Cerita Sex ML Di Dalam Studio

CeritaDewasa 17+ : Cerita Sex ML Di Dalam Studio - Aq seorang musisi amatir, aq tinggal di jogja. Pacarku Dewi tinggal di Jakarta, aq dan Dewi sudah hampir 2 tahun berhubungan antara serius dan tidak. Maksudnya aq dan Dewi serius pacaran, tapi kami berkomitmen untuk sementara tidak terlalu terikat, karena kami yakin keterikatan akan menyebabkan kami tidak bisa menikmati masa muda kami.

Cerita Sex ML Di Dalam Studio

Kisah Cerita Sex ML Di Dalam Studio

Karena tempat tinggal kami beda kota, jadi aq jarang bertemu muka dengan Dewi. Kalau waktu liburan, Aq kadang ke Jakarta, dan sebaliknya. Nah, saat-saat seperti itulah, cerita sex ini terjadi.

Saat itu aq sedang mengotak-atik not keybord temanku yang di taruh di studioku . Tiba-tiba suara keybord itu jadi keras sekali, yang membuatku kaget setengah mati. Aq sempat merinding, habis kan setahuku di rumah cuma ada aq.

Jadi siapa dong yang membesarkan volume keybord di ruang mixer? Dengan segan aq mengintip ke ruang mixer. Ruangan itu tampak gelap sekali, cuma keliatan lampu-lampu mixer. Dengan pelan keperiksa mixernya, ternyata memang vulome mixer besar sekali.

Saat itu aq bingung jadi siapa yang membesarkan volume mixer kalau bukan hantu, tiba-tiba ada suara langkah dari belakangku dan langsung membekap mulut dan mataku. Reflek saja aq menyikut pembekap itu, kena perutnya. Dia jatuh, dan langsung kupiting tanganya sambil aq meraih saklar lampu.

Begitu lampu menyala. Ya ampun, ternyata Dewi yang mengisengiku. Dewi memakai jaket hitam dan celana jeans ketat hitam juga. Mukanya mengernyit kesakitan. Langsung kubangunkan dia sambil membopongnya ke ruangan studio yang berkarpet tebal. Kurebahkan di karpet sambil mengusap keringatnya yang keluar sambil menahan rasa mualnya karena sikutanku yang mengenai perutnya.

“Duhhh Dewi, ngapain sih kamu ngisengin aq kayak gitu?” sambil menahan tangisnya,

“Ah kamu nih bukannya nolongin malah nyalahin aq. Makanya liat-liat dulu dong, jangan asal gebuk. untung nggak kena ulu hati. Kalau kena, pasti deh kamu seneng liat aq mati, kehabisan nafas. Biar kamu bisa cari cewek lain kan”

Busyett nih anak, lagi kesakitan sempet-sempetnya bercanda. Jelas aja dong aq tersenyum

“Aduuhh maaf ya sayang. Kamu juga sih, datang nggak kasih kabar. Kapan sampai jogja? kok bisa masuk ke dalem? kan pagarnya aq kunci” kataku

“Aq mau ngasih kejutan ma kamu. Aq sampai jogja tadi jam 7 pagi. Terus naik taksi ke sini. Liat rumah kamu sepi, dari pada ngebel malah nggak surprise lagi mendingan aq manjat pagar aja” katanya

Dasar Dewi ini orangnya tomboy banget. Terkadang kalau pas isengnya kumat, tomboy nya ngalahin laki-laki. Padahal si Dewi ini aslinya feminim banget. Cantik, tinggi, lincah dan anggun juga bisa (tergantung suasananya). Kulitnya putih mulus, dan tubuh yang tinggi untuk ukuran seorang wanita, membuatnya bisa tampil cantik dengan gaya dan mode apapun.

“Maafin aq ya sayang. Kejutanmu berhasil, sayangnya terlalu berhasil. Maafin aq ya” kataku sambil membelai rambutnya yang panjang sepunggung, dan dengan lembut aq mengecup keningnya.

Setelah itu kami bercerita mengenai kabar masing-masing. Dewi baru aja keterima di SMU 3, dan senang di sana. Aq juga cerita tentang lagu baru di band kami sambil memutar contoh lagu itu di CD player. Beberapa lagu lewat, dia menikmati lagu itu sambil manggut-manggut dan bilang.

“Lagunya bagus-bagus. Enak buat goyang, Nge-grove banget” sambil meneruskan mendengarkan lagu berikutnya.

Aq keluar dari studio menuju dapur untuk membuatkan minuman kekasihku tersayang agar mualnya agak mendingan. Waktu aq balik ke studio Dewi memandangku sayu sambil bilang,

“Bima sayang, puterin lagu yang nomor 3 dong. Lagunya romantis banget. Aq jadi terharu nge dengernya”

“Ya udah, aq puterin lagi ke track 3, lagunya emang lembut banget, romantis banget pokoknya”

Dewi bangkit sambil menggengam tanganku.

“Berdansalah denganku, sayang!” pintanya.

Kugenggam tanganya, lalu kami berdansa mengikuti alunan musik yang romantis. Sambil memeluknya, aq melihat matanya mengeluarkan air mata.
“Kenapa sayang?” tanyaku. 

“Nggak papa sayang.., aq cuma merasa betapa bahagianya apabila seseorang dicintai seperti lirik lagu itu”

“Apakah kamu mau tau sesuatu, sayang?” tanyaku lagi.

“Apa itu, sayang?”

“Lagu ini kuciptakan sendiri, untuk mengekspresikan rasa cintaku yang terdalam untukmu, sayang!” kataku.

“Ooohhh, Bima.., What a wonderful gift from God you are for me” sambil dia berkata begitu, air matanya bertambah banyak dan pelukannya semakin erat. Aq pun ikut meneteskan air mata. Aq benar-benar mencintainya. Kalau mungkin, biarlah seluruh hidupku aq jalani bersamanya.

Dewi meminta untuk terus mengulang lagu itu, biar dansa kami tidak terputus-putus dan lirik lagunya bisa makin diresapi. Perlahan-lahan sambil terlarut dalam indahnya alunan musik dan lembutnya dansa kami, dewi mengangkat kepalanya dari dadaku dan mencium lembut bibirku.

Ciumannya sungguh lembut. Mungkin kurang menyenangkan bagi yang hanya menginginkan sex saja. Tapi bagi yang mencinta, ciuman seperti itu jauh lebih kena di hati daripada apa yang terjadi sesudahnya.

Lampu di dalam studio cukup redup, alunan musik romantis keluar dari sound sytem yang keren dan kuat powernya (kebetulan studio kedap suara). Kami berciuman cukup lama.

Sambil tetap berdansa mengikuti irama lagu, Dewi berkata,

“Bima sayangku, bercintalah denganku. Disini dan lakukan sekarang!”

Aq tersnyum dingin sambil berkata,

“Dewi, maaf aq tak bisa melakukannya”

Dewi terkejut,

“Kenapa Bima sayang?”

“Aq tak ingin bercinta denganmu, aq hanya ingin mencintaimu. Bukan utk behubungan badan, tapi hanya mencintaimu sayang”,

Dewi tersenyum sambil melanjutkan ciumannya, namun kali ini tangan Dewi mulai meraba punggungku, dan lidahnya mulai menusuk kedalam bibirku. Aq pun bereaksi seperti layaknya sorang laki-laki yang normal. Ku elus lembut punggungnya, kasar sekali. Jelas saja, wong masih pakai jaket jeans.

Perlahan-lahan kubuka jaketnya, dan memandang kaos ketatnya yang berwarna merah tanpa lengan, menonjolkan keindahan tubuhnya dan dadanya yang berukuran 34B. Tak terlalu besar, cukup mungil tapi yang penting bagiku padatnya bukan besarnya.

Ingin Daftar Permainan Games Judi Online Silahkan Saja Klik Dibawah Ini :

qqdomino


Tanganku terus menjelajahi sekujur tubuh indahnya. Mulai dari punggung merayap ke pinggang, perutnya dan dadanya. Dibalik kaos merah ketatnya aq bisa melihat dan merasakan puting susunya yang semakin mengeras dan mencetak sempurna pada pembungkusnya. Kuputarkan jari-jariku di sekitar puting susunya yang keras, sambil berbisik halus di telinga Dewi,

“Coba rasakan, Dewi, rasakan sentuhanku ini!”

“Ssshhh… emmhhh” hanya itu yang keluar dari mulut Dewi, karena terlalu penuh imajinas oleh keindahan cinta kami berdua

Walaupun begitu, Dewi bukan tipe orang banyak bicara sedikit bertindak. Buktinya bicaranya sedikit, tapi tanpa sadar tanganya meraba lembut celana jeans ku, melonjakkan batang penisku dari dalam CD ku.

Dewi terus saja mengelus batang penisku dengan semakin keras, seakan dia tau persis bahwa celana jeansku yang tebal itu menghalangi batang penisku untuk merasakan kenikmatan belaian jari-jarinya.

“Oohh sayang, ijinkan aq menikmati penismu. Akan kubuktikan segalanya hanya untukmu, Bima”

“Rasakan dan nikmati semua sayang. Lakukan semaumu. Segala diriku adalah milikmu Dewi”

Setelah mendapat ijin darinya, langsung saja kubuka kaosnya, Wahh.. pantas saja puting susunya menonjol sekali, dia tak mengenakan BH.
“Sayang, kamu kok nggak pakai BH sih? panas ya?”

“Sengaja kulepas waktu kamu buatin minuman untukku. Tuh, BH nya aq lempar di belakang keybord. Kalau kamu lebih suka BH nya, ambil aja. Tapi kalau lebih suka isinya tetaplah di sini sambil ekspresikan cintamu untukku.

Wah, masa sih mentingin BH nya, kalau bisa malahan jangan pernah dia pakai BH lagi. Lagi pula toketnya padat sekali, buat apa pakai BH lagi sih? Dewi pun tak mau kalah. Dia dengan cepat membuka celanaku. Sialnya kepala penisku yang memang sudah keluar dari CD ku terjepit resleting.

“Aww Dewi, pelan-pelan dong sayang. Sakit kan”

“Ya ampun, Bim.. penismu sih yang nakal. Belum dibuka udah keluar duluan. Salah kamu sendiri.. ehh nggak deh, salah kamu sih (sambil menunjuk penisku).”

“Sayang, nanti kalau dimarahin dia ngambek lho”

“Hehehe nggak deh. Cuma bercanda kok ya sayang (sambil mengelus lembut batang penisku)

“Aahhh.. aduh sayang. Nikmat sayang. Ayo teruskan sayang..”

Setelah beberapa menit Dewi memainkan batang penisku, batang penisku kini sudah tegang keras sempurna.

Setelah puas dikerjai Dewi, aq mengangkatnya ke atas meja yang ada di dalam studio. Kusuruh dia duduk di situ, setelah selesai melucuti celana jeans nya yang juga ketat.

Setelah pakaiannya terlepas semua, barulah aq bisa sepuasnya menghirup harum tubuh kekasihku tersayang itu. Mulai dari toketnya, jilatanku berangsur turun sampai ke daerah perutnya yang putih mulus.

Setelah itu, dengan tidak terburu-buru biar dia penasaran, aq menjilati bagian belakang lututnya, percayalah teman, ada sensasi tersendiri untuk wanita saat kita menjilati bagian ini. Dari situlah jilatanku naik ke paha depan, belakang, dan yang terakhir paha bagian dalam. Di situlah jilatanku tidak cuma merambat lurus tapi berputar-putar.

Mendekati lubang memeknya, menjauh lagi, mendekat lagi, menjauh lagi, mendekat lagi, menjauh lagi. Teman-teman, tidak akan ada wanita yang tidak penasaran saat di perlakukan selembut itu.

Sama seperti Dewi, dia sampai menangis karena sudah tak dapat menahan nafsunya, sehingga dia nekat meremas dan menarik rambutku ke arah lubang memeknya, saking semangatnya sampai daguku terbentur meja yang di tidurinya.

Lidahku menjelajahi bibir luar memeknya dengan tetap lembut dan mesra, sebelum akhirnya kupuaskan dahagaku dengan dahaganya dengan menyeruput (bukan menghisap lho). Katanya setelah selesai, seruputan itu terasa nikmat luar biasa, seperti memakai vibrator tapi lebih nikmat lagi karena yang menggetarkan mulut cowoknya sendiri dan bukan mesin

“Aduuuuhhh.. ooohhhh.. Bimm, kamu apain sih klit ku? ohhhh Bimm, lagi dong Bim.. ssshhhhh enak sekali sshhhhh Bimm.. Bimm.. Biimmmm… ooooohhhhhh” akhirnya Dewi meraih orgasme juga.

Dia memang tak pernah berkata terus terang kalau mau orgasme. Dia lebih suka mengkspresikan lewat sikap dan racauan seperti tadi itu. Melihat wajah Dewi yang penuh peluh, matanya yang tertutup, dan keningnya yang berkerut menahan rasa nikmat yang masih mendera otot-otot memeknya.

Hatiku sangat bahagia karena aq bisa memuaskan gairah sex kekasihku tersayang itu, walaupun aq belum sempat mendaratkan batang penisku ke lubang memeknya.

Memang hingga saat ini aq belum pernah sekalipun memasukkan batang penisku ke dalam lubang memeknya karena aq sangat menyayangi dan mencintainya, dan bagiku bercinta yang sesungguhnya saat pernikahan jauh lebih berarti daripada bercinta saat ini yang hanya berdasarkan nafsu belaka.. Sekianlah Untuk Cerita Sex ini

Silahkan Klik langsung Di Bawah Ini : 

Bonus PromoNew Member 10%
 qqdomino

Bonus Referral Hingga 20%
 kiukiudomino


Demikianlah Untuk Artikel Yang Saya Buat Kisah Cerita Sex ML Di Dalam Studio

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Facebook

Advertising

Histats