaluanku.

Aq pun terus mendesah mengerang mendapat sepongan yg super nikmat dari mbak Ida. Mbak Ida menjilati seluruh batang kemaluanku sampai ke buah pelerku juga nggak luput dari lahapnya. Aq hanya bisa berkata dalam hati ‘ janda cantik ini sungguh liar sekali, sambil terus menikmatinya’.

Kurang lebih empat menit mba Ida menyepong batang kemaluanku, aq sudah nggak sabar, dan aq langsung menarik tangannya dan aq balikkan tubuhnya. Mbak Ida pun tak berkata dan menurut dengan perlakuanku. Dan tanpa menunggu lama lagi, langsung ku tempelkan kepala kemaluanku di bibir kemaluan mbak Ida lalu ku gesek-gesekkan sebentar dan akhirnya dengan mudah ” shhleeeebbbbbbb…’ batang kemaluanku masuk dalam lubang kemaluan mbak Ida.

Ku genjot lubang kemaluan mbak Ida dari belakang dengan posisi nungging dengan tempo pelan. Desahan pun terdengar dan aq yg bersemangat terus menggenjot lubang kemaluan mbak Ida yg makin lama makin cepat hingga terdengar suara benturan kami ‘plookk.. plookk.. plokkk…’ dan juga desahan mbak Ida,

“Ooohhhhhh….. aaahhhhhhhhh… enakkkk Wannnn…. ooohhhh…. terussss Wann bikin mbak puas”

Sampai hampir 10 menit aq menggenjot lubang kemlauan mbak Ida, aq merasakan kalau aq akan sampai mencapai puncak. Aq coba mengontrol permainan agar aq nggak cepat keluar. Kemudian kami berganti posisi. Aq balikkan tubuh mbak Ida dan aq meminta mbak Ida sekarang diatasku. Aq pun terlentang dan mbak Ida pun yg sudah berpengalaman, dia langsung jongkok di atas batang kemlauanku, memegangnya dan langsung mengarahkannya ke lubang kemaluanya, dan kembali..

“Slhhheeebbbbbbbb…” mbak Ida berhasil memasukkan batang kemaluanku di dalam lubang kemaluanya

Mbak Ida bergoyang dengan binalnya, dia menaik turunkan tubuhnya dan memaju mundurkan pantatnya. Aq hanya pasrah dan menikmati permainan binal mbak Ida janda cantik ini hingga kurang lebih empat menit dia menggoyangku dan aq tak kuasa menahan lagi,

“Ooohhhhh…. aaakk… aakkkkuuuuu…. mauu keluaarrr mbaakkkkk” desahku.

Dan mbak Ida segera melepas batang kemaluanku dari dalam lubang kemaluanya dan langsung mengulumnya dengan liarnya. Dan beberapa saat,

“Creeett… creetttt… creetttt… cretttt…” lendir kenikmatanku menyembur dengan derasnya liang bibir mbak Ida.

Aq rasa lendir kenikmatanku menyembur sangat banyak sekali, dan mbak Ida pun tdk mengeluarkan dari mulutnya tapi dihisapanya sampai habis.
Aq dan mbak Ida kemudian tergeletak lemah bersampingan dengan masih keadaan bugil. Sambil aq membelai rambut mbak Ida,

“Kamu puas Wan??” tanya mbak Ida
“Sangat puas sekali mbak, mbak hebat sekali, kapan-kapan Wawan boleh minta lagi nggak mbak?” tanyaku balik.
“Boleh kok, tapi nanti kalau mbak yg pas pengen kamu juga harus mau lho ya?” ucap mbak Ida
“Iya mbak, pasti Wawan mau mbak, Wawan akan berusaha muasin mbak Ida kapan aja dan kapanpun mbak Ida mau” jawabku sambil mengecup kening mbak Ida.

Setelah kejadian itu kami bersitirahat sebentar sambil ngobrol sana sini dalam masih keadaan bugil. Hingga tak terasa waktu sudah sore, aq dan mbak Ida ngentot sekali lagi dengan bermacam gaya sex yg di ajarkan mbak Ida. Lalu setelah selesai aq baru pulang. kejadian itu tak berlangsung sebentar karena aq dan mbak Ida akhir-akhirnya berpacaran dan kami berdua sering melakukan fantasi seks lagi yg lebih gila dan menantang

Makasih mbak Ida ku sayang. makasih atas pengalamanya. makasih atas kepuasanya. makasih atas semuanya mbak Ida. I LOVE YOU FUULLLLLLLLL MBAK IDA. 

Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino


Demikianlah Untuk Artikel Yang Saya Buat Dalam Cerita Sex Janda HOT Di Pinggir Jalan Semoga Anda Terhibur

Cerita Gara-Gara Penunggu Pohon Tua

CeritaDewasa 17+ : Cerita Gara-Gara Penunggu Pohon Tua - Di usianya yang baru 25 tahun, Susi sdh menjadi seorang Dokter. Telah menikah dgn Fendi, yang jg seorang Dokter. Usia Susi terpaut tiga tahun dari suaminya Pasangan ini belum dikaruniai anak, mereka baru menikah selama 2 tahun.

Cerita Gara-Gara Penunggu Pohon Tua

Dalam Cerita Gara-Gara Penunggu Pohon Tua

Pada suatu hari, susi mendapatkan kabar dari kerabatnya dari solo bahwa neneknya meninggal dunia, kabar itu membuatnya sedih, karena sang nenek lah yang merawat dan membesarkannya. Krn saat susi berumur 12 tahun kedua orang tuanya tewas saat kecelakaan mobil.

Keluarga Susi terbilang keluarga yang berada. krn tdk ada yang mewarisi kekayaan orang tuanya, jg harta yang ditinggalkan neneknya. Susi menjadi pewaris tunggal harta harta itu. Salah satunya adalah sebuah Villa yang berada di daerah wisata Tawangmangu.

Setelah pemakaman neneknya dan besilaturahmi dgn kerabatnya maka Susi pun berkunjung ke villa neneknya di daerah Tawangmangu itu.

Dihari yang telah di rencanakannya itu Susi bersama suaminya Fendi mengunjungi villanya itu. Villa yang besar itu, selama ini di jaga oleh Ranu. Usianya kira kira 55 tahun. Seorang laki laki penduduk sekitar yang telah cukup lama bekerja pada neneknya. Ranu jg di beri amanah utk mengurus villa dan perkebunan keluarga itu.

Hari itu, seperti yang direncanakan Susi dan suaminya akan bermalam disitu utk beberapa hari. Kebetulan mereka telah mengambil cuti. Pasangan ini pun selalu terkesan amat mesra dan romantis. Maklum mereka pasangan muda, yang belum lama menikah.

Sore hari itu, Susi dan suaminya di temani Ranu berkeliling, Villa besar itu. Di kebun belakang villa itu, dekat paviliun, tempat Ranu tinggal, mata Susi menangkap, image pohon besar, yang rindang. Dgn akar akarnya yang sebagian keluar dari dlm tanah. seperti tak terawat. Di sana ada taburan bunga bunga.

“pak Ranu, pohon apa ini, koq tampaknya ngga terawat” tanya Susi.
“oh, ini pohon sdh tua sekali, yah memang dari dulu sdh begitu, dari zaman eyang non Susi” jawab Ranu.
“wah, sepertinya merusak pemandangan, tebang saja pak Ranu” kata Susi lagi.
“oh JANGAN.. “jawab pak Ranu keras.

Susi terkejut mendengar jawaban pak Ranu. Suaminya jg menatap pak Ranu.

” maaf, maksud saya, eyang non pernah berpesan, pohon itu tdk boleh di tebang” jawab pak Ranu.

Susi diam saja, kemudian, berjalan kembali ke depan, bersama suaminya.

” mas, aku ngga suka sama pohon itu, bulu kudukku merinding, sepertinya ada sesuatu di situ” ujar Susi pada suaminya.
“Susi, Susi, makanya kalau nonton TV, jangan acara mistis yang di tonton, kamu itu seorang dokter, pakai logika dong” jawab suaminya enteng.

Susi menatap suaminya, matanya melotot.

Suaminya pun tersenyum, lalu melumat bibir Susi,

”ah, udeh deh..” kata Susi.
“yah sdh, kalau ngga suka yah kamu tebang saja, nanti..” kata Suaminya.

Udara sangat dingin, di kawasan itu, membuat mereka bercinta di malam itu. Di mulai dgn ciuman ciuman mesra dari suaminya, serta rabaan lembut di paha mulus Susi.

Baju tidur Susi, tanpa terasa, mulai tersingkap. Menampakkan kedua paha mulusnya, serta pangkal pahanya yang masih terbalut CD putih. Bukan hanya mata suaminya yang melihat, tanpa sepengetahuan mereka ada sepasang mata yang mengintip, sepasang mata milik Ranu.

Satu sentuhan jari Suaminya, di selangkangan Susi, membuatnya mendesah keras. Jari itu terus bermain di atas CD nya. Bercak bercak basahan mulai tampak di selangkangan CD Susi.

Dgn cepat Susi melepas baju tidurnya, menyodorkan toketnya yang bulat padat, dgn putting memerah, telah menonjol keras, ke mulut suaminya.

“mas, mau nete dong.. “kata Susi dgn nafsu. Mulut Suaminya, pun menyedot putting susunya.
“ohhh … mas.. Susi, nafsu banget mas.. nikmat…” erangnya.

Suara suara erotic Susi, membuat Ranu yang mendengar samar samar, membuatnya meraba raba selangkangannya sendiri.

Fendi, masih saja, menjilati dan menyedot toket istrinya, begitu jg jarinya yang masih terus, merangsang selangkangannya.

“mas, celana Susi, di buka aja..” pintanya.

Suaminya lalu melepas CD istrinya. Dan melihat memek, dgn bulu bulu, di atasnya. Bibir memek yang rapat, dan basah.

Suaminya sdh mengerti kebiasaan Susi. Setelah tubuh Susi, bugil total, Fendi, merenggangkan ke dua belah kakinya. Lalu, dgn lidahnya, dia menjilati memek istrinya, dgn lembut.

“mass, ooohhh.. Susi.. nikmat.. . mass…” erangnya.

Suaminya terus menjilati memek istrinya.

Jari jarinya jg tak tinggal diam, jari itu bergerak memasuki liang memek istri tercintanya maju dan mundur, bergetar lembut, membuat Susi, semakin mendesah desah, menuju puncak birahinya. Lidahnya bermain di klitorisnya, sedang jarinya terus mencolok colok liang memeknya yang semakin basah.

”ooohhh…. Mas, Susi udah ngga tahan … oohh” erang Susi, yang semakin mendekati fase orgasmenya.

Jilatan suaminya semakin liar, tubuh Susi pun bergetar, mengejang, satu erangan panjang, membawanya ke puncak kenikmatannya.

Saat, Susi terbaring lemas, Fendi membuka pakaiannya. K0ntolnya tampak sdh tegang. Tanpa perlu komando, Susi segera membelai belai k0ntol suaminya itu, menjilati ujung k0ntolnya yang tegang, membuat suaminya mengerang nikmat. Susi pun mengulum kepala k0ntol suaminya, dgn nafsu.

Kepala Susi, bergerak, maju mundur, dan k0ntol itu mendapat kenikmatan yang tinggi.

“aaahhh.. sayang… aaahhhhh…” erang suaminya. Permainan Susi yang begitu, hebat, membuat suaminya melepas benihnya di mulutnya.
Tak satu tetes yang lepas dari mulut Susi, semuanya tertelan habis.

Kini mereka berbaring bersama, Susi pun kembali menciumi suaminya. Mereka bercumbu kembali, sampai k0ntol Fendi, siap kembali utk permainan babak kedua.

Kembali Susi, membuka lebar kakinya, memperlihatkan memek indah miliknya. Suaminya sdh siap, dgn k0ntolnya yang telah menegang, tepat di depan pintu memek Susi. Perlahan k0ntol itu masuk membelah bibir memek Susi.

” aaahhhh tekan … terus mas oooohhhhhh” erang Susi.

Dorongan, demi dorongan, dari k0ntol suaminya, terus membawa kenikmatan bagi Susi Pantat indahnya ikut bergoyang, selaras dgn goyangan suaminya. K0ntol Fendi terus bergerak keluar masuk, di iringin desah desah erotis dari bibir indah Susi. Walau udara dingin, tp peluh tampak membasahi dahi Fendi.

” eemmmmhhhh, Susi aku ngga tahan lagi nih …” kata suaminya.

Goyangannya pun semakin liar, dan akhirnya tubuhnya ambruk, menindih tubuh istrinya. Dan memek Susi pun di siram benih benih cinta mereka.

Kedua insan itu pun lemas, mereka tertidur, berpelukan di bawah selimut tebal.

Pagi pagi sekali, Fendi telah terlihat, berjogging di sekeliling villa. Dan Susi, hanya melihat, pemadangan sekeliling villa itu, sambil berjalan pelan. Tiba tiba, matanya kembali menatap, pohon besar yang terlihat angker itu. Tiba tiba Susi meraih kempak, yang tergeletak bersama cangkul milik Ranu.

Sambil menenten kapak itu, Susi mendekati pohon itu. Saat itu terdengar teriakan Ranu

” jangannn nonnnn…. “. Terlambat, kampak itu telak membacok dahan pohon besar itu, kulit pohon itu terluka.
Susi terdiam, matanya menatap dahan itu mengeluarkan darah segar.

Ranu berlari menghapiri Susi

”kan sdh saya bilang pohon ini tak boleh di tebang” kata Ranu dgn nada tinggi.

“kenapa Rin, ada apa, koq bengong begitu” tanya Fendi.

“darah.. darah..daraaahhhh “jawab Susi dangan suara bergetar.

Fendi menghampiri pohon itu, melihat lebih jelas, jarinya mencolek darah itu, menciumnya

” Rin, ini cuma getah pohon.. kenapa kamu ?” kata Fendi.
” Lihat, masa harus aku bawa ke lab, utk membuktikannya, ini getah pohon, warnanya kecoklatan, lihat” kata Fendi sambil memperlihatkan jarinya yang berlumuran getah pohon itu.

Susi pun berjalan, menuju villanya, dia masuk kamar, duduk dgn tenang di pinggir ranjang.

“mas, aku merasa ada sesuatu, tentang pohon itu” ujar Susi.
“sdh sdh, tenang aja, ngga ada apa apa koq, hanya perasaan kamu saja..” kata suaminya berusaha menenangkan Susi.

Malam hari itu, setelah makan malam, pasangan suami istri itu, masuk ke kamar. Fendi, berbaring di samping Susi. Tangan Susi mengelus elus dada suaminya, tp sayangnya suaminya sepertinya tak mood malam itu.

“Sus, besok saja yah, aku ngantuk sekali” kata Fendi. Susi hanya tersenyum.

Sebentar saja, Fendi telah tiba di alam mimpinya. Sedang mata Susi masih terbelak lebar. Dia hanya diam, matanya menatap langit langit kamarnya.

Tiba tiba Keanehan terjadi, Susi merasakan adanya suara suara yang memanggilnya. Namun ia tdk melihat wujut suara itu. Dgn memanfaatkan indra, pendengarannya, Susi memberanikan diri, melangkahkan kakinya, mencari sumber bunyi itu.

Dia berjalan keluar kamar, suara itu semakin jelas, kakinya terus melangkah, ke arah belakang, suara semakin jelas, dan Susi tiba di pohon angker itu. Pohon itu tampak bersinar ke hijauan. Jelas terlihat Ranu duduk bersila di bawah pohon rindang itu,
Susi diam terpaku.

“Suusssii, ke mari mendekatlah” demikian suara magis itu memanggilnya.

Susi pun melangkah dgn gontai. Setelah tubuhnya mendekat pohon itu, Ranting pohon itu bergerak, melilit tangan dan kakinya. Susi tak bisa bergerak. Lilitan pohon sangat kuat

Ranu pun berdiri, dgn wajahnya yang memerah, dan menyeringai seram. Dia mengambil dahan dari pohon angker itu. Satu sabetan telak mendarat di perutnya. Susi menjerit kesakitan, sabetan itu terasa begitu panas dan menyakitkan.

“ampun.. tolong lepaskan…” erang Susi.

“aku sdh bilang, jangan gangu pohon ini, kenapa kamu masih nekat” suara Ranu terdengar lantang.

“maaf, ampun, saya tdk ganggu lagi, tolong lepaskan saya.. “pinta Susi.

Tp yang di dapat, satu sabetan dahan pohon itu lagi, kali ini punggungnya terasa panas.

“sakit… ampunn….” jerit Susi.

Ranu menyeringai sadis, tanganya meraik gaun tidur Susi, merobeknya hingga lepas dari tubuhnya. Mata Ranu liar menatap toket Susi yang indah itu. Bekas luka sabetan dahan itu pun jelas terlihat, memanjang di perutnya. Lidah Ranu menjulur, menjilat bekas luka itu, Susi kembali menjerit jerit

” perih.. ampun… perih….” erangnya.

Ranu pun, menjilati luka di punggung Susi, membuat Susi mengeluarkan air mata, krn rasa pedih. Luka itu bagai terkena tetesan jeruk nipis. Ranu benar benar menyiksa Susi. Tubuh Susi terasa lemas, krn menangggung beban pedih itu.

Puas dgn siksaannya, Ranu membiarkan tubuh Lemah Susi, yang berdiri, terikat ranting pohon angker itu. Tiba tiba, lidah Ranu menjilati putting susu Susi. Seketika itu jg, birahi Susi menjadi tinggi. Susi mendesah kenikmatan. Lumatan mulut Ranu pada toket Susi semakin membuatnya bernafsu. Selangkangan Susi mulai terasa lembab.

Tangan Ranu, perlahan menurunkan CDnya. Dan tiba tiba, jari Ranu menyentuh memeknya, Ranu tersenyum, merasakan basah memek Susi. Dan tubuh Susi bagai terkena sengatan listrik, tubuhnya bergetar, kenikmatan.

“Susi.. Susi.. kamu suka … kamu suka Susi..” ujar Ranu.

Yang hanya bisa di jawab oleh desahan desahan Susi.

Jari Ranu pun menerobos masuk liang memek Susi, membuat Susi menjerit. Mulut Ranu melumat toket indah milik Susi, sedang jarinya bermain dgn liar, di dlm liang memeknya. Tubuh Susi tak mampu menahan nikmat yang di berikan Ranu.

Sebentar saja, Ranu telah membawa Susi ke puncak birahinya.

Tubuh Susi mengejang, kemudian dia lemas. Tubuhnya akan ambruk, tp dahan pohon itu menahan tubuhnya erat.

Ranu pun melepas celananya, memperlihatkan k0ntolnya yang hitam, besar dan panjang.

Ingin Daftar Permainan Games Judi Online Silahkan Saja Klik Dibawah Ini :


“apa, apa yang, kau kau lakukan…” kata Susi terbata bata. Ranu tersenyum sinis, Tubuhnya mendekat, sebelah kaki Susi dgn mudah di angkatnya, dan dgn sekali hentak, k0ntol besarnya telah masuk ke dlm tubuhnya. Susi menjerit keras.

“Sakkitttt” jeritnya.

Ranu hanya tersenyum, senyum kenikmatan. K0ntol itu bergerak ke luar masuk dgn liar, membuat tubuh Susi terguncang keras. Susi menjerit kesakitan, memeknya tak terbiasa dgn k0ntol besar itu.

Tp Ranu terlihat jelas, sangat menikmati tubuh Susi. Dia terus mengoyangkan k0ntolnya. Susi merasakan adanya perubahan, rasa sakitnya hilang, sepertinya memeknya tiba tiba merasakan nikmat k0ntol Ranu. Susi mengigit bibirnya, rasa nikmat itu dgn cepat menyerang tubuhnya.

Susi tak kuasa, dia mengerang, kenikmatan, seakan akan memberitahukan Ranu, dia menikmati permainan ini. Tubuhnya bergoyang, kepalanya bergerak ke kiri dan kekanan. Ranu terus mengoyang k0ntolnya. “ahhh … ahhh.. aku tak tahan… aku tak tahan…” tiba tiba Susi mengerang. Dan tubuhnya kembali mengejang, mengejet.

Susi orgasme, dan terus Ranu memacu k0ntolnya di dlm liang memek Susi. Ranu mendengus dengus, menikmati memek Susi. Tak lama Susi pun kembali mendapat orgasme, yang kemudian di susul oleh Ranu. Susi bisa merasakan jelas, panasnya cairan birahi Ranu, memasuki rahimnya.

Ranu yang telah puas melepaskan tubuh Susi. Dia tersenyum, Tangannya telah kembali memegang dahan yang tadi di gunakan utk menyabet tubuhnya. “jangan, tolong jangan pukul” ibanya. Ranu tersenyum, tangannya mengusap usap dahan pohon itu, tiba tiba saja, dahan pohon itu membesar.

Lebih besar dari k0ntol Ranu.

“kamu bersalah, kamu mesti merasakan hukuman ini” hardik Ranu.

Ranu kembali mengangkat sebelah kaki Susi. Dahan pohon yang besar itu di sodok keras ke memeknya. Susi menjerit keras, Memeknya terluka, berdarah. Susi menjerit kesakitan.

“AHHHH…. SAKITTTT ….”.

Susi terjaga, tubuhnya berkeringat, suaminya pun menenangkannya.

Paginya diam diam, dia menganalisa kejadian semalam, semuanya tampak nyata, tp dia bermimpi. Tdk ada bekas luka di perut, atau punggungnya. Yang ada jelas, sisa sisa sprema yang membasahi memeknya. Susi jelas bisa membedakan antara sperma dan cairan memeknya. Dia benar benar binggung dgn fenomena ini.

” mas, saya pikir lebih baik menjual villa ini” kata Susi, yang mebuat suaminya mengenyitkan dahinya. “jual, kamu gak salah, villa ini peninggalan eyang kamu, masa sih mau di jual?” suaminya bertanya dgn binggung.

” yah, aku serius, bisa bantu aku pasarin villa ini” kata Susi lagi.

“yah bisa saja sih, tp apa kamu yakin mau menjualnya?” tanya suaminya lagi. “yah” jawab Susi singkat
” silakan bu, pak, di minum selagi hangat” kata Ranu yang membawakan dua cangkir tah hangat.

Mata Ranu, menatap Susi. Tatapannya itu membuat Susi, tampak tegang, ada sesuatu kekuatan kasat mata, dlm tatapannya.

HP Fendi berbunyi, rupa kabar dari rumah sakit tempatnya bekerja. Rupanya ada pasien gawat yang harus segera ditangani Fendi. Padahal Fendi masih berkeinginan utk tinggal di sana bersama Susi 3-4 hari lagi.

Suaminya menanyakan pada Susi, mau ikut, atau masih mau di sini. Susi memutuskan utk tetap di villa itu. Akhirnya Fendi berangkat ke Semarang sendirian. Fendi pun berpesan pada Susi utk hati hati dan minta Ranu menjaga Susi. Ranu pun dgn senang hati menerima pesan Fendi itu.

Setelah Fendi berangkat pagi itu, Susi pun minta pak Ranu menemaninya meninjau perkebunan milik neneknya. Susi memberanikan diri, toh dia berpikir, ini siang hari, jadi lebih aman. Ranu yang selama ini di beri tugas mengawasi perkebunan itu bersedia mengantar Susi, dgn menaiki bukit yang dipenuhi batang batang kayu yang rindang itu. Selama perjalanan Ranu bertindak sangat sopan dgn Susi.

Mereka berbicara santai, dan anehnya Susi merasa tenang di samping Ranu. Dan Susi mulai merasa suka dgn sikap Ranu, yang jika dilihat dari umurnya, pantas menjadi ayahnya.

Merekapun kembali pulang ke villa dgn menuruni bukit bukit itu. Namun krn kurang hati hati, Susi terpeleset di jalan yang berumputan yang licin krn embun. Dgn sigap, Ranu refleks menangkap tubuh Susi yang hampir bergulingan ke bawah. Tubuh ramping dan berisi itu,jatuh kedalam pelukannya.

Selanjutnya krn takut terpeleset lagi Susi pun minta Ranu utk membimbing tangannya dgn memegangnya selama penurunan. Kembali Ranu merasakan kehalusan dan kehangatan tangan dokter cantik itu dgn bebas.

Malam harinya, Ranu masuk kedalam ruang utama villa itu. Ia menemukan Susi yang sedang menerima telpon dari suaminya. Mata Ranu menatap tubuh Susi, yang terlihat sexy, dgn gaun tidur pink, agak tipis. Setelah pembicaraannya selesai,

Susi bertanya pada Ranu

“ada apa pak Ranu”.

“oh engak bu, hanya mengecek, sepertinya kemarin ada bola lampu yang putus” jawab Ranu.
Setelah selesai Ranu mengecek, lampu lampu di ruang utama itu, Ranu pamitan. Tp Susi memanggilnya. Pak Ranu menghentikan langkahnya. Dan berbalik

” ada apa bu..”.

“ah, engak cuma mau tanya sedikit” kata Susi, sambil duduk di kursi, antik yang terbuat dari kayu jati.

Mata Ranu menatap, paha putih Susi, yang agak terbuka, krn gaun tidur itu terangkat sedikit. Tp Susi segera mengantipasi, dia mengambil bantal, sandaran kursi, dan menutup pahanya.

” pak Ranu, saya merasakan ada misteri di balik pohon tua itu, apa pak Ranu menyadarinya?” tanya Susi. “eh, anu, kalau soal itu saya kurang tahu bu, yang saya tahu, eyang bu Susi, wanti wanti pesan sama saya apapun yang terjadi, pohon itu tak boleh di ganggu” pak Ranu menjawab pertanyaan Susi panjang lebar.

Susi pun mendengar keterangan Ranu dgn seksama, Susi jg bertanya tentang mimpi anehnya. Susi bercerita secara detail, membuat Ranu terperangah.

“Maksud ibu, saya memperkosa ibu dgn batuan pohon angker itu?” tanya Ranu.
” yah, dlm mimpi itu, tp mimpi itu begitu nyata” jawab Susi. Ranu menghela nafas,” saya rasa itu cuma bunga tidur bu..” ujar Ranu.
“tdk Ranu, otak saya masih mampu berpikir, realistis, ini mimpi yang benar benar aneh” kata Susi.

Ranu diam sesaat, dia menatap Susi, akhirnya dia membuka suara, Ranu mengakui bahwa di villa ini memang ada penunggunya,namun krn telah sering dan lama tinggal di situ ia pun tdk terganggu lagi.

Mereka terus berbincang bincang, sampai agak larut, akhirnya Susi minta diri utk istirahat krn badannya agak lelah dan mulai ngantuk. Lalu Susi masuk kekamarnya. Ia lalu menyelimuti tubuhnya yang terbaring dgn selimut tebal yang ada dikamar itu.

Beberapa saat kemudian ia tertidur. Namun tdk lama kemudian serasa bermimpi ia melihat pintu jendela kamarnya terkuak dan dahan dahan pohon angker itu merayap cepat, berusaha mendekati ranjangnya dan akan mencekiknya. Susi terbangun dan berteriak teriak minta tolong.

Susi meloncat dari ranjangnya. dan tiba tiba terbangun dari mimpinya, namun ia tak melihat dahan dahan pohon angker itu dan tdk meninggalkan jejak sama sekali. Jendela kamarnya pun tetap tertutup rapi. Mimpi buruk itu semakin membuatnya takut.

Susi yang masih di hinggapi perasaan takut lalu keluar dari kamarnya. Ia berlari dan membuka pintu rumah. Susi langsung berlari ke belakang, mengetuk pintu kamar Ranu. Susi tak berani melihat ke arah pohon angker itu. Begitu daun pintu terbuka,Susi langsung menghambur ke tubuh Ranu dan memeluknya.

Dgn sangat takut ia menangis dan menceritakan apa yang baru saja di alaminya. Ranu dgn bebas lalu membelai rambut Susi. mendudukkan Susi di kursi yang ada di dlm kamarnya. Malam itu Susi tak berani pindah ke dlm kamarnya di rumah villa itu. Susi merasa lebih aman di kamar tidur Ranu.

Seiring malam yang merangkak, Susi kini telah pindah posisi, tdk lagi duduk di kursi, tp duduk tepat di sebelah Ranu di pingir ranjang. Sambil terus membelai rambut sebahu Susi, Ranu pun mulai berani berbuat lebih. Entah krn udara dan suasana yang dingin atau kesepian Susi yang datang tiba tiba. Ranu tiba tiba saja telah mengulum bibir Susi.

Tanpa menolak, Susi membalas ciuman Ranu, Mata Susi memejam, lidah Susi dgn nakal bermain lincah di dlm mulut Ranu. Tentu saja semuanya di layani Ranu dgn nafsu. Seperti ada yang merasuki tubuhnya, tangan Susi meraba raba selangkangan Ranu, mencari cari k0ntol besarnya, tanpa rasa ragu ataupun malu.

Satu tatapan, tajam bola mata Ranu, memerintahkan Susi berbuat lebih. Sambil berjongkok, melebarkan kakinya, Susi mengulum k0ntol Ranu. yang telah ereksi keras.

Mata Ranu liar, menatap selangkangan Susi yang masih terbungkus CD pinknya. Susi tak memperdulikannya, yang jelas, Susi sangat menikmati, mengulum batang k0ntol Ranu.

Ranu pun mengerang, menikmati sedotan, dan jilatan nafsu Susi. Tanpa merasa lelah, kepala Susi bergerak maju mundur, memberi Ranu kenikmatan. Usaha Susi tak sia sia, Semburan sperma Ranu, memenuhi mulutnya, Semua Spermanya, di telan habis oleh Susi, seperti tanah tandus, yang membutuhkan siraman air, di musim kemarau.

Ranu tersenyum puas, Dia mengangkat, tubuh Susi, melepas baju tidurnya. Dan menatap toket bulat padat Susi. Kedua tangan Ranu, meremas toket Susi, membuat dia mengerang. Dan jilatan lidah Ranu, di putting susunya membuat birahi Susi semakin meninggi.

Tubuh Susi di baringkan, Ranu pun melepas CD pink Susi. Sambil memegang CD pink itu, Ranu melihat selangkangan CD pink itu.

“hem, anak muda zaman sekarang, baru di jilat sedikit udah basah..” seloroh Ranu.

Muka Susi memerah, dia malu, tp birahinya mengalahkan semua rasa malunya.

Jari telunjuk Ranu bergerak masuk ke liang basah memek Susi, rasa tersengat aliran listrik di alami secara nyata oleh Susi. Jari itu bergerak, menyodok nyodok liang memeknya. Susi mengerang ngerang, kenikmatan. Jari Ranu seperti mempunyai kekuatan magis, sebentar saja, tubuh Susi mengejang di buatnya.

Susi mendapat orgasmenya, di sertai jeritan nikmat Susi. Ranu tersenyum puas, melihat tubuh Susi, mengejang, dgn nafas tersengal sengal. Sekarang k0ntol Ranu telah berhadapan dgn memek Susi. Ujung k0ntol itu telah menyentuh bibir memek Susi. Ranu menghentak, jerit Susi terdengar keras.

K0ntol itu bergerak cepat, keluar masuk liang memek Susi. Kedua tangan Susi mencengkram erat bahu Ranu, seakan tak mau melepaskan tubuh Ranu, yang tengah menyetubuhinya. Susi terus mengerang kenikmatan, dan Susi pun kembali mendapat orgasme. Ranu tampak masih belum apa apa, K0ntol besarnya masih terus bergerak cepat, menghentak liang memek Susi.

Semua bagian tubuh Susi, seakan menjadi begitu sensitif, Bibir memeknya seakan menebal, klitorisnya membesar, krn nafsu birahinya. Didalam kamar Ranu itu, entah berapa kali Susi mendaki puncak orgasme yang dihantarkan Pak Ranu. Ia seakan kewalahan mengalahkan gairah laki laki tua itu.

Saat saat, dimana Susi sdh sangat lemas, Ranu pun melepaskan seluruh cairan birahinya. Liang memek Susi, terasa hangat, oleh sperma Ranu. Saat sebelum Ranu mencabut batang k0ntolnya, Ranu masih merasakan denyut denyut dinding memek Susi, meremas batang k0ntolnya.

Malam itu Susi, terlelap dlm pelukan seorang Ranu. Tdk ada mimpi seram. Hanya kenikmatan sexual yang mengairahkan Susi.

Selama beberapa hari kemudian menjelang di jemput suaminya Susi selalu ditemani Ranu. Susi pun akhirnya berani tidur dikamarnya itu krn ada yang menemaninya yaitu Ranu. Selama Ranu menemaninya, Susi selalu di hibur Ranu dgn kemesraan dan menghantarkannya ke puncak hubungan pria dan wanita seutuhnya. Ranu pun dgn bebas telah menumpahkan cairan birahinya di dlm rahim Susi.

Susi mengurungkan, niat utk menjual villa warisan itu.

“nah, aku jg bilang apa, masa villa warisan di jual” ujar suaminya, saat akan menjemput istrinya.
“iyah, mas pikir pikir sayang jg, biarlah Pak Ranu yang bantu urus villa ini” kata Susi.
“Iyah bu Susi, saya selalu akan menjaga villa ini” kata Ranu.
“lagian kalau week end kita bisa main ke sini mas” kata Susi lagi. Fendi hanya tersenyum
” iyah, ayo sdh mau berangkat belum..” tanya suaminya.
“sdh mas, tunggu sebentar yah, aku mau ambil koper dulu, ada satu ketinggalan. , mas tunggu di sini yah” kata Susi. Suaminya mengangguk.
“ayo pak Ranu, bantu saya” kata Susi.

Ranu mengikuti Susi yang masuk ke dlm Villa. Dan terus masuk ke kamar. Ada sebuah koper besar merah di sana. Susi duduk di atas koper itu, sambil tersenyum genit, Susi melebarkan kakinya. Memperlihatkan CD hitamnya pada Ranu.

Tangan Susi menyibak CDnya,

“Ranu, tolong beri aku kenikmatan, sebelum aku pulang” pintanya.

Ranu tersenyum, dia jongkok, menjilati memek Susi. Susi mengigit bibirnya. Setelah memek itu di buat basah oleh Ranu, dgn jari telunjuknya, Bergerak menyodok nyodok liang memeknya, Susi di buat orgasme.

“Terima kasih Ranu, minggu depan aku akan kemari” ujar Susi.

Ranu pun tersenyum, dan mengangkat koper besar itu membawanya, dan meletakkan di bagasi mobil mereka. Pasangan suami istri segera melaju pulang.

Susi menyadari telah berbuat curang pada Fendi. Tp, belum pernah dia bermain sex, sedasyat ini. Susi selalu ingin mengulangi lagi, persetubuhan dgn Ranu. Susi selalu merindukan ke hangatan Ranu.

Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino


Demikianlah Untuk Artikel Yang Saya Buat Dalam Cerita Gara-Gara Penunggu Pohon Tua Semoga Anda Terhibur

Facebook

Advertising

Histats