CERITA ASIK DEWASA - BUJUK RAYU SEORANG OFFICER MUDA

BUJUK RAYU SEORANG OFFICER MUDA


Cerita Asik Dewasa - Bujuk Rayu Seorang Officer Muda - Cerita ngentot terhot | Perkenalkan namaku Reni, umurku saat ini 26 tahun, dan aku masih jomblo. Padahal sebagai wanita aku juga tidak jelek dengan wajaku yang manis, tinggiku 165cm, dan juga kalau aku sedang mengaca aku melihat aku juga mempunyai tubuh yang seksi. Namun sampai sekarang aku belum menemukan seorang lakilaki yang cocok dengan kriteriaku, karena ku mempunyai Kriteria yang sangat tinggi, karena kalau setelah menikah aku mau hidup mewah.

Aku bekerja disebuah perusahaan asing yang sedang berkembang diindonesia. Au sudah bekerja kurang lebih 2 tahun diperusahaan itu, dan yang aku ceritakan ini adalah kejadian pertama kali aku merasakan kenikmatan yang aku dapatkan dari bosku yang sangat tampan sekali. Dan sampai sekarang masih aku lakukan karena aku sangat menikmatinya, dan bosku juga mengagumi tubuh molekku dan memekku yang sangat sempit karena aku selalu melakukan perawatan. 

Suatu hari aku disuruh bosku untuk lembur mengerjakan proposal karena keesokan harinya akan digunakan untuk dibahas dirapat. Aku pun menurut dengan perintah bosku karena bosku sendiri juga ikut lembur, jadi sambil bekrja aku bisa memandangi wajah bosku yang tampan. Di sela-sela kesibukan mengetik proposal boss saya untuk besok hari, sesekali saya layangkan pandangan ke ruang tengah yang masih benderang. Di sana terdapat Mr. Maurice (boss saya), Mrs. Elisabeth dari Philipinnes, Bapak Farhan dan Mr. Gregory dari England. Rupanya mereka masih membicarakan rapat untuk besok hari.  

Bapak Farhan katanya baru bercerai dengan istrinya. Heran saya, bagaimana istri tolol itu dapat meninggalkan sang officer muda yang sedemikian tampan dan cerdas. Saya sih mau mau saja menjadi istri pria Sunda itu. Dia terkadang tersenyum pada saya, tapi saya menganggap senyuman ramah dari seorang atasan untuk bawahannya.  

Hhmm.., tampan sekali Mr. Maurice malam itu, Bapak Farhan juga sangat tampan. Kalau Mr. Gregory sudah tua, apalagi dia berjenggot, bikin muak saja. Ha ha ha.. Kadang saya suka membayangkan bercinta dengan Mr. Maurice sampai suka basah sendiri celana dalam saya. Beruntung sekali istrinya yang mendapat suami tampan seperti itu.  

Satu jam berlalu, terlihat Mrs. Elisabeth meninggalkan ruangan untuk pulang. Begitu pula Mr. Gregory. Tinggal Mr. Maurice dan Bapak Farhan yang masih terlihat serius berdiskusi. Proposal yang saya buat pun sudah selesai, sekarang tinggal menge-print-nya. Sambil menunggu selesainya hasil print, saya membuka kancing kemeja. Saya elus-elus sendiri buah dada saya di balik kemeja biru yang saya pakai hari itu. Entah kenapa hari itu libido saya meninggi. Saya pejamkan mata sambil menaikkan kaki saya ke atas meja dan menyelipkan tangan kanan saya ke dalam celana dalam. Ah.., enak sekali…. 

Saya bayangkan Mr. Maurice lah yang sedang mengusap-usap puting payudara dan klitoris saya. Ohh.., nikmat sekali. Sesekali saya masukkan kedua jari ke dalam lubang vagina, dan saya rasakan kontraksi nikmat dari kedua paha. Saya pencet-pencet sendiri ujung puting saya yang menimbulkan saraf-saraf otak saya semakin meninggi. Saya goyangkan pinggul saya di atas kursi untuk mengimbangi kenikmatan masturbasi yang sedang merajai tubuh ini. 

Tiba-tiba saya tersadar bahwa printer telah selesai bekerja, dan saya buka mata untuk melihatnya. Hati saya terperanjat sekali ketika mendapati Mr. Maurice dan Bapak Farhan sedang terpana melihat diri saya. Entah kapan mereka masuk ke dalam ruangan saya. Ah..! Malu sekali rasanya. Wajah saya merah membara dan segera saya rapikan kemeja dan rok pendek saya sambil mengambil proposal yang baru selesai diprint. 

Tiba-tiba Mr. Maurice memeluk dari belakang, dengan tangannya yang kekar dia berusaha menolehkan wajah saya. Bibir saya dilumatnya dengan kasar. Saya tersentak dan berusaha melawan. Pada saat itu juga Bapak Farhan memegangi kedua tangan saya, membuat saya semakin memberontak ketakutan. Saya menjerit minta tolong, tapi saya sadar bahwa hanya kami sendiri yang ada di lantai 8 ini. Security ada di hall bawah tidak akan dapat mendengar jeritan saya.

Mr. Maurice menutupi mulut saya dengan tangannya, dan dengan bantuan Bapak Farhan, mereka menyeret saya ke sofa di ruangan Mr. Maurice. Rontahan saya sia-sia saja. Tangan Bapak Farhan sedemikian keras memegangi pergelangan saya, sampai sakit rasanya. Mr. Maurice kemudian membuka paksa kemeja saya sampai beberapa kancingnya copot, kemudian dia menurunkan BH saya, dan tanpa ragu-ragu melumat puting payudara saya. 

Ingin Daftar Permainan Games Judi Online Silahkan Saja Klik Dibawah Ini :


Oohh.., saya tidak tahu apa yang saya rasakan. Antara rasa marah, kesal, benci, juga rasa nikmat bercampur aduk. Puting saya dipermainkan oleh lidah bulenya yang lebar dan panas. Ah.., membuat saya terpejam-pejam menahan nikmat. Sementara itu mulut saya dicium secara ganas oleh Pak Farhan. 

Pak Farhan kemudian menggunakan kemeja satin saya untuk mengikat kedua pergelangan tangan saya di sofa. Jilatan mulut Mr. Maurice sudah turun sampai ke vagina. Saya meronta-rontakan kaki saya dengan sepenuh tenaga, namun saya tidak berdaya melawan desakan tangannya membuka kedua paha.

Sekarang kedua dengkulnya menindihi kaki saya. Saya lihat dia mulai membuka celana panjangnya. Tidak lama kemudian terbukalah batang kemaluan besar miliknya yang sudah sedemikian tegang dan memerah. Pak Farhan juga sudah mengeluarkan penisnya yang panjang dan besar, dia paksakan senjatanya memasuki mulut saya.

“Pak Farhan..! Jangan Pak..!” saya merintih penuh iba.

Namun Pak Farhan tidak mendengarkan ocehan saya. Batang kemaluannya yang besar segera memenuhi mulut hingga tenggorokan. Agak susah bernapas jadinya. Pantatnya dimaju-mundurkan, membuat mulut saya tersedak-sedak oleh penis panjangnya. Di bagian bawah saya rasakan sebuah benda tumpul yang besar dan panas memasuki vagina dengan paksa. Ouughh..! Besar sekali, agak susah masuknya. Saya sudah tidak dapat menjerit karena mulut saya sibuk dengan batang kemaluan Pak Farhan.

Walaupun saya mencoba terus meronta, namun sebenarnya saya sangat menikmati perbuatan kasar kedua atasan saya itu. Tangan Mr. Maurice memegangi paha saya lebar-lebar dan menancapkan batang besarnya secara cepat dan berulang-ulang. Saya merintih sakit bercampur nikmat setiap kali ujung kemaluannya menyentuh liang peranakan saya.

“Ohh.., oh.. ah..! Ampun Mister.., please stop it..! You hurt me..!” saya berusaha menjerit di antara batang kemaluan Pak Farhan yang keluar masuk mulut saya dengan cepat.
Mereka menikmati posisi itu selama 5 menitan, kemudian Mr. Maurice mengambil inisiatif untuk menunggingkan posisi saya. Tangan saya yang masih terikat di pinggir sofa. Saya agak terpelintir ketika dengan paksa dia menarik pantat saya dalam posisi dogie style. Sekali lagi dia memperkosa dari belakang. Batang kejantanannya terasa lebih besar dengan posisi ini.

Tidak terasa vagina saya menjadi basah karena sebenarnya saya pun menikmati permainan ini. Mulut saya mulai merintih-rintih nikmat.
“Oh God..! Ssshh..! Ahh..! Ooh..! Sshh..!” desah saya tidak ragu lagi.
Saya merasakan kenikmatan yang sangat dengan posisi itu, apalagi Pak Farhan sekarang mengulum puting payudara saya yang tergantung ke bawah sambil meremas-remasnya.

Giginya yang rapi sesekali menggigit halus puting saya, membuat saya serasa di awang-awang.
“Oh Yeaahh.., sshh.. oh..!”
Saya goyang-goyangkan pinggul untuk mengimbangi hempasan pinggul Mr. Maurice. Sesekali dia menampar pantat saya yang menungging ke arahnya dengan keras. Ah..! Nikmat sekali tamparan itu.

Pak Farhan rupanya tidak sabar ingin merasakan lubang kenikmatan saya. Dengan kasar dia membuka ikatan di pergelangan tangan, dan kemudian Mr. Maurice duduk di sofa. Pak Farhan mendorong tubuh saya untuk naik ke pangkuan Mr. Maurice sambil menghadap ke sofa. Sambil mencekram tengkuk saya, Pak Farhan meraih vagina saya dari pantat yang membuat saya dalam posisi menungging. Mr. Maurice di depan dan Pak Farhan di belakang. Saya hanya tersanggah oleh kedua dengkul yang terlipat di atas sofa.

Mereka kemudian memasukkan batang kemaluannya di vagina dan lubang pantat saya.

“Oohh..!” saya menjerit panjang ketika batang kemaluan Pak Farhan memasuki lubang pantat saya dari belakang.

Sakit, tapi saraf-saraf pinggul sangat terangsang oleh tusukannya. Sementara itu penis Mr. Maurice sudah kembali memasuki lubang kemaluan saya. Nikmat sekali rasanya digauli oleh kedua pria ini, baru sekarang inilah saya rasakan dua batang kemaluan memasuki tubuh ini sekaligus dari depan dan belakang.

Mulut Mr. Maurice menghisap-hisap puting payudara saya dengan kasar sambil terus menusukkan penis raksasanya. Pak Farhan menjambak rambut saya dari belakang sambil terus menghela batang kejantanannya keluar masuk lubang pantat. Saya meremas rambut pirang Mr. Maurice karena tidak tahan oleh kenikmatan yang saya rasakan. Dari mulut saya keluar desisan-desisan nikmat. Begitu pula saya dengar deruhan napas pendek dan tidak beraturan dari Pak Farhan yang membuat saya juga semakin bernafsu.

Keduanya menggauli saya dengan semakin cepat dan semakin panas, seperti sedang mengejar sesuatu. Akhirnya pertahanan kemaluan Mr. Maurice pecah, dan kedua tangannya menekan bahu saya ke bawah untuk memaksakan batang penisnya tetap di dalam liang kewanitaan saya ketika air maninya keluar. Oooh.., saya merasakan semprotan air maninya di dalam liang peranakan saya. Mr. Maurice mengerang kuat dengan mata terpejam dan merenggut rambut saya ke kanan dan ke kiri.

Sementara itu Pak Farhan sudah hampir mencapai puncak kenikmatannya! Helaan pantatnya semakin cepat, dan akhirnya ditumpahkan air maninya di dalam pantat saya sambil mengerang dan mencakari punggung ini. Baru kali ini saya merasakan semburan sperma di lubang pantat saya, sungguh nikmat.

Bagian bawah pinggul saya basah kuyup oleh keringat dan air mani kedua pria tampan itu. Pak Farhan menghempaskan dirinya di sofa, di sisi Mr. Maurice yang masih merasakan dirinya berada di langit ketujuh menikmati orgasmenya. Mereka kemudian memeluk dan menciumi saya dengan sangat lembut dan mesra, sambil meminta maaf atas perbuatan mereka itu. Saya pun mengakui kepada mereka bahwa saya sebenarnya sangat menikmati ‘perkosaan’ itu.

Kejadian malam itu tidak berhenti sampai disitu, karena sejak malam itu kami melakukan perbuatan ‘two in one’ itu secara berulang-ulang. Dan saya mulai dijadikan sebagai pemuas dan sarana pelampiasan nafsu mereka. Herannya saya menikmatinya hingga sekarang. Liburan musim panas kemarin, kami menghabiskan satu minggu di Ubud Bali hanya untuk memuaskan nafsu birahi kami bertiga. Itulah pengalaman saya bersama atasan saya di kantor yang berakhir dengan kegiatan yang berjalan dengan rutin.

Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino

Facebook

Advertising

Histats